NovelToon NovelToon
Cintai Aku

Cintai Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Duda / Tamat
Popularitas:272.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: ranimut

Ini kisah cinta yang rumit. Antara seorang duda labil bernama Arfan Rahardian dan gadis mini bernama Rea Kusuma.

Di tahun sebelumnya, sepasang kekasih ini pernah batal menikah. Dan dua tahun setelahnya mereka kembali dipersatukan dalam ikatan pernikahan.

Ego, salah faham, dan tinggi hati, mewarnai hari-hari dalam pernikahan Rea dan Arfan. Sikap dingin dan keras kepala dalam diri Arfan sangat bertolak belakang dengan Rea yang super hangat serta perhatian.

Bagaimanakah kisah mereka? Baca saja di episodnya:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ranimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Saingan

Semenjak kejadian malam itu, Arfan menjadi lebih posesif pada Rea. Sebelumnya, hatinya sudah tenang akan pernyataan Rea yang menyatakan 'tidak ada alasan baginya untuk meninggalkan Nathan dan juga dirinya' tetapi tak lama kekhawatiran itu muncul lagi saat mendengar cerita mimpi Nathan. Sudah dua kali bocah itu memimpikan Rea pergi meninggalkan mereka.

Semenjak Rea didiagnosa mengidap penyakit kanker rahim, Faruk lebih sering berkunjung kerumah Arfan. Hal ini juga salah satu kerisauan yang dirasakan duda anak satu itu. Hatinya tak tenang, ia takut. Takut jika mimpi Nathan menjadi kenyataan.

Mengingat Faruk yang sering berkunjung ke rumahnya, membuat Arfan berangkat ke kantornya lebih siang. Seperti hari ini.

"Belum berangkat kak?" Tanya Rea sambil menggeser kursi untuknya duduk.

Kondisi Rea setiap harinya semakin memburuk, tetapi sama sekali tidak ada yang menyadari dirumah itu. Kulitnya lebih kelihatan pucat, matanya sayu, dan juga badannya semakin kurus.

"Belum, aku mau nunggu Faruk." Jawabnya tanpa menatap Rea karena fokus membaca buku ditangannya.

Rea mentap suaminya dengan senyum, ia bahagia. Bahagia karena diakhir hidupnya ini ia bisa melihat perhatian kecil dari Arfan. Walau kecil, tetapi ia sudah senang. Setidaknya itu lebih baik dari sebelumnya.

Tak lama bell rumah berbunyi, Arfan segera bangkit dari duduknya dan membuka pintu rumahnya dengan diikuti Rea dari belakang. Dan benar saja, tamu itu adalah Faruk.

"Gak ada bosennya ya, loe maen kerumah gue!" Ucap Arfan sarkasme.

"Wuuus, sangar bener orang satu ini. Mana Rea?" Sambil menerobos pandangannya kedalam ruangan mencari wanita yang berstatus sahabatnya itu.

"Gak sopan!" Kata Arfan sambil menempelkan kelima jarinya diwajah Faruk. Bagaikan gurita yang nemplok diwajah saja jemari itu!

"Apaan sih, lepasin!" Ucap Faruk dengan kesal dan menepis kasar tangan Arfan.

Tak lama Faruk menyelonong masuk. Dan duduk didepan Rea sambil menyerahkan parsel buah. "Bisa-bisanya sih, dia itu cemburu." Timpal Faruk, Rea hanya tersenyum mendengarnya.

Tak lama Arfan ikut duduk. Pria jangkung itu duduk bersebelahan dengan Rea. "Ngapain sih, loe main tempat gue terus!" Ketus Arfan sambil merangkul pundak Rea. Pria ini ingin menunjukan Rea sebagai miliknya dihadapan mantan saingannya itu.

Rea menatap wajah suaminya yang memandang tajam Faruk didepannya. Kemudian menunduk dengan senyum terukir disana. Rea bahagia, lagi-lagi Arfan membuatnya merasa ia berharga.

"Ya gue cuman mau nengok Rea. Loe gak liat apa kalau dia pucat, matanya sayu." Kata faruk, Rea membulatkan matanya saat mendengar ucapan sahabatnya itu.

Arfan menoleh kearah Rea. Ia perhatikan, memang benar apa yang dikatakan Faruk. Wanita disebelahnya ini semakin hari semakin pucat. "Sebenarnya kamu kenapa Rey?" Tanya Arfan dengan mengerutkan dahinya.

"Hamil paling!" Ceplos Faruk tanpa merasa bersalah.

Rea menepuk dahinya, sungguh itu bukan alasan yang tepat. Semakin memperburuk keadaan saja!

"Hamil?" Lirih Arfan dengan gurat wajah yang heran.

"Bagaiman_" ucapan Arfan terhenti saat handphone disakunya bergetar. Ia langsung mengangkatnya saat melihat nama Aldo terpajang disana.

📞 " ... "

"Gue lagi sibuk disini, loe aja yang urus!" Kata Arfan.

Rea dan Faruk saling tatap. Sibuk apanya! batin meraka.

📞 " ... "

"Sepenting apa sih, Dit?" Ucapnya yang mulai bernada tinggi.

Rea mengelus lembut lengan Arfan, berharap lakinya itu sedikit tenang. Faruk berdecih kesal.

"Mblo, mblo." Ketusnya dengan memalingkan wajah.

Tak lama Arfan mematikan gawainya dan menatap Faruk. "Makanya cari cewek, biar gak ganggu cewek orang terus!" Sarkasmennya.

Arfan tidak sengaja melupakan pertanyaan masalah hamil yang Faruk katakan barusan.

"Ganggu cewek orang gimana sih, Fan?" Tanya Faruk heran.

"Ba*ot aja lo!" Ketus Arfan.

"Kak!" Tegur Rea sedikit meninggi.

"Jangan seperti itu, gak baik." Timpalnya lagi.

"Kok kamu jadi belain dia sih!"

"Aku gak belain siapa-siapa, aku itu ngingetin kamu supaya gak berkata kasar." Jelas Rea penuh lembut.

"Hemm ... " Dehem Arfan dengan memutar bola matanya dengan jengah.

"Tadi Adit bilang apa? Rapat penting ya?" Tanya Rea tak kalah lembut dari ucapan sebelumnya.

"Hemm ... "

"Kenapa tidak hadir? Bagaimana nanti dengan perusahaanmu kalau sering ditinggal seperti ini."

"Ada Adit, aku mau disini aja nemenin kamu." Ketusnya.

"Enggak, cepat berangkat! Walaupun Adit itu orang kepercayaan kamu. Bagaimanapun dia itu orang lain." Kata Rea.

Faruk memutar bola matanya dengan jengah. Merasa menjadi obat nyamuk disitu.

"Kamu nuduh Adit?" Kata Arfan.

"Enggak, sebagai antisipasi aja. Kalau bukan Adit, masih ada orang lain 'kan? Maksudku, kita harus tetap berhati-hati dengan orang lain juga." Ucap Rea, meyakinkan Arfan.

Arfan nampak menimbang, yang dikatan Rea memang ada benarnya juga. Namun ia khawatir dengan satu makhluk dihadapannya itu.

Arfan sekilas menatap Faruk, pria itu nampak menunduk. Kemudian Arfan kembali menatap Rea dan menghela nafasnya. "Iya, aku ke kantor." Ucapnya. Rea tersenyum pada Arfan, Faruk kembali memutar matanya dengan jengah. Nasib-nasib!

Kita sama kok Ruk!

Sebelum meninggalkan rumah, ia sengaja mengulurkan telapak tanganya pada Rea. Seperti biasa, Rea mencium tangannya. Setelah itu Arfan meninggalkan rumahnya. Lagi-lagi Faruk berdecih kesal karenanya. Jomblo-jomblo.

Sabar ya Bang Faruk!

Rea yang melihat Faruk selalu berdecih kesal, ia pun terkekeh pelan. "Makanya, buruan lamar dia." Kata Rea.

"Ah, siapa?" Kata Faruk.

"Aish, kamu itu sahabat aku, aku tahu kamu naksir 'kan sama dia?"

"Apaan sih Rey, jangan sok tahu deh."

"Iya deh, tapi awas nanti ketikung orang loh!" Ledek Rea pada Faruk. Sedangkan Faruk hanya tersenyum kecut disana.

🌷🌷🌷

Arfan yang sudah tiba di kantornya, segera masuk dengan wajah masam. Ia berjalan sekebut peserta maraton. Seluruh karyawan menatapanya dengan heran. Hingga tibalah ia diruangnnya. Nampak Adit berada disana sedang mencari sebuah berkas pada sebuah rak.

"Kenapa Allah nyipatain manusia kayak Faruk sih!" Dengusnya, sambil melempar ngasal kunci mobil diatas meja kerjanya.

"Kenapa lagi, loe?"

"Itu, mantan saingan gue. Dia itu sekarang sering main ke rumah gue." Kata Arfan yang sudah dibakar api cemburu.

"Faruk?"

"Iya, siapa lagi!"

"Kayaknya dia masih jadi saingan loe deh." Kata Adit dengan sedikit tertawa.

"Diam!" Ketus Arfan.

"Udah loh, gak usah gengsian. Buruan nyatain perasaan loe sama Rea. Gue takut, dia malah kecantol sama Faruk." Nasihat Adit sambil menaruh file diatas meja.

Arfan nampak menimbang, yang dikatakan Adit memang ada benarnya. "Kamu benar Dit, tapi bagaimana aku mengakatakannya?"

"Ah, kau ini. Seperti tidak pernah remaja saja!" Kata Adit.

"Ini beda masalanya Dit!" Ucap Arfan malas.

"Beda gimana? Nyatain aja nanti malam, gue yakin kok dia itu masih cinta sama loe." Kata Adit meyakinkan.

"Kalau dia udah gak cinta sama gue gimana Dit?" Khawatir Arfan.

"Bodoh," ucap Adit. Arfan menatapnya tajam. "Kalau dia gak cinta sama loe, udah pasti dia ninggalin loe dari dulu." Lanjutnya.

"Iya sih, tapi," ucap Arfan.

"Tapi apa? Sudah kehilangan baru nyesel kamu!" Kata Adit kemudian meninggalkan Arfan sendiri diruangan tersebut.

"Gue cuman bingung gimana nyatainnya aja. Pake buket? Atau beli coklat?" Gumamnya sendiri.

Bersambung ...

Para readers ada yang tahu, cewek yang disukain sama Faruk?

Terima kasih sudah baca cerita simpel ini. Jangan luoa tinggalkan jejak klean ya :) biar ane makin semangat ngetiknya. Yuhuuu, sayonara🌷🌷🌷

1
文华亮
ikut baca di karya baruku yok, 'i found you' makasih
Siti Maryam
mulai ada nyium bawang Bombay thor
Alimvia
Hallo kk aku udh mampir
ceritanya bagus bangettt,,,semangat ya kk😁
Hafista
emang arfan egois, tp hrsnya rea jg jg sikap dong udh tau jd istri orang msh sering ketemuan sm temen cowox apalagi cowok itu pernah suka sm dia, hrsnya kan dia jaga perasaan suaminya, siapa orangnya enggak cemburu klo pasangan kita sering ketemu sm cowok lain atau cewek lain,
Titin Sumarni
kalau mini berarti kaya bang Ucok. Karena mini dan oendek beda lho kak...
Larti Astuti
suka ma cerita nya thor
文华亮: Alhamdulillah kalo suka
total 1 replies
Syifaa N
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
hai teman teman ayo mampir di novel ku yang berjudul "ANA UHIBBUKA FILLAH USTADZ" ayo vote dan like yaa kakak kakak adik adik supaya saya bisa semangat up ceritanyaa
Adelia
tamat
Windi Lestari Windiati
si Adit aya2 wae 🤣🤣🤣
文华亮: aaa terimakasih atas votenya, tapi jangan repot repot kak. kakak baca, like dan komen aku udh seneng kok
total 1 replies
Asmanu Khair
Kyknya seru...
Mulya Dewi
mantep wewejang nya sangat baik
Siti Mudrikah
nah..beginikan aku ikut seneng,thor😘
Siti Mudrikah
kamu jahaat thoor.
mataku samoek bengkak 😭😭😭
Siti Mudrikah
hwuuuaaaaa😭😭😭😭😭😭😭😭
Siti Mudrikah
tisuuu...mana tisuuu...😭😭😭
Siti Mudrikah
thor..kenapa kamu nyebarin bawang disini..bikin mataku pediih😭😭😭
Siti Mudrikah
semangat thor👍😘
Lizye Zahier
aq suka visualnya,,, bollywood
文华亮: terimakasih kak, mungkin bisa mampir juga di karyaku yang lain "Pangeran Senja"
total 1 replies
RiinjsdhwdmaX
Nice
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Ceritamu bagus thor 👍👍👍 semangat terus dalam berkarya 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!