kisah seorang ceo yang terkenal jutek jatuh cinta kepada sektetarisnya yang imut. Namun secara tiba-tiba wanita yang iya cintai menjadi adik tirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Permata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27
" Dasar perempuan tidak tau diri kamu"
" Apa-apaan ini," ucap Ilham yang datang dan tiba-tiba mengalihkan perhatian, Lisa
" Ilham sayang aku sayang sama kamu jangan tinggalkan aku, jangan nikahi perempuan kampung ini ya, aku akan berubah asalkan kamu tidak ninggalin aku, aku akan menjadi perempuan seperti yang kamu ingin kan" mohon Lisa sambil memeluk paksa ilham
" Lisa kamu sadar please, tolong jangan ganggu aku, aku tidak mencintai kamu, bagi ku kau hanya ku anggap adik tidak lebih.
" Owh begitu, trus kalau perempuan kampung ini adalah adik tiri kamu terus sekarang kamu jadi kan dia istri, apa maksud semua ini. atau jangan-jangan kalian berdua memang sengaja mendoa kan orng tua kalian meninggal agar kalian bisa menikah iya" ucap Lisa dengan marah.
" Sudah cukup Lisa cukup, sekarang lebih baik kamu keluar," ucap Ilham dengan tegas memarahi Lisa, namun Lisa bersikukuh tetap tidak mau keluar.
" Aku tidak akan pergi"
" Sekali lagi aku bilang kamu pergi dari sini, atau tidak aku yang akan berbuat kasar kepada kamu" ucap Ilham yang penuh dengan penekanan, kemudian Lisa pergi sambil membanting pintu rumah ilham.
" Alika apa kamu baik-baik saja? tanya Ilham cemas
" Bang apa sebaiknya abang lanjutkan saja pernikahan abang dengan lisa.
" Alika, aku sudah bilang aku sangat mencintai kamu. Dan aku ingin menjaga kamu.
" Aku tau, tapi Lisa juga sangat mencintai abang dan sangat terobsesi dengan abang.
Apa abang tidak bisa menjaga Alika tanpa harus menikah.
" Sudah cukup aAika, aku tidak mencintai Lisa dan sedikit pun aku tidak punya perasaan untuk dia, untuk apa aku menikahi dia, aku hanya mencintai kamu Alika, dan tak ada perempuan lain yang bisa gantiin kamu titik." ucap Ilham sambil meninggalkan Alika dalam keadaan bersedih.
Alika merasa bingung fikiran terasa kacau dan bingung harus bagaimana, baginya hanya Dita dan Yola yang ada, dan yang bisa tempat dia untuk berbagi untuk saat ini.
Ring...ring... ring..📲📲📲
suara ponsen Dita
" Hallo assalamualaikum"
" Waalaikumsalam , tante ada dimana?
" Tante ada dirumah, ya ada apa Alika?
" Kita ketemuan ya, "
" Ok. Tante siap-siap dulu. "
" Ok assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. "
Dan sambungan telpon pun terputus.
****
Tak lama kemudia mereka sampai di sebuah restoran tempat biasa mereka nongkrong.
" Ada apa tiba-tiba ngajak ketemuan."
" Tante aku bingung, aku tidak tau harus bagaimana, fikiran ku kacau.
" Bkngung kenapa? pasti soal Ilham ya?
" Aku masih berduka, dan aku tidak pernah terpikir kan menikah untuk secepat ini.
" Alika menurut tante , kamu terima saja Ilham, mana tau dengan ini lah Ilham bisa jaga kamu, seperti mama dan papa kamu suruh Ilham jaga kamu.
" Iya Alika, aku juga setuju dengan pendapat tante, karena aku melihat sudah dari dulu dia suka sama kamu, namun dia tidak berani untuk ungkapkan , karena kamu itu adalah adik tirinya, tapi sekarang diamberanikan diri untuk melamar kamu, dan aku yakin dia pasti akan jaga kamu dengan baik .
" Tapi aku tidak mencintai dia, dan aku masih muda dan masih banyak yang ingin wujudkan.
" Alika, aku sudah kenal kamu dari kecil jadi aku sudah tau bagaimana sifat kamu, kamu jangan bohongi diri kamu sendiri, aku tau kamu sayang sama dia, coba lah untuk buka hati untuk dia.
" Alika tante sarankan kamu terima lamaran Ilham, itu semua demi kebaikan kamu, tante yakin dia tidak akan mengecewakan kamu. "
" Tapi tante... " ucap Alika tergantung sambil memelas.
" Alika lihat tante, tatap wajah tante, kamu harus yakin dan percaya kepada tante, mungkin ini lah yang di rencana kan Allah untuk kamu.
" Hmmmm" ucap Alika sambil diikuti dengan anggukannya.
" Nah gitu donk, ayo sini" ucap Dita tersenyum sambil berpelukan.
****
Sementara dirumah Ilham, terlihat seseorang sedang terlihat gelisah yang mondar mandir yang tak lain dan tak bukan adalah Ilham. Dia takut kalau Alika akan menolak lamarannya, sejenak Ilham mencoba menenangkan dirinya dan dia mencoba untuk berfikir positif. Ilham mencoba untuk menanyakan kembali, dan dia mencoba untuk menerima apa keputusan Alika nanti.
" Ya Allah semoga apapun keputusan Alika nanti aku akan berusaha menerimanya dengan ikhlas huff" ucap Ilham sambil menarik nafasnya
Ilham berjalan menuju kamar Alika, Ilham berharap mendapatkan jawaban yang diinginkan.
Dikamar Alika, Ilham sedang melihat Alika sedang duduk melamun.
" Assalamualaikum. "
"waalaikumsalam" jawab Alika sambil tersenyum canggung.
" Kamu kenapa? tanya Ilham melihat Alika melamun dan menyimpan kesedihan dalam hatinya.
"Ngak, aku ngak nyangka aja, kenapa semuanya begitu cepat berlalu, aku masih belum percaya saja dan semua ini. Ini seperti mimpi bagiku.
" Alika, aku tau kamu masih sedih, aku juga merasakan apa yang kamu rasakan, tapi kita harus kuat dan harus ikhlas. Kamu tidak boleh seperti ini.
" Makasih abg" ucap Alika sambil tersenyum
" o iya alika. Abang ingin satu hal, abang ngak akan paksa kamu, abang tulus sayang sama Alika, abang siap terima apapun kepitusan kamu.
" Hmmm aku nurut aja abang, aku yakin abang tau mana yang lebih baik, dan mana yang tidak baik.
" Jadi artinya kamu terima lamaran abang ?tanya Ilham yang di balas anggukan oleh Alika.
" Alhamdulillah " ucap syukur ham dengan diiringin senyum lebar karna hati yang begitu bahagia yang dia rasakan karna dia mendapatkan jawaban yang sesuai dengan apa yang diinginkannya.
" Abang janji, abang akan jaga kamu dengan sepenuh hati abang. Dan abang juga berjanji tidak akan buat kamu nangis lagi. Karna abang sungguh-sungguh sangat sayang sama Alika.
" Terima kasih abang" sambung Alika sambil tersenyum
" ya udah. Sekarang kamu istirahat aja ya adik abang yang cantik sekaligus calon istri abang yang soleha" ucap Ilham sambil tersenyum jahil
" Apaan sih, bucin sekali. Udah gih sana, keluar aku mau tidur dulu."
kemudian Ilham meninggalkan Alika, yang wajahnya mulai memerah karna digoda Ilham.
" Pa, ma aku janji aku akan berusaha jaga Alika apapun yang terjadi sesuai dengan apa yang telah kalian amanahkan" gumam Ilham kemudian keluar dari kamar Alika.
Lucu, thor...
Q bisa bayangin gimana kagetx Ilham saat mukax dipoles make up ma alika...
lanjut lg thor, gpl y thor...