NovelToon NovelToon
Gara-gara Nafkah

Gara-gara Nafkah

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:958.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: emmarisma

Bagaimana jadinya jika memiliki suami yang terlampau berbakti pada ibunya?

Vina harus merasakan beratnya menjalani rumahtangganya dengan Prasetyo, lelaki yang dinikahinya 1 tahun yang lalu. Bukannya dinafkahi, Vina justru harus menanggung uang dapur di keluarga suaminya. Akankah Vina sanggup melanjutkannya? atau dia akan memilih menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Ajakkan Enzo

*****

Mood yang dibangun susah payah oleh Vina dirusak lagi oleh bu Siti. Dia mencari kontak Riska sahabatnya, baru dua kali berdering gadis yang lembut penuh perhatian itu mengangkat telepon dari Vina.

["Ada apa, Vin?"]

"Kita engga jadi ketemuan sekarang, ya. Aku capek mau istirahat aja."

["Eh, kamu kenapa? ada masalah lagi, ya? cerita aja sama aku, Vin. Kamu engga biasanya gini, lho."]

"Ya udah, ketemuannya sore aja gimana? aku beneran lagi capek pengen sendiri."

["Oke, nanti kabarin aja. Ini aku ngomong Alex dulu."]

Vina berkali-kali menarik napas panjang dan menghembuskan napasnya perlahan. Semua yang Vina lakukan tak luput dari penglihatan Fadil. Tanpa terasa mobil yang dikendarai pak Asep tiba di depan lobby hotel.

Vina meminta pak Asep membawakan bawaannya ke kamarnya. wanita itu tampak tak bersemangat. Entah apa yang dikatakan oleh mantan ibu mertua Vina, Fadil juga tidak mendengarnya. Namun melihat raut wajah Vina yang seperti itu, Fadil sungguh merasa khawatir.

Pak Asep dan Fadil membawa belanjaan Vina, setelah meletakkan belanjaan Vina di sofa, pak Asep dan Fadil pamit. Vina segera menutup pintu kamarnya. Dia menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Namun ponsel Vina kembali berdering. Ia melihat deretan nomor cantik. Namun karena suasana hatinya yang sudah kadung buruk Vina mengabaikannya dan tak lama sebuah pesan masuk di aplikasi hijau.

Kakak, kenapa tidak diangkat. Ini Enzo.

Vina tersenyum mendapat pesan dari bocah tampan yang tadi dia jumpai di pasar. Ponsel Vina kembali berdering. Kali ini panggilan video call, Vina bangkit dari posisinya. Dia duduk bersandar di head board.

"Kakak.... " pekik Enzo dengan senyum manisnya. Matanya seketika semakin menyipit.

"Wah, Enzo di mana itu?" tanya Vina, ia terpukau saat melihat pemandangan rumah yang ada di belakang bocah itu.

"Di rumah nini dan oma, kakak Vina ada di mana?"

"Kakak ada di hotel sekarang. Kakak baru aja sampai."

"Oma mau ngomong sama kakak, boleh?" tanya bocah itu. Sepertinya keluarga Enzo mengajari bocah itu dengan sangat baik.

"Boleh, sayang." Vina tanpa sadar memanggil Enzo, sayang. Entah kenapa bocah itu benar-benar lovable banget sehingga Vina merasa akrab dengan bocah itu. Tak lama wajah seorang wanita paruh baya terlihat tersenyum tulus pada Vina.

"Wah, ternyata benar kata Enzo dan nininya. Katanya hari ini mereka bertemu dengan wanita cantik."

"Mereka terlalu memuji, Nyonya," jawab Vina.

"Tapi apa yang mereka bilang bener, lho. Kamu cantik sekali. Kalau boleh tahu, apa nak Vina asli orang jogja atau hanya liburan di kota ini?"

"Saya kemari dalam rangka menjumpai sahabat saya, yah sekaligus refresing."

"Aslinya orang mana?" tanya wanita paruh baya itu dengan antusias.

"Jakarta, Nyonya."

"Jangan panggil, Nyonya. Panggil saya tante Laras."

"I-iya tante."

"Oma, sudah dong, giliran Enzo mau bicara sama kak Vina." Ponsel tadi seketika beralih sepenuhnya menghadap ke arah Enzo.

"Kak Vina, main ke rumah oma dan nini, ya. Nanti biar dijemput sama pak Noto."

"Boleh, tapi tidak sekarang, ya," jawab Vina sambil tersenyum melihat wajah Enzo yang menggemaskan.

"Terus kapan dong?" wajah Enzo tampak kecewa.

"Ehm... nanti kakak cari waktu yang tepat ya?"

"Tapi Enzo tidak lama di sini. Sekarang saja ya, kak," ujar Enzo memelas, wajahnya tampak memerah dengan mata yang berkaca-kaca.

"Enzo, jangan memaksa," tegur seorang pria yang Vina yakini itu adalah Galang. Ayah dari bocah itu.

"Tapi kita kan di sini cuma sampai besok, Papa," rengek Enzo. Vina menatap bocah itu tak tega. Dia menghembuskan napasnya perlahan.

"Ya sudah, nanti kasih tahu pak Noto, untuk jemput kakak di hotel Sweet Merlin."

"Ye... asik. Kakak tunggu, ya." Enzo menoleh ke samping, "Oma, ayo kita jemput kak Vina." Bocah itu berubah dalam hitungan menit. Vina tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Enzo.

Sambungan langsung terputus. Vina bangkit dari ranjang menuju ke kamar mandi, setidaknya untuk bertamu di rumah orang dia harus rapi dan wangi.

Tak butuh waktu lama, Vina keluar dengan memakai bathrobenya. Dia membuka salah satu paperbag yang berisi batik. Vina memilih satu dress batik dengan motif sogan berbahan satin. Dress itu berbentuk A dengan panjang selutut dan berlengan panjang.

Saat Vina menyisir rambutnya, ponselnya kembali berbunyi. Dia melihat nomor yang tadi Enzo pakai untuk menghubunginya. Dia tersenyum dan langsung mengangkat panggilan itu.

"Ya, Enzo."

"Kak Vina, turun dong. Aku sudah di loby."

"Oke, tunggu sebentar, ya."

Vina memoles bibirnya dengan lipgloss dan memakai parfum dia segera menyandang tasnya dan bergegas turun. Ia tak mau membuat bocah itu menunggu terlalu lama.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sambil nunggu author Up, ada baiknya kalian kepoin karya yang 1 ini yuk.

Judul karya : Suamiku Bukan Jodohku

Nama Pena : Dina Dinul

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak cinta kalian di karya kakak yang satu ini ya. 🥰🥰

1
mama yogi
👍👍👍👍👍
hahhh🫩,
akuhh maaf sebelumnya ya kak, lain kali kalau mau buat karya buatlah yang lebih enak sedikit untuk dibaca, lah ini dikit dikit POV, bukan bermaksud merendahkan tapi jika hal ini terus diulang ulang maka pembaca pada pergi kak, POV nya pun sampai 1 bab full, lain kali kalau mau buat novel, POV nya jangan sampai 1 bab full, kan bisa beberapa kata saja sudah cukup, jangan di biasain kak, soalnya kalau pembaca enggak suka biasanya mereka memberikan 1 bintang saja
POV🗿
Heni Setianingsih
Luar biasa
Saleha Lynn
tak payahlah pov segala bikin bosan baca sebab ulang2
Eka Uderayana
cerita nya keren 👍
sukses selalu
kristi hartati
Luar biasa
aryuu
minyak wajah pindah ke etalase /Facepalm/
ngakak aku sista
Nisma Hdj
Luar biasa
MAR YANI
kalau ada pov2 gini kesannya ceritanya diulang2
Eva Malinda Siregar
Biasa
Eva Malinda Siregar
Buruk
Eka Uderayana: ente bahlul
total 1 replies
nining
luar biasa
arniya
luar biasa kak
arniya
Vina selalu salah Dimata keluarga toxic
Anonim: Iya karena Vina nya aja yg bodoh, diam aja kalo ditindas
total 1 replies
arniya
Enzo....... pintar banget cari perhatian
arniya
ternyata Enzo pintar...
arniya
nenek sihir selalu bikin emosi...
arniya
pras nyebelin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!