Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
fakta baru
"mau kemana ryu? Kita udah lama enggak ketemu, masa kamu langsung pergi?" tanya galang, sambil tersenyum hangat ke arah ryu
"kamu mau bicara apa sama aku, galang?" tanya ryu ragu- ragu
Galang merangkul ryu dan berkata
"emang mau bicara apa lagi? ya pengen tau apa yang terjadi sama temenku ini" ujar galang
ryu makin kebingungan dengan ucapan galang, dan menatap kearah top dan aga, seraya mencoba bertanya apa yang sebenernya terjadi.
"otaknya kejepit, biarin aja ryu. Udah kita nongkrong aja gimana, atau main ke kosan ku aja, gimana?" tanya top
"aku sama aga sekarang ngekos, biar lebih deket jaraknya sama sekolah, tau sendiri si top kalau di bangunin kek ngomong sama batu, alias enggak gerak- gerak" jawab aga asal
"ehey aga mana ada aku kayak gitu sih??"
"ada, udah deh diem" judes aga
Lalu top pun murung, mimik mukanya sangat lucu, dan berhasil membuat galang dan ryu tertawa karena ulahnya itu.
"okey deh, tapi aku harus mengabari kakak dan nenekku dulu ya, takutnya mereka mencari ku" izin ryu, lalu ia sedikit menjauh untuk menghubungi keluarganya.
Setelahnya mereka berempat, galang, aga, top dan ryu pun melaju menuju kosan aga dan top. Aga dan top ngekos di tempat yang sama.
DI KOSAN AGA
kosan aga cukup besar, untuk disebut sebagai kosan sekotak pada umumnya. berukuran sekitar 26m². Cukup luas untuk disebut sebagai kosan biasanya.
Begitu masuk, top dan ryu yang membawa makanan dan ciki pun langsung kerah pantry untuk menatanya ke piring. Aga langsung menyalakan AC dan membuka gorden serta jendela besar yang seperti pintu itu untuk memberikan sirkulasi udara, agar lebih baik.
Dilain sisi ada galang yang sibuk berkutik dengan ponselnya sedari tadi, seperti orang yang kebingungan bercampur khawatir.
"kamu, kenapa galang?" tanya top yang menuju kearah meja didepan tv, sebagai tempat makan mereka
"iyah dari tadi kamu kayak orang gelisah, ada apa?" ryu pun ikut bertanya padanya.
"ini lho lestari kok enggak jawab pesanku ya? Apa dia marah sama aku ya? Tapi marah kenapa ya?" cemas galang, ia mondar mandir di depan top dan ryu
Setelah berganti pakaian, aga pun bergabung kearah mereka bertiga
"emang kenapa kamu mengira, lestari marah?" tanya aga yang baru datang
"soal kejadian laras. Apa dia salah paham ya? Tapi kan ryu udah jelasin tadi. Tapi kenapa dia enggak bales pesanku ya? Apa dia marah karena hal lain yaa?" tanya galang dengan raut wajah yang amat cemas
"lagi dijalan kali, belum sampe rumah" jawab aga asal
"kalau dia beneran marah gimana aga" rengek galang
"tunggu dulu aja sampe nanti malem, mana tau dia ada urusan kan, udah ayok kita makan dulu"
"tapi ini lestari gimana.."
"udah galang makan dulu ayok" tarik ryu, lalu galang pun duduk, dan menyantap makanan bersama mereka
Sebelum memakan makanannya, galang masuk ke kamar aga untuk mencas ponselnya. Kebiasaannya, saat mengisi daya ponsel, data selulernya pasti di matikan. Ia pun mengabari lestari bahwa ia off, karena harus mengisi daya ponselnya.
Lalu, ditengah acara makan itu, mereka pun sambil sesekali berbincang.
"oh ya coba cerita dong soal kamu sama laras, setelah aku dan dia putus. Kok bisa- bisa kalian pacaran? Dia maksa kamu kah ryu?" tanya galang beruntun
"iya kita juga penasaran" ucap top menimpali, dan aga pun mengangguk tanda ia sependapat dengan yang lainnya.
"kamu enggak marah karena aku pernah tidur bareng laras kah, galang" tanya ryu sambil menunduk
"enggak, justru aku kiranya kamu dipaksa sama laras" jawab galang cepat, ia tak mau membuat temannya ini berfikir berlebihan
"kenapa kamu ngira kayak gitu?"
"karena ryu yang aku kenal enggak mungkin menyakitiku tanpa alasan. Kita berempat bukan baru kenal setahun dua tahun, ryu"
"sebenernya waktu itu, laras mau tidur sama kamu, karena diperintahkan oleh orang lain" ucap ryu tiba- tiba
"hah? Maksudmu apa?" tanya galang kaget
Aga dan top pun sama kagetnya, mereka sampai menghentikan aktifitas makannya sejenak.
"kamu inget sama damar enggak?"
"inget, dia sepupu jauhku, lebih tepatnya dia keponakannya tante indri" jawab galang
"kamu tau kalau nama lengkapnya arsenio damar bagaskara?" tanya ryu lagi
"arsenio? Aku enggak tau, kalau kumpul keluarga, tante indri bilang namanya damar bagaskara. Kenapa emangnya? Tapi aku kayak enggak asing sama nama arsenio, kayak pernah denger" jawab galang
"arsenio bukannya nama musuh bebuyutan kita? Yang anak smp lain, yang waktu itu pernah mau menculik anak perempuan di sekolah smp kita. Inget enggak lang? Yang dia saking naksirnya sama si citra itu, sampe mau menculik" ucap
"ahh iya inget, arsenio yang dulu pernah berulah sama citra. Tapi apa hubungannya arsenio sama damar? Seingetku muka mereka beda jauh" tanya galang kebingungan
"nama asli damar sepupumu adalah arsenio damar bagaskara, kamu tau enggak kalau dia punya kembaran? Atau saudara kandung lain?" tanya ryu lagi, mencoba memastikan sesuatu
"kembar? Enggak mungkin, dia anak tunggal, dan enggak ada riwayat kembar setauku, kenapa ryu?"
"orang yang dulu hampir berantem sama kita, itu kembarannya. Namanya arsen putra bagaskara, dia saudara kembar tak seirasnya damar. sejauh itu aja yang bisa aku cari tau. Putra sendiri enggak punya dendam sama kamu, tapi entah apa yang damar bilang kedia sampe dia mengincar kamu beberapa hari lalu" jelas ryu
"mengincar? Apa maksudmu ryu?" kali ini aga yang bertanya
"galang habis kecelakaan kan beberapa minggu lalu?" tanya ryu
"iya, aku emang habis kecelakaan dan baru beberapa hari ini aku bisa masuk sekolah karena kondisiku udah stabil, cuman aku hilang ingatan. gimana kamu bisa tau, ryu?" tanya galang yang juga semakin penasaran, bahkan ia berhenti memakan makanannya
"saat laras mau menidurimu kala itu, aku sudah merasa ada yang mengganjal. Karena laras enggak pernah tertarik sama kamu galang, aku pernah enggak sengaja mencuri dengar pembicaraan laras dan sahabatnya"
Fakta yang sangat mengejutkan. Aga dan top pun sama terkejutnya dengan galang.
"tidak pernah tertarik? Apa maksud kamu, ryu?" tanya galang
"dari hal yang aku selidiki, laras jatuh cinta sekali dengan arsenio putra, damar yang tau hal itu memanfaatkan celah ini untuk menyakiti kamu. Sebenernya kenapa dia sebenci itu sama kamu, galang?" ujar ryu
"dikeluarga aku enggak ada masalah apapun sama dia, atau masalahnya sama putra? Karena masalah kasus dia mau menculik citra dulu?"
"enggak, orang yang ingin menculik citra sebenarnya adalah damar, bukan putra" ucap ryu
Lagi dan lagi, fakta ini berhasil membuat mereka semua kaget sekaget- kagetnya. Hal ini membuat galang berfikir, apa yang sebenarnya sudah ia lakukan, sampai dibenci dan dipermainkan sebegininya.