NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Di Penthouse

Nikah Kontrak Di Penthouse

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Wanita Karir / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:57.1k
Nilai: 5
Nama Author: Andropist

Aleris adalah seorang Cook Helper di sebuah restoran mewah. Ia sudah terbiasa hidup sendiri mengingat ia berasal dari panti asuhan. Ia tak pernah tahu dari mana ia berasal dan apakah ia masih memiliki keluarga atau tidak. Satu-satunya petunjuk terkait identitasnya adalah sebuah tanda lahir berbentuk mahkota. Awalnya, hidupnya berjalan dengan normal hingga suatu saat ia tak sengaja bertemu dengan seorang Kakek kaya raya yang ternyata adalah kakek kandungnya. Kakek itu mengenali tanda lahir di telapak tangan Aleris.

Kakek itu lalu menjodohkan Aleris dengan Arran, seorang CEO muda dari perusahaan Armor Group, perusahaan batu bara terbesar di negerinya. Ternyata perjodohan tersebut melibatkan konflik besar hingga misteri kasus pembunuhan banyak orang termasuk kasus pembunuhan kedua orang tuanya. Akankah Aleris menerima perjodohan itu? Akankah Aleris berhasil menyelesaikan konflik tersebut dan mengungkapkan kasus pembunuhan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Kematian Abigail

5 bulan kemudian....

Banyak kejanggalan yang mulai bermunculan. Seperti pada pertengahan hari di Achilles Place, ada suatu kejadian yang memgagetkan semua orang. Puteri Profesor Meeran satu-satunya yang bernama Abigail meninggal dunia setelah meneguk pil tidur sebanyak satu botol. Betapa terguncang dan syoknya pasangan suami istri Meeran saat mengetahui anak tunggalnya tewas. Siang itu, Jenazah tiba di kediaman setelah dibawa ke rumah sakit.

Siang itu, Achilles Palaces benar-benar tengah di rundung duka. Para penghuni maupun tamu yang datang mengenakan baju hitam guna menghormati keluarga yang ditinggalkan. Kiriman ucapan duka berdatangan memenuhi pelataran Achilles Palace.

Istri Profesor Meeran menangis histeris. Ia tak terima dengan kematian anak semata wayangnya. Sementara profesor Meeran hanya bisa tertunduk sembari meneteskan air mata di depan jenazah. Ketika Tuan Elson datang bersama istri dan anak lelakinya, Profesor Meeran langsung berubah marah. Ia bangkit berdiri dan mengepalkan tangannya seperti siap untuk meninju wajah Tuan Elson.

"Beraninya kau datang kemari!" Ucap Profesor Meeran dengan sangar.

"Kau salah jika mengira aku adalah dalang dibalik kematian anakmu! Justru anakmu lah yang berbuat konyol hingga gantung diri karena ditolak cintanya oleh anakku!" Ucap Tuan Elson tanpa malu.

"Beraninya kau sebut anakku konyol! Anakmu lah yang bajingan! Beraninya dia menodai anakku!" Profesor Meeran kini menjambak kerah baju anak Tuan Elson.

"Turunkan lenganmu dari leher anakku! Tangan kotormu tak pantas untuk menyentuhnya!" Tuan Elson kini murka.

"Anakmu lah yang bertangan kotor! Aku sudah muak dengan kalian semua. Aku akan menjebloskan anakmu ke penjara atas kekerasan fisik dan psikologis terhadap anakku!"

"Om, maafkan aku! Aku tak bermaksud menyakiti hati Abigail." Anak Tuan Elson, Leonard bertekuk lutut pada Profesor Meeran.

"Berdiri Leonard! Kau tidak boleh merendah kepada bajingan seperti dia. Kau adalah anak semata wayangku. Pewaris satu-satunya keluarga Elson." Tuan Elson kini menarik Leonard untuk menjauh dari Profesor Meeran.

"Apa buktinya jika anakku telah menodai anakmu? Bukankah hasil visum telah keluar? Dia gantung diri karena frustasi! Anakmu juga tidak dinodai oleh anakku! Anakmu lah yang murahan sehingga dinodai oleh pria asing!" Seketika semua orang yang hadir berbisik-bisik setelah mendengar perdebatan mereka.

"Kau!" Profesor Meeran hendak menusuk Tuan Elson. Tetapi tangannya tiba-tiba terhenti begitu saja.

"Kenapa? Kenapa kau hentikan? Lakukan saja! Agar semua orang tahu sifat aslimu. Inilah Profesor Meeran yang kalian bangga-banggakan." Tuan Elson tersenyum licik.

"Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Ingat itu! Tetapi tidak sekarang, aku akan membunuhmu secara perlahan. Hingga kau merasa lebih baik mati dari pada hidup." Bola mata Profesor Meeran tampak dipenuhi dengan perasaan dendam. Tangannya bahkan mencekik leher Tuan Elson. Tuan Elson merasa sesak. Kemudian Profesor Meeran melepaskan kembali cekikannya.

"...." Tuan Elson lalu pergi mengajak istri dan anaknya untuk meninggalkan kediaman Profesor Meeran.

"Profesor, Tuan Elson adalah Bos Anda. Maaf jika aku lancang untuk mengatakan ini di hari kematian anakmu. Tetapi kau sudah di pecat dari perusahaan. Statusmu sebagai kepala peneliti telah dicabut sebelum hari kematian anakmu." Kata salah seorang rekan kerja Profesor Meeran.

"Baguslah. Aku juga sudah muak dengan pria itu. Ku kira rencananya memang untuk kita semua. Ternyata semua itu palsu. Dia hanya mementingkan dirinya sendiri, memperkaya dirinya sendiri. Tapi itu tidak selamanya. Dia akan mengalami masa kehancurannya. Camkan kata-kata ku." Ucap Profesor Meeran penuh amarah.

***

Usai puterinya dimakamkan. Profesor Meeran dan istrinya datang menemui Arran si Griya Tawang. Hari itu, Arran meliburkan seluruh karyawannya sebagai bentuk bela sungkawa atas kematian anak satu-satunya Profesor Meeran, Kepala Peneliti di perusahaannya.

"Ada apa Prof?" Arran menaruh cangkir kopinya perlahan.

"Tuan, aku sudah bukan pekerjamu lagi. Aku juga sudah tak ingin tinggal di sini lagi. Di sini, aku akan selalu teringat kenangan puteriku. Aku akan teraiksa jika terus berada di sini. Maka dari itu, aku berencana ingin pindah dari Achilles Palace." Ucap Profesor Meeran.

"Soal pemecatanmu, aku sudah berusaha untuk meyakinkan semua jajaran. Tetapi mereka sudah terhasut oleh Tuan Elson, jadi aku juga tak bisa apa-apa. Tetapi, perusahaan ku banyak. Kau akan kutempatkan di perusahaan ku yang baru diresmikan. Letaknya memang agak jauh. Di luar kota. Tapi mungkin kau akan menyukainya. Apakah kau bersedia untuk ku tempatkan di sana?"

"Entahlah. Aku akan membicarakannya dengan istriku terlebih dahulu. Tetapi, soal kepindahanku. Aku sudah membuat keputusan bulat. Akan ku jual kembali apartemen ku kepada mu. Ku harap kau mengerti."

"Ya, itu tak masalah."

"Syukurlah. Kalau begitu. Aku pamit keluar sekarang."

"Ya, silahkan." Profesor Meeran pun beranjak pergi.

Arran lalu dihampiri oleh Aleris. Ia tampaknya begitu penasaran dengan perbincangan mereka barusan.

"Arran, apa yang dikatakan oleh profesor Meeran?" Aleris tampak penasaran.

"Kau selalu saja ingin ikut campur urusan orang." Jawab Arran datar.

"Bukan begitu. Aku hanya ingin memastikan, apakah anak Profesor Meeran memang meninggal karena bunuh diri atau justru ada faktor lain?"

"Dia memang bunuh diri. Tetapi dipicu karena hasutan dan ancaman dari Tuan Elson. Malam tadi aku mengusut kasus kematian Abigail. Aku, Kepala Keamanan Lee dan orang-orang suruhan ku menggali semua informasi dari tempat kejadian. Tentunya tanpa diketahui oleh Polisi maupun orang lain. Dan kau tahu apa yang berhasil ku peroleh?"

"Apa?" Aleris sudah tak sabar.

"Buku diary Abigail. Dia menuliskan semua hal yang terjadi di hidupnya di buku itu. Termasuk kejadian pengancaman saat itu."

"Tuan Elson datang menemui Abigail di sekolahannya. Ia tampak marah, ia langsung menyeret Abigail dengan kasar ke pojok sekolah. Di sana, dia memarahi Abigail karena telah membuat puteranya stress. Leonard menjadi stress dan pemurung setelah melakukan hubungan intim bersama Abigail. Mereka berdua sebenarnya saking mencintai. Tetapi mereka bertindak di luar batas. Leonard merasa begitu bersalah hingga menjauhi Abigail untuk beberapa waktu."

"Lalu, bagaimana Tuan Elson mengetahui bahwa puteranya telah menodai anak gadis lain?"

"Leonard juga ternyata menulis diary. Tapi aku yakin, diary itu pasti sudah dihancurkan eh Tuan Elson. Tuan Elson yang curiga dengan perubahan sifat anaknya kemudian mencari tahu penyebabnya. Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa anaknya telah menodai gadis lain."

"Tuan Elson yang marah dan takut jika perbuatan anaknya diketahui orang akhirnya berusaha menutupinya. Ia bahkan mengancam Abigail berkali-kali. Ia bilang bahwa jika Abigail lah yang salah, ia wanita murahan yang mau disentuh oleh pria asing. Ia juga akan melaporkan kepada seluruh sekolah dan orang tuanya kalau Abigail telah melakukan hubungan terlarang. Padahal mana mungkin ia berani."

"Abigail akhirnya stress, ia bingung harus mengadu kepada siapa. Belum lagi Leonard yang kini benar-benar sudah menjauhinya. Leonard bahkan dipindahkan sekolah oleh Tuan Elson. Abigail semakin merasa sendiri dan depresi. Akhirnya ia melakukan tindakan di luar batas. Ia menghukum dirinya sendiri."

"Begitu busuk tindakan Tuan Elson. Apa sebenarnya maunya?" Aleris menitikan air mata setelah mendengar cerita dari Arran.

"Dia mempunyai rencana besar. Dan kita harus waspada." Arran kini menatap lekat cangkirbyang ada di hadapannya.

"Rencana? Tapi, karena kau sudah memegang bukti terkait kasus kematian Abigail, kenapa kau tidak menyerahkan bukti tersebut kepada polisi?"

"Tidak sekarang. Kita tunggu waktu yang tepat. Tapi, aku pasti akan menjebloskan pria licik itu ke penjara hingga membusuk di sana selamanya." Ucap Arran berapi-api.

1
ꪶꫝMeitha.V.Aꪶꫝ
Aneh deh tadi ada nama tuan Cornelius kn Cornelius itu sepupu ayahnya Aleris jd bingung deh...
Sumawita
kak ceritanya Mahira belum ada kelanjutannya lagi ya
Fitri Sri Dewi
mampir thor.. banyak ya thor novel yg lg jalan.. asal jgn lp yg di tetangga upnya banyakin
Wardah Juri
munkin ulah..keluarga mereka juga yg jahat
teti kurniawati
wah.. sedih ya.

mampir yuk kakak" yang baik hati ke karya aku

"Cinta berakhir di lampu merah."
C'icha Modeong
bagus
Marta Silalahi
kasian ya
botak
haadeuh
botak
Hhmm....Apakah bibi Lisa suami n anaknya termasuk dlam target yg disingkirkan,menghabisi satu persatu pewaris hingga tdak ada satupun tersisa....
botak
SEKTE.....
botak
oohh
botak
Udah beberapa bulan nikah,dan belum 20% nyampe kepenyelidikan niat utamanya,.. huuff...
botak
eh bujug kirain si kekok ngajak ketemuan mau ngomongin rahasia ternyta cuma mau dngerin ngocehan jlaang pungut 🤣🤣🤣..anak pungut g punya akhlak blikin lg aja kejalan gtu ajaa kok repot,...Kya kurang waras tu jlang pungut,stres gila sengklek bin g tau malu,
botak
Elson Kim meeraan....FOKUS N KLIK
botak
🤣🤣🤣🤣
botak
huuaaciihh knp g tinggal di white house megah sih,istanaa gtuuuu.....yg luasnyaaa 10ribu H...penjaganya 1500orang dll...dijagaa Brimob gtu 🤭🤣🤣....biar g diganggu paraa cecurut jalang
botak
hhmmm udah tau bnyak yg ngincar mau membunuh mlah bkin pestaa sekampuong,yaa snenglah pnjhatnyaaa,🤣🤣🤣🤭🤭🤭....untung g metong bneran🤣🤣🤣
botak
huuff mlah fokus ke pemikiran tetangga kwkkwkw...abaikan sih toh bukan urusan merekaaa,merekaa g akan peduli mereka hanya penjilat...heran deh🤭
botak
yaa Alex lg n lg..masalah sebesar ini ternyta si jalang kecil ikut bermain...knpaa musuhnyaa hnyaa jalaang kwkwkk...kiraaiinn sekelas mafiaaaa psikopat gtu...ceu
botak
aou....kakeeekk..what happeenneedd kakeeeekkkk 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!