Legenda perjalanan dua pendekar yang mengarungi dunia persilatan. Mengguncang dunia persilatan dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Mendapatkan julukan dari para pendekar diseluruh penjuru dunia.
Perjalanan menuju keabadian yang penuh akan pengorbanan. Mengguncang langit dengan pedang di tangannya. Seluruh alam berseru, menunggu waktunya mereka mencapai puncak tertinggi dunia.
cover by: pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arus Takdir?
Seorang wanita membuka matanya setelah bermeditasi.
"Gu!"ucapnya memanggil seseorang.
"Hamba menghadap Permaisuri"
"Dimana Kaisar?"tanya Permaisuri.
"Beliau berada di istana Leishen Dewa petir"
Kaisar Dewa Suci tiba-tiba muncul. Gu mengundurkan dirinya ketika pemimpin alam Dewa datang.
"Kau yang membantunya?"tanya Kaisar.
"Ya, aku membantunya,"jawab Permaisuri.
"Kau tidak perlu membantunya, biarkan dia berusaha sendiri,"ucap Kaisar.
"Aku menyandang gelar bukan hanya sebagai Permaisuri mu, akan tetapi aku menyandang gelar sebagai Maharani dari istana Dewi. Ratu dari segala Dewi di alam Dewa. Aku mempunyai hak sama seperti mu, dia anakku dan darah dagingku sendiri. Meskipun dia berbuat kesalahan sebelumnya, namun bukan berarti aku membiarkannya mati saat aku mengetahuinya dia sedang sekarat,"ucap Permaisuri.
"Aku tahu kau pasti akan bertindak, namun kau harusnya mengerti bahwa dialah yang ditunggu sebagai penyeimbang alam tengah,"ucap Kaisar.
"Aku tahu maksudmu, aku hanya memberikannya sedikit bantuan,"jawab Permaisuri.
"Aku lihat kekasih Hua Yan berada di sekte angin lembut,"ucap Kaisar.
Permaisuri tersenyum antara ia sedih ataupun bahagia.
"Keturunan Dewi malam menyandang gelar sebagai Permaisuri dari keturunan Kaisar pertama umat manusia, ia memang tidak sekuat Jiang Qing sekarang. Namun bukan berarti dia lemah, kekuatannya sama dengan ibunya. Penguasa malam, sang Dewi Malam Xin Yuan,"jawab Permaisuri.
"Kau merestui hubungan Hua Yan dengan kekasihnya saat ini?"tanya Kaisar penasaran.
"Meskipun Jiang Qing mendapatkan berkah dari Dewa Deng Hui dan Dewi Shuang Er, bukan berarti dia mendapatkan keberuntungan cinta mutlak. Xiao Fang yang merupakan keturunan Dewi malam yang selalu merasa kesepian, bukan berarti ia sendirian. Semua ada takarannya masing-masing. Aku tidak bisa melihat masa depan dari ketiga orang tersebut, kau pasti tahu maksudku. Akan tetapi aku yakin, siapa yang mendapatkan Hua Yan disaat akhir nanti, maka ia akan menjadi bukti bahwa cinta butuh pengorbanan,"ucap Permaisuri.
"Apa maksud mu cinta butuh pengorbanan?"tanya Kaisar.
"Kau sungguh polos Yang Mulia...."
"Cinta hanya satu, cinta tidak bisa dibagi. Jiang Qing maupun Xiao Fang, salah satu dari mereka harus mati. Sebab putra surgawi hanya akan memiliki satu permaisuri. Kau harusnya tahu hukum alam semesta,"ucap permaisuri.
"Ya, aku tahu. Semuanya mengikuti arus takdir. Ketika putra surgawi memiliki dua permaisuri, maka kehancuran akan tiba. Hua Yan akan memilih siapa yang cocok bersanding di sampingnya atau takdir sendiri yang memilihnya,"ucap Kaisar.
"Perjalanan masih panjang, alam tengah masihlah menunggu bencana tiba. Gulungan lembar pembuka iblis telah berada ditangan musuh utama, kita hanya bisa melihat Hua Yan bersikap dan kedua tokoh pendampingnya. Apakah Hua Yan berhak duduk diatas takhta ini, kita lihat nanti,"ucap Permaisuri.
Sosok binatang kecil keluar dari lahar api, melihat Hua Yan terbaring, lantas ia mendekatinya.
Binatang tersebut melihat wajah Hua Yan dari dekat. Binatang kecil berbulu dengan 2 daun telinga berserta corak merah nyala ditubuhnya yang tak lain adalah kelinci penjaga lahar panas bawah tanah.
Kelinci penjaga mendorong tubuh Hua Yan mendekati kolam lahar. Tubuhnya yang kecil kuat untuk mendorong Hua Yan yang berkali lipat lebih besar dari tubuhnya.
Hua Yan tercebur ke dalam lahar panas, ia tidak bangun sedikitpun ketika berada ditengah-tengah lahar panas. Mangkuk emas yang sekarang berubah menjadi cincin mengeluarkan kekuatannya menyelimuti tubuh Hua Yan.
Hua Yan duduk dalam posisi lotus berselimut gelembung kekuatan cincin emas. Di dalam lautan jiwa Hua Yan terdapat bunga teratai putih dengan pedang bunga persik diatasnya beserta bola cahaya berwarna emas dan merah mengelilingi pedang bunga persik.
Mereka saling menyeimbangkan satu sama lain. Kelinci penjaga mengeluarkan sinar leser dari dahinya ke arah Hua Yan.
Tato Hua Yan merespon kekuatan dari kelinci penjaga dengan mengeluarkan kekuatannya membuat otot Hua Yan seperti akar yang menjalar berwarna merah emas.
Sosok kakek-kakek muncul disamping kelinci penjaga sembari mengelus-elus jenggotnya.
"Kau ingin menyembuhkannya? Kekuatanmu tidaklah cukup,"ucap kakek berjenggot kepada kelinci peliharanya.
Kakek berjenggot menghentakkan tongkat miliknya membuat lahar panas kembali mengamuk. Lahar panas mencuat dari dasar tanah.
"Jika ingin menyembuhkannya, maka ia harus menyerap kristal inti bumi,"ucap kakek berjenggot.
4 pilar raksasa mengelilingi Hua Yan. Masing-masing pilar mengeluarkan kekuatannya bersatu pada satu titik di atas kepala Hua Yan.
Kekuatan dari empat pilar membentuk kristal inti bumi. Tubuh Hua Yan otomatis menyerap inti kristal bumi.
"Aku menunggumu duduk di atas singgasana bersama permaisuri mu,"ucap kakek berjenggot.
"Aku Dewa Bumi Duan Yang memberikan berkahku, kau berhak meminjam kekuatan bumi tanpa seizinku,"ucap Dewa Duan Yang.
Tubuh Dewa Duan Yang mengeluarkan cahaya hijau tua mengarahkannya ke tubuh Hua Yan.
"Alam merestui perjalananmu,"ucap Dewa Duan Yang.
Hua Yan berada di lautan jiwanya sendiri tengah kebingungan.
"Dimana pedang bunga persik berada,"ucap Hua Yan.
Naga emas bersama dengan burung phoenix tiba-tiba muncul diudara. Hua Yan melihatnya sungguh terkejut.
"Bagaimana bisa roh naga emas dan burung phoenix berada di dalam tubuhku?"
Naga emas meliuk-liukkan tubuhnya, burung phoenix mengepakkan sayapnya lebar-lebar. Dua hewan mitologi yang melegenda yang dikatakan bahwa orang-orang yang memilikinya adalah keturun dari penguasa.
"Bencana akan datang segera, musuh utama telah memegang peranannya. Kau hanya punya satu pilihan"
"Siapa!!"
"Pilihan apa yang kau maksud?"
"Kau akan tahu pada saat waktunya tiba"
Hua Yan tiba-tiba terduduk sembari memegang dadanya.
"Jantungku terasa sakit,"ucap Hua Yan pelan.
Dewa Duan Yang melihat gelagat reaksi tubuh Hua Yan segera tersadar.
"Teknik lingkaran penenang hati,"ucap Dewa Duan Yang.
Formasi tercipta dibawah tubuh Hua Yan, roh Hua Yan yang berada di lautan jiwa perlahan-lahan kembali seperti semula.
"Kau akan aku hukum!!"
"Kau akan terlahir kembali sebagai manusia, takdir perjalananmu kaulah yang menentukannya"
Suara-suara bergema tiba-tiba muncul membuat Hua Yan kebingungan menoleh kesana-kemari mencari sumber suara.Bola cahaya muncul di depan Hua Yan.
"Cahaya adalah yang tertinggi diantara elemen lainnya, kau telah mendapatkan elemen tanah dan logam. Maka kau akan mendapatkan elemen cahaya dariku"
Bunga teratai putih tiba-tiba muncul ditempatnya berada. Bola berwarna abu-abu dan coklat berada di salah satu kelopak bunga teratai.
Roh naga emas dan burung phoenix mendekati teratai putih mengelilingi pedang bunga persik sebelum merek tertidur diatas bunga teratai.
Bola cahaya berada di salah satu kelopak bunga teratai sama seperti lainnya. Buku kuno melayang terbang ke arah Hua Yan dengan terbuka pada salah satu halamannya.
"Teknik pemurnian langit?"ucap Hua Yan heran.
Buku kuno membuka lembaran sebelumnya yang menjelaskan asal usul pemurnian langit.
"Teknik pemurnian langit dengan mengandalkan esensi langit murni membentuk senjata dahsyat yang mampu mempengaruhi ketiga lapisan alam. Seseorang harus mengumpulkan 7 elemen dan mempunyai tiga senjata Dewa untuk dilebur menjadi satu menciptakan senjata baru"
Lembaran buku kuno terbuka menampilkan halaman selanjutnya.
"Senjata penakluk semesta adalah senjata yang belum pernah ada orang yang membuatnya dan menggunakannya. Senjata yang lebih kuat dari tombak cahaya surgawi milik Kaisar Dewa Suci. Senjata yang dalam pembuatannya menggabungkan unsur-unsur penciptaan. Seseorang yang menggunakan senjata penakluk semesta dapat menyerap hukum ketiga lapisan alam"
Hua Yan melihat beberapa kalimat dibawahnya yang terlihat tidak jelas, ia menggosok-gosok kertas tersebut hingga muncul beberapa kalimat.
"Hanya keturunan dari Kaisar Dewa Suci yang dapat menggunakan senjata penakluk semesta, sebab ia terlahir dari dua kekuatan utama alam semesta"
Buku kuno tertutup rapat, Hua Yan ingin membukanya kembali namun tidak bisa. Sekuat tenaga ia mencobanya, hasilnya tetaplah nihil.
"Lagi dan lagi menyangkut keturunan Kaisar Dewa Suci. Siapa dia sebenarnya,"ucap Hua Yan.