NovelToon NovelToon
Obsession Of Love

Obsession Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: ARSI

Bukan kisah tentang benci menjadi cinta tapi tentang cinta pertama yang datang kembali ketika hidup Azia sedang sangat kacau. Dalam badai yang tiba-tiba menerpa hidupnya, sebuah cahaya menyelamatkan hari-hari buruknya. Pria hangat yang membuat dia tidak bisa mengalihkan pikirannya, berada dekat meskipun tidak sanggup dia gapai. Banyak hal yang terjadi setelah bersama hingga membuat mereka tak ingin saling kehilangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir atau kebetulan

Hari kerja biasa, memeriksa beberapa pasie lalu aku bertemu dengan Rio dokter yang menangani Nenek Azia.

“Pas banget ketemu sama kamu di sini, tolong ke ruangan 102! Aku tidak bisa memeriksa pasie itu sekarang karena ada keadaan darurat yang harus aku tangani saat ini. Tolong ya Lex!” Lalu Rio berlari dengan terburu-buru ke lift.

“Ah anak itu, pasti ada masalah sama pacarnya lagi” Aku berjalan ke ruangan dimana Nenek Azia di rawat.

Entah ini takdir atau hanya sebuah kebetulan saja, Azia sudah berada di ruangan itu bersama neneknya, sambil tertawa hangat dan membuat aku ingin masuk kedalamnya. Namun sayangnya saat aku masuk ke ruangan itu, wajah cerianya tiba-tiba sirna dan berganti dengan rasa kesal yang entah kenapa. Dia langsung keluar begitu aku mendekati mereka, aku cukup tahu kalau dia sedang marah padaku tapi, aku tidak mengerti kesalahan apa lagi yang aku buat hingga dia kembali marah padaku.

“Hallo! Bagaimana keadaan anda hari ini? Sepertinya kedatangan Azia membuat suasana hati anda lebih baik dari sebelumnya?”

“Kamu mengenal cucu saya?”

Aku di bantu seorang suster memulai pemeriksaan rutin nenek Azia sambil sedikit berbincang membangun suasana nyaman pada pasie.

“Begitulah, dia mengajari adik saya setiap dua hari sekali, dia guru les yang baik.”

“Pantas saja dia melihat dokter seperti aneh, apa kalian sedang marahan?”

“Eum, sepertinya dia masih marah pada saya karena saya mengatakan hal yang membuat dia kesal.”

“Azia bukan anak yang pendendam, mungkin ucapan dokter melukai hatinya yang paling dalam hingga dia tidak bisa memaafkan dokter. Memangnya masalahnya apa?”

“Itu…Eum, sebenarnya saya tidak menyadari kalau dia menyukai saya karena itu saya mengatakan hal yang tidak seharusnya saya ucapkan.”

“Apa dokter menyukai cucu saya?”

“Ya, saya sangat menyukainya tapi, saya takut kalau perbedaan usia kami akan menjadi masalah untuknya.”

“Usia tidak pernah bisa jadi hambatan untuk cinta, kalau dokter menyukai cucu saya, saya harap dokter akan selalu menemaninya meski saya tidak ada di sampingnya.”

“Saya akan berusaha selalu bersamanya dan menjaganya hingga waktu saya habis di dunia ini. Tapi, saya tidak yakin kalau saya bisa kembali mendapatkannya, karena sepertinya dia sudah sangat membenci saya.”

“Cucuku itu anak yang baik, meski dia terlihat tegar dari luar, dia mempunya sisi yang lemah dan membutuhkan banyak perhatian, mungkin jika anda bisa memberinya banyak perhatian itu akan membuatnya lebih baik.”

“Pemeriksaan hari ini sudah cukup, saya pikir anda sudah membaik. Jika suasana hati anda tidak memburuk lagi mungkin anda bisa memiliki usia yang panjang, apa lagi kalau donor jantung untuk anda segera tersedia.”

“Saya tidak terlalu berharap, dok. Bagi saya yang tua ini, kematian bukan hal yang penting tapi, orang yang akan sayang tinggalkan itu yang ingin saya pastikan.”

“Jangan pesimis, kami sangat yakin anda bisa terselamatkan.”

“Umur tiada yang tahu kapan akan berakhir. Saya berharap kalian bisa bersama, karena saya melihat anda bisa menjaga dan juga mengendalikan sifat kekanakan Azia, tolong jaga dia untuk saya.”

“Saya akan berusaha, nek!”

Lalu saat aku luar Azia masih berada di depan pintu, aku pikir dia akan pergi tapi, ternyata dia masih di sana. Azia yang kaget melihatku, lalu dia bangun dan pergi, dia cukup jelas sedang menghindari ku.

“Apa yang… Eh, itu kenapa kakak jalan bersamaku?”

“Aku berencana ke kantin, kamu juga kan?”

“Sepertinya tidak jadi” Dia langsung berhenti berjalan.

Tiba-tiba saja dia berubah pikiran padahal hanya beberapa langkah lagi sampai ke kantin rumah sakit, aku terpaksa memaksanya untuk mengikuti ku karena kelihatannya dia lapar.

“Kak, aku ingin kembali ke ruangan nenek!”

“Nenekmu sudang istirahat, apa kamu tidak lapar? Ini sudah waktunya makan siang.”

“Emm… Mungkin tapi tidak saat ini, aku harus pergi, atau Bobi akan marah karena menungguku terlalu lama.”

“Bobi?”

Entah kenapa rasanya sangat kesal saat Azia membahas lelaki yang akhir-akhir ini mengantarnya ke setiap tempat les. Sangat kesal hingga aku kehilangan nafsu makan ku.

“Teman yang biasanya menjemput ku, apa kakak ingat?”

“Oh dia, sebenarnya apa hubungan kalian berdua? Kalian pacaran?”

“Harus berapa kali aku bilang kalau kami cuma berteman, sudahlah aku harus pergi sekarang”

“Tidak!” Aku benar-benar tidak ingin Azia menemui lelaki sialan itu, aku ingin mengikat Azia di sampingku dan membawanya kemanapun aku pergi.

“Aku harus pergi, kak!”

“Makan dulu baru pergi”

“Bobi akan kesal kalau aku terlambat.”

“Apa kamu yakin kalau kalian hanya berteman saja? Mana ada teman yang bersikap berlebihan seperti itu, ini hari minggu memangnya kalian akan pergi kemana? Kalian mau kencan?”

“Kencan? Terserah apa yang kakak pikirkan, yang penting sekarang aku mau pergi!”

Lalu dia pergi dengan wajah kesalnya, aku pun tidak lagi ingin makan karena terlalu kesal. Tak lama kemudian datang dua perawat yang merupakan temanku.

“Oi! Ngapain di sini? Galau mulu!” Ucap Rida padaku.

“Pasti gara-gara dicampakkan sama adik kecil yang tadi ya? Uuu.. kacian banget cih!”

“Apaan sih kalian! Mau berantem?”

“Kalem kalem, bro! Kami ke sini mau ngajak kamu ke warung nasi padang di simpang sana.”

“Tiba-tiba ngajak makan, pasti minta di bayarin , ya?”

“Lo peka banget sih bro, kalau gitu yok kita berangkat.”

“Dasar teman-teman bangs*t! Datang cuma minta traktir doang, okelah!”

Akhirnya aku pergi bersama dengan Rida dan Gilang ke warung nasi padang. Ketika sampai di tempat parkiran aku melihat motor yang di gunakan oleh teman Azia untuk menjemputnya, aku curiga mereka ada di tempat itu juga. Aku sedang tidak ingin melihat mereka berdua, tadinya aku berencana memutar balik arah tapi, teman kampr*t yang kere memaksaku untuk ikut masuk. Mereka berdua menarik ku paksa dan pada akhirnya kami duduk bersebelahan dengan meja milik Azia.

“Oi! Kayaknya itu adik kecil yang tadi deh!?!”

“Udahlah kalian diam aja!” Ucapku kesal.

Mereka malah menghampiri Azia dan menarik ku ikut bersamanya, aku benar-benar kesal pada dua anak kampr*t itu.

“Hai! Azia, pacar Alex, ya?” Sapa Rida sialan yang sengaja membuat suasana jadi aneh.

“Gak, kamu salah paham, Bobi! Aku tidak punya pacar, abaikan saja mereka.”

Azia malah memperjelas hubungan kami pada Bobi temannya, membuat aku merasa kalau mereka memang memiliki hubungan yang spesial hingga Azia harus memperjelas kesalahan pahaman tentang hubungannya denganku.

“Loh, bukan pacar?! Lalu kenapa foto kamu ada di layar handphone Alex!” Gilang malah mencoba memanas-manas kan situasi dengan membocorkan rahasiaku.

“Hentikan! Kalian ini jangan asal bicara!”

“Kamu tidak asal bicara, memang benarkan?”

“Ayo kembali ke tempat kita saja!”

Aku menarik paksa mereka berdua kembali ke tempat duduk kami, aku mengalihkan pandanganku dari kedua orang itu, aku tidak tahan dengan pemandangan yang meresahkan hati dan pikiranku.

“Mereka aneh sekali! Ayo kita makan saja!”

“Benar, cepat habiskan makananmu lalu kita harus segera pergi ke toko buku sebelum sore lalu kita harus ke bioskop dengan teman-teman yang lain.”

“Woke!”

Pembicaraan Azia dan lelaki itu terdengar jelas di telinga kami karena jarak tempat duduk yang cukup dekat untuk bisa mendengar obrolan mereka berdua. Lalu ketika mereka berdua pergi aku langsung di serbu dengan pertanyaan kepo dari teman-teman kampret ku itu.

“Woi, Alex, kalian sebenarnya udah pacaran apa belum sih?”

“Belum dan mungkin saja tidak akan pernah karena dia sepertinya menyukai anak yang bersamanya tadi”

“Jangan menyerah dulu, lagian kayaknya mereka cuma temanan aja deh, kalau pacaran dia pasti gak akan bersikap acuh kayak gitu, ya gak?”

“Aku setuju sama si Heri, kayaknya mereka cuma temanan biasa, kalau di lihat dari sikap keduanya.”

“Dari mana kalian berdua menarik ke simpulan?”

“Dari si cewek yang gak menggunakan nama panggilan yang menjelaskan hubungan mereka, lalu mereka juga bicara seperti seorang teman, tidak ada percakapan yang menjelaskan kalau mereka memiliki hubungan yang lebih.”

“Bukannya mereka bicara tentang ke bioskop?”

“Alex! Kamu gimana sih?! Kalau curi dengar itu yang betul dong jangan setengah-setengah, si ceweknya bilang kan ‘ke bioskop dengan teman-teman yang lain’ artinya mereka berduaan dan itu juga berarti mereka gak pacaran, paham?!”

“Oke-oke aku paham, tapi kenapa kalian jadi marah kayak gitu?”

“Soalnya kamu kayak putus asa banget padahal belum ngapa-ngapain juga. Masa kamu kalah sama anak yang tampangnya pas-pasan kayak gitu sih?”

“Betul itu, ayo tunjukkan pesona seorang Alex padanya, dan jangan buat geng tampan kalah sama cowok buluk kayak anak itu”

“Aku gak putus asa, hanya sedang kurang semangat aja”

“Sama aja kali!”

Aku terkesan acuh dengan masalah itu tapi sebenarnya dalam hati aku merasa harus melakukan sesuatu agar bisa mendapatkan kembali Azia.

Bersambung…

JANGAN LUPA LIKE TEMAN-TEMAN

1
darins
bagus
Dimas Rianto
terus dukung teman kita dalam berkarya
Andri Aglin
ko zakia ada david jga... gimna certa alex ini...berarti ngk sesuai ni kata cinta zaskia waktu seklah dulu untyk alex.
ARSI: terus amati cerita Azia jangan sampai ketinggalan episode terbaru. ini masih terlalu awal untuk menebak dengan siapa Azia akan bersama
total 1 replies
Dimas Rianto
Ayo buat Alex putus aja dari Azia
Andri Aglin
kenapa bca bab ini aku sedih ya lhat alex..thor
satukan cinta alex dan azia ya..udah terllu bnyak rintangan nya..
Andri Aglin
knpa rumit benar kisah cinta alex dan Zakia thor....
ARSI: makasih telah berkunjung
total 2 replies
Dimas Rianto
lanjut terusssssss
pat_pat
lanjut mangats 🔥

mampir juga yuk ke Preman Cantik 🤗
Dimas Rianto
hilang kata²
Dimas Rianto
Jangan kendor upnya
Indrayani Safitri
lanjut terusssss
Luvi Afrijal
semangat up
ARSI
Terimakasih sudah mendukung
Luvi Afrijal
Kapan update
Luvi Afrijal
menunggu
Mayank Kacau
lagian jadi temen koq ngatur banget
Mayank Kacau
azia dkk emang keterlaluan
Mayank Kacau
q rasa azia g adil sama alex
Gusni Ati
lanjuttt
Luvi Afrijal
aku sukaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!