" Dokter, a-aku menyukaimu."
Ucap seorang gadis yang bernama Gauri Jayashree. Ya dia menyatakan perasaannya kepada seorang pria dewasa yang bernama Bisma Triguna Dewandaru yang memiliki usia 34 tahun.
Perbedaan usia 10 tahun itu tidak membuat Gauri menyerah. Namun sepertinya cintanya harus layu sebelum berkembang, karena Bisma sudah menikah.
" Maaf bocah, aku sudah memiliki istri."
Bisma terang terangan menolak Gauri. Namun dalam hatinya sedikit tersentil dengan ulah gadis 24 tahun yang selalu ia panggil bocah itu karena sikap ceria dan menyenangkan.
Pernikahannya yang telah berjalan hampir 1 tahun itu tidak pernah menjadikan ia suami seutuhnya, membuat hati Bisma sedikit oleng.
Akankah Gauri mengabaikan fakta bahwa Bisma sudah menikah, dan terus maju. Atau dia akan berhenti karena tidak ingin di cap sebagai pelakor?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKPB-27. Kembalilah Padaku
Pertemuan club sosialita hati ini berjalan dengan lancar. Gauri sudah mengenal banyak sosialita yang ada di sana. Kemampuan public speaking yang bagus membuat Gauri mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Beruntung tidak ada satupun yang menanyakan mengenai keluarga Singh. Jika ada sudah pasti lah Gauri mati berdiri di sana tadi. Tapi meskipun dia sudah berhasil masuk ke club sosialita tersebut, Gauri kini harus hati-hati dalam berbicara. Terlebih jika ada yang mengenakan nama belakang miliknya. semua tentu tahu nama Singh ini adalah nama yang tidak sembarangan.
Siapa yang tidak mengenal Sukhdev ranjit Singh. Pria yang merupakan salah satu dari circle pertemanan yang tidak bisa ditembus oleh siapapun. Sukhdev menjadi salah satu dari keempat pria yang namanya semua diperhitungkan di dunia bisnis. Arjuna Dewantara dari Star Building, Rama Hadyan Joyodiningrat dari JD Grub, dan Charles Smith William dari William Diamond, semuanya sungguh pria-pria kelas atas.
Namun rumor yang beredar hingga saat ini Sukhdev sendiri belum memiliki pendamping hidup. Entah apa yang dicari pria mapan bin kaya itu. Gauiri tiba-tiba kepikiran untuk menemui Sukhdev, ia sungguh merasa bersalah karena menggunakan nama keluarga dari pria itu.
Ya, tadi Silvya sudah menceritakan mengenai asal-usul dari mana bisa mendapatkan nama tersebut, dan sudah mendapatkan izin dari orang yang bersangkutan.
“ Hmmm,ini sedikit aneh. Ya kali ada orang yang mau dengan sukarela meminjamkan namanya dipakai orang lain. Sungguh diluar nurul eh nalar. Oh iya aye minta Rika aja buat nyari nomornya Tuan Sukhdev.”
Gauri bermonolog sambil menuliskan pesan kepada rekan kerjanya tersebut. Gadis itu kemudian meluruskan kakinya yang sangat pegal karena mengenakan sepatu berhak 9cm. Gauri yang selama ini menganut faham sepatu teplek itu tentu sangat tersiksa saat menggunakan sepatu tinggi. Paling pol mentok, Gauri memakai yang tinggi hak nya 3 cm.
“ Haish, semangat. Kudu semangat buat babe.”
Tok … tok … tok ..
Gauri menggerakkan kepalanya ke samping saat mendengar pintu rumahnya diketuk. Ia kemudian me lirik jam di ponselnya. Di layar pipih itu menunjukkan pukul 8 malam.
“ Siapa malam-malam begini bertamu?”
Gauri dengan terpaksa menyeret kakinya yang sangat pegal menuju ke pintu rumahnya.
“ Maaf cari si~”
Belum juga gauri menyelesaikan kalimatnya orang yang berada di depan pintu tersebut langsung memeluk Gauri. Terang saja Gauri terkejut mendapat serangan dadakan itu.
“ Uri, please balik lagi ma aku ya.”
Gauri membulatkan matanya. Ternyata yang memeluk Gauri adalah Halim, mantan kekasih Gauri. Ia berusaha melepaskan belitan tangan Halim dari punggung miliknya. Bahkan dengan sekuat tenaga Gauri mendorong dada Halim menjauh dari tubuhnya. Namun semuanya percuma, tenaga Halim jelas lebih besar dari Gauri.
“ Lim lepasin gue. Lo apa-apaan sih.”
Hilang sudah sapaan sopan gauri kepada Halim. Biasanya gadis itu memanggil Halim dengan sebutan abang, kini dia sama sekali tidak menggunakan embel-embel apapun saat menyebut nama Halim.
“ Please ri, balikan ma aku ya.”
“ Lim lepasin gue. Lo sinting ya. Kalau dilihat orang bagaimana?"
Gauri terus berusaha memberontak. Tetapi Halim semakin mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Gauri hingga gauri terlihat kesulitan bernafas.
Tiba-tiba Gauri merasakan tangan halim terlepas dari tubuhnya. Rupanya ada yang menarik mundur tubuh Halim dan akhirnya bisa menjauh dari Gauri.
Bugh
Sebuah pukulan mendarat di wajah halim hingga pria itu terjerembab di halaman rumah gauri yang di dominasi paving.
“ Brengsek lo Lim, jangan berani-berani lo ye ganggu Uri lagi. Emang lo kagak puas selama ini nyakitin hati Uri. Sialan lo Lim. Lo orang paling brengsek yang gue temui. Nyesel gue dulu ngebiarin lo pacaran sama Uri.”
“ Ben udah Ben, cukup. Nanti rame ini kampung.”
Sani memeluk tubuh Beno dari belakang saat Beno berusaha ingin menyerang Halim kembali.
“ Ben stop, biarin dia pergi. Lagian tangan lo nggak pantes buat mukul cowok pecundang kayak dia.”
Kata-kata Gauri yang tajam itu berhasil menusuk hati Halim. Sedangkan Beno dan Sani tersenyum simpul. Selama ini Gauri hanya diam, dan kali ini mereka senang karena sahabatnya mengeluarkan isi hatinya.
Halim pun bangkit, ia kemudian menepuk-nepuk bokongnya dan mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Tanpa mengatakan apapun, Halim pergi meninggalkan rumah Gauri.
" Huh, makasih ye kalian datang diwaktu yang tepat," ucap Gauri.
" Lain kali ati-ati Ri, jangan sembarang buka pintu malam-malam begini," ujar Beno.
Gauri mengangguk mendengar nasehat sahabatnya. Beno dan Sani tampaknya baru pulang dari tempat kerjanya. Ya, mereka resmi keluar dari Soul Restaurant. Karena kejadian tempo hari Beno di pecat oleh Jiwa dan Sani mengundurkan diri. Beruntung keduanya lolos tes menjadi cleaning service di perusahaan LT.
" Kenapa pulang telat?"
" Ooh itu, katanya besok mau ada rapat dengan para klien."
Mata Gauri membulat sempurna mendengar hal tersebut. Jika benar akan ada rapat seperti itu, maka mungkin saja disana akan ada Tuan Sukhdev juga.
" Oke, besok kita berangkat bareng aja ya ke kantor."
Beno dan Sani saling pandang lalu mengangguk setuju.
🍀🍀🍀
Puspa merasa ada yang berbeda saat pulang ke rumah. Rumahnya itu sangat sepi. Bahkan tidak ada satu lampu pun yang menyala. Ia pikir Bisma yang di skors akan tinggal di rumah. Tapi ternyata dugaannya salah. Bisma tidak ada di rumah.
Puspa membuang nafasnya dengan kasar lalu langsung masuk ke kamarnya. Ia melempar tasnya ke sembarang arah dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
" Gauri Omisa Singh, jika dia benar dari keluarga Singh pemilik RS Textile maka akan semakin membuatku memiliki nama. Tapi aku tidak pernah dengar keluarga Singh memiliki cucu perempuan. Setahuku cucu mereka hanya satu dan itu laki-laki."
Puspa mencoba mengingat wajah Gauri. Gadis yang tadi datang bersama Silvya itu berhasil menarik perhatiannya. Cara berbicara Gauri benar-benar seperti wanita yang berkelas yang berasal dari keluarga kaya.
" Aku harus bisa mendekatinya. Aku akan mendapatkan privilege jika berhasil dekat dengannya. Namaku tentu akan semakin dikenal dikalangan kaum jetset."
Puspa tersenyum kecil. Ia bertekad lebih dekat dengan Gauri. Tanpa dia Gauri adalah ancaman yang nyata bagi nama besarnya yang tengah ia raih itu. Gauri adalah simbol kehancuran karena kesalahan yang sudah diperbuat. Dimana Gauri akan membuat Puspa menyesal telah melakukan kesalahan terhadap ayah yang sangat dicintainya.
Puspa kemudian menghubungi kekasihnya untuk datang ke rumah. Tidak lupa ia mematikan semua kamera pengawas yang ada di rumah milik Bisma tersebut. Tanpa Puspa sadari saat berkumpul tadi Silvya menaruh alat penyadap di tas milik Puspa.
Meski mengatakan kepada Gauri untuk mencari bukti itu sendiri, Silvya tetaplah Silvya yang tidak akan bisa tinggal diam. Dia tetap memiliki rencana lain. Silvya hanya ingin melihat sejauh mana effort Gauri untuk mengungkapkan kecelakaan sang ayah.
TBC
Dari mulai Sylvia /Dika
Mr.Sun /lupa nama istrinya
dan sekarang Bisma/Gauri
🤔😀😀
ketuan dah kalau 24 di kira bocah
sukria