Sebelumnya ia berpamitan untuk pergi ke toko membeli keperluan kedua putra kembar kami. Tetapi ia tidak kunjung kembali dan aku sangat khawatir.
Berbagai cara aku lakukan untuk mencarinya baik lewat jalur udara maupun laut. Hingga bertahun tahun lamanya.
Aku berpikir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sampai aku melihatnya dengan pria lain di Instagram. Seketika hatiku hancur, kaki ku terasa lumpuh. Istriku tega mengkhianatiku dan meninggalkan kedua putra kembar kami.
Aku menyimpan rahasia ini sendirian tanpa memberitahu kedua putra kembar ku, dan memutuskan untuk merawat dan membesarkannya.
Sampai suatu hari, aku terpaksa menikahi seorang gadis salah satu pasien rumah sakit jiwa.
Hay kakak semua, ada novel baru nih yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Biarkan aku pergi.
Di tengah perjalanan, Ningrum menghubungi Ken untuk segera pulang ke rumahnya. Kemudian Ken meminta Arya untuk pulang dulu ke rumah sebelum melanjutkan perjalanan mencari Tianyfa.
Sesampainya di rumah, Ken terkejut melihat Tianyfa wajahnya lebam lebam, duduk di sudut ruangan memeluk boneka beruangnya.
"Tian?" Ken duduk di lantai, tangannya terulur menyentuh rambut Tianyfa lalu memeluknya dengan erat. "Apa yang terjadi dengan Tian, Bu?"
Ningrum berjalan menghampiri Ken, lalu duduk di lantai. Memperhatikan Tianyfa dalam pelukan Ke. Sementara Arya hanya diam, berdiri bersandar di lemari.
"Nak, percaya padaku. Istrimu tidak gila, mereka yang melakukan ini semua. Supaya istrimu terlihat gila di mata orang lain." Jelas Ningrum.
"Siapa yang melakukannya Bu?" tanya Ken.
"Elmira dan Niken!" jawab Ningrum.
Ken melirik tajam ke arah Ningrum. Ia tidak percaya dengan pernyataannya.
"Tidak mungkin, bu!" ucap Ken. "Ibu boleh membenci Elmira, tapi ibu tidak bisa menuduh ibu dari anak anakku yang melakukan semua ini." Peotes Ken.
"Kau pikir, ibu membual?" tanya Ningrum, sangat menyesali ucapan Ken yang seolah olah menganggap dirinya berbohong.
"Entahlah bu!" Ken melepaskan pelukannya, lalu berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Ken!" seru Ningrum. "Percaya pada ibu, nak!"
Namun Ken tidak menggubrisnya, ia beranjak pergi dari kamar. Sementara Arya, tidak tahu harus berbuat dan berkata apa lagi. Ternyata wanita yang telah di jodohkan dengannya sudah menikah dengan sahabatnya sendiri. Arya melangkahkan kakinya keluar dari kamar, dan memutuskan untuk kembali menemui Robert.
****
"Tian, kau mau kemana?" tanya Ken, menarik tangan Tianyfa mundur ke belakang.
Tianyfa mengangkat wajahnya, menatap ke arah Ken.
"Aku harus pergi, maaf. Aku tidak bisa menjadi istrimu. Aku tidak pantas menggantikan Elmira menjadi ibu dari anak anakmu." Ucap Tianyfa serius.
Kedua alis Ken bertaut, untuk pertama kalinya. Tianyfa bicara serius layaknya wanita normal pada umumnya.
"Kau..?"
Tianyfa mengangguk, "biarkan aku pergi, mulai hari ini. Di antara kita tidak ada hubungan apa apa lagi."
"Sebenarnya kau tidak gila? jadi benar apa kata ibu?" Ken melepaskan genggaman tangannya. "Selama ini kau menipuku?"
Tianyfa menggelengkan kepalanya, perlahan berjalan mundur seraya memeluk bonekanya.
"Selamat tinggal Ken!" Tianyfa balik badan, lalu berlari keluar dari rumah.
Ningrum yang baru saja keluar dari kamar, melihat Tianyfa berlari keluar. Memanggil namanya dan berlari menyusul Tianyfa. Namun Ken mencegah Ningrun untuk menyusul Tianyfa.
"Biarkan penipu itu pergi bu!"
"Lepaskan tangan ibu!" bentak Ningrum, tangannya menunjuk wajah Ken. "Kau akan menyesal Ken!"
"Bu! Tianyfa sudah menipuku!" seru Ken.
"Tianyfa tidak menipumu, Elmira yang sudah menipumu!" protes Ningrum.
"Bu, ibu boleh benci Elmira. Tidak mungkin Elmira melakukan itu semua, buat apa? apa untungnya?" Ken masih saja membela Elmira.
"Terserah kau saja!" Ningrum beranjak pergi menuju kamar pribadinya untuk berganti pakaian dan menyusul Tianyfa.
Sementara itu, di lain tempat.
Galaksi menjemput Gerhana di sekolahnya. Ia memaksa saudara kembarnya untuk menemaninya, ikut perlombaan balap motor liar yang akan di selenggarakan nanti malam. Galaksi mengajak Gerhana, supaya ia terbebas dari kemarahan Ken.
"Aku tidak mau ikut!" tolak Gerhana.
"Aku mohon, sekali ini saja. Aku janji, kalau kali ini aku menang. Aku tidak akan main balapan lagi." Ucap Galaksi memohon.
"Tetap saja aku tidak mau!" Gerhana tetap menolak.
Namun Galaksi terus memohon, dan memaksa saudaranya untuk ikut bersamanya. Lama kelamaan, akhirnya Gerhana mengikuti kemauan Galaksi.
"Baiklah, tapi sekali ini saja!" seru Gerhana.
Galaksi menganggukkan kepalanya.
"Ayo cepat naik!" perintah Galaksi.
Gerhana naik ke atas motor, kemudian Galaksi melajukan motornya meninggalkan sekolah Gerhana.
lope lope bwat mereka semua....peluk onlen bwat othornya...Makasiiih untuk ceritanya.
jgn lupa kasih extra part ya😘😘😘😘
Salam dri " Reinkarnasi untuk Balas dendam "
Hhhhh
lanjut makk,mngatt