Siapkan Tisue dan hati kalian ya untuk baca novel by Me!!!!
Jangan lupa Mampir Juga di karya Receh aku yang lain🙏
Bagaimana jika suami yang Bunga anggap baik dan setia, mencintai dia dengan tulus, ternyata hanya sebuah kedok untuk menutupi kebohongannya.
Bunga tak menyangka jika dia telah diduakan oleh Ilham, Suaminya. Apalagi Bunga memiliki Ibu mertua yang tak menyukainya sejak awal menikah.
Akankah Bunga bisa bertahan, dan memberi kesempatan pada Ilham? Dan mampukah Bunga untuk bertahan karena suatu tekanan, yang tak bisa membuat dia lepas dari Ilham.
Simak disini yuk🙃JANGAN LUPA TAP FAV, LIKE DAN KOMENTAR NYA....
SEBAB LIKE DAN KOMENTAR KALIAN SUNGGUH BERARTI UNTUK AUTHOR 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemui Pengacara
Happy reading.........
Tiga hari telah berlalu sejak kejadian di mana pertengkaran Ilham dan juga Bunga. Dan sesuai dengan ucapan Bunga, dia sudah mengajukan surat gugatan ke pengadilan dibantu oleh Tina sahabatnya.
Selama itu pula Bunga banyak diam, bahkan terkesan dia menghindar dari Ilham. Karena jujur, setiap kali dia berdekatan dengan Ilham, hatinya terasa sakit. Apalagi di sana ada Nara dan juga Azam.
Siang ini Bunga sudah janjian bersama dengan Tina, sebab Tina mengatakan jika sudah ada seorang pengacara yang disiapkannya untuk membantu proses perceraian Bunga dan juga Ilham.
Saat Bunga Tengah memoles wajahnya di depan cermin, tiba-tiba Ilham masuk ke dalam kamar dan melihat Bunga yang sudah rapi. "Kamu mau ke mana?" tanya Ilham dengan penasaran.
Bunga hanya menatap Ilham sekilas dari pantulan cermin tanpa ingin menjawab pertanyaan suaminya itu.
Melihat Bunga hanya diam saja, Ilham pun menjadi geram sebab selama 3 hari ini Bunga banyak diam, bahkan terkesan tidak menjawab ucapannya. Akhirnya kesabaran Ilham pun telah habis untuk memaklumi sikap Bunga.
"Kamu itu kenapa sih? Suami bertanya itu bukannya dijawab, malah diam aja. Kamu itu Tuli! Apa kamu bisu!" bentak Ilham sambil membalik tubuh Bunga dengan kasar.
Merasa bahunya dipegang oleh Ilham, Bunga pun segera membersihkannya, seperti baru saja ada debu yang menempel di bahu Bunga.
Ilham semakin geram melihat perlakuan Bunga, kemudian dia mencengkeram kuat rahang Bunga hingga membuat bibir Bunga maju. "Kamu itu benar-benar keterlaluan ya! Kamu pikir aku ini apa? Sampah? Debu? Sampai harus kamu bersihkan seperti itu!" bentak Ilham dengan nada yang tinggi.
Bunga mencoba melepaskan cengkraman di rahangnya, tetapi cengkraman itu cukup kuat. Akhirnya Bunga pun menendang bagian inti milik Ilham, hingga membuat cengkraman itu terlepas dan pria itu meringis menahan sakit hingga jongkok di lantai.
"Kamu Pikir aja sendiri, Mas! Apakah aku masih akan diam saja, saat mengetahui jika aku telah disakiti dan dikhianati? Aku sudah pernah bilang sama kamu, tidak ada kata maaf untuk sebuah pengkhianatan. Kamu masih ingat itu kan?" ucap Bunga dengan nada yang begitu tegas, setelah itu dia berjalan mengambil tas dan pergi meninggalkan kamar.
"BUNGA, tunggu kamu! Mau ke mana kamu? BUNGA, jangan pergi kamu!" teriak Ilham sambil menahan sakit di bagian intinya.
Tapi Bunga tidak perduli, dia melanjutkan jalannya keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah. Baru saja satu masalah selesai, Bunga harus berhadapan dengan yang lain, yaitu adalah Nara.
"Wah... Enak sekali ya benalu! Sudah mandul, tidak bisa punya anak. Sekarang harus keluar masuk rumah ini dengan seenak jidat. Menghabiskan uang Mas Ilham saja! Dasar benalu tidak tahu diri!" Sindir Nara sambil menyandarkan tubuhnya di pinggir lemari di dekat tangga.
Bunga yang mendengar itu tersenyum sinis. "Kamu bilang apa? Aku ini benalu? Apa nggak salah? Benalu, kok teriak benalu sih? Dan asal kamu tahu ya! Aku itu tahu semua rahasia kamu! Jika aku bongkar semuanya, aku bongkar kartu As kamu kepada Mas Ilham. Maka tamatlah sudah riwayat kamu! Kamu paham!" bisik Bunga dengan nada mengancam dan juga Tatapan yang tajam ke arah Nara.
Deeghh...
Dada Nara berdebar dengan keras saat mendengar ucapan Bunga. "Maksud kamu apa? Kamu mau ngancam aku! Kamu mau aku ngadu sama Mas Ilham, dan kamu harus bersiap untuk di depak dari rumah ini."
Bunga malah terkekeh mendengar ucapan Nara, lalu dia mencengkram kuat rahang Nara, hingga membuat wajah wanita itu mendongkrak ke atas.
"Kamu dengar ya, pelakor! Aku tidak takut di Depak dari rumah ini. Dan asal kamu tahu ya! Kamu itu tidak ubahnya seperti sampah, yang busuk. Aku tidak mengancam kamu! Jika kamu ingin menceritakannya dan mengadu kepada Mas Ilham, silahkan. Kamu pikir aku takut? Tidak! Justru Harusnya kamu yang takut, karena aku tahu semuanya tentang Azam adalah anak siapa? Kamu paham!" tekan Bunga sambil menghempas kasar wajah Nara.
Mata Nara membulat kaget saat mendengar ucapan Bunga, dahinya berkerut sambil menatap Bunga dengan tatapan bingung. "Maksud kamu apa? Berani sekali kamu ya! Kalau mukaku rusak, emang kamu mampu untuk menggantinya? Wajah aku aja lebih cantik daripada kamu!" sarkas Nara sambil menunjuk wajah Bunga.
Bunga hanya tersenyum miring mendengar ucapan Nara, kemudian dia melanjutkan langkahnya. Namun baru saja 3 langkah, Bunga berhenti kemudian dia memiringkan wajahnya, hingga terlihat sebelah saja oleh Nara.
"Seharusnya kamu malu pada diri kamu sendiri. Mempunyai wajah seperti itu aja yang tidak seberapa, kamu gunakan untuk memperalat Mas ilham? Wajah yang seperti itu, kamu gunakan untuk menjebak semua para lelaki? Ckckck, miris sekali!" ledek Bunga sambil berlalu meninggalkan Nara yang menatap Bunga dengan geram.
**************
"Sorry, sorry... Gue lama," ucap Bunga saat sampai di meja restoran, di mana dia dan Tina sudah janjian. "No problem!" jawab Tina.
Bunga melihat seseorang berjas yang diperkirakan berumur 30 tahun yang duduk di samping Tina. Bunga yakin jika itu adalah pengacara yang sudah Tina siapkan untuknya.
"Apakah dia Pak Rolland, yang akan membantu aku, untuk mengurus perceraian aku dengan Mas Ilham?" tanya Bunga sambil melirik ke arah pria tampan berjas di hadapannya.
"Iya, betul sekali. Kenalin Roland, ini adalah Bunga. Dan Bunga, ini adalah Roland, dia pengacara kamu. Dan Roland ini juga kebetulan teman kuliah aku, bisa dibilang dia kakak kelasku dulu."
Roland mengulurkan tangannya ke arah Bunga, dan langsung dibalas oleh Bunga. "Rolland," ucap Roland. "Bunga," jawab Bunga.
Lalu Bunga pun mengeluarkan sebuah amplop coklat yang sudah berisi surat-surat dan bukti-bukti perselingkuhan Ilham dan Nara, untuk diserahkan ke Rolland.
Setelah setengah jam mereka berbincang, Roland pun pamit untuk ke kantornya kembali dan mengurus semua perceraian Bunga.
"Gila... Ituu apa pengacaranya nggak terlalu muda?" protes Bunga saat Roland sudah keluar dari restoran.
Tina terkekeh mendengar ucapan sahabatnya. "Kenapa? Lo takut, kalau kasus perceraian lo dengan Komodo itu tidak akan terlaksana? Kalau itu yang lo pikirkan,.lo tenang aja. Roland itu profesional, bahkan semua kasus yang dia pegang itu goal semua. Jadi, lo nggak usah meragukan kemampuan dia. Pokoknya, lu terima beres aja!" jelas Tina sambil menyesap minumannya.
Mendengar ucapan Tina, Bunga pun hanya mengangguk. Dia percaya dengan sahabatnya, jika Tina pasti sudah mempersiapkan pengacara yang terbaik untuk dirinya.
Tidak ada yang bahagia untuk sebuah perceraian. Sejujurnya Bunga juga sangat sakit jika harus berpisah dengan Ilham, tetapi kebahagiaannya lebih penting. Dia tidak mau jika terus terpuruk dengan pernikahan yang sudah tidak sehat.
Setelah berbincang-bincang dengan Tina, Bunga pun pergi ke supermarket untuk membeli sesuatu. Dan saat dia akan membayar belanjaannya ke kasir, tiba-tiba saja tubuhnya bertabrakan dengan seseorang hingga membuat belanjaan Bunga terjatuh.
"Maaf, saya benar-benar tidak sengaja," ucap seorang pria sambil membantu membereskan belanjaan Bunga.
"Tidak apa-apa, Tuan. Saya juga minta maaf! Sebab saya juga tidak melihat jalan," jawab Bunga sambil berdiri.
Saat mereka berdua mengangkat wajahnya, kedua mata mereka pun bertemu dan terpaku satu sama lain. Bunga kaget melihat Siapa orang yang baru saja dia tabrak.
"Kamu...!" ucap mereka serempak bersamaan.
Bersambung. . . ........
Jangan Lupa dong, Like, Bunga Mawar, dan Vote nya🤭Supaya author semangat up 3 Bab sehari😘Mode Maksa looh aku🤣🤣Kalau gak gitu, nanti aku ngambek Niih😁😆