Rania gadis manja yang dipaksa masuk ke sebuah pesantren karena kelakuannya yang tidak bisa diatur oleh kedua orang tuanya dan selalu membuat masalah.
Namun, Rania menolak mentah-mentah perintah orang tuanya lebih tepatnya perintah sang Mama.
Nikmati kisahnya hanya di NOVELTOON
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umul khaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
HAPPY READING!!!!!!🌹🌹🌹🌹🙏🙏🙏🙏🙏
Niat hati Salman ingin menggoda Rania malah dia sendiri yang tergoda. Salman buru-buru meninggalkan kamar karena takut tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi saat berdekatan dengan sang istri, Salman menjadi membayangkan apa yang terjadi dengan mereka di mobil.
Salman menghampiri orang tuanya yang lagi duduk di ruang tamu, dan bergabung bersama mereka.
"Ummi, Abah" sapa Salman.
Ummi Aisyah dan abah Ilham tersenyum ke arah putra mereka satu-satunya yang kini sudah sering tersenyum tidak seperti biasanya.
"Kenapa senyum-senyum seperti itu?"Tanya Ummi Aisyah pada Salman.
Salman hanya membalas dengan senyuman saja karena tidak mungkin dia menceritakan apa yang baru saja terjadi dengannya hari ini.
" Apa yang lagi Abah dan ummi bicarakan?"Tanya Salman mengalihkan pertanyaan.
"Ummi dan abah lagi membicarakan kapan kamu kasih cucu buat kami" balas Abah Ilham.
"Maafin Salman Bah, bukan Salman tidak ingin memberi abah cucu secepatnya tapi abah sendiri juga tau kalau Rania masih sekolah lagian Salman juga tidak mau memaksa Rania sekarang ini di usianya yang sekarang pasti akan membuat dia tertekan" Balas Salman.
"Abah mengerti Salman, tapi sampai kapan kamu akan terus seperti ini. Abah tidak menyalahkan Rania karena dia masih labil sekarang kamu yang harus meyakinkan istri kamu. Bicara baik-baik dengannya abah juga tidak memaksa kalian berdua" jelas Abah Ilham.
Mereka sebagai orang tua tidak pernah menuntut Salman untuk melakukan seperti apa yang mereka inginkan. Yang akan menjalani ruah tangga adalah anaknya mereka tidak akan ikut campur tapi kalau mereka masih bisa memberi nasehat bagi keduanya kenapa tidak.
Salman bangga memiliki orang tua seperti mereka yang tidak pernah memaksa kehendaknya selama ini, maka dari itu Salman selalu menuruti kemauan mereka selama dia mampu untuk menjalankannya. Selama ini juga orang tuanya tidak memaksanya untuk menikah padahal Abahnya sudah meminta Salman untuk menikah dan ingin memperkenalkan beberapa ustazah untuknya namun hati tidak bisa berbohong Salman merasa belum siap menjadi imam saat itu jadi mereka tidak pernah menyinggung soal itu lagi kepada Salman biarkan dia menentukan pilihannya sendiri selama itu membuatnya bahagia.
"Abah sabar dulu ya! Doakan semoga hubungan Rania dan Salman semakin membaik. " ucap Salman meminta doa orang tuanya.
" Tanpa kamu minta kami selalu mendoakan kamu, tapi saran ummi lebih baik kamu cari rumah di dekat sini terlebih dahulu supaya kalian lebih punya waktu untuk bersama ummi yakin dengan begitu kalian pasti akan semakin akrab" saran ummi Aisyah.
Ummi Aisyah menyarankan hal tersebut bukan untuk mengusir Rania dan Salman tapi karena ummi Aisyah melihat kalau Rania merasa segan dengan suaminya selama ini.
Kalau mereka hanya tinggal berdua saja pasti mereka akan saling membutuhkan satu sama lain hingga benih-benih asmara akan tumbuh semakin cepat.
"Ummi tenang saja, Salman juga memikirkan hal yang sama tapi Salman menunggu setelah Rania menyelesaikan ujiannya Salman juga sudah mendapatkan rumah di sekitaran sini" balas Salman.
Apa yang Salman pikirkan ternyata dengan apa yang umminya pikirkan tadinya Salman ingin pindah dalam beberapa hari ini tapi Salman tidak mau gegabah apalagi sekarang dia punya perjanjian dengan Rania.
"Tapi menurut ummi sebaiknya kalian pindah secepatnya, lebih cepat lebih baik. Bukan maksud ummi untuk mengusir kalian tapi ummi ingin kalian cepat saling menyukai. Dan ummi juga punya alasan yang tepat kenapa pada saat libur tiba Rania keluar dari pondok" Jelas ummi Aisyah.
"Maafkan ummi, ummi menyarankan ini karena ummi tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian" batin Aisyah.
Beberapa saat yang lalu ummi Aisyah tidak sengaja mendengar obrolan anak dan menantunya itu, tadinya ummi Aisyah ingin mengajak Rania ke pengajian di pondok nanti malam tapi malah mendengar obrolan mereka berdua yang ingin menjalani pernikahan itu untuk sebulan ke depan Ummi Aisyah tentu saja tidak akan membiarkan semua itu terjadi untuk pernikahan anaknya, ummi Aisyah juga tidak menceritakan perihal yang dia dengar kepada suaminya takutnya abahnya akan sangat marah karena Salman seperti sedang mempermainkan pernikahan.
Setelah Salman pikir-pikir ada baiknya juga mereka tinggal satu rumah, dia bisa lebih leluasa dengan istrinya dan berharap hubungan mereka semakin dekat dan tidak ada kata pisah kedepannya. Mendengar saran dari umminya Salman pun menyetujuinya tanpa berpikir kenapa umminya seolah memaksa Salman untuk tinggal berdua saja dengan Rania.
"Ummi benar, kalau begitu besok sore kami akan pindah ke rumah yang Salman beli." ucap Salman. Rania yang baru saja turun tidak sengaja mendengar perkataan Salman yang ingin pindah itu artinya mereka akan tinggal berdua saja.
" Apa? Kita mau pindah kemana ustadz?" Tanya Rania
Salman dan kedua oran tuanya ikut menoleh ke sumber suara, Rania tanpa permisi duduk di sebelah ummi Aisyah. Ummi Aisyah juga senang karena Rania begitu akrab degannya meskipun segan dengan suaminya, mungkin karena kesan pertama pada saat mereka bertemu pertama kali tidak baik karena Rania yang menolak dan juga membangkang perintah kedua orang tuanya padahal abah Ilham sangat memakluminya.
"Ummi Rania nggak mau pisah sama ummi, kalau ustadz mau pindah biarkan ustadz aja yang pindah sendiri Rania mau di sini sama ummi" rengek Rania.
Salman semakin gemas dengan sikap istri kecilnya yang begitu manja dengan umminya, begitu juga dengan abah Ilham yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya melihat menantunya yang begitu lucu pada saat merengek pada sang istri mereka seperti punya anak perempuan.
"Sayang kalian kan sudah menjadi suami istri jadi kemanapun ustadz Salman membawa Rania, Rania harus ikut seperti ummi yang harus ikut kemanapun abah membawa ummi" jelas Aisyah mengelus tangan Rania yang ada di lengannya.
"Tapi ummi, Rania nggak mau tinggal sama ustadz mesum seperti ustadz Salman" rengek Rania lagi.
Mendengar kalimat polos dari istrinya, Salman menutup wajahnya karena menahan malu pasti ummi dan abahnya sudah berpikir yag tidak-tidak tentang dirinya buktinya kedua orang tuanya menatap ke arahnya,
"Salman!" kali ini bukan Aisyah yang membuka suara tapi Ilham yang memanggil Salman meminta penjelasan darinya tapi Salman yang terlanjur malu tidak menjawab panggilan itu.
"Emangnya apa yang suami kamu lakukan Rania?" Tanya Ilham pada Rania.
Rania yang polos menjawab dengan juju pertanyaan dari mertua laki-lakinya, berharap kalau dia berkata jujur mereka akan menghentikan mereka untuk pindah dan tinggal berdua saja.
" Tadi pagi saat ummi meminta kami untu jalan-jalan di mobil ustadz..."
"Rania kamu udah janji sama saya kalau kamu nggak akan cerita masalah tadi sama ummi atapun abah. Kenapa sekarang kamu bahas itu lagi, bukannya saya udah mengabulkan semua keinginan kamu tadi" potong Salman tidak mau harga tidinyahancur di depan orang tuanya.
"Ummi lihat, ustadz salman itu sangat pelit baru juga beli baju udah di ungkit lagi. Biarin aja ummi dan abah tau klau ustadz sebenarnya sangat mesum, masak ummi ustadz tadi pagi di mobil cium Rania" Rania seolah mencari celah untuk menjelekkan Salman di hadapan kedua orang tuanya.
" Itu karena ulah kamu sendiri yang membuat saya cemburu" balas Salman tidak mau kalah dari Rania yang menjelekkannya.
Jangan lupa like👍, komen💌, gift🌹/☕ dan bintang⭐