NovelToon NovelToon
My Psychopath Roommate (Deep Sense)

My Psychopath Roommate (Deep Sense)

Status: tamat
Genre:Patahhati / Pembunuhan / Romansa / Light Novel / Tamat
Popularitas:62.7k
Nilai: 5
Nama Author: GracyaValSa

Alvaro Dirgantara, lelaki yang memiliki kekuasaan yang besar dan kuat ini mati dengan tragis di hadapan lawannya Viandro Dirgantara sang kembarannya yang licik. Alvaro yang selalu memenangkan segala hal dalam kepemimpinannya dalam suatu perusahaan membuat Viandro memiliki dendam yang teramat pada saudara kembarnya ini hingga dia memutuskan untuk membunuh kembarnya dengan cara tragis yaitu menyekapnya dalam suatu ruangan yang berisi gas beracun. Alvaro mati perlahan.

Namun kemudian lelaki itu terbangun di rumah sakit dalam keadaan baik baik saja tepat setahun sebelum dia meninggal. Dan disaat itu dia tengah melihat sang adik yang tengah menatapnya dingin sambil tersenyum miring dengan membawa karangan bunga yang bertuliskan God Bless You.

“Kan ku usir jiwamu dari dunia secara terhina Alvaro,” Batin Viandro sambil tersenyum miring.

“Ku pastikan makammu akan menjadi alas kakiku Viandro,” Batin Alvaro tak kalah bengis sambil tersenyum licik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GracyaValSa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Twenty seven

"Arh!!! Bener bener ya!" Geram Clara saat sudah berada di ladang pohon mangga.

Dia sangat emosi, lihatlah bagaimana penampilannya yang kini sudah amburadul. Kaosnya bahkan sudah lecek karena jatuh dari pohon mangga tadi. Memang tak terlalu tinggi, tapi lumayan juga sakitnya.

Sang bapak pemilik kebun yang sedari tadi memvideokan pun menghampiri Clara dengan iba, "Neng biar bapak aja yang metiknya neng, pakai galah juga bisa neng."

Clara menghela nafas panjang, " Gak apa pak, saya gak mau nambah masalah lagi dengan bos saya."

Bapak itu pun membantu Clara bangkit berdiri. "Makasih pak."

Clara kembali mengeten buah mana yang dia targetkan harus di dapat. Dengan langkah pasti Clara kembali mendekat ke arah pohon itu, menarik nafas panjang dan mengembuskannya kencang, "Aku takkan kalah!"

Clara memanjat pohon itu ranting demi ranting dan dengan sekuat tenaganya akhirnya dia dapat memetik mangga yang berwarna oranye itu, bahkan sekaligus dua!

"Hahaha!!! Dapat!!!" Senang Clara yang membuat sang bapak pun ikutan senang.

"Mantep neng!"

Clara pun turun pelan pelan dan menunjukkan buah itu, "Huh! Dapat yang besar pak!" Clara mengacungkan jempolnya membuat si bapak tertawa.

Clara mengatur nafasnya yang kelelahan tadi dan kembali melihat sang bapak, "Berapa harganya pak?"

Karena melihat usaha Clara yang bulak balik jatuh sang bapak pun menggeleng, "Gak usah neng, untuk Eneng aja, dari tadi udah sudah payah metik sendiri soalnya."

Mata Clara membinar, tentu saja dapat buah gratis. "Beneran pak?" Tapi ekspresi itu berubah, "Tapi pak saya ngak enak sama bapak. Ngak mungkin saya ngak bayar apapun, lagipula saya udah nyusahin bapak untuk Videoin saya."

Bapak itu menggeleng, "Gak apa neng, toh juga mangga bapak masih banyak juga. Dua di kasih gratis juga gak akan buat bapak tumpur. Hahaha,"

Clara kembali merasa lega karena tidak menjadi beban sang bapak. "Terimakasih sekali lagi pak!"

"Iya non."

Clara pun berpamitan dan kembali mencari buah lain yang mau di panjat untuk di ambil buahnya.

Mulai dari kwini, jambu dan terakhir syukurnya tidak perlu memanjat karena dia hanya perlu memetik semangka. Setelah di rasa semua bahan cukup Clara pun membeli bahan bahan apa yang perlu untuk es buahnya dan kemudian pulang ke rumah.

Clara dengan setengah encok memasuki halaman rumah dan tak di sangka berjumpa dengan Alvaro. Astaga ini udah jam berapa?

Alvaro melihat Clara dari atas sampai bawah, ck. Pemandangan yang sangat buruk dan merusak matanya, sangat lusuh.

"Habis mulung huh? Cih." Hina lelaki itu.

Clara menganga, lelaki tak percaya. Kalau ngak karena di suruh metik buah langsung dari sumbernya dia takkan sampai jadi gembel seperti ini!

Alvaro membaca pikiran Clara. Berani sekali dia menyumpahi Tuannya ini huh? Dia pikir dia siapa?!

"Mandi dan bersihkan dirimu. Jangan menyentuh apapun di rumah dengan tangan menjijikanmju itu."

Alvaro segera meninggalkan Clara, bukan berarti Clara lepas dari hukuman, hanya saja dia tak suka dengan hal yang kotor, terutama Clara si wanita kucel!

Clara mendengus dan kemudian masuk, dia meletakkan semua buah buahan yang dia beli dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah bersih dia segera menyiapkan makanan untuk Alvaro dan juga sup buahnya. Semuanya telah selesai dan kini tinggal menyajikan.

Clara melihat ke arah meja makan, Alvaro belum turun juga. Apa dia tak mau makan apa gimana?

Clara pun ke kamar Alvaro untuk bertanya, apa dia harus menaruh makanannya di kamar Alvaro atau di meja makan saja.

Baru saja Clara hendak melangkah kaki Alvaro turun tangga dengan pakaian santai, dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek.

Clara terpana melihat pemandangan yang indah itu, cuma pakai itu saja Alvaro sangat tampan. Alvaro melihat ke arah Clara dan segera dapat membaca apa pilihan wanita bodoh itu. Alvaro memutar bola matanya malas, ck, semua wanita itu sungguh memuakkan. Sangat mudah sekali untuk mendapatkan perhatian wanita sepertinya. Cih.

Alvaro duduk di meja makan dan segera Clara membawa makanannya ke atas meja Alvaro.

Alvaro memakan makanan itu tanpa banyak bicara, dia mengumpulkan tenaga dulu untuk memaki wanita ini nanti.

Clara yang puas makanannya sudah di makan pun segera memberikan makanan penutup berupa sup buah. Clara sebelumnya juga sudah memberikan videonya memetik buah pada Alvaro namun masih centang dua.

Alvaro menaikkan salah satu alisnya, "Push up 50 kali, keliling halaman rumah 10 kali."

Clara bingung, "Apanya yang terlambat Tuan?"

"Bukan kah sudah ku katakan tadi, saat pulang aku harus sudah melihat makanan yang normal dengan minuman dan juga sup buah. Sedangkan semuanya belum tersedia sama sekali saat aku pulang." Protes Alvaro membuat kaki Clara lemas, salah lagi pasti.

"Kau seharusnya bersyukur aku masih mau memakan makanan buatan mu yang tak seberapa tadi." Alvaro bangkit berdiri dan menatap datar sup buah di tangan Clara itu.

"Aku tak mau memakannya. Kerjakan sekarang hukumanmu!"

Okey cukup. Darah Clara kini sudah mendidih, "Tuan ini sudah keterlaluan, saya sudah cape cape cari kebun buah yang segar untuk buat sup ini dan tuan sama sekali tak mau memakannya. Saya bisa saja datang cepat tadi dan menyiapkan semuanya kalau Tuan tidak minta macam macam dengan mengharuskan saya memetik buah dari pohon langsung, saya sudah selesai dari siang tadi. Dan-"

"Itu bukan urusanku. Intinya kau harus di hukum! Jangan banyak bicara dan kerjakan!"

Nafas Clara memburu. Geram sekali rasanya, dia sudah lelah malah semakin lelah saja!

Membalikkan badannya, "Saya tidak mau!"

Alvaro mengeraskan rahangnya, berani beraninya dia membantah. "Kau sudah berani sekarang ya?"

Clara membalikkan badannya, "Saya cape. Tuan tak tau bagaimana saya jatuh sampai berkali-kali Deki mendapatkan buah. Saya cape!"

"Aku tak perduli! Intinya kerjakan apa mauku! Jika kau tak suka kembali saja bekerja dengan Viandro, cih."

Clara mengacak rambutnya, kenapa Tuannya ini keras kepala?!! Dan bagaimana mungkin dia mau kembali pada Viandro. Jelas jelas lelaki itu lebih buruk di bandingkan kembarannya ini.  Viandro yang bermuka dua dan suka menyakiti hati seseorang, siapa yang akan tahan.

Clara menutup matanya menetralkan emosi dalam dadanya, "Baiklah akan ku kerjakan."

"Satu, dua, tiga," Clara mendengus mulai melakukan push up.

Kalau begini terus yang iyanya Clara bisa jadi binaragawan lama lama. Orang tiap hari di suruh push up. Keker nih otot lama lama. Rungut Clara dalam hati. Alvaro malah tersenyum licik melihat derita wanita satu ini, siapa suruh buat dia kesal, makan tuh.

1
Syamsul Nur
ceritanya lumayan menghibur thor
Syamsul Nur
seharusnya clara beruntung ketemu laki2 yg sangat mencintainya
Syamsul Nur
seharusnya clara beruntung ketemu laki2 yg sangat mencintainya
Syamsul Nur
bingung
Syamsul Nur
akhirnya alvaro jatuh cinta juga sama clara
Syamsul Nur
aduhh...ini ceritanya nda ada baik2 nya u clara kasian sekali dia thor
Anita Jenius
3 like mendarat buatmu thor. semangat ya
Anita Jenius
Salam kenal kak
Setia✓
Mampir kakak
Henny Sadeli
bagus
Farida
udh mampir nih kak
Wiwuk Putri
knp makin galak aja sih
Wiwuk Putri
dia gak ingat yg nolong sblm putar waktu itu clara?
Galak
semangat
Kiki Amelia
semangat author....
❤ Nadia Sari ❤
Mampir thor
shine
semangat up ceritanya Thor 🙂
see you again
jangan menyerah. Ini hanya dunia
cute
everything can be happen when you love with someone
👑Ria_rr🍁
harta emang membawa Mala petaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!