Menikahi Pria Posesif dan Arogan membuatnya ingin melarikan diri. Terpaksa menikah kontrak demi membayar ganti rugi.
Dalam perjalanan pernikahan kontrak malah sang pria jatuh hati dan membuatnya hamil.
Ikuti kisah selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Bulan sepanjang hari harus bedrest karena kandunganya yang lemah. Dia tidak boleh banyak bergerak. Dan Richard memastikan semua itu dengan menjaganya sepanjang hari dan memastikan dia tidak bergerak kemanapun.
"Aku mau bangun," kata Bulan karena merasa bosan berbaring saja.
"Jangan, kau harus tetap seperti itu," kata Richard tenang sambil membuka berkas pekerjaan kantornya.
Selama Bulan hamil, dia sudah memutuskan untuk berkantor dirumah. Semua sudah dipersiapkan oleh bawahannya.
"Punggungku terasa panas," kata Bulan.
Richard lalu menoleh padanya dan berjalan mendekatinya.
"Miringkan, aku akan mengusapnya lembut, agar pegalnya berkurang,"
Bulan yang merasa seluruh tubuhnya pegal, maka mengikuti apa yang dikatakan Richard.
Richard mengelus-elus lembut punggung Bulan dengan tanganya.
"Haruskah aku panggil dokter?" tanya Richard saat Bulan diam saja.
"Tidak, lakukan seperti tadi, lumayan mengurangi pegalnya," kata Bulan yang entah kenapa dia merasa senang saat Richard mengelus punggungnya dengan lembut.
Seorang pelayan datang dengan Jus Alpukat. Richard mengambil jus itu dan akan menyuapi Bulan.
"Aku bisa makan sendiri, aku tidak sakit," kata Bulan saat Richard akan menyuapinya.
"Tidak. Aku akan menyuapimu, kau tidak boleh banyak bergerak, itu yang dokter katakan, dan aku, tidak mau kehilangan bayiku karena kecerobohan yang kau lakukan,"
Richard sepertinya menginginkan Bulan bisa mengandung dan melahirkan dengan selamat. Dia benar-benar berubah total sejak tahu Bulan hamil anaknya.
Dia lalu menyuapi Bulan perlahan hingga jus alpukat itu habis.
"Sudah," kata Bulan menolak suapan terakhir.
Richard lalu mengangguk dan mengelap sisa jus yang berantakan disudut bibir Bulan dengan tissue.
Dia kembali bekerja dengan sangat serius. Bulan melihat sikap Richard yang berubah dan menurutnya itu aneh.
Karena biasanya dia akan bersikap merendahkan dan menghinanya. Namun kali ini dia seperti suami yang mencintainya.
Apalagi saat melihatnya sepanjang hari terus disisinya menjaganya, maka Bulan berfikir ada yang salah dengan Richard.
"Apakah kau minum sesuatu?"
Richard yang sedang bekerja menoleh pada Bulan.
"Ya," kata Richard lalu menoleh pada berkas itu lagi.
Mendengar jawaban Richard, membuat Bulan semakin yakin jika ada yang salah dengan apa yang dia minum.
"Kau tidak mengkonsumsi barang terlarang kan?"
"Barang terlarang apa?"
Richard tidak menoleh dan tetap fokus pada pekerjaanya.
Bulan berfikir sejenak, tapi jika dia menuduhnya, maka nanti Richard marah dan kembali seperti sifat aslinya.
"Ehm tidak, aku hanya merasakan sedikit berat dikepalaku, bisakah kau memijitnya," kata Bulan ingin melihat reaksi Richard.
Apakah sesuatu yang dia minum itu masih berfungsi? Misalnya minuman yang bisa membuat orang arogan menjadi penyayang, itu yang Bulan pikir kan karena keanehan yang terjadi secara drastis.
Richard menutup berkasnya dan mendekati Bulan.
Tangan Richard lalu menyentuh kening Bulan dan setelah itu duduk didekatnya.
"Dimana yang sakit?" tanya Richard.
"Ehm, disini," kata Bulan asal saja.
Richard lalu memijit kepala Bulan dengan lembut. Dan Bulan memejamkan matanya memikirkan sifatnya yang tiba-tiba membuat jantung Bulan menjadi berdebar.
"Sudah," kata Bulan saat Richard sudah memijitnya beberapa saat.
Richard terlihat mengangguk dan menatap Bulan dengan lembut.
Dia menoleh pada jam di tanganya.
"Waktunya minum vitamin," Dia lalu mengambil vitamin diatas meja dan segelas air.
"Minum ini, ini agar kandungannya kuat," kata Richard memberikan pil pada Bulan.
Bulan mengangguk pelan dan meminumnya.
"Uhuk! uhuk!" Karena minum sambil membatin sikap Richard, maka membuatnya menjadi terbatuk-batuk.
"Pelan, apakah kau tidak bisa minum dengan pelan? Jangan sampai batuk. Kau sedang hamil kau tidak boleh batuk. Nanti perutmu terguncang," Tiba-tiba Richard menjadi sedikit emosi. Berbicara dengan nada tinggi. Penuh kekhawatiran dalam intonasi perkataanya.
Lalu menarik nafas beberapa kali dan sesaat membuat Bulan tersentak kaget.
Bulan terpana karena Richard berbicara dengan nada tinggi.
"Maafkan aku. Tapi kau jangan sampai batuk dan membahayakan bayimu,"
Bulan mengangguk dan tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Dia tidak tahu kenapa harus menangis. Itu desakan alami dari dalam dirinya yang tidak mampu ditahan ataupun dia ungkapkan penyebabnya.
wah sekertaris nya gak tau diri, ,, ada rasa sm richard.... dan mandang rendah bulan. ...
Jangan lupa mampir di novel ku juga ya~ Judulnya cinta kedua
Terimakasih🤗