NovelToon NovelToon
Menggantikan Kembaranku

Menggantikan Kembaranku

Status: tamat
Genre:Misteri / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:630.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Redwhite

Ettan Naraya tak pernah menyangka, jika kepulangannya ke kampung halaman untuk menjenguk adik kembarnya, berubah menjadi pernikahan dadakan untuknya.

"Bu, ngga mungkin aku menikahi Fatmala, aku punya kekasih!" ujar Ettan geram.

"Ibu mohon Ra, demi menjaga nama baik keluarga kita Nara, Fatma ... hamil," lirih Mayang.

Bak petir menyambar, Ettan terkejut mendengar penuturan sang ibu. Ia tak menyangka jika adiknya yang terlihat alim dan pemalu itu berani menghamili seorang gadis, yang tak lain adalah keponakan dari orang kepercayaan keluarga mereka.

Ettan Naraya seorang lelaki berpendirian teguh harus terjebak dalam situasi rumit kisah asmara adiknya. Terlebih lagi dia harus mengusut misteri tentang kematian adik kembarnya.

Mampukah Ettan Naraya memegang teguh prinsipnya sebagai lelaki?

Dan mebongkar kasus kematian adiknya?

Ikuti lika liku kisah mereka, jangan lupa tinggalkan Fav, like dan komen ya untuk dukung saya, terima kasih.

Follow juga

Fb:Vi Redwhite
IG :@vi_redwhite

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Apa sekarang tanganku harus ternoda dengan memegang pakaian dalam wanita yang sama sekali tak aku inginkan?

Aku menggeram, hati kecilku menolak melakukannya. Lantas segera kuhubungi kembali ponsel ibuku.

"Bu, mana bisa aku bawa pakaian Fatma? Belum lagi aku harus pegang pakaian dalamnya," gerutuku.

Ibu terkekeh di seberang sana, membuatku mendengus kesal.

"Kan dia istrimu, emang kenapa?"

"Jangan bahas lagi kalo ibu ngga mau dengar penolakanku!" ketusku.

"Terus? Ya udah kamu jaga Fatma, biar ibu yang pulang buat bawain pakaiannya." Tawar ibu.

Penawaran ibu sama saja membuatku harus membatalkan janji untuk bertemu Sherly.

Tak hilang akal, akhirnya aku memilih membawa semua pakaian di dalam tas Fatma tanpa harus repot-repot membawa sebagian saja.

Persetan dengan keterkejutan ibu jika melihat aku membawa semua pakaian Fatmala.

Bergegas aku membawanya ke dalam mobil. Sempat terbesit ide untuk menyerahkan terlebih dahulu tas ini, sebab aku yakin ibu memerlukan pakaian ganti untuk Fatmala yang bajunya juga sangat bau karena muntahannya.

Aku menimang-nimang jika aku datang, entah apa lagi siasat ibu untuk mencegah kepergianku.

Bukan aku tidak tahu akal ibuku, akan tetapi aku tak ingin membantah atau menyakitinya dengan selalu beradu argumen dengannya.

Ku telepon Sherly yang pastinya sudah selesai membersihkan diri.

"Sayang?"

"Mas!" pekiknya senang. "Ah, ngga jadi surprisenya dong! Ngga seru," lirihnya.

Aku terkekeh mendengar keluhannya, "ini juga udah surprise, Mas kira kamu pulang masih akhir bulan."

"Kenapa ke temuan di Cafe sih Mas? Mas marah ya sama aku?" cicitnya.

"Marah? Marah kenapa?" tanyaku bingung.

"Maaf, aku yang ngga tahu kabar duka adik Mas," ucapnya semakin melirih.

Ah, membicarakan Nathan membuat luka di hatiku terbuka kembali. Bukan hanya karena kematiannya yang masih menjadi misteri. Karena kematiannya juga sekarang hidupku menjadi sulit.

"Kok Mas diam? Tuh kan marah ya?" tukasnya membuatku terlonjak kaget.

Tentu saja aku tidak marah atas ke tidak tahuannya. Tak mungkin aku mengatakan padanya tentang masalah hidupku saat ini.

"Bukan sayang, cuma masih ke ingat Bara aja." Aku tak sepenuhnya berbohong bukan? Nyatanya aku memang memikirkan mendiang adikku.

"Sabar ya Mas, ikhlaskan," ucapnya memberi dukungan.

"Makasih sayang. kamu udah jalan?" tanyaku mengalihkan pembicaraan mengenai Nathan.

"Ini baru mau berangkat. Mamah minta Mas mampir setelah ke temuan. Bisa kan Mas?"

Bertamu ke rumahnya setelah pertemuan ini? Aku kembali tertawa miris, apa mungkin aku ke rumahnya setelah pembicaraan yang menyakitkan hatinya nanti.

"Iya," jawabku lemah.

"Kok kaya ngga semangat gitu? Mas marah juga sama mamah papahku ya?" tuduhnya salah mengartikan lirihanku.

"Bukan gitu ... kita mau ngomong di telepon aja? Kamu ngga mau ketemu Mas?" tanyaku.

"Ih apaan sih, ya udah aku berangkat sekarang, bye ... bye sayang I love you," ucapnya lantas mematikan sambungan telepon kami.

Ucapan cinta yang sangat manis, mungkin inilah ucapan cinta terakhir darinya? Semoga saja tidak.

.

.

Aku sudah sampai di depan Cafe langganan kami. Kulihat jika mobil Saka juga sudah terparkir tak jauh dari mobilku.

Kupandangi sekilas bangunan yang akan menjadi saksi, kandasnya hubungan kami.

Setelah lama menenangkan diri, aku melajukan langkah untuk segera menemui kekasih hati.

Ting

Suara lonceng yang berbunyi jika ada pelanggan masuk atau keluar sebagai ciri khas Cafe ini.

Tak lama, pasti para pelayan akan mengucapkan selamat datang. Meski tanpa harus repot-repot menatap siapa yang masuk.

"Mas!" pekik Sherly.

Gadisku segera bangkit dan berlari dari tempat duduknya untuk menghampiriku.

Grep.

Kudekap tubuhnya yang tiba-tiba menubruk dengan kencang. Para pengunjung menatap ke arah kami, membuatku sedikit malu karena sikap Sherly.

"Aku kangen," lirihnya sambil mengusel kepalanya di dadaku.

"Sama," jawabku, balas mengecup puncak kepalanya.

"Mas?" dia menengadahkan kepala menatapku.

"Ada apa?" tanyaku. Namun tak ada jawaban dia hanya memandang sendu diriku.

"Ayo duduk, kasihan Abang kamu, kaya nyamuk noh!" ucapku sambil mengedikkan dagu menunjuk Saka yang memandang sengit ke arah kami.

"Lagian Abang aneh, masa minta ikut! Ngga ada kerjaan banget sih! Dasar jomblo!" rutuk Sherly.

Dia tidak tahu saja jika Saka hanya mengantisipasi keadaan yang mungkin akan timbul setelah pertemuan ini.

Saka sangat menyayangi adiknya, Sherly sangat beruntung memiliki kakak seperti Saka.

Kami berjalan bergandengan, sampai di meja, Sherly memilih duduk di sebelahku dan berhadapan dengan Saka.

"Cih, geli gue liat kelakuan lu bedua!" cibirnya.

"Bilang aja Abang iri, makanya sana cari pacar," balas Sherly.

Terjadilah perdebatan kecil antara kakak beradik itu.

"Lagian ngapain Abang ikutan sih! Sana gih pulang," usir Sherly.

Saka enggan menjawab malah sibuk meminum pesanannya. Dia menatap tajam ke arahku. Aku tahu itu adalah isyarat agar aku segera mengatakan tujuan pertemuan ini.

"Sher ...," tiba-tiba tenggorokan ku tercekat.

Shely seperti Saka sibuk meminum pesannya sambil menoleh ke arahku.

"Inget, jangan sepotong-potong!" sela Saka.

"Ada apa sih?" tanya Sila menatap bergantian aku dan kakaknya.

Kuhirup banyak-banyak oksigen seperti seseorang yang habis tenggelam.

.

.

.

Tbc

1
Kina Putri
fatmala ini menjijikan.. baru saja ditinggal mati kekasihnya .tp tiba tiba bilang suka sama ettan blg kangen ..gak tau diri lagi
Evy
seperti bukan anak kandung...
Evy
episode ini kok aku kesal bacanya ya...
Evy
Ibu yang tidak pengertian.. memaksa kehendak.... kasihan anaknya jadi tertekan.
Evy
Fatma mulai ngelunjak...
Evy
lebih baik terus terang sama pacar...ntar runyam kalo sampai ketahuan..
Evy
Fatma seperti nya juga harus diwaspadai...diam2 menghanyutkan..
Evy
Pamannya saudara kandung seAyah dengan Ayahnya Bara bukan saudara tiri Thor....
Ocha Lanuru
seruuu ...
itu lh q suka nya klw bc novel yg udh end ...
bisa bc terooosss smpe siapp
Ocha Lanuru
gedekkk banget q sama ibuknya ...
Eka Tari
perlu tes DNA anak nya
ros
kenapa bukan si pekakor yg matinya mengenaskan? sgt tak adil bg mayang
Elvi Nopricha
emak kndung bukan ya,koq gitu..jgn"udh death lg yg kndung ini orlain yg nyamar
Elvi Nopricha
malah di tinggal dwe,,kn bsa bae dia naroh atau ngmbil sesuatu yg diperintah laki buron nyo
Elvi Nopricha
aku kepikiran fatmala kemungkinan ikut andil dlm kematian nathan,,si wira juga
Elvi Nopricha
kematian nya ada hubungan gk ya dengan perkebunan teh ,juga dg fatmala?
Khasanah Mar Atun
ajur luuurr....
Khasanah Mar Atun
duuh aku kok mlh jd kasihn sm istri 1 nya
Khasanah Mar Atun
bunuh diri ga tuh si miranda... kasihan juga ya.
Khasanah Mar Atun
kampreto memang si miranda cat rambut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!