NovelToon NovelToon
ABHINAYA

ABHINAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: zhraa_

Kecelakaan yang merenggut nyawa kakaknya, akibat kecerobohan salah satu anggota geng motor bernama SAVAGE membuat Naya membenci geng motor tersebut dan orang-orang di dalamnya. Rasa bencinya semakin besar makala mendapat kabar bahwa pelaku yang menabrak sang Kakak diberi keringanan atas hukumannya dengan alasan pelaku mengalami cedera parah dan masih di bawah umur.

Sebagian besar anggota geng motor tersebut merupakan remaja yang masih berstatus pelajar di SMANTARA (SMA NUSANTARA). Sekolah dengan seleksi ketat, yang hanya bisa di masuki oleh orang-orang cerdas dan anak-anak orang berduit.

Di SMATARA, Naya bertemu Abhian. Kakak kelasnya yang ia tahu merupakan salah satu anggota SAVAGE. Kepeduliannya untuk membantu Naya membuat gadis itu menjadikan Abhian satu-satunya anggota geng motor tersebut yang ia beri pengecualian dari rasa bencinya.

Namun bagaimana jika Naya tau, bahwa Abhian adalah orang yang sebenarnya dia cari? Akankah pengecualian itu tetap berlaku untuk Abhian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhraa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Pengakuan

Naya menatap lamat-lamat ponselnya, berharap sebuah notifikasi yang ia nanti muncul di layarnya.Gadis itu tadi mengirim balasan chat dari Abhian, namun sudah lebih 20 menit belum kunjung dibalas lagi oleh lelaki itu.

"Yaelah gini amat ya orang lagi kasmaran, notifnya pun di tunggu," sindir Zulfa yang baru saja balik dari kantin, tangannya penuh dengan jajanan yang ia beli.

Naya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, malu karena terciduk dua sahabatnya sedang menunggu notif dari Abhian. Tanpa di beri tahu, kedua sahabat Naya sudah bisa menebak bagaimana perasaan Naya pada kakak kelas ganteng mereka. Lagipula siapa yang tidak baper jika ada yang menawarkan dirinya untuk menjadi tempat bercerita, dilindungi, hingga di ajak kencan? Kalian kalau jadi Naya baper juga kan? Jawab iya ya!

"Udah official memangnya?" tanya Rara bermaksud menyindir hubungan Abhian dan Naya yang masih sebatas kakak-adik itu. Kedua gadis itu menatap Naya, menunggu jawaban darinya.

"Apaan deh kalian, kalo ada yang denger bisa salah paham," sanggah Naya.

"Orang lain udah salah paham kali Nay, hubungan lo sama kak Abhian udah jadi rahasia umum."

"Hubungan kalian udah ada kemajuan belum?" tanya Rara lagi dengan mulut yang sibuk mengunyah kripik.

Gadis yang ditanya menggelengkan kepala dengan lemah. "Belum, kan yang suka gue. Kak Abhian belum tentu punya rasa yang sama, dan gue gak bisa paksa dia harus punya rasa juga ke gue," tutur Naya.

"Yakin kak Abhian gak ada rasa? Dia bilang kayak gitu memangnya?" kini Zulfa yang kembali bersuara.

"Ya enggak sih, tapi kan," Naya menghentikan kalimatnya, bingung harus merespon seperti apa. Ia memang tidak tahu bagaimana perasaan Abhian. Apakah lelaki itu punya rasa yang sama atau tidak padanya.

"Coba confess, supaya hubungan kalian ada arah jelasnya," usul Zulfa, dengan cepat di tolak oleh Naya.

"Nggak! Masa gue duluan yang confess sih, gue kan cewek," tolak gadis itu.

"Loh, memangnya cewek gak boleh confess? Lagian lo kan cuma mengutarakan perasaan lo sama dia, bukan ngajak dia pacaran kali, Nay. Kalo mental lo kuat ya sekalian aja ajak pacaran," jelas Zulfa.

Mendengar akhir kalimat Zulfa membuat Naya memukul pelan lengan gadis itu. "Tapi kalo dia jadi ilfeel setelah gue confess gimana?"

"Ya tinggalin, cowok bukan cuma dia," jawab Zulfa cepat. "Kalo gak dapat dia, temennya yang lesung pipi juga oke, Nay," lanjut Zulfa.

Naya tau siapa yang dimaksud Zulfa, belakangan ini gadis itu menjadi penggemar berat Edgar. Rasa kagum Zulfa di mulai saat ia tidak sengaja berpapasan dengan lelaki itu ketika hendak menemui Naya yang sedang berkumpul di lab bahasa.

"Bener kata Zulfa, Nay. Daripada lo bingung sama perasaan kak Abhian mending coba di tanya dulu, kalo memang dia gak ada rasa yang sama ya udah. Itu lebih baik daripada lo bertahan dengan perasaan yang belum jelas," tutur Rara.

"Oke, nanti gue coba," putus gadis itu.

...****************...

Abhian duduk di atas motornya yang terparkir di depan Dandelion Cafe, menunggu Naya selesai bekerja. Lelaki itu mendongakkan kepalanya, menatap langit malam yang dihiasi banyak bintang.

Hubungannya dengan Naya yang kian hari makin dekat, membuatnya menjadi sering bertemu gadis itu. Ia juga menawarkan diri untuk menjemput Naya setelah pulang kerja, dengan alasan khawatir jika gadis itu tiap hari pulang sendirian saat tengah malam.

"Kak!" panggil Naya yang baru saja keluar dari Cafe. Ditangannya gadis itu membawa dua kopi hangat, satunya ia serahkan pada Abhian.

"Kenapa jemput lagi sih, kan udah dibilangin gue gapapa pulang sendiri," ujar gadis itu, ia sebenarnya merasa tidak enak jika Abhian tiap hari menjemputnya. Lelaki itu sudah kelas dua belas, lebih baik waktunya ia gunakan untuk hal-hal yang lebih berguna daripada menjemputnya, seperti belajar misalnya.

Abhian tidak mengindahkan ucapan Naya, dia hanya tersenyum sebagai respon. "Malem ini cuacanya bagus, mau nggak jalan kaki sampai rumah lo?" usul Abhian.

"Boleh, tapi motor lo gimana? Kalo ditinggal lo kasian dong bolak-balik."

"Gapapa."

Mereka berdua pun berjalan menuju rumah Naya. Disepanjang jalan keduanya hanyut dalam keheningan, hanya suara angin dan kendaraan berlalu-lalang yang memenuhi indra pendengaran mereka.

Masing-masing sedang sibuk dengan isi kepalanya, sebab hari ini mereka akan mengatakan pengakuan. Sebelum menjemput Naya, Abhian memantapkan hatinya untuk mengaku bahwa dia-lah orang yang dicari gadis itu selama ini. Lelaki itu tidak ingin semakin lama membohongi Naya.

Sedangkan gadis disampingnya juga ingin mengakui tentang perasaannya pada Abhian, atas saran dari kedua sahabatnya. Jujur, ia juga penasaran apakah lelaki itu punya perasaan yang sama atau tidak padanya. Namun Naya sedikit gugup untuk melakukannya, sebab ini kali pertamanya ia mengakui perasaan lebih dulu kepada orang yang ia taksir.

"Nay."

"Kak."

Panggil keduanya kompak, sedetik kemudian mereka tertawa.

"Ada apa kak?" tanya Naya di sela tawanya.

"Gue mau ngomong sesuatu," jawab Abhian, ia meminum kopi hangat yang tadi Naya berikan untuknya.

"Gue juga," timpal Naya cepat.

"Kalo gitu lo aja duluan," katanya, lelaki itu memasukan tangan kirinya kedalam saku celana.

Setelah diberi kesempatan untuk berbicara lebih dulu, Naya menarik napas sesaat. Gadis itu berusaha untuk meredakan rasa gugupnya sekarang.

Kedua kaki Naya berhenti mengayun, badannya ia serong ke kanan menghadap pada Abhian. "Gue suka sama lo, kak!" Lima kata itu terlontar dari bibir mungil Naya dalam satu tarikan napas.

Abhian terdiam, kedua matanya mengerjap beberapa kali karena terkejut dengan pengakuan Naya yang sangat tiba-tiba.

"Lo barusan bilang apa? Coba ulang," suruh Abhian, memastikan apakah dia salah dengar atau tidak.

Naya menutup wajahnya menunggunakan kedua telapak tangannya, ia benar-benar malu sekarang. "Nggak, gue bilangnya cukup sekali aja," tutur gadis itu.

Melihat Naya yang sedang malu membuat tawa Abhian pecah, ini kali pertamanya setelah sekian lama tidak tertawa selepas ini. Lelaki itu mendekat, ia memiring-miringkan kepalanya berusaha mencari celah untuk melihat wajah gadis itu. Pasti wajah Naya sudah sangat merah sekarang, karena salting.

"Tadi lo bilang suka ke gue, kan?" goda Abhian, Naya hanya membalas dengan anggukan kepala.

"Beneran suka? Coba ngomongnya sambil natap gue, supaya gue percaya," Abhian semakin gencar menggoda gadis itu.

Naya berdecak dalam hati, mengapa Abhian menjadi menjengkelkan saat ini. Mengatakannya seperti tadi saja dia butuh nyali yang besar, bagaimana bisa lelaki itu menyuruhnya mengatakan sambil menatapnya.

Gadis itu menurunkan kedua tangannya yang tadi menutup wajahnya, ia memalingkan pandangan ke arah lain karena malu jika Abhian melihat wajahnya yang sudah memerah mirip dengan kepiting rebus saat ini.

"Lo baik aja sana, rumah gue udah deket," suruh Naya.

"Kok habis confess guenya di usir? Lo gak mau denger perasaan gue gimana?"

Abhian mencondongkan badannya ke wajah Naya, matanya menatap lekat pahatan sempurna Tuhan di wajah gadis itu. "Makasih, udah suka sama gue, Nay," tutur lelaki itu.

Naya mengalihkan pandangannya menatap Abhian, iris mereka bertubrukan sekarang. Gadis itu menatap seolah meminta penjelasan atas pernyataan Abhian barusan.

Mengapa Abhian hanya berterima kasih? Apakah itu cara terbaru menolak seseorang yang menyatakan perasaannya?

"Gue juga suka sama lo, tapi maaf gue belum bisa ajak lo buat menjalin hubungan sama gus sekarang. Lo mau kan nunggu gue?" Abhian melanjutkan kalimatnya.

Mendengar itu, sudut bibir Naya tertarik menyunggingkan senyuman. Ia tidak masalah hubungannya belum resmi bersama Abhian, ia tahu lelaki itu punya perasaan yang sama untuknya sudah lebih dari cukup.

"Iya kak. Gue confess kayak tadi cuma sekedar pengen tahu Lo punya perasaan yang sama atau gak ke gue. Dan gue rasa jawaban lo tadi udah cukup buat gue," jelas gadis itu.

Tangan kanan Abhian terulur mengusap rambut gadis itu dengan lembut. "Lo gak mau tanya kenapa?" tanya Abhian.

Naya menggelengkan kepala pelan. "Pasti lo punya alasan, apapun itu bakal gue tunggu," ujarnya.

"Tadi katanya Lo mau ngomong juga kan, ada apa kak?" tanya Naya.

"Oh, gak jadi. Gak penting juga," elak Abhian. Sepertinya sekarang bukan moment yang pas untuk mengaku siapa dirinya pada Naya.

Maafin gue ya, Nay.

1
Myra Myra
kena cari mslh Ae nape novan lakukan to
Cokies🐇
terkadang penyebab luka terhebat tuh justru dri orang terdekat 🥺
Cokies🐇
Kasih kaca bi yang gede
Cokies🐇
Rasakan kau bapak!
Cokies🐇
jangaj gitu paak
Cokies🐇
duhhh kenapa bisa ketangkepp
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
iya orng seperti itu jangan di dengerin
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
trus apakah dia masih cinta ma anda?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kalian itu udh bukan pacaran ya , tp ma n tan n
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
udh pasti sengaja itu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ank jarang di rumah gitu disayang ya?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
oh jadi ini tadi mknya knp foto"
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
knp nih Poto"?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
wih , masa iya?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
hayo loh
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ada kok klok es yang dingin itu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
sabar bhi
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
klok kepala nya kyk jeli kan ngk mungkin pak
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
loh pak jahat bngt
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
amunisi 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!