Apa jadinya jika dua sifat yang saling bertolak belakang disatukan dalam ikatan bernama pernikahan.
Gawa dengan sikap kasar serta tempramental yang angkuh serta sifat kasar yang mendasar sering membuat dirinya di panggil dengan sebutan Singa. Sementara Kristal dengan segala sikap penurut serta lemah lembut nya.
Hingga berawal dari satu teror yang seolah menjadi kan nya sebagai pintu teror yang lainnya. Bukan hanya cinta, namun persahabatan juga akan di uji dalam cerita ini.
Bersama dengan para sahabat nya, akan kah Gawa dapat menyelesaikan kejadian-kejadian aneh itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riyaarmalissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga
"Yang mana yang sakit? udah dari tadi ya?."
Setelah melakukan kegiatan seperti biasa, malam ini kristal mengeluhkan sakit pada bagian perut yang membuat Gawa kelimpungan sendiri. Seperti biasanya Gawa selalu terlihat panik yang berlebihan.
"Perut, perutnya Kristal sakit banget."
Seperti anak kecil Kristal mengadu kepada sang suami seolah Gawa adalah Ayah-nya.
"Iya sih, tadi lo juga muntah-muntah kan ya?."
Dirinya bermonolog sendiri.
" Iya, Kris juga gak napsu makan tadi."
"Yok lah kedokter aja, nanti tau tau lo ga napas lagi."
Celetuk Gawa tanpa berdosa tidak tahu efek apa yang akan diterimanya.
Dirinya bangkit dari ranjang bersiap memakai pakaiannya yang telah di lepas.
"Hiksss.. hikss, Ga-wa kok git-tu ngom-ngomongnya? hikss sak-kit, parutnya Kris sakit banget."
Kristal semakin menangis tak tentu arah. Ntah mengapa, setelah mendengar lontaran Gawa dirinya malah ingin menangis kencang hingga membuat Gawa merasa bersalah.
"Eh eh, udah nggak usah nangis, ayok buruan kita kedokter."
Setelah mengganti pakaian, mereka berjalan keluar kamar dengan Gawa menggendong Kristal. Mendudukan nya dikursi penumpang dan mereka pun langsung pergi ke rumah sakit.
Sesampainya disana, Kristal dibaringkan di brankar untuk diperiksa.
"Gimana dok keadaan dia?."
Gawa membantu Kristal turun dan menggandeng nya agar tidak terjatuh. Melihat wajah Kristal yang pucat, dirinya tak tega jika harus memarahi wanita itu.
"Hanya masuk angin biasa mungkin efek seharian perutnya di kosongkan."
Dokter bernam-tag Rival Arganisyah itu menjelaskan dengan sesekali melirik kearah Kristal yang tengah menunduk.
"Dan ini resep obat yang bisa kamu tebus untuk kakaknya."
Ujarnya lagi memberikan secarik kertas yang berisi catatan obat-obatan.
Gawa menerimanya dengan kesal.
"Lain kali matanya di jaga dok, ini istri saya bukan kakak saya, colok baru tau rasa tuh mata."
Pengakuan Gawa sontak saja membuat Dokter Rival terkejut bukan kepalang. Niatnya ingin menjalani masa PDKT harus gagal total karna sudah disembur terlebih dahulu oleh suaminya.
Melenggang pergi tidak menghiraukan raut wajah sang Dokter dalam kebisuan yang mendalam.
Mereka memasuki mobil setelah menebus obat di Apotek rumah sakit yang sesaknya seperti pembagian sembako gratis.
Heran saja dirinya, kok ya mau orang-orang pergi kerumah sakit sampai Se-ramai itu.
Ini rumah sakit loh ya, bukan Taman hiburan ataupun DUFAN.
"Yaampun gue kira pas lo muntah-muntah sama gak nafsu makan kecebong gue udah ke bentuk."
Gawa berbicara dengan mata yang masi terfokus pada jalanan Ibu Kota yang padat kendaraan berlalu lalang.
"Iss mana bisa begitu."
"Iya juga ya, padahalkan baru tadi pagi kita eksekusi, ya kali udah tumbuh aja para kecebong gue hahahahahahahhahhahaha."
Gawa terkekeh sendiri setelah mengucapkan itu. Sungguh rasanya ia terlalu senang hari ini, ntah apa Penyebabnya.
"Jangan gitu, masa kecebong?."
Kristal membantah perkataan Gawa mengenai kecebong. Dirinya enggan jika anak- anaknya kelak dikatai seperti kecebong oleh Ayah-nya sendiri.
"Ya ga papa sih kalo gue bilang kecebong, kan produk gue." Ucap Gawa dalam mode sewot tingkat tinggi.
Menyadari Gawa yang sudah mulai Shombong, lantas Kristal pun hanya diam. Malas jika harus meladeni Gawa yang keangkuhannya diatas rata-rata manusia normal.
Dilain tempat. Tepatnya di kediaman Bramasatya yang kini tampak ricuh kegaduhan antara ayah dan anak. Siapa lagi jika bukan Rey dan Denan, sungguh aneh memang hubungan mereka. Tak pernah akur ntah itu satu hari pun.
"Pi kalo gak bisa maen keknya Papi gak usah maen deh, kalah mulu dan yang kesel itu Rey."
"Seharusnya kmu itu seneng klo Papi kalah kalah terus, bukannya malah merepetin Papi."
Sepanjang permainan mereka beradu pendapat. Ntah itu tentang pion catur yang tertukar atau hanya sekedar Denan yang tak ingin Rey menang.
"KALA KUPANDANG KERLIP BINTANG MUN JAUH DISANAAA~."
Rere tiba-tiba saja muncul dari balik dapur membawa sepiring cemilan serta merta minumnya.
walaupun kedua orang tua Rey sibuk bekerja, namun hubungan mereka tetap baik baik saja. Rey yang di asuh oleh Bi Sumi dari kecil hingga sekarang tidak mempermasalahkan itu, sebab dirinya tau jika kedua orang tuanya sibuk bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhannya.
"Ihh Mami suara cempreng gitu gaya gaya nyanyi."
Denan mencomot kue yang dibawa sang istri lalu duduk anteng di sebelah Rey yang hanya memutarkan bola mata melas. Huhh jika sudah begini ia jamin sebentar lagi akan ada drama romansa Korea dengan kearifan lokal dan Mami dan Papi nya lah yang akan menjadi pemeran.
"Dulu aja kamu bilang kalo suara Mami itu macam Bidadari yang nggak ada dua'nya ya Pi, sekarang apa? malah bilang suara Mami compreng."
Dulu saat baru pertama menikah, kehidupan Denan dan Rere tidaklah seperti sekarang yang bergelimang harta. Mereka bahkan jauh dari kata sederhana, namun berkat usaha dan kerja keras Denan yang bersungguh-sungguh saat bekerja sebagai Staf biasa di 'Batara Company' tepatnya di perusahaan cabang Galaksi yang berada di Kalimantan, dirinya diangkat menjadi Sekretaris, Lalu dengan kemurahan hati Galaksi dirinya diberi modal untuk membangun sebuah perusahaan sendiri.Butuh waktu dua tahun baginya untuk merintis perusahaan dibidang jual beli lahan yang kini telah meluas hingga ke beberapa daerah di Indonesia.
"Ampun bang jagooo!!."
Denan teriak di telinga Rey hingga sang psikis telinga merasa trauma. Ok alay.
"Udah tua alaynya makin jadi."
Dirinya pergi dari ruang keluarga menuju kamar. Tidak terlalu kuat ia jika harus menonton acara debat no valid yang dibumbui oleh drama Korea jadi jadian antara Mami dan Papi nya yang noraknya tidak ketolongan.
Beralih pada keluarga Raksarajanta yang tengah mengadakan acara makan malam bersama.
Disinilah Danu berada, diantara keluarga besar nya dan keluarga dari seorang perempuan yang dikabarkan akan dijodohkan dengannya. Walaupun dirinya sudah menolak berkali kali, namun usahanya tak membuahkan hasil.
Dengan terpaksa ia harus menerima acara lamaran yang kini tengah berlangsung, beberapa kali dia melirik kearah sang Papa mencoba untuk meminta pertolongan, namun apadaya, ternyata Anhar sang Papa tidak bisa membantu karna ini adalah keputusan final antara sang istri dan ibu nya.
"Ini demi kebaikan kamu Dan, biar mata kamu gak keranjang sama kaya Papa kamu itu."
Itulah jawaban alina Mama Danu jika dirinya bertanya alasan masi kecil kok sudah main jodoh jodohkan saja. Padahal dirinya masi ingin menggoda gadis gadis di sekolahnya yang terkenal akan kecantikannya.
Dirinya sangat merutuki nasibnya, saat tahu jika gadis yang akan menjadi Makmumnya kelak adalah gadis berhijab panjang serta berniqab, sehingga Danu sendiri tidak dapat mengetahui bagaimana rupa dan parasnya perempuan itu.
Berbeda dengan keluarga Pramoedya.
Rigel yang sedari tad dimarahi habis-habisan oleh Rimba sang Papa hanya menunduk tak Berani menegakkan wajah. Pasalnya kesalahannya kali ini sungguh sangat membuat ke-dua orang tuanya murka-Nya. Bagaimna tidak, saat dirinya di supermarket untuk menemani Lewa yang merupakan Mamanya untuk belanja, ia melihat Lita sedang asik bercnada hingga tertawa dengan Juna. Seketika dirinya marah dan langsung menyeret Lita, tanpa dapat dicegah, dirinya mencium bibir Lita ditempat umum dan disaksikan oleh banyak orang terutama Lewa yang langsung syok melihat tindakan sang putra.
"Apa apaan ini Rigel, kamu buat malu Papa sama Mama?."
Rimba menggeleng tak percaya. Rigel yang selama ini dilihat selalu baik serta kalem di depannya mendadak menjadi nakal yang berani beraninya mencium Guru muda di depan umum?.
"Papa kecewa sama kamu!"
Lantas Rimba beranjak pergi menyusul Lewa yang saat ini berada dikamar Rasi.
Sekedar informasi saja jika Rasi telah diperbolehkan pulang pasca kecelakaan yang menimpanya.
Meninggalkan Rigel dalam keheningan yang menyelimuti, meninggalkan Rigel dalam jiwa yang ragu.
Inilah keluarga dari mereka. Memiliki beragam jenis carita dari kisahnya masing masing. Bukankah keluarga selalu ada?
Ya, keluarga akan selalu ada.
*
*
*
gimana gimana sama part ini?
kayanya makin gaje aja kan ya?
oh iya aku mau tanyak, tapi kalian harus jawab yang jujur ya.
apa cerita aku ini alurnya suka bikin kalian gak faham ya?
kalo iya kasih tau aku ya biar aku coba buat perbaiki.
karna disini kan aku juga masi belajar. jadi mohon bantu ya biar ke depan nya cerita ini makin menarik.
dan jangan lupa untuk selalu like N koment☺
inget kalian juga untuk selalu stay safety ya😃
see you
kaum sultan masa isinya cm segitu
wkwkwk
akhirnya LENGGAWA is back...
hebat km thor...👍👍👍
bikin penasaran
lanjut thor
othor zeeyeeenggg.... tunjukkanlah drmuuu...
readers mu ygtak tau diri ini sngt merindukan ending ceritamuuu...😁😁😁