NovelToon NovelToon
Telaga Berkabut

Telaga Berkabut

Status: tamat
Genre:Kutukan / Cinta Terlarang / Cinta Beda Dunia / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:171.5k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Pertemuan seorang pemuda dengan sosok ghaib (wanita hantu berambut panjang penunggu alam lain). Jalinan cinta mereka di isi dengan tragedi berdarah dan kematian para sahabatnya. Semua bermula saat mereka menuju suatu wilayah pedalaman untuk meneliti tugas ilmiah di Universitas bagian Barat Daya. Siapa yang menyangka kedatangan mereka kesana menjadi musibah dan kematian yang mengenaskan. Di sela ketakutan bercampur keganasan pembunuhan dari para hantu ganas. Ada salah satu penghuni ghaib disana yang jatuh hati dengan salah seorang pemuda alim. Apakah cinta mereka bisa bersatu selamanya? Simak kisah horror percintaannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjahit Waktu lain

Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu anhu. Rasullullah bersabda:

Sesungguhnya Syaitan mengatakan:

Demi kemuliaan Mu wahai Rabb ku, aku akan terus menyesatkan hambaMu, selama arwah mereka masih ada dalam jasad mereka.

Maka Allah Jalla wa’Alaa mengatakan:

Demi kemuliaan Ku dan Keagungan Ku, Aku akan terus mengampuni mereka, selama mereka memohon ampun kepadaku.”

Ustadz Musta memberikan ceramah singkat pada para Jemaah yang hadir. Surau sudah kembali terisi meski hanya beberapa saja yang hadir disana. Kendi-kendi terisi untuk air wudhu, penjaga surau secara bergantian membersihkan dalamnya.

Sandika membalikkan tubuh, berlari meninggalkan hutan. Dia mendengar lantunan suara merdu orang yang sedang membaca ayat suci Al qur’an. Langkah menuju surau mengambil air wudhu, dia menyadari akhir-akhir ini sudah sangat jauh dari sang Khalik.

“San, dari mana kau? apakah kau habis bertemu dengan hantu itu lagi?” tanya Beben menyelidik.

“Jangan berprasangka buruk padaku. Aku baru pulang dari Surau.”

"Jujur saja kau San. Siapa wanita itu?"

"Dia teman ku."

"Apa engkau yakin dia manusia?"

"Siapapun dia, aku melihat dia sosok yang tidak jahat."

“Ya semoga saja. Oh iya, besok kita akan pulang saja San. Arya dan Gama sepertinya memang sudah jadi santapan penghuni Telaga itu.”

“Apa maksud mu Ben?”

“Aku mengetahuinya dari pak Kam. Si juru kuncen baru.”

“Tapi Ben_”

“Sudah San jangan berkata apapun lagi” sanggahnya.

Penampakan hantu Rambe yang memakan korban berangsur lenyap setelah kedatangan Kam si juru kuncen yang baru. Hari ini dia berdiri di perbatasan hutan terlarang, Kam mendengus mencari sisa darah istrinya.

“Sampai mati pun aku akan mencari pelaku sosok pembunuh anak dan istriku” gumamnya.

Dia menggunakan kekuatannya meniupkan mantra menyerang Rambe. Sosok hantu berbaju merah menampakkan wujud asli membalikkan serangan. Sosok lain yang sudah duduk di dalam tubuh Kam, menyatu merubah jemari lancip panjang. Tubuh semakin tinggi membesar di penuhi bulu hitam.

Pertempuran Rambe dengan sosok itu mengakibatkan cuaca buruk di perkampungan itu. Sosok hitam kekuatannya lebih besar karena telah bersatu di dalam tubuh manusia. Setengah tubuh Rambe berhasil di robek terlihat darah hitam segar mengalir membasahi tanah.

“Musnahlah kau menjadi abu!” ucap Kam.

Gumamtong terbang di antara mereka lalu membawa Rambe menghilang. Sebelumnya dia mengalihkan pandangan dengan menabur pasir yang hampir mengenai mata pria tersebut.

...----------------...

Melipat kedua kaki di depan pria berjanggut yang penuh amarah itu. Warid sedikit ngilu melihat dia meraih salah satu cacing menggeliat di dalam keranjang bambu kecil. Pria itu mengunyah bagai memakan daging ayam yang lezat.

“Mohon maaf pak, apakah saya sudah bisa mengutarakan maksud dan tujuan saya datang kesini?”

“Panggil aku ki Gendeng. Kau tidak perlu mengatakan apapun. Sebutkan saja nama wanita itu”

“Bagaimana ki bisa tau kalau dia adalah seorang wanita?” tanya Warid masih tidak percaya.

Pria berjanggut itu mengangguk, dia menabur kemenyan di atas wadah bara api kecil. Dia memberikan pisau ke tangan Warid.

“Dan sebutkan juga nama seorang anak muda yang nakal itu” tambahnya.

Setelah menyebut nama Harun dan Herman, kedua tangan ki Gendeng seakan di tarik oleh makhluk yang tidak terlihat. Suara retakan jari, pria tua itu menjerit kesakitan. Warid yang panik langsung membantu menahan tangan dan jemari tangannya yang berputar sendiri.

“Cepat ambil pisau itu. Sekarang kau harus memilih nama salah satu dari mereka lalu tusuk ujung jari mu kemudian teteskan darahnya di atas bakaran kemenyan!” bentak ki Gendeng.

Keinginan Warid agar Harun bertekuk lutut dan menjadi istrinya menjadi terabaikan mengingat kondisi Herman yang sangat kritis. Warid memutuskan untuk menolong Herman, dia juga membayangkan kondisi Harun yang labil dan sakit-sakitan akibat memikirkan Herman.

“Aku harus menekan ego “ gumam Warid.

Warid menusuk jari lalu meneteskan sambil menyebut nama Herman. Seketika tubuhnya berpindah di dalam hutan. Suara hewan liar bercampur suara makhluk halus lainnya, di tempatnya berdiri sedang mengalami fase malam hari sedangkan di ujung sana tampak siang hari bersinar terik cahaya matahari. Dua alam berkesinambungan menyerukan kesetaraan putaran waktu yang berbalik.

Ada Herman berjongkok menghadap ke salah satu pohon. Warid mendekatinya namun keberadaannya seolah terlihat olehnya. Herman terlihat sedang mencabut beberapa jamur yang tubuh di sela akar pepohonan besar yang berlumut. Di sampingnya melayang sosok hantu bergaun merah menatap Herman penuh amarah.

“Jangan ambil milik ku!”

“Kembalikan benda itu ke tempat semula.”

Suara sosok itu yang di abaikan Herman, dia membawa tumbuhan itu pulang. Dia melihat kehadiran Warid, sosok itu pun terbang mengejar sampai Warid di tarik paksa di kembalikan ki Gendeng ke alam nyata.

Di alam lain saja kita harus berjuang sendiri. Pertolongan kecil untuk membawa ke alam nyata tidak merubah keadaan apapun. Melihat sebuah kesalahan yang di lakukan Herman tidak bisa mengembalikan waktu atau menghalangi pria itu apalagi menyelamatkannya.

“Sekarang aku tau apa penyebabnya Ki.”

“Ya kau harus menemukan dimana jamur yang dia curi itu dan mengembalikan di tempat semula.”

...----------------...

Sandika dan Beben bertengkar adu otot hingga Beben berlari masuk ke dalam hutan. Dia berpikir akan menjadi korban selanjutnya mengingat satu-persatu temannya menghilang dan tiada. Semula keputusan meninggalkan kampung beralih menetap mencari para teman-temannya yang menghilang untuk mematahkan kutukan Telaga Berkabut.

“Kutukan apa yang kau bicarakan Ben? Semua perkataan si juru kuncen itu tidak benar” ucap Sandika.

Kalimat terakhir untuk temannya itu masih dia ingat jelas. Dia mengejar Beben masuk ke dalam hutan tanpa persiapan apapun. Beben bersembunyi melihat Sandika mencarinya. Dia mengikuti langkah Sandika dari kejauhan hingga dia berhenti di pinggir Telaga Berkabut.

Sebuah kepala muncul dari dalam air, penampakan hantu yang selalu mengganggunya perlahan mendekat ke arah Sandika. Sosok itu menghilang berganti sosok gaun putih berambut panjang berdiri tepat di depannya.

“Sandika.”

Murga tersenyum menatapnya. Dia membawa Sandika terbang menghilang di dalam kabut putih pekat yang semakin tebal. Tempat yang sama, kedua kalinya mereka bersama melihat keindahan sinar rembulan malam berhias kuku-kuku setan bertebaran.

Malam ini Murga tidak berani menyentuh tangannya. Membawanya terbang tadi, sosok hantu itu merasa sangat kepanasan. Mereka hanya saling tersenyum satu sama lain. Murga banyak menceritakan legenda mengenai asal usul perkampungan itu. Di batas ruang dan waktu yang berbeda, mereka berdua tampak semakin akrab sampai tertawa bersama.

...Sandika, tawa ku ini adalah sebuah kebohongan belaka....

...Bagaimana bisa aku tersenyum seperti rembulan yang kau lihat indah?...

...Pertemuan kita masih bagai mimpi ku yang terkubur di dalam kumpara dasar Telaga...

...Aku yang selalu gelisah...

...-Murga-...

1
sigma
👍
anak sekolah
sosok berbaju putih yang mengawasi mereka dari atas pohon menarik, tapi terasa seperti hanya lewat begitu saja. Kalau dia punya peran lebih besar, mungkin bisa ada sedikit interaksi atau tanda-tanda yang lebih jelas.
BTS
Sandika ditampilkan sebagai sosok yang kuat dan religius. Ini memberi warna pada cerita, apalagi pas dia melaksanakan ibadah di tengah situasi mencekam. Adegan Ben di semak-semak juga menarik, karena memberikan kombinasi antara humor dan horor yang pas. sebenarnya ada latar belakang khusus nggak sih kenapa Perkampungan Telaga Berkabut ini angker? Kalau ada, mungkin bisa disisipkan dalam percakapan atau kilas balik supaya pembaca makin terikat sama dunia yang dibangun.
Cik ngah
Herman dan ibunya udah bikin saya kebawa suasana, lalu makin tegang pas masuk ke perjalanan misterius menuju Perkampungan Telaga Berkabut. Tapi saya merasa ada beberapa bagian yang bisa diperhalus agar lebih kuat dampaknya. Contohnya, peristiwa kecelakaan mobil. mungkin bisa diberi buildup yang lebih mencekam, seperti deskripsi keadaan jalan, suara-suara di sekitar, atau efek dari kepanikan Herman secara lebih rinci. Saat dia melihat punggung pria tua yang membusuk, mungkin ekspresi dan reaksi Herman bisa lebih didalami untuk menambah nuansa horor.
Jasmine
aroma darah
Jasmine
kalau memang mau dibawa ke level yang lebih tinggi, ada beberapa saran.

Adegan di mana mereka bertemu orang tua menyeramkan itu keren banget, tapi bisa lebih diperpanjang agar semakin terasa intensitas horornya. Misalnya, bisa ada deskripsi lebih detail tentang bagaimana cara orang tua itu bergerak atau ekspresi wajahnya yang berubah-ubah.

Bagian kecelakaan mobil juga harusnya lebih terasa chaos. Mungkin bisa ada efek suara lebih detail, seperti suara pecahan kaca, teriakan panik dari masing-masing karakter, dan usaha mereka untuk keluar dari mobil yang rusak.

Overall, ini cerita yang menarik dan punya potensi besar! Saya menunggu kelanjutannya.
Gara-gara hari minggu
kok cepat banget tamat nya sih
Karina Ekasari: f jrai
total 1 replies
angin
sepakat si cery lebih aman sama si murga dari si rambe. tapi.....kalau dia udah nggak manusia lagi. tapi kalau dia manusia yaa.... kasian dong
nirina nazmah 🦄
harun yang malang
Hanum Anindya
kakak jahat kenapa harus tamat duluan sih. masih kangen sama rambe. pokoknya terbitkan ya kak bukunya, biar pas mati lampu aku bisa baca buku kakak. inspiratif banget ceritanya,😊👍🙏💕
Hanum Anindya
rambe kok nggak muncul disini kak😊
🕶Lala dan lili 💄🕶🕶
jadi si cery hidup di sana gimana tuh rasanya?? aku jadi kebawa emosi waktu murga marah
gadiah minang
uppp
gadiah minang
masa cery anak baik jadi penghuni telaga dan sasaran utama kutukan sih thor
ciki
rambbbeee
👑Ria_rr🍁
author kesayangan sejuta umat
👑Ria_rr🍁
semangat up-nya kk thor
Hanum Anindya
lanjutkan kak ceritanya
Orchid
ngilu
Renggo
ingin kuh bunuh ki gendeng. uda pinjem tubuh orang lain tapi buat dosa. jadi si mayat di siksa kubur berkali lipat. eh kasian nasib rina. haduu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!