"Aku bersumpah demi setiap tetes darah Chaca yang menyatu dengan air, demi setiap air mata yang ia keluarkan hari ini, dan demi setiap detik rasa sakit yang ia rasakan. Kau ... Devon Albara dan yang lainnya, jika suatu hari nanti kalian tahu kebenarannya, kalian akan merasakan yang namanya kematian itu lebih baik daripada hidup dalam bayang-bayang penyesalan. Dan untukmu Darent Al Jeck, semoga kau bahagia setelah menghianatiku dan memilih dia. Sekarang aku sudah tidak memiliki harapan untuk hidup, semuanya sudah terbawa bersama buih lautan darah Chaca, jadi untuk apa aku tetap tinggal di dunia ini, selamat tinggal, semoga suatu hari kita bisa dipertemukan lagi di akhirat teman-teman."
~Lisa~
"Enggak ada gunanya gue hidup, semua teman-teman gue udah pergi menyusul Chaca, dan satu-satunya orang yang gue cintain ternyata tega ingin membunuh gue karena rekaman palsu yang di buat seseorang, jadi ... selamat tinggal."
"Tidaaaakkk!"
~Lista~
__________________
JAUH JAUH SANA PLAGIAT!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cha_Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Yu Qi
"Yang Mulia ...," seru Putri Yu Qi pada Kaisar Kang Xi yang tengah mengobrol bersama 4 pendekar lainnya.
"Ada apa gerangan Putri Yu Qi?" tanyanya.
"Putramu, Pangeran Mahkota Jun—" ucap Yu Qi terpotong.
"Apa yang terjadi dengan putraku?" tanya Kaisar memandang Yu Qi di ikuti dengan yang lain.
"Ada yang mencoba membunuhnya." Mata Kaisar melotot tak percaya, begitupun dengan semua orang yang berada di ruangan khusus bangsawan tersebut.
"Tidak mung ... kin ...." Ratu Wi Yue yang merupakan istri Kaisar Kang Xi tiba-tiba pingsan mendengar putranya ingin di bunuh oleh seseorang, untunglah ada permaisuri Fa Luan dan Selir Ling yang menangkapnya dari belakang.
"Istriku ...," seru Kaisar Kang Xi mengambil alih menopang tubuh Permaisuri Yue.
"Dayang ..., cepat bawa ratu kalian ke tenda, dan jangan lupa memanggil tabib memeriksa keadaannya," seru Kaisar.
"Baik Yang Mulia ...." Permaisuri Yue pun akhirnya di bawa pergi oleh para dayang istana Cheng.
"Cepat katakan ... siapa yang berniat membunuh Pangeran Jun, Putri? tanya Kaisar menatap serius.
"Pu ... Putri Xiao Tien Yang Mulia," gumam Putri Yu Qi sambil menunduk.
"Apa!!" teriak Kaisar Roung Hua dan Kaisar Kang Xi bersamaan.
"Bagaimana mungkin itu terjadi, Putri? Bagaimana bisa seorang putri melakukan hal sekejam itu terhadap seorang pangeran? Apalagi Pangeran Jun adalah Pangeran Mahkota kerajaan Cheng," tukas Selir Qin yang semakin memanas-manasi keadaan mencekam ini.
"Tidak! Putriku tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu, kalaupun ia melakukan hal itu, pasti itu adalah hal yang tidak ia sengaja," ucap Selir Ling yang tak terima anaknya di tuduh.
"Yang Mulia, aku tahu pasti bagaimana sifat putriku, ia tidak mungkin melakukan hal seperti itu, membentak seseorang saja ia tak bisa, bagaimana mungkin ia ingin membunuh pange—" ucapnya terpotong oleh kaisar yang memotong ucapannya.
"Cukup! Ceritakan bagaimana kejadian itu bisa terjadi Putri Yu Qi," titah Kaisar Roung Hua mempersilahkan Yu Qi berbicara.
"Ckckck, Xiao Tien yang malang. Ternyata aku tidak usah bersusah payah menyingkirkannya lagi, dia sendiri yang mengundang kematiannya," batin Xiao Tian senang.
Putri Yu Qi pun menceritakan semua kejadian di aula rakyat secara detail.
"Bagaimana bisa putrimu melakukan kejahatan besar seperti itu Kaisar Roung? Sebagai seorang teman, aku mungkin bisa memaafkan kelalaianmu mendidik putrimu, tapi sebagai seorang ayah dan kaisar sebuah kerajaan, aku tidak bisa membiarkan Pangeran Jun mendapatkan perlakuan seperti itu, kau harus menegakkan keadilan bagi putraku Yang Mulia," ucap Kaisar Kang Xi tegas pada Kaisar Roung.
"Pengawal ...! Panggil Putri Xiao Tien ke ruang persidangan sekarang juga," perintah Kaisar mutlak.
____________________________________________
Paviliun Melati ....
"Begitu ceritanya kak ...," lirih Lista.
"...."
Hua Luan dan Jian Lu masih tak bergeming, mereka hanya diam kaku sejak beberapa saat lalu.
"Kak ... abang ... gege ... oppa ...." panggil Lista yang tidak mendapatkan respon dari kedua gegenya.
Lalu ....
Tiba-tiba saja air menyembul keluar dari mata mereka membasahi pipi masing-masing.
Seketika Chaca dkk panik, baru kali ini mereka melihat orang yang menangis dengan ekspresi datar.
"Oh tidak, sepertinya mereka terkena kutukan menjadi batu menangis. Elo sih Cha, coba aja tadi lo enggak keceplosan manggil gue dengan nama asli gue, ini semua gak akan terjadi," tukas Lisa mengomel tak jelas.
"Enak aja, ini semua salah lo yang ngundang kedatangan Clara dengan nyanyian lo tau!" balas Chaca tak mau kalah.
"Udah ... udah, kita berdua cuman sedih setelah mendengar cerita kalian," ucap Hua Luan mengusap kasar air matanya.
"Benar-benar iblis yah kekasih kalian, kalau gege ketemu dengan mereka ... akan gege hajar sampai babak belur, kalau perlu sampai mati saja sekalian, habis itu jasadnya gege bakar supaya mereka gak bisa bereinkarnasi lagi," ujar Jian Lu dengan aura menindas yang membuat Chaca dan yang lain merinding sendiri dibuatnnya.
"Sudahlah kak, toh mereka juga akan merasakan akibatnya suatu saat nanti, iya nggak teman-teman?" tanya Chaca yang langsung di beri anggukan mantap dari yang lain.
"Tap—" ucap Hua Luan terpotong karena tiba-tiba seorang pelayan masuk mengganggu pembicaraan mereka.
"Maaf Pangeran Luan, hamba kesini ingin menyampaikan perintah kaisar, semua orang di suruh untuk ke ruang persidangan sekarang juga, terutama Putri Xiao Tien," ucapnya.
"Mengapa ayahanda menyuruh semua orang berkumpul di persidangan di saat acara masih berlangsung?" tanya Lisa polos.
Semua tatapan horor mengarah kepadanya karena dirinya masih bertanya setelah apa yang ia lakukan.
"Wae?" celetuknya bertanya dalam bahasa Korea.
"Lupa ingatan jangka pendek lagi nih anak," sinis Lia.
"Maksudnya?" tanya Lisa yang semakin tidak mengerti.
"Kita semua disuruh berkumpul di persidangan gaga-gara lo!" bentak Lista emosi.
"Gue?" tanyanya lagi-lagi dengan wajah polos seakan tidak melakukan kesalahan apapun.
Seketika semua ingatannya yang telah menuduh Pangeran Jian Lu dan berniat membunuhnya di depan semua orang, terlintas begitu saja di pikirannya.
"O–ow ... mati aku ...," runtuknya lalu mengutuk kepribadian gandanya dengan berbagai cacian.
"Gimana dong nih? Gue pasti bakalan kena hukuman sama kaisar setelah ini," khawatir Lisa meminta bantuan pada yang lain.
"Ya ... lo jelasin aja semua yang terjadi sebenarnya," usul Chaca.
"Gila lo yah! Mana mungkin gue harus jujur kalau gue punya kepribadian ganda, bisa barabe urusannya. Dan gue gak mau rahasia kita sampai terbongkar ke semua orang, apalagi di sana pasti bukan hanya keluarga kerajaan kita saja, banyak bangsawan lain yang pastinya ikut dalam persidangan." ujar Lisa panjang lebar, membuat Chaca dan yang lain terdiam karena tak tahu harus bagaimana mencari jalan keluar masalah ini.
"Yaudah gini aja." Seketika semua tatapan serius orang-orang melihat ke arah Chaca.
"Lo bilang aja kalau lo baru saja patah hati, dan belum bisa menerima kenyataan bahwa lo di khianati sama pacar lo, dengan begitu, mungkin saja bisa meringankan hukuman lo," usul Chaca sekali lagi.
"Yah ... gue kira usulan lo bakalan bisa membantu gue menghapuskan hukuman yang akan gue terima, ternyata ... cuma buat ngeringanin doang," keluh Lisa.
" Yaudah ... gue gak masalah kalau lo mau menerima atau menolak usulan gue, yang penting lo jangan nangis aja kalau hukuman yang lo dapat bakalan setara dengan penjara seumur hidup, trus di hantuin sama penunggu penjara yang mati di sana, huuuu hi ... hi ... hi ... hi," kata Chaca menakut-nakuti Lisa yang memang penakut dengan hal-hal berbau mistis.
Lisa membayangkan bagaimana nasibnya jika ia tidur di dalam penjara trus di liatin sama semua penunggu penjara itu, lalu di makan hidup-hidup karena mereka tidak suka ada mahluk bernyawa yang numpang tidur di tengah-tengah mereka.
"Akhhhhh! Tidaaaak ... gue gak mau ...," teriak Lisa histeris, namun di anggap hiburan oleh yang lain karena ia teriak sambil berlari kesana-kemari seperti orang yang sedang di kejar-kejar oleh sesuatu yang tak terlihat.
semngat thor..
pada nunggu nih kita kita
apa ni crita mau di berhentikankah thor
kok udah habis sih 🥺🥺🥺🥺
Lagi dong, please🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Next....
Semangat buat kelanjutan ceritanya ya...
Semangat....
ih jahat banget sih🥺🥺🥺🥺