NovelToon NovelToon
CINTA PRIA YANG KEJAM

CINTA PRIA YANG KEJAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Shafira adalah gadis yang di paksa menikah dengan pria yang di kenal dengan kekejamannya. hingga suatu hari pria itu jatuh cinta pada gadis itu karena kebaikan hati dari sang gadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIADA LAGI PRIA KEJAM

Shafira yang kini sedang menanti kepulangan Edzard dari kantornya telah berdiri di depan pintu setelah mendengar suara mobil yang membawa suaminya pulang tersebut. Dengan mesra Edzard memeluk serta merangkul istrinya itu. Mereka makan malam bersama di ruang makan dan tampak begitu harmonis.

Setelah makan malam bersama, ponsel Edzard berdering dan panggilan itu dari Rendi yang mengabarkan tentang hari pernikahannya bersama Afika.

“Hei, sob! Jangan lupa datang kepernikahanku! Kau dan Shafira yang akan menjadi saksi di pernikahan kami.” Kata Rendi.

“Baiklah! Aku bersedia menjadi saksi di pernikahanmu nanti.” Sahut Edzard.

"Jangan lupa bawa hadian untuk kami nanti! Hehehe." Kata Rendi cengengesan.

"Masalah hadiah, itu soal gampang! Aku akan memberikan hadiah istimewa untuk kalian berdua nanti." Sahut Edzard.

"Baiklah, aku tunggu janjimu itu." Kata Rendi lagi.

Setelah menutup teleponnya, Edzard kembali merangkul sang istri yang sedari tadi menunggunya menjawab telepon dari Rendi.

"Ada apa dengan Rendi?" Tanya Shafira.

"Dia akan segera menikah dengan Afika!" Sahut Edzard.

"Apa kau sudah mempersiapkan hadiah untuk mereka nanti?" Tanya Shafira.

"Sudah! Aku akan menyiapkan segala sesuatu untuk mereka pergi berbulan madu nantinya." Kata Edzard.

"Bulan madu kemana?" Tanya Shafira lagi.

"Maldives!" Sahut Edzard.

Tiba-tiba saja Edzard melihat raut wajah Shafira yang cemberut.

"Hei, kau kenapa?" Tanya Edzard menarik dagu Shafira dengan lembut.

"Selama kita menikah, kita tidak pernah pergi berbulan madu!" Sahut Shafira ngambek.

"Itu karena kesalahanmu sendiri! Kenapa kau dulu sangat jual mahal padaku? Makanya aku tidak berniat mengajakmu pergi berbulan madu setelah kita menikah dulu." Sahut Edzard.

"Huh! Aku jual mahal karena kau selalu saja membuatku kesal dan juga memaksaku." Balas Shafira sewot.

"Huh! Dia tidak pernah mau disalahkan." Gerutu Edzard.

"Malam ini kau tidur di kamar tamu sana! Heemmmpp!" Kata Shafira ngambek sambil memalingkan wajahnya dari Edzard.

"What the hell?" Ujar Edzard terkejut atas perkataan Shafira padanya barusan.

Shafira tak memperdulikan Edzard yang tertegun menatapnya sambil melangkah masuk ke dalam kamar serta membanting pintu dengan keras.

Bbbbrrraaaakkkkk............

Shafira membanting pintu kamar dengan keras yang membuat Edzard kaget.

"Eh, buussseettt!" Ucap Edzard kaget.

Lalu Edzard melihat Ezra yang terkekeh menatapnya.

"Kenapa kau malah tertawa, hah?" Tanya Edzard pada putranya.

"Mami ngambek sama papi! Hehehe." Sahut Ezra cengengesan.

"Dasar anak nakal!" Ujar Edzard hendak mengejar Ezra.

"Stop!" Kata Ezra pada Edzard.

"Ada apa?" Tanya Edzard.

"Kalau mami tidak mau tidur sama papi, berarti aku yang akan tidur bersama mami malam ini! Papi boleh memakai kamarku untuk malam ini." Kata Ezra.

"Papi tidak mau! Enak saja kau." Kata Edzard mengejak putranya yang berlari kegirangan untuk menghindarinya.

 

 

*****

Hari pernikahan Rendi pun tiba. Banyak para tamu undangan memadati acara tersebut. Edzard dan Shafira menjadi saksi atas pernikahan Rendi dan Afika yang menggunakan gaun pengantin serba putih dan acara tersebut diadakan di outdoor. Mereka sangat bahagia saat berada di pesta tersebut. Anton dan Aldo tak kalah bahagia menemukan kekasih hatinya di pesta tersebut.

Edzard terus memandangi wanita yang menjadi penyelemat hidupnya bertehun-tehun yang lalu. Ia tak pernah menyangkan takdir membawa wanita penyelamat hidupnya itu dekat dengan dirinya bahkan telah memberikannya seorang putra yang sangat pintar. Edzard masih terkenang betapa kasar dan egonya dia saat memperlakukan Shafira. Dengan sangat menyesal, Edzard berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menjadi orang yang dingin dan juga kejam lagi.

“Sayang.” Panggil Edzard pada Shafira yang duduk disampingnya.

“Heeemmm?” Sahut Shafira.

“Maafkan aku telah menjadi pria yang kejam untukmu dulu! Aku sangat menyesalinya, Shafira.” Ucap Edzard.

“Edzard, sudahlah! Semuanya sudah berakhir.” Kata Shafira mengelus pipi suaminya itu.

“Aku hanya ingin menatap masa depan bersama orang-orang yang mencintaiku seumur hidupku, Edzard.” Sambung Shafira lagi.

“Aku berjanji, akan selalu mencintai dan setia kepadamu! Aku akan menjadi pribadi yang lebih baik bukan sebagai pria kejam yang orang-orang julukkan padaku.” Kata Edzard.

“Aku mencintaimu, sayang!” Ucap Shafira.

“Aku juga mencintaimu.” Sahut Edzard.

Edzard pun memberikan kecupan manis pada bibir Shafira. saat saling pandang mesra tiba-tiba Ezra sang anak kesayangan datang menghampiri orang tuanya.

“Mami….mami! Aku ingin bayi yang seperti itu.” Rengek Ezra pada Shafira.

“Apa? Bayi?” Tanya Shafira kaget.

“Iya! Kapan aku bisa punya adik bayi yang lucu seperti itu?” Tunjuk Ezra pada seorang bayi yang berada dalam dekapan ibunya.

“Apa kita bisa membelinya di mall?” Tanya Ezra polos.

“Pppfftt, hahahahaha.” Edzard meledak tertawa saat mendengar Ezra bicara.

“Bayi tidak di jual di mall, sayang.” Ucap Shafira.

“Lalu?” Tanya Ezra lagi yang membuat Shafira kebingungan.

“Eeeemmm…itu….anu! Hah, aku harus jawab apa?” Kata Shafira bingung.

“Ezra, jika kau ingin punya adik bayi maka kau harus belajar dulu sebagai seorang kakak yang baik! Kau tidak boleh nakal lagi dan tidak boleh membuat pengasuhmu menangis lagi karena kenakalanmu! Apa kau mengerti?” Kata Edzard.

“Iya, aku janji tidak akan nakal dan membuat para pengasuhku menangis lagi.” Kata Ezra.

“Sekarang pergilah bermain! Papi lihat kau sedang menyukai seorang gadis disini.” Kata Edzard yang membuat pipi Ezra memerah.

“Dia duluan yang menciumku! Katanya aku tampan.” Kata Ezra.

“Lalu?” Tanya Edzard.

“Lalu aku juga membalasnya dengan mencium pipinya tadi.” Sahut Ezra dengan rona merah dipipinya.

Shafira dan Edzard tersenyum melihat tingkah anak yang sudah mengerti rasa sayang terhadap teman-temannya. Ezra kembali bermain dengan anak-anak seusianya di pesta itu.

“Hei, itu tadi kode keras loh dari Ezra!” Bisik Edzard pada telinga Shafira.

“Kode? Kode apa?” Tanya Shafira dengan wajah memerah.

“Kode agar kita pergi bulan madu! Bukankah kau ingin kita pergi berbulan madu? Ayo kita pergi.” Sahut Edzard.

“Itu bukan kode dari Ezra, tapi memang rencanamu yang ingin punya anak lagi!” Kata Shafira seraya mencubit pinggang Edzard.

“Baiklah! Setelah ini kita pergi honeymoon saja! Biar kau cepat hamil anak kita yang kedua.” Kata Edzrad.

“Apa kau mau?” Tanya Edzard.

“Iya, aku mau!” Sahut Shafira.

Edzard yang tak mau kalah dari Rendi yang baru menikah dengan Afika, juga pergi honeymoon bersama Shafira. mereka pergi ke bora-bora untuk menikmati indahnya pantai dan laut serta pemandangan ikan-ikan yang tampak jelas. Edzard dan Shafira menikmati keindahan pulau bora-bora dengan makan romantis, berenang di air laut bersama, dan juga menikmati kenikmatan yang mereka lakukan di atas ranjangnya. Selama 2 minggu Edzard dan Shafira menghabiskan waktu untuk pergi honeymoon mereka. Setelah kembali Edzard melakukan aktifitasnya sebagai pengusaha menjalankan bisnis keluarganya.

Beberapa bulan kemudian, saat di pagi hari wajah Shafira sangat pucat. Tubuhnya seakan lemah dan tak berselara apa-apa. Edzard sangat khawatir dengan keadaan Shafira saat itu. Dengan cepat ia menghubungi Aldo untuk memeriksa keadaan Shafira yang sedang berbaring di kamarnya. Aldo sebagai seorang dokter pun memeriksa kesehatan Shafira.Aldo melihat tanda-tanda yang dimiliki Shafira bagaikan wanita hamil pada umunya. Dengan melakukan tes urin, terlihat lah dua garis yang menandakan kalau Ezra akan segera memiliki adik.

Dengan sangat bahagia berkali-kali Edzard berucap syukur karena keinginannya untuk memiliki anak lagi terkabulkan. Dengan perhatian yang sangat luar biasa, Edzard menjaga Shafira yang kini mengandung anak keduanya. Perhatian demi perhatian Edzard berikan sebagai seorang suami siaga kepada istri yang akan melahirkan calon anak keduanya itu.

 

*****

Tak terasa kini usai kandungan Shafira telah mencapai 9 bulan. Perutnya sangat besar dan kakinya mulai membangkak. Sore hari saat Edzard masih di kantornya, ponselnya berdering panggilan dari nomor telepon rumahnya.

“Tuan, nyonya Shafira akan melahirkan! Sekarang sedang di bawa kerumah sakit.” Kata pelayan setianya.

“Baiklah, aku akan kesana sekarang.” Sahut Edzard terburu-buru meninggalkan kantornya.

Dengan perasaan yang campur aduk, ini kali pertama ia mendampingi Shafira yang akan melahirkan anak keduanya. Dengan usaha yang tak bisa terbayangkan, Shafira berjuang untuk melahirkan anaknya dengan peluh keringat membasahi dahinya dan juga erangan kesakitan yang ia rasakan saat kontraksi. Tak lama Shafira berjuang dengan melawan maut untuk melahirkan anaknya, keluarlah seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang tangisannya memecahkan keheningan malam di ruang bersalin itu. Edzard dan Shafira sangat terharu saat mendengar tangisan bayi yang kencang di telinga mereka. Setelah selesai di bersihkan, Shafira menggendong bayinya di dalam dekapanya.

“Edzard, lihatlah anak kita.” Kata Shafira dengan tangis haru bahagia.

“Iya sayang, dia sangat cantik sepertimu!” Sahut Edzard tak kalah harunya sembari mencium kening Shafira wanita yang ia cintai itu.

Edzard dan Shafira terus memandangi bayi mungil yang kini dalam dekapan ibunya tersebut. Eva dan Gani selaku orang tua dari Edzard juga menyambut kehadiran bayi perempuan yang mungil itu. Bahkan dengan konyolnya, Gani dan Eva saling berebut untuk menggendong bayi mungil itu yang diberi nama Elsa. Semuanya sangat bahagia, menyambut kelahiran Elsa tak terkecuali Ezra yang memang sangat menginginkan seorang adik disisinya. Dengan kasih sayangnya sebagai seorang kakak, ia selalu menjaga adiknya bahkan tak mau jauh-jauh dari adiknya itu.

T A M A T

BACA CERITA TERBARUKU YA...

WANITA SAMARAN UNTUK CEO

1
Qaisaa Nazarudin
Noh siapa itu? Apa jangan2 itu Bobi yg sudah tantenya ikat jamin dgn duit Rp50 juta itu??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa kau gak pergi lihat aja, Mana tau ada org jahat dirimah itu..
Qaisaa Nazarudin
Hanya itu2 saja alesan ancamannya Edzard,Edzard belum bertemu buku dgn ruas lelaki yg bisa menyelamatkan Shafira dari cengkaman Edzard..😔😔
Qaisaa Nazarudin
Anton selalu benar👍🏻👍🏻👍🏻 Shafira itu wanita baik2,mana mau dia hamil anak luar nikah,Dasar pria gila..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu pasti kalung yg Edzard liat waktu Shafira menyelamatkan nya waktu itu..
Qaisaa Nazarudin
Sama aja bohong 🤣🤣🤣
Makanya lain kali baca dulu,ogeb..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Yup aku setuju, Di sini Shafira juga gak salah, Karena dia diancam oleh Bobi dan di manpaatin oleh Lita..
Qaisaa Nazarudin
Jfn bilang kalo itu Shafira..
Qaisaa Nazarudin
Haih raasain kau Bobi mampus aja bagus,Hidup juga gak berguna..😡
Qaisaa Nazarudin
Mungkin dr sini kelhilafan Edzard,Nih cewek ntar yg jd penghalang antara Edzard dan Syafira,,percaya deh..
Diana diana
ceritanya bagus , gak ngecewaiin
Diana diana
tamat juga . .
aku maraton loch bacanya . .
dan gak ngecewain . .
Diana diana
ceritanya bagus tapi sepi pengunjung ya . .
Diana diana
aaaah aku jd deg degan an euy
Diana diana
part nya sedikit tapi setiap part nya sangaaaaaaaat mengesankn . .
Diana diana
ap yg terjadi ya 6 tahun lalu . .
Diana diana
wkwkwkwk . .
Diana diana
wkwkwkwk . . ngakak liat tingkah mereka . .
Diana diana
bahaya klo sampe Kang Mus tau klo Safira d siksa c tuan kejam . . wkwkwkwk
Diana diana
aku yakin Shafira orangnya . .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!