Dia adalah orang yang sering dibuli dan dianggap remeh, yaitu seorang pecundang.
Suatu saat dia bermain game, tapi ketika pertama kali login, dia menemukan bahwa dirinya terjebak di sana.
Dia terjebak di dalam game dimana dirinya bisa mati kapan pun di dunia itu.
Aku telah memutuskan. Aku akan bertarung.
"...Dan menjadi orang yang bisa berdiri sampai akhir..."
=======================
Penasaran dengan bagaimana petualangannya di dalam dunia game?
Genre: Aksi, Komedi, Romantis, Petualangan, Sihir, Monster, Bela diri, Kerajaan.
-The Last One Standing-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23.
Untungnya waiter itu tiba-tiba saja dipanggil oleh salah satu pengunjungnya ke dalam.
Syukurlah pikirku, aku menghela napas lega setelah melihatnya pergi.
Sekarang aku tidak bisa kembali begitu saja, aku harus menjual kristal monster yang kukalahkan dalam perjalanan kemari, atau jika tidak aku akan hidup di jalanan setiap harinya di dunia ini.
Aku memutuskan untuk masuk, saat melihat ke dalam, ternyata ornamen dan hiasan di sana begitu cantik dan unik.
Saat memandangi sekitar, tiba-tiba aku dipanggil oleh seseorang.
Dia adalah kakek berambut afro putih dengan kaca mata sunglassesnya.
Awalnya aku tidak percaya pada kakek ini, dia terlihat mencurigakan, tapi aku tetap saja mendekatinya.
Setelah dia menanyakan beberapa pertanyaan kepadaku, dia memutuskan untuk mentraktirku.
Beneran nih kek, kau tidak akan menyesalinya, kan?
Baiklah, aku akan sedikit memesan makanan di sini. Aku tidak akan membuatmu menjadi bokek hanya dalam sehari, kau tidak perlu khawatir, kek. Aku orangnya tahu diri, kok.
Saat melihat daftar menu, air liur begitu saja menetes melalui mulutku. Semua makanan ini belum pernah kulihat sebelumnya, namun kelihatan sangat menggairahkan.
Sayangnya aku tidak sengaja menunjuk hampir semua menu makanan yang ada di sana. Saat ku tengok ke belakang, aku memergoki kakek itu sedang memeriksa isi dompetnya.
Mata kami berdua tiba-tiba bertemu, dengan reflek aku segera memalingkan wajah dan berpura-pura tidak melihat apapun.
Maafkan aku, kek!
Aku memakan semua makanan itu dalam waktu singkat. Tidak sesuai dugaan, makanan di sini rupanya enak-enak. Aku bahkan sampai tidak menyisakan noda sedikitpun di piringnya.
Kami berdua sekarang menjadi lebih dekat, aku membicarakan banyak hal dengan kakek itu dan sesekali tertawa.
Tapi saat kakek bertanya tentang latar belakang keluargaku, aku tidak tahu harus menjawab dengan bagaimana.
Pada akhirnya, aku menceritakan tentang keluargaku di dunia nyata. Kakek itu terdiam, dia terlihat tersentuh saat mendengarkan kisahku.
Tiba-tiba sosok waiter muncul dari samping dan memberikan sebuah ice cream gratis kepadaku, saat kutanya kenapa, waiter itu malah mendengus dan pergi begitu saja.
Ternyata tidak semua orang jahat kurasa.
Beberapa menit telah berlalu, waiter yang tadinya bersikap dingin dan ketus kepadaku, sekarang terlihat lebih hangat.
Waiter itu menanyakan tentang kristal monster yang ingin kujual, tapi saat aku akan memberikan benda itu padanya. Tiba-tiba saja seorang pemabuk datang dan mengacaukan segalanya.
Aku melihat wajah waiter itu, dia tampak kesusahan.
Waiter itu terus melirik ke kanan dan kiri mencari bantuan. Namun tidak ada seorang pun yang menolongnya.
Aku tahu perasaan seperti itu. Aku juga pernah mengalaminya. Yaitu saat Chandra and the gengs membuliku.
Aku melihat semua orang, ke kiri dan kanan, tidak ada seorangpun yang melakukan sesuatu.
Karena tidak ada pilihan lain aku pun memutuskan untuk berdiri. Tapi saat aku akan bergerak, aku dikejutkan dengan perkataannya.
Dia menyebutkan seorang player? Aku kembali duduk dan mencoba mendengarkan, namun tidak ada lagi informasi yang kudapatkan.
Pemabuk itupun juga jadi lebih berani. Wajahnya lebih sagne dari yang sebelumnya.
Baiklah sudah cukup kurasa.
Aku berdiri di belakangnya dan menanyakan namanya. Lalu saat mengetahui jika dirinya adalah seorang wakil kapten tubuhku tiba-tiba menjadi lemas.
Sayangnya semua orang tidak dapat melihat hal itu.
Aku berdiri dengan tegak di sana.
Setelah menampar wajah sang wakil kapten berulang kali...
Eh?
Dia sangat lemah ternyata.
Aku pun mengetahui jika dirinya hanya bisa omong doang. Tapi tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah senjata.
Apa-apaan ini ke mana jiwa kesatriamu?
Aku berlari dan menjegal kaki sang wakil kapten, dia ternyata lebih ringan dari yang kukira.
Sekali lagi aku menampar wajahnya berulang kali.
Aku begitu kesal setelah mendengar dia mau bermain kotor, orang itu entah Ripo atau Lipo namanya, dia memerintahkan anak buahnya untuk menyakiti kakek afro dan waiter imut di sampingnya.
Aku pun terpaksa menggunakan skill dan pedangku.
Melihat semua itu, sang wakil kapten berteriak dan mengataiku dengan sebutan monster.
Padahal kau sendirilah yang monster di sini.
Orang itu kemudian kabur bersama dengan dua orang anak buahnya.
Aku melihat ke sekitar, suasana tiba-tiba menjadi berat dan canggung. Barang-barang banyak yang sudah rusak dan pecah.
Para pelanggan pun pamit meninggalkan Serikat Guild satu persatu, entah karena mereka merasa tidak enak atau merasa takut kepadaku.
Mereka pergi dengan terburu-buru.
Shania juga meminta ijin untuk pergi, dia ingin membersihkan semua kekacauan yang telah kubuat di rumahnya.
Shania Moore adalah perempuan yang luar biasa, dia mampu membersihkan semua itu hanya dalam waktu setengah jam.
Aku sekarang duduk di kursi bersama dengan kakek rambut afro di sampingku.
Baru kali ini dia mengungkapkan namanya kepadaku, dia adalah Geothe Sang Afro.
"Nak, ikutlah bersamaku. Tinggal bersamaku di rumahku meski itu sederhana."
Mungkin maksud author ni berbagai negara ya?