Seorang gadis cantik yang terpaksa kehilangan mahkota nya karena pengaruh obat yang di berikan oleh ibu tirinya dan berdampak ia berurusan dengan seorang polisi.
Bagaimana kisah lengkap nya?
Yuk cari tahu di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Teh Nisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh Tujuh
Niki dan Sasya kini sudah berada di rumah Sasya, Sasya membawa Niki ke kamarnya agar Niki bisa istirahat.
Hari ini begitu banyak masalah yang terjadi, Sasya tau kalau Niki sedang tidak baik-baik saja, apalagi ia tahu kalau Niki sedang hamil pasti tubuh nya akan sangat lelah dan juga mungkin bisa stres.
"Udah gak usah di pikirin, sekarang kamu istirahat dulu yaa, aku tau pasti kamu lelah," Ucap Sasya pada sahabatnya yang sedang terlihat bengong.
"Sya makasih ya, kamu sahabat terbaik yang aku punya, aku banyak berhutang budi sama kamu." Ujar Niki yang sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Sasya.
"Ah apaan sih kamu, kita ini sahabatan udah dari orok tau, gak usah sungkan, ya udah aku kedapur dulu ya nyari makanan buat kamu."
Niki pun mengangguk dan tersenyum, Niki merasa benar-benar beruntung bisa bersahabat dengan Sasya.
Akhirnya Niki merebahkan tubuh nya di ranjang empuk milik Sasya, ia tidak menyangka hidupnya akan semenyedihkan ini.
" Maafin bunda ya sayang, kamu harus kuat, bunda janji akan menjaga kamu sampai kapanpun, biarkan kakek kamu tidak menginginkan kamu juga yang penting Bunda sayang sama kamu." Niki berbicara dengan calon bayi nya dengan terus mengusap perut nya yang masih rata.
Ada kesedihan mendalam yang Niki rasakan, bagaimana bisa Erlan tidak mau menerima kehadiran bayinya sebagai cucunya padahal di luar sana banyak sekali orang tua yang menginginkan seorang anak.
" Semoga kelak kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa sayang." Lanjut Niki sembari meneteskan air matanya hingga ia tertidur.
Sementara itu Arhan yang sudah bersiap menuju rumah Niki untuk melamar gadis pujaannya menaiki mobil mewah nya, ia tampak bersemangat kali ini.
" Niki, im coming.. " Ucap Arhan sambil menancap gas melajukan mobilnya menuju rumah Niki.
Tiga puluh menit berlalu Arhan sudah sampai di rumah Niki, ia kemudian keluar dari mobil sambil membawa seikat bunga.
Ting Tong,
Arhan memencet bel rumah Niki ddngan perasaan yang gerogi, baru kali ini Arhan tidak percaya diri padahal biasanya ia selalu yakin apapun yang ia lakukan akan berhasil.
Ceklek
Suara pintu di buka, menampilkan seorang wanita paruh baya yang maaih terlihat sangat cantik karena perawatan yang mahal.
"Kamu lagi, mau apa lagi kemari?" tanya Laura.
"Saya mau ketemu Niki tante." Jawab Arhan
"Siapa sayang?" Tanya Erlan yang tiba-tiba berada di belakang punggung Laura dan sontak ia langsung naik darah saat melihat Arhan yang datang.
"Kau.. Berani-berani nya datang kemari setelah menghancurkan anakku."
Bugh
Arhan kembali menerima pukulan keras di sudut bibirnya dan membuat bibirnya mengeluarkan darah, belum hilang rasa sakit akibat pukulan adikknya kini ia harus menerima pukulan dari sang calon mertua, namun Arhan hanya diam dan pasrah.
" Pergi kau dari sini, jangan pernah menginjakan kaki mu lagi disini, gara-gara kamu anakku hamil dan sekarang dia meninggalkan rumah ini hanya karena ingin mempertahankan bayi yang tidak jelas itu, Tadi pacar nya yang datang sekarang ayah nya bayi sialan itu yang datang. " Kini Laura yang marah dan pura-pura bersedih, padahal saat ini hati nya sangat bahagia.
Plukk
Bunga yang di pegang Arhan terjatuh dari tangan nya, ia terkejut mendengar pernyataan Laura, Niki pergi dari rumah nya hanya demi mempertahankan bayinya, itu berarti keberadaan calon bayinya tidak di terima oleh keluarga Niki, bahkan dirinya sudah kalah start dari sang adik.
"Kalian mengusirnya!" tanya Arhan.
"Ya, karena kami tidak ingin malu mempunyai anak yang hamil di luar Nikah." Ucap Bram lantang.
Bugh
Kini Arhan yang memukul Erlan dengan keras, membuat Erlan langsung terjengkang ke belakang.
"Kalian sungguh tidak punya hati, kalau kalian tidak mau menerima bayi nya seharusnya kalian serahkan Niki padaku, aku ayah dari bayi itu. bukan nya di usir." Arhan sangat geram mengetahui fakta tentang keluarga Niki.
"Kalian akan menerima balasan yang setimpal nanti." Ancam Arhan dengan amarah yang sudah memuncak, Arjan langsung pergi dari rumah terkutuk itu.
"Hei tunggu.!"
Braakkk
VISUAL BABANG ARHAN NIH
To be continued
Apa yang terjadi selanjutnya,?
Lanjut gak?
Like dulu dong, atau kasih kopi nya biar gak ngantuk dan tambah cemungut...
Visual Arhan versi teteh, suka gak?
Atau ada rekomendasi yang lain dari kalian?
Boleh Spill di komen..
Thank you..
udah lama GK update
tunggu lanjutannya