Ifdha Apriliani wanita berumur 26 tahun yang di anggap mandul oleh Ibu mertuanya karena sudah lebih dari tiga tahun menikah dia tak kunjung juga hamil.
Sampai akhirnya saat suaminya meninggal Riyan Askara lalu memutuskan menikah dengan Rival Anggara karena sebuah wasiat dari mendiang suami. tiba-tiba dirinya dinyatakan hamil 18 minggu.
SEASON DUA. bercerita tentang Ezra dan Ajma. anak dari Ifdha dan temanya Ella, tidak kalah seru loh.
Bisa di lanjut baca AZRANA, cek di profil author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aovvie viie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
027
.
.
.
💐💐💐💐💐
Wanita berwajah pucat itu bangun.
Dengan keringat yang bercucuran di keningnya.
Tadi itu seperti nyata. dirinya bertemu dengan sang suami dan bahkan saling memeluk.
Tapi apa maksud dari perkataan suaminya??
Siapa yang di maksud suaminya??
Kini dirinya sudah mulai tenang.
Di lihatnya jam di dinding sudah menunjukan waktu sore.
Dia memutuskan untuk pergi ke dapur, sembari melihat ada bahan makanan apa aja yang bisa di masak.
Karena perutnya merasa keroncongan.
Wanita itu baru mengingat jika dia hanya sarapan bubur saja saat masih berada di rumah Tuan Rivaldi.
Pantas saja sekarang dia merasa lapar lagi.
Saat membuka kulkas dia menemukan berbagai macam bahan makanan.
Ternyata isi kulkas sangat lengkap. apa Tuan Rivaldi suka memasak makanya banyak sekali stok bahan makanan.
Dia lebih memilih memasak Chiken Teriyaki yang menurutnya lebih simple tapi tetap enak untuk lauk. tidak lupa memasak capcay untuk sayuranya agar lengkap.
Memasak agak sedikit banyak, takut-takut Tuan Rivaldi ke sini dan mau makan.
Karena sudah terbiasa berkutat di dapur. wanita itu hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit saja untuk menyelesaikan semua masakan.
Selesai memasak tak lupa dia membersihkan dapur dan mencuci semua peralatan bekas dirinya memasak.
Makanan pun sudah siap dan tertata di atas meja makan.
Saat ingin memakanya dia baru teringat kalau belum memasak nasi.
Akhirnya mau tidak mau Ifdha memasak nasi terlebih dahulu dan sembari menuggu nasi matang dia lebih memilih kembali ke kamar.
Saat ingin menutup gorden kamar dia melihat ternyata kamar tersebut memiliki sebuah balkon yang cukup luas untuk bersantai duduk sembari melihat pemandangan kota.
.
.
.
.
.
Rivaldi yang kini sudah selesai dengan pekerjaanya. memutuskan untuk pulang ke Apartemen agar bisa melihat keadaan wanitanya.
Sebelum pulang dia menyuruh Andre asistenya untuk mencari orang yang bisa memindahkan barang-barang miliknya yang berada di Apartemen nya esok hari.
"Oh ya .., Ndre jangan lupa juga urus berkas pemindahan Apartemenku atas nama Ifdha. aku ingin secepatnya selesai"
"Baik Tuan."
"Ok. kalau begitu aku pulang dulu"
.......
.......
.......
Selama perjalanan di dalam mobi Pria itu terus memikirkan keadanan wanitanya.
Selesai memakirkan mobilnya. dia langsung berjalan cepat menuju lift, sudah tidak sabar lagi ingin melihat Ifdha.
Lift pun terbuka dia langsung memasukan kode Apartemenya dan pintu pun terbuka.
Saat masuk ke dalam suasana sangat sepi.
Dia langsung membuka pintu kamar. di lihatnya kamar itu kosong bahkan saat mencoba melihat kamar mandi juga kosong.
Lalu kemana Ifdha? apa wanita itu sedang di dapur karena merasa lapar.
Dengan bergegas jalan Pria itu langsung ke arah dapur, saat ke dapur juga wanita itu tidak ada.
Aagggrrhhh ...
Merasa sangat khawatir, dia mengacak rambutnya merasa pikiranya sangat kacau.
Tapi bagaimana bisa Ifdha keluar dari Apartemenya. sedangkan dia tidak memberitahukan kode pintu Apartemen.
Saat sedang pusing memikirkan semua itu.
Pintu kamar tiba-tiba terbuka.
Ceklek ...
Rival langsung menoleh dan melihat Ifdha ternyata yang baru saja keluar dari kamar. dengan sedikit berlari dia langsung memeluk wanitanya dengan begitu erat.
"Tuan Rival, kau kenapa?" dengan gerakan pelan dia melepaskan pelukan tiba-tiba Pria di depanya.
"Maaf!! aku sangat khawatir padamu, dari mana saja? aku hampir saja ingin menghubungi polisi dan memintanya mencarimu"