NovelToon NovelToon
Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:450.2k
Nilai: 4.4
Nama Author: najwa aini

Setelah lebih dua tahun menjalankan pernikahan dengan lelaki yang tak pernah mencintainya, akhirnya Sherin Mumtaza menyerah. Ia putuskan untuk membatasi kesabarannya karena menyadari bahwa cinta Alarick William—sang suami— tak akan pernah bisa,ia genggam selamanya.

Tapi di saat langkahnya mantap untuk meninggalkan segala harap yang tertuang dalam doa permohonan, Sherin dihadapkan pada sebuah kenyataan yang membuat langkahnya harus berhenti dan tetap memilih bertahan.

Quinsha Daneen—sahabat Sherin—juga mengalami kisah cinta tak jauh beda darinya. Hampir dua tahun ia menyebut nama Bayhaki Arfan dalam doanya, tapi berakhir dengan lelaki itu melabuhkan hati pada satu nama, yang bukan namanya.

Di saat bersamaan, hadir seorang Rafardhan Malik yang seolah datang sebagai penawar luka. Namun sebenarnya, artis muda terkenal itu, hanya ingin membawa Quinsha dalam pusaran luka di masa lalu yang belum selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Tak Bertuan 26

"Ya, anak kamu dan Kanaya memang masih hidup. Puas kamu," tandas Risa dan segera berbalik badan untuk berlalu.

Lebih dari hanya sekedar terkejut, kaget, terpana, dan entah kata apalagi sebagai ungkapan yang tepat untuk menggambarkan ekspresi Alarick saat ini setelah mendengar apa yang diungkap oleh Risa baru saja.

“Tunggu, Mbak!” Sekali lagi ia menahan langkah Risa. Sepasang matanya nanar menatap wanita di depannya itu. “Kenapa kalian mengatakan kalau anakku sudah meninggal?”

“Itu hak kami, Rick. Hak kami sebagai keluarga Kanaya,” sahut Risa dengan nada santai tanpa rasa bersalah ataupun menyesal.

“Tapi dia darah dagingku, Mbak. Dan aku berhak tau,” balas Alarick dengan nada dalam. Nampak kekecewaan yang terpahat jelas di wajahnya. Tapi secara bersamaan ada secercah cahaya yang menggelayut di tatap matanya.

“Oya, mulai kapan kamu merasa punya hak pada anak Kanaya? Kamu belum lupa ‘kan pada apa yang sudah kamu dan keluargamu lakukan pada Kanaya? Belum amnesia ‘kan untuk mengingat semuanya?” sindir Risa dengan nada mencebik. Dan kalimatnya itu sukses membuat Alarick bungkam. Bahkan segala asa yang sempat tertanam, dalam hancur luruh berguguran.

Risa segera melangkah pergi. Dan kali ini, Alarik sudah tak punya kekuatan untuk menahan langkah Risa lagi. Lelaki itu hanya memandang dengan tatap yang sulit dipahami.

Langkahnya segera terayun keluar dari Apotek. Padahal obat yang dicarinya juga belum didapati. Gegas Sherin menyusul langkahnya. “kita gak jadi beli obat, Mas?” tanya Sherin pelan.

Alarick hanya mengangguk singkat dan segera masuk mobilnya kembali diikuti oleh Sherin. Sepanjang perjalanan pulang hanya sepi yang merejam. Jangankan kata yang bisa diartikan, ekspresi wajah Alarik pun, juga tak menunjukkan sesuatu yang bisa dipaham.

*******

“Mas, minumlah!” Sherin meletakkan gelas berisi teh hangat itu dengan pelan di atas meja samping Alarick. Terlihat suaminya itu hanya mengangguk samar lalu kembali tenggelam dalam diam, dalam kebungkaman yang panjang, serta tak tahu kapan akan selesai.

Sherin menarik napasnya pelan, lalu secara perlahan pula ia duduk tak jauh di samping Alarick yang telah berubah menjadi patung sejak beberapa saat silam.

“Mas,” sapa Sherin dengan suara lirihnya. Sesaat wanita itu menatap jam dinding yang telah melewati titik tengah sebelum mengucapkan apa yang akan disampaikannya. “Aku tak hendak memintamu untuk bercerita padaku, karena mungkin aku bukan wadah yang tepat untuk menampung segala keluh kesahmu.” Sherin memutus ucapannya sesaat untuk menatap wajah Alarick.

Dan karena dilihatnya, Alarick tetap diam seakan damai, Sherin pun melanjutkan kalimatnya yang memang sudah dia susun sejak kurang lebih dari dua jam sebelumnya. “Tapi jika suatu saat kau berubah pikiran, dan membutuhkan tempat untuk bercerita, aku selalu siap mendengarkanmu, Mas.”

“Terima kasih, Sherin,” sahut Alarick setelah Sherin mencapai titik pada kalimatnya lebih dari lima menit.

Sherin mengangguk, tangannya terulur mengusap pundak Alarick pelan. “Aku tidur dulu ya, Mas,” pamit Sherin. Bukan hanya karena kantuk yang sudah tidak bisa ditahan, tapi karena ia sadar, kalau saat ini Alarick tidak butuh teman. Ia hanya ingin menyendiri dalam diam.

“Ya, tidurlah. Dan ... maafkan aku,” pinta Alarick, entah untuk hal apa. Dan rasanya Sherin juga tidak perlu bertanya. Hanya dia yang tahu, seberapa banyak pilu yang ia rangkum dalam sendu. Hingga seakan ia menyeduhnya menjadi minuman yang direguknya setiap waktu. Memahat lelah di dalam kalbu.

Sherin menganggukkan kepala, ikhlas memberikan maafnya. Meski ia juga tak cukup mengerti apa yang menjadi alasannya. Apakah atas nama cinta, atau karena ingin berburu pahala.

Sebelum bangkit dari duduknya, Sherin masih sempat berkata, “Ada satu hal, Mas yang perlu kau lakukan sekarang. Sebenarnya ini hal yang sangat gampang, tapi mungkin kau juga sudah melupakan.”

“Apa?”

“Berdoa. Pinta pada yang Punya Kuasa, apa saja yang kau inginkan untuk terjadi. Hanya Dia, yang mampu menciptakan sesuatu, yang bahkan menurutmu sudah tidak mungkin untuk terjadi.”

Alarick menundukkan wajahnya, jiwanya merasa tertampar dengan kalimat yang diucap Sherin dengan landai. Betapa ia sudah melupakan hal yang sangat besar, yang seharusnya ia lakukan.

Sherin segera beranjak keluar, membawa langkahnya ke dalam kamar, dan terus menuju ke peraduan. Satu yang menjadi tujuannya sekarang, rebahan. Meski mungkin akan sulit untuk meraih tidur yang nyaman, tapi ia juga harus mengistirahatkan dirinya dari segala beban pikiran.

Tapi sebelum ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, terasa ada satu tangan yang merengkuh pinggangnya dari belakang, dan lalu membawa tubuhnya ke dalam pelukan.

Sherin terpaku dalam bungkam. Ia tau siapa pemilik kepala yang kini menyandar di ceruk lehernya. Ia tau siapa pemilik napas hangat yang kini menyapu kulit tengkuknya. Wanita itu segera mengusap punggung tangan Alarick yang saling menumpu di atas perutnya.

1
Rahmawati Putri Harsap
masya allah suka ceritanya kak dari kisah Aura dan Arres tdk perna bosan baca dari awal sampai akhir🥰🥰🥰
Rahmawati Putri Harsap
suka ceritanya 🥰🥰🥰🥰🥰
YuWie
istri imitasi..heheh
Deuis Lina
selalu ada pelajaran yg baik dan harus d ambil d setiap bab dan d setiap novel yg kak nazwa tulis terimakasih pencerahannya ,,,terus berkarya dan sehat teruus
Najwa Aini: Amiin Ya Rabb..
Hanya dua kata utk semua kebaikan hati kakak...
Terima kasihh...🥰🥰🥰
total 1 replies
Deuis Lina
wow sweet banget aku gak bosen baca novel ini berkali kali aku ulang2 v tetep aja bikin guemes sama pasangan ini,,,
Deuis Lina
sama rafardhan Tante quinshanya
Isti Qomah
kak, knpa novel yg brjudul Bertaruh Cinta Diatas Takdir blm up lg,,
msh stia menunggu kisan Meidina & Irfan Arafka Wafdan,, Davinna & Ra Fattan..
Isti Qomah
wah jangan2 nanti jodoh ny Quinsha anak ny Alarick lg,, kalau Alarick aja adik mertuanya Aura..
kurnia rahayu
Luar biasa
Ayudisa Mecca
tor, itu novel judul dia bukan surgaku kenapa di hapus..
aq nunggu kelanjutanya lho
Ayudisa Mecca: aq tunggu ya..
semangat💪
total 2 replies
Zahwa Putri Bunda
aku bantu promosikan kak...ayo semua yg baca novel ini baca ya... bertaruh cinta di atas takdir..cerita tentang Irfan arafka wafdan...sangat...sangat ..bangus ceritanya....di jamin gak bakalan kecewa ..👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah.. Terima kasih banyak ya kk
total 1 replies
Zahwa Putri Bunda
aku suka dengan karakter Raffa kak...terkesan slenggekan,cuek,tapi menghanyutkan...😄😄
Zahwa Putri Bunda
saya heran deh...novelnya kak Najwa itu bagus² Lo..tapi kenapa komennya selalu dikit ya..ayo kak..tetep semangat...aku dukung semua novel kak Najwa...👍🏻👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah kak..sudah menilai novelku bagus2..
mungkin rejekinya aku di NT hanya sebatas ini kak..yg like dan yg komen dikit..
Dan terima kasih banyak utk kakak atas dukungannya ya
total 1 replies
Rissa Reviana
Luar biasa
Risa Aprilia
ceritanya bgus,, tp bnyk typo di tanda baca di beberapa part,,lumayan bikin rada puyeng bacanya,,
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
meleleh thor
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
bagus banyak ilmunya
Wahidah Husni
Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!