"Ayo kita menikah."Ucap seorang pria bertubuh tegap dan tampan. Dia adalah seseorang yang tidak sengaja telah tidur bersamaku di malam itu.
Aku hanyalah seorang pelayan yang bekerja dengannya. Aku mana mungkin bisa menikahinya!
Tapi bagaimana dengan nasib anak yang ada di dalam kandunganku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEMINIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebencian Edith
"Oh, kukira apaan Daisy. Iya baju-bajunya cantik semua Daisy! Coba kau pakai!"Ucap Lily ikut bersemangat.
Daisy kemudian mencoba beberapa gaun itu dan dia memutar badannya di depan cermin. Lekukan tubuh Daisy cukup bagus sehingga dia cocok memakai gaun apapun yang dibelikan oleh Nathan.
"Bagaimana Lily? Apa cocok?"Tanya Daisy.
Lily mengangkat jempol. "Sangat! Kau cantik sekali Daisy! Nathan pandai sekali memilihkannya untukmu. Kau tahu, kau pakai baju seperti ini tidak jauh dari para artis di luar sana tahu."Ucap Lily memuji.
"Sungguh? Ah, aku jadi malu nih Lily."Ucap Daisy tersipu mendengar pujian Lily.
"Aku hanya mengatakan fakta Daisy. Kau harus percaya diri. Mulai besok jika kau keluar rumah, kau harus memakai gaun-gaun pemberian calon suamimu itu, Daisy."Ucap Lily.
Daisy hanya mengangguk. "Terima kasih Lily. Oh ya, ada satu gaun yang kayaknya cocok untukmu Lily. Ini dia, coba kau pakai dulu."Ucap Daisy sambil menyodorkan satu gaun berwarna hitam.
"Eh, tidak! Semua gaun ini kan untukmu Daisy. Masa kau berikan padaku??"Tanya Lily kaget sekaligus merasa segan.
"Tidak apa-apa Lily. Setelah kuhitung semuanya, Nathan membelikanku 12 gaun. Aku rencananya ingin memberimu satu sebagai rasa terima kasihku. Kumohon dipakai ya. Aku akan senang sekali jika kau mau memakainya."Ucap Daisy memohon.
Aduh Daisy, kau benar-benar sahabat yang sangat perhatian. Aku jadi semakin menyayangimu!
"Apa kau yakin kau tidak mau gaun ini?"Tanya lagi Lily.
Daisy menggeleng dengan cepat. "Aku sudah punya gaun berwarna hitam seperti ini. Pakailah Lily. Aku ingin melihatnya."Ucap Daisy.
"Baiklah Daisy. Terima kasih. Dan aku juga ingin mengucapkan terima kasih juga kepada calon suamimu. Tolong sampaikan ya!"Ucap Lily seraya mengambil gaunnya.
"Iya, pasti bakal aku sampaikan kok."Ucap Daisy.
Beberapa menit kemudian Lily mengenakan gaun yang dipilihkan Daisy. Daisy membulatkan matanya saat melihat Lily dengan gaun hitam itu.
"Wah, Lily! Kau cantik sekali! Seperti bidadari!"Ucap Daisy heboh.
"Hah? Apaan sih Daisy! Kau berlebihan!"Ucap Lily jadi malu.
"Aku berbicara apa adanya Lily. Percayalah. Biasanya aku hanya melihatmu memakai kemeja dan celana jeans atau baju formal mengajarmu. Kau benar-benar sangat cantik Lily."Ucap Daisy.
"Ah...aku jadi malu nih."Ucap Lily dengan wajah tersipu.
"Hahaha, Lily imut sekali!"
"Jangan mengejekku Daisy!"
*****
Sementara di kafe milik Aiden, Aiden jadi lebih sering menetap di kafenya sambil mengawasi beberapa karyawan yang bekerja padanya. Dia terus mengingat apa yang dikatakan Daisy tentang para karyawannya yang suka bersikap seenaknya saat bekerja.
Sementara Edith, dia masih kesal meskipun Daisy sudah keluar dari pekerjaannya. Dia kesal karena Aiden jadi semakin ketat mengawasi mereka. Dia juga baru lihat berita tentang Daisy bersama dengan Nathaniel Rodriguez, seorang presdir. Mereka telah saling berhubungan dan Daisy hamil anak Nathaniel. Dia semakin membenci Daisy. Dia merasa Daisy terlalu mendapat cinta dari orang-orang yang terkenal luar biasa.
"Sudah dua minggu sejak keluarnya Daisy dari pekerjaannya, dia tetaplah wanita yang memiliki hati baik. Aku jadi merindukannya. Jujur saja, ketika dia bekerja disini, semuanya sangat terkendali."Ucap salah satu karyawan yang tiba-tiba teringat dengan Daisy.
Sementara Edith, dia muak dengan para karyawan yang terus membicarakan Daisy dan memuja-muji wanita itu.
Cih! Aku masih tidak menerima wanita itu bersenang-senang di luar sana. Dasar wanita pelac*r licik! Lihat saja bagaimana kau menghadapi orang-orang yang membencimu!
Edith melihat ponselnya. Dia membuka kontak telepon dan dari deretan nama, terdapat nama Amber Jones tertera di kontak itu. Dia kemudian tersenyum licik.
Malam harinya, masih di kafe Aiden, Aiden sudah pulang duluan. Beberapa karyawan juga sudah ada yang pulang. Edith sengaja pulang sedikit terlambat agar dia bisa diberi privasi.
Kuharap ini berhasil!
Edith mulai menelepon nomor Amber.
Tuut...tuut...
"Halo?"Sapa Amber dari balik telepon.
"Ha-halo...apakah ini dengan Nona Amber?"Tanya Edith sedikit gugup.
"Iya benar. Ini siapa ya?"
"Namaku...Edith Shaw. Aku ada hal penting yang ingin diberitahu kepadamu."
"Ah, lalu darimana kau dapat nomorku?"Tanya Amber.
"Aku mendapatkannya dari temanku. Katanya dia bekerja di tempat kantormu."
"Oh, jadi ada hal apa yang ingin kau katakan?"
"Itu...aku saat ini bekerja di kafe Tuan Aiden. Nona pasti tahu siapa Tuan Aiden kan?"
"Iya aku tahu. Dia pengusaha pemilik kafe yang terkenal itu. Kenapa?"
"Begini, Daisy pernah bekerja di kafe milik Tuan Aiden, tetapi sudah mengundurkan diri. Aku memiliki informasi jika Tuan Aiden dan Daisy terlihat dekat. Daisy terlihat seperti menggoda Tuan Aiden. Lalu--"
"Apa katamu? Daisy menggoda Aiden? Wah, apa alasanmu memberitahu hal ini kepadaku?"Tanya Amber cukup terkejut.
"Aku tidak suka kepada Daisy karena aku sudah melihat berita tentang Presdir Nathaniel yang berhubungan dengannya. Dan saya juga sudah tahu jika Nona Amber adalah tunangan Presdir Nathaniel."Ucap Edith.
"Kalau begitu sebaiknya kita bicara langsung saja. Temui aku di tempatku besok siang. Aku akan memberimu alamatnya."Ucap Amber.
"Ah, baik Nona. Saya akan datang kesana. Terima kasih karena sudah memberi saya kesempatan untuk berbicara dengan anda, Nona."Ucap Edith terlihat begitu senang.
"Jangan sungkan."
*****
Keesokan harinya, sesuai janji Edith dengan bersemangat menemui Amber di tempatnya
Edith sengaja memaksakan dirinya jauh-jauh datang dari luar kota demi bertemu dengan Amber, karena untuk membalas dendam kepada Daisy.
"Hai, jadi kau ya gadis yang bernama Edith Shaw?"Sapa Amber dengan ramah.
"I-iya benar."Ucap Edith sedikit malu-malu.
Wah, dilihat langsung Nona Amber jauh lebih cantik! Wajahnya seperti boneka!
"Jadi, kita langsung saja ya. Maaf, soalnya setelah ini aku masih ada pekerjaan."Ucap Amber.
"Iya, tidak apa-apa Nona. Jadi tujuan saya datang kemari untuk mengusulkan rencana, Nona Amber."
"Oh, katakan apa rencanamu?"
"Begini Nona, aku sangat benci dengan Daisy. Dia selalu mendapat perhatian dari orang-orang yang tidak pantas bersamanya seperti Tuan Aiden, Tuan Nathaniel dan bahkan Nona Jessy!"
"Nona Jessy katamu?! Apa kau tahu siapa Nona Jessy itu?"Tanya Amber shock.
"Tentu saja Nona. Nona Jessy adalah kakak perempuan kandung Tuan Nathaniel. Waktu itu aku merasa geram dengan Daisy dan ingin memberi pelajaran untuknya. Tapi Nona Jessy tiba-tiba membela Daisy. Mereka malah berbincang-bincang dan Nona Jesssy sempat mengancam kami."
Amber sedikit bingung. "Kenapa Nona Jessy bisa ada di kafe itu?"
Edith mulai menjelaskan jika Aiden dan Nathan adalah sahabat sejak kecil. Jadi mereka berdua saling akrab dan bahkan Jessy cukup dekat dengan mereka.
"Jadi Nona Amber tidak pernah tahu jika Tuan Aiden sahabatnya Nathan?"Tanya Edith.
"Hehe, tidak. Nathan orangnya sangat tertutup. Aku juga tidak tahu jika selama ini Aiden adalah sahabat baiknya Nathan."Ucap Amber sambil nyengir.
"Ah, Kalau begitu aku ingin mengusulkan jika Nona Amber sebaiknya menyebarkan berita kedekatan Daisy dengan Tuan Aiden. Apakah anda bisa melakukannya? Anda juga ingin menikah dengan Tuan Nathan karena mencintainya kan?"
Next....
.. 👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣