Sedang dalam tahap revisi...
Cerita perjalanan cinta Serlin Marliana, wanita yang tidak sengaja melakukan hubungan terlarang dengan tuan muda yang bernama Marcelino Jason hingga hamil dan terpaksa menikah.
Dia menikah tanpa adanya cinta diantara mereka, apakah kehidupan pernikahannya akan berjalan mulus atau dia hanya akan menjadi orang ketiga diantara Marcel dan kekasihnya, karna Marcel sudah mempunyai kekasih yang sangat dicintainya. Dia seorang model yang rela menukar kisah cintanya demi sebuah kontrak kerja.
Saat pernikahan Serlin dan Marcel terungkap siapa yang akan dipilih Marcel, kekasihnya atau Serlin istrinya yang sedang hamil..
Kebimbangan hati Marcel serta kecemburuannya, akan menjadi kisah romantis mereka berdua, serta bagaimana Marcel ketika benih-benih cinta untuk Serlin muncul.
bagaimana kehidupan mereka, selalu bahagia atau akan banyak kerikil tajam yang akan menghadangnya.
Karya pertamaku...semoga suka..
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon denike, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARINYA NYONYA MARCEL
Terimakasih atas dukungannya selama ini...
Jangan lupa Like, komen, vote dan favouritenya😃biar author lebih semangat nulisnya..
Selamat membaca....
🌸
🌸
🌸
Marcel membawa Serlin ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, mobil sport Range Rover berwarna hitam milik Marcel sudah memasuki area parkir gedung tesebut. Dia pemilik pabrik mobil, banyak mobil mewah berjejer di kediamannya. Tiap hari ganti sesuai yang dia suka.
Marcel turun dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya, Serlin pun turun dengan pelan karena kakinya masih terasa sakit.
" Terima kasih. "
Serlin tersenyum, ini pertama kalinya dia diperlakukan istimewa oleh seseorang, apalagi orang di depannya itu adalah suaminya. Hari ini dia terlihat sangat bahagia, karena kegelisahaan dihatinya sudah sirna.
" Untuk apa kita kesini?"
" Sudah jangan banyak bertanya, ayo ikut saja!"
" Baiklah. "
Marcel dan Serlin berjalan menyusuri gedung itu, sampailah mereka di " BEAUTY SPA ".
" Dari mana kamu tahu tempat seperti ini, aku saja tidak tahu kalau disini ada spa. "
" Aku tahu, karena mamah sering pergi kesini. " Marcel tersenyum
" Ayo masuk, kau akan merasa nyaman disini. Aku melihat mamah menghabiskan waktunya berjam-jam disini. "
Marcel menggandeng tangan Serlin dan memasuki tempat itu,
" Tuan Marcel, anda disini. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap salah seorang wanita yang ada di tempat itu.
" Kau mengingatku? " Marcel sedikit terkejut.
" Tentu saja, mana mungkin saya lupa dengan anda. Tuan Marcel kan putra nyonya Kinanti? " Ada senyum kebahagiaan yang tak biasa di bibir wanita itu, entah apa arti dari senyuman itu.
" Iya..perkenalkan ini istriku. Dia ingin mencoba spa disini, karena sedang hamil tubuhnya sering merasa lelah. Berikan yang terbaik untuknya? "
Raut wajah wanita tadi seketika muram, senyum yang tadinya lebar langsung menjadi senyum yang kaku.
" Oh..jadi tuan Marcel sudah menikah. Hahh, hilang sudah kesempatanku. "Wanita itu bergumam dalam hatinya.
" Hei, kenapa diam?" Marcel meninggikan suaranya.
" Maaf tuan, silahkan tunggu di sofa sebelah sana. Saya akan menyiapkan ruangan untuk istri anda. "
Marcel dan Serlin segera duduk di sofa yang ditunjuk oleh wanita yang bernama Nisya itu. Nisya adalah manager di tempat tersebut.
" Sayang, wanita tadi itu cantik kan?" Serlin mulai duduk disamping Marcel
" Terus?"
" Sepertinya dia menyukaimu?"
Marcel mengambil nafas panjang, " Terus kenapa? "
" Gak papa sih, cuma bertanya saja. Wanita itu cantik kan?"
" Tidak biasa saja. "
" Apa tadi dia bilang? Bahkan dia lebih cantik dari Anna, bagimana mungkin bisa disebut biasa saja. Lalu bagaimana wanita cantik menurutnya. " Serlin mengomel sendiri di hatinya.
Melihat Serlin diam, Marcel seakan tahu wanitanya itu sedang merajuk atau mungkin dalam mode cemburu. Di raihnya tangan sang iatri " Tidak usah berfikir yang aneh-aneh, tidak ada yang lebih cantik darimu. " Seketika wajah cantik Serlin merona.
" Suamiku sekarang pintar sekali merayu ya, belajar dimana? "
" Tidak perlu belajar untuk berkata jujur, aku bicara yang sebenarnya. "
" Sudahlah, jangan membuatku terbang karena gombalanmu itu. "
Nisya yang melihat kemesraan pasangan ini sangat iri,
" Mereka romantis sekali. Ahh..Marcel aku sudah lama menyukaimu. Ternyata kamu sudah punya istri, sudah tidak ada harapan lagi untuk mendekatimu. "
Nisya berjalan menghampiri keduanya, " Nona ruangannya sudah siap, silahkan!"
" Sayang aku masuk dulu. " Serlin melepaskan tangan Marcel yang sedang menggenggamnya.
" Aku tunggu disini. "
" Iya. "
Marcel menunggu sambil bermain ponsel, tiba-tiba ada panggilan masuk.
" Hallo.."
" Marcel, kau sudah lupa padaku ya. " Suara diseberang terlihat marah
" Haha, ada apa tumben kau menelponku?"
" Aku tidak pernah terima undangan darimu, kenapa aku dengar sekarang kau sudah menikah. Kau mau bermain-main dariku, siapa wanita sial itu? "
" Dari mana kau tahu? " Marcel terlihat heran, pasalnya hanya keluarga saja yang tahu.
" Itu tidak penting, ayo kita nongkrong di Cafe biasa. Aku sudah lama tidak bertemu denganmu. "
" Baiklah, kalau ada waktu akan ku hubungi. Untuk sekarang aku tidak bisa. Aku akan mengenalkan dia juga padamu. "
" Baiklah, ku tunggu kabar darimu. "
Marcel menutup panggilan di ponselnya, dan berjalan menuju sebuah toko perhiasan sambil menunggu Serlin. Disana ada sepasang cincin berlian yang sangat indah, dengan desain yang simple tapi tidak menghilangkan kesan mewah nya.
" Serlin pasti menyukainya, pernikahan kita kemarin serba mendadak. Aku tidak sempat membelinya. "
" Bungkus cincin ini untukku! " Kata Marcel kepada pemilik toko
" Baik tuan. "
Marcel segera memasukkan cincin itu ke sakunya, dia kembali ke tempat Serlin melakukan spa tadi.
Tidak berapa lama Serlin sudah selesai dengan kegiatannya, wajahnya terlihat lebih segar. Marcel pun tersenyum melihat wanita yang dicintainya itu berjalan kearahnya.
" Terima kasih sayang, badanku lebih ringan sekarang. "
" Semua ini tidak gratis, kau harus membayarnya. "
" Hehhh, kau kan banyak uang kenapa harus aku yang bayar? "
" Kau harus membayarku nanti malam. "
Wajah Serlin sudah memerah dan malu, melihat itu Marcel justru tersenyum nakal.
" ehecmmm.... ehecmmm.... Saya mendengarnya tuan dan nona. " Nisya pun kesal dengan tingkah pasangan ini.
" Sayang, kau membuatku malu saja. " Serlin mencubit pinggang Marcel
Marcel justru menariknya ke dalam pelukannya dan meninggalkan tempat spa itu, dia meninggalkan kartu nama.
" Kirim tagihannya kesitu. "
Marcel dan Serlin memutuskan untuk meninggalkan pusat perbelanjaan itu, saat di dalam mobil Marcel melamarnya untuk yang pertama kali.
Marcel mengeluarkan cincin disakunya dan mengarahkannya ke Serlin.
" Serlin Marlina, maukah kau menikah denganku? Mengukir kisah indah dalam hari-hariku selanjutnya serta menjadi teman hidupku sampai aku tua nanti. "
Serlin tidak percaya Marcel melakukan ini, dia sampai tercengang melihatnya. Serlin hanya mengangguk dan menitikkan air mata bahagianya.
Marcel memakaikan cincin itu di jari Serlin kemudian memeluknya.
" Terima kasih sudah membuatku bahagia seperti ini. Rasanya aku ingin melompat-lompat sekarang, huhhh...aku tidak bisa mengontrol diriku karena terlalu senang. " Serlin terlihat sangat bahagia ini impian dalam hidupnya, dilamar dan dinikahi dengan orang yang dicintai, meskipun awal hubungan mereka adalah sebuah kesalahan.
Marcel yang melihatnya malah tertawa dengan tingkah istrinya itu, " Sifat kekanakkanmu keluar. "
" Biar saja, yang penting aku bahagia sekarang. " Serlin berteriak di dalam mobil.
" Pakai sabuk pengamanmu, kita pulang kerumah sekarang. Kau harus istirahat. "
" Siap bos! "
🌻
🌻
🌻
Setelah kejadian itu Serlin benar-benar mengundurkan diri dari perusahaan, dan Marcel sudah kembali ke kantor pusat karena urusannya di anak perusahaan itu telah selesai.
Serlin melewati harinya dengan bermanja pada sang suami, Marcel dengan ikhlas menyambut sifat bumil yang kadang berubah-ubah itu.
Kandungan Serlin sekarang sudah jalan enam bulan, Anna sama sekali tidak menganggu kehidupan mereka berdua. Entah apa yang sekretaris itu lakukan padanya sehingga dia nampak jera untuk membuat ulah lagi.
" Sayang ikut aku pergi ya, aku ingin mengenalkan seseorang padamu. "
" Siapa? "
" Sahabatku, kau akan tahu nanti. Bersiaplah sekarang! "
" Hmmm.."
Tidak menunggu lama mereka sudah sampai di Cafe tempat Marcel biasa berkumpul dengan teman-temannya.
" Sayang, mau pesen apa? "
" Kamu saja yang pesankan, aku belum terlalu lapar. "
" Kita pesan makanan ringan saja ya? "
" Baiklah. "
Sedang asyik mengbrol ada seorang pria yang menghampiri mereka,
" Serlin...."
" Hai..Johan, senang melihatmu disini. "
Marcel tercengang " Kalian sudah saling kenal? "
" Marcel.. ingatanmu payah. Dia ini gadis yang gue ajak saat pesta ulang tahun Anna waktu itu. Kalian tidak bertemu secara langsung memang, karena lo lagi asyik dengan Anna. Mana mungkin melirik ke orang lain? "
" Kenapa gue gak ingat sama sekali ya! " Marcel mencoba berfikir dan mengingat pesta itu.
" Ahh sudahlah, itu tidak penting.
Tunggu...jangan-jangan Serlin ini istri yang lo omongin kemarin. "
" Iya, baru gue mau ngenalin ternyata kalian sudah saling kenal."
" Ahh, Jadi wanita sial itu Serlin yang ini. Hahaha....dunia memang sempit ya, gue sama sekali gak nyangka ternyata dia yang akan nikah sama lo. " Johan menepuk punggung Serlin.
Marcel yang melihatnya langsung menarik Serlin kepelukannya, " Dia istri gue, jangan pernah menyentuhnya lagi. "
" Haa..haaa! " Johan justru tertawa dengan kelakuan Marcel itu.
" Ckk...Selalu posesiff..! "
🌿bersambung....
apa gak ada lanjutannya ?
jng lama" dong thor makin lama makin banyak uban Oma nungguin kelanjutan ceritanya 😁😁😁