NovelToon NovelToon
MENCINTAIMU DALAM DIAM

MENCINTAIMU DALAM DIAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Karlina Sulaiman

SEASON 1

Tentang Azzahra yang memiliki kehidupan rumit dan dicintai banyak laki-laki sampai hampir kehilangan nyawa.

SEASON 2

Tentang kehidupan Azzahra setelah menikah dan kehidupan kakaknya yang telah mendapatkan jodohnya masing-masing. Juga cerita laki-laki yang mendapat cinta tulus dari wanita lain setelah patah hati karena Azzahra.

SEASON 3

Tentang perjuangan cinta Azam dan Aisha dengan anak-anak dari sahabat orangtua mereka.

Penuh suka duka, juga perjuangan yang kuat dan tangguh dari mereka.

***

Ig. Karlina_sulaiman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

🎻🎻 Please tap jempol kalian sebelum membaca...

🔥🔥🔥 Happy Reading all..

Azzahra mengejar Bram yang sudah melarikan diri sambil tertawa terbahak tadi.

Azzahra berhasil mengejar Bram, kemudian menarik jaket Bram agar berbalik menatapnya.

Saat Bram sudah berbalik Azzahra langsung mengarahkan pistol itu ke wajah Bram dan menekan pelatuknya.

Seketika itu juga wajah Bram basah karena air yang keluar dari pistol air di tangan Azzahra.

"Haha..." tawa Bram pecah saat melihat Azzahra kesal.

"Aku mau pulang, ambil kembali pistol air mu." Azzahra mengerahkan pistol air itu kepada Bram kemudian berjalan keluar dari markas.

Tiba-tiba saja perasaannya gusar, Azzahra khawatir jika Kak Arta benar-benar mengejarnya.

Bram membiarkan saja Azzahra pergi, toh jika dia melarangnya Azzahra tetap akan nekat pergi.

Azzahra memakai helm miliknya, kemudian melajukan motor miliknya untuk kembali ke rumah.

Namun hati Azzahra menginginkan Azzahra melewati jalan yang berlawanan dengan arah rumahnya. Azzahra mengikuti saja kata hatinya.

Tubuh yang basah tidak ia hiraukan, petir dan guntur yang menggelegar selalu dia abaikan.

Sampai Azzahra tiba di sebuah jalan yang lumayan sepi dan terlihat ada sebuah motor dan mobil yang sepertinya baru saja bertabrakan.

Azzahra mendekat ke tempat di mana motor dan mobil itu berada, Azzahra menghentikan motornya, melepas helm kemudian berjalan mendekat ke arah motor yang telah rusak parah.

Azzahra membelalakkan matanya ketika dia mengenali motor itu, itu adalah salah satu motor milik Kak Arvie.

Azzahra melihat sekeliling tempat itu sampai matanya menangkap sosok seorang pria yang terbaring di atas rerumputan pinggir jalan dengan darah mengalir dari luka-luka di tubuhnya.

Azzahra berjalan mendekat, dan berusaha berpikir positif kalau orang itu bukan kakaknya.

Tangan Azzahra bergetar, jaket itu milik Kak Arvie, Azzahra mendudukkan dirinya di samping pria itu kemudian membuka helm yang di pakai pria itu.

Ketika Azzahra melihat wajah di balik helm itu, tangis Azzahra pecah seketika. Azzahra mengecek kondisi pria itu, setelah memastikan bahwa kondisinya tidak terlalu parah, Azzahra segera menghubungi rumah sakit agar mengantar ambulans ke tempat di mana dia berada sekarang.

"Fazaaaaa ... hiks... hiks... maaf kan aku, kalau aku tidak pergi kau tidak akan jadi seperti ini." isak Azzahra.

"Tuhan, aku mohon selamatkan lah Faza, dia seperti ini karena aku yang tidak bisa mengendalikan emosiku karena perasaan kecewa itu.Jangan hukum mereka Tuhan." Azzahra menyesal di hadapan Tuhannya.

Azzahra mengecek mobil yang pintunya yang masih terlihat tertutup, untuk memastikan apakah masih ada orang di dalamnya atau tidak.

Beruntung saat Azzahra mendekat ternyata pintu mobil itu sedikit terbuka. Dia melihat ada seorang pria dengan luka di kepala. Azzahra yakin jika luka itu di akibatkan karena benturan dengan kemudi mobil.

Tidak lama ambulans yang dikirim rumah sakit tiba, Azzahra meminta beberapa perawat yang ikut untuk mengangkat tubuh pria yang terbaring di rumput dan juga pria yang masih di dalam mobil.

"Pak setelah sampai rumah sakit, segera minta dokter yang bertugas untuk menangani mereka, saya tidak ingin mereka telat di tangani." ucap Azzahra pada salah satu perawat pria.

"Baiklah Dokter Azzahra, apakah Anda akan ikut?" tanya perawat itu yang mengenali Azzahra.

"Aku akan menyusul nanti."

"Baik Dokter."

Setelah itu mobil ambulans langsung melaju ke rumah sakit terdekat, tepatnya di rumah sakit milik Azzahra.

Tidak ada yang bisa melihat air mata yang mengalir di pipinya karena teralihkan oleh air hujan.

"Kalau Faza mencariku, pasti Kak Arta dan Kak Arvie juga melakukan hal sama." gumam Azzahra.

Azzahra berniat untuk menghubungi Kak Arvie, tapi ternyata HP nya mati, dan Azzahra yakin kalau itu karena kehabisan daya, karena HP miliknya tidak akan rusak karena air.

"Ah, Tuhan kenapa kau menghukumku?" teriak Azzahra di tengah hujan yang masih mengguyur bumi dengan derasnya.

Saat Azzahra berteriak tampak dari kejauhan terlihat dua motor melaju ke arahnya. Azzahra memperhatikan motor itu.

Setelah dua motor itu berhenti di hadapannya Azzahra bisa melihat ada dua orang laki-laki yang dia kenal.

"Azzahra, akhirnya kakak menemukanmu." Kak Arvie langsung memeluk Azzahra.

"Azzahra, bukankan itu motor yang di pakai Faza tadi?" tanya Kak Arvie yang masih memeluk adiknya.

Kak Arta melihat motor itu dan benar saja kalau itu merupakan motor milik Kak Arvie.

"Azzahra di mana Faza? kenapa dia tidak ada di sini, di mana adik ku?" bentak Kak Arta.

"Faza... dia kecelakaan dan sekarang di bawa ke rumah sakit Kak." jawab Azzahra.

"Azzahra ini semua salahmu, kalau kamu tidak pergi dari rumah, pasti Faza tidak akan kecelaan." maki Kak Arta karena syok saat mendengar bahwa adiknya kecelakaan.

"Maafin Azzahra Kak." ucap Azzahra.

"Sudah De, ini semua bukan salahmu, tapi yang lebih bersalah di sini adalah kakak, karena jika bukan karena kakak kamu pasti nggak akan pergi dari rumah." Kak Arvie menenangkan Azzahra.

"Kak Arvie, ayo kita ke rumah sakit!" ajak Azzahra.

"Kamu sama kakak saja, tinggalkan motormu di sini, kakak akan menyuruh seseorang untuk mengambilnya nanti."

Azzahra melirik ke arah Kak Arta yang masih tampak marah dengannya.

Kak Arta meninggalkan Azzahra dan Kak Arvie begitu saja, dia akan ke rumah sakit sekarang, walaupun Azzahra belum memberitahukan di mana rumah sakitnya tapi Kak Arta yakin kalau Faza di bawa ke rumah sakit macam milik Azzahra.

"Jangan hiraukan Arta, dia hanya sedang emosi, sebaiknya kita segera menyusulnya."

Kak Arvie menyuruh Azzahra untuk memakai helm nya, kemudian mereka segera menuju ke rumah sakit, Azzahra memeluk kakaknya dari belakang karena dia sudah merasa kedinginan.

🍁🍁🍁

Sesampainya di rumah sakit Azzahra langsung masuk ke ruang pribadinya yang jarang sekali dia masuki.

Azzahra mengganti pakaiannya dan mengambilkan pakaian yang bisa di pakai Kak Arta dan Kak Arvie.

Azzahra membawa due kemeja warna navy dan maroon dan memberikan kepada Kak Arta dan juga Kak Arvie.

Kedua lelaki itu segera berganti pakaian kemudian duduk di kursi ruang tunggu depan UGD.

Azzahra memakai jas dokternya, kemudian berjalan masuk ke UGD. Azzahra melihat Faza sudah selesai di tangani oleh Dokter Zain.

Azzahra kemudian mengecek pria yang terluka di kepalanya yang sedang ditangani oleh dokter Arum.

"Kondisinya tidak terlalu parah, Dokter Arum apa kita perlu melakukan operasi,saya khawatir jika luka itu akan berefek di kemudian hari."

"Tidak perlu Dokter Azzahra, kenapa Anda malah bertanya kepada saya, padahal Anda lebih pandai dari pada saya." ucap Dokter Arum.

"Entahlah, pikiranku sedang tidak baik, mungkin ini yang menyebabkan aku kurang fokus." batin Azzahra.

"Ah, Dokter Arum jangan berlebihan saya masih belajar." elak Azzahra.

"Anda selalu saja merendah Dokter Azzahra."

Azzahra hanya menanggapinya dengan tersenyum.

Zainal yang telah selesai, kemudian mengajak Azzahra untuk bicara, mereka duduk di tempat tidur pasien.

"Pasien sudah bisa di pindah ke ruang perawatan." ucap Zainal.

"Baiklah, bawa pasien ke ruang VIP, layani dia dengan baik, biyaya akan saya tanggung." perintah Azzahra.

"Baik Dokter."

Zainal membawa Faza ke ruang VIP sesuai perintah dari Azzahra. Kak Arta yang melihat adiknya mau dipindahkan langsung ikut membantu Zainal dan perawat.

"Dokter Arum, pindahkan pasien ini di ruang VIP juga, saya masih ada urusan, nanti saya akan mengunjungi pasien setelah urusan saya selesai." ucap Azzahra.

"Baiklah Dokter."

Dokter Arum memindahkan pasien ke ruang VIP di bantu oleh beberapa perawat.

#Jangan lupa komen dan votenya..

Terima kasih 😘💕 ..

1
Yuliana Hartini
Thor msh sekolah gimana bagi waktu utk belajar dan nulis karyanya semoga tdk terganggu ya sekolahnya semangat terus ya 👍😃
Yuliana Hartini
Saya selalu semangat membacanya semoga thor semangat juga 👍😃
Yuliana Hartini
Sorry thor jawaban suka2 gue boleh sja, tp bisa nggak yg agak lembut dikit 👏👍
Yuliana Hartini
Lanjut thor tolong biar enak yg baca jalan ceritanya lebih tersusun rapii ya dn semangat trus 👍😃😃
Nana Bati
bagus banget ceritanya walaupun awalnya agak membingungkan.... lanjoooot thor 👍👍👍
Nana Bati
bahagia ....ternyata Allah maha baik diatas kegundahan Azzahra dia dititipkan janin yg sedang berkembang dirahimnya smp 9 bln.. lanjut thor 👍👍👍
Nana Bati
seruuuuu.... semoga endingnya membahagiakan... semangat thor 👍👍👍👍👍
imam zulkifli
sadar dong azahra
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
cerita ny bgus ka...sllu bikin para readers ketawa
aku joker
semangat thor
Rinjani
happy happy walau jalan nya sendat2
Rinjani
🥰🥰🥰🥰🥰🤪🤪❤❤❤🤭🙏🙏🙏🙏
Rinjani
gatol MP
Rinjani
sedih trus..kok Azhara apes trusss seh Thor ...thor dihhh kok buat susah trusss😭😭
Rinjani
Azmy gila kok malah nyulik Azhara krn cinta di tolak🤭🤭🥰
Rinjani
Arta drh
Rinjani
ini cerita org Dubai yg anak hilang di sadur apa gmn nih apa hanya ngarang aja🤭🤭🤦‍♀️🙏
Rinjani
Arya kakak yg hilang yaa Azhara adik bungsunya
Rinjani
siapa Arya ya apa kakak Arvie dan Azharra
Rinjani
ceroboh ibu kok kayak anak2 yg minta mainnan ya namanya bukan zaman siti nurbaya u nikah paksa..kayak kekurangan laki🤭🤭🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!