Siti Aisyah dokter muda cantik,ia terlahir sebagai yatim. namun kehidupannya sangat bahagia karena dikelilingi orang orang yang begitu menyayanginya sampai akhirnya ia harus menikah karena sebuah ancaman dari seorang pria berkuasa. Ia harus mengorbankan masa depannya untuk sebuah pesantren dan orang yang ia sayangi.
Bastian putra anggara pria berkuasa memiliki segalanya,pria yang selalu menghabiskan malam malamnya dengan miras dan ditemani wanita wanita penghibur
Muhammad Hafiz Ramadhan pria yang selalu ada di samping Aisyah,mencintai dan menyayangi Aisyah dengan tulus
akankah pernikahannya berujung bahagia atau sebaliknya
Ikuti perjuangan Aisyah,terima kasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LIBUR AKHIR PEKAN
Surat perceraian Hafizah dan Bastian telah selesai diurus oleh Bastian. Setelah perceraian itu Hafizah memutuskan untuk kembali ke kota Malang,ia akan memulai karirnya di sana.
Semua telah kembali seperti semula. Aisyah sudah memulai pekerjaan di rumah sakit miliknya. Begitu pun dengan Hafiz,kini mereka bekerja di tempat berbeda.
Nicolas akan segera kembali ke Cina,ia sudah terlalu lama meninggalkan rumah pengobatannya. Ia juga telah mengajarkan beberapa resep ramuan kepada Aisyah. Untuk selanjutnya rumah sakit milik Aisyah akan bekerja sama dengan rumah pengobatan Nicolas.
Kehidupan Aisyah begitu sempurna untuk saat ini,semua hal yang mengujinya dapat ia lewati dengan baik. Pengorbanan demi pengorbanan ia lalui dengan ikhlas dan sabar,kini ia memetik hasil dari semua itu.
"Mama,hari ini hari pertama Bella masuk sekolah,apa mama mau mengantar Bella ke sekolah ma??"' Tanya Bella yang kini sudah mulai menempuh pendidikan anak usia dini.
"Pasti sayang,mama pasti mengantar Bella" Jawab Aisyah.
"Kita sarapan dulu ya ma" Ucap Bella.
"Iya sayang,Bella tunggu di meja makan ya! Mama panggil papa dulu" Aisyah ingin memanggil suaminya yang masih di kamar.
"Apa papa telat...?" Tiba-tiba Bastian sudah berada di tangga.
Dengan senyum yang mengembang di bibir,mereka bertiga berjalan mendekati meja makan untuk sarapan bersama. Selesai sarapan,Bastian berangkat ke kantornya dengan mengendarai mobil sendiri. Sedangkan Aisyah bersama Abella mengendarai mobil Aisyah. Ia akan mengantar Abella lebih dulu baru kemudian pergi ke rumah sakitnya.
Aisyah dan Bastian selalu meluangkan waktu untuk putri mereka. Setiap akhir pekan mereka mengajak Abella pergi ke suatu tempat untuk bersenang-senang.
Kali ini mereka berlibur ke sebuah penginapan keluarga di atas bukit. Tempat yang sangat indah dan sejuk. Pemandangan laut lepas,sungai,pedesaan,jalanan kota yang lebar semua bisa disaksikan dari atas bukit. Semua yang ada hanya terlihat seperti coretan crayon di atas kertas,tampak sangat kecil seperti gambar di atas atlas.
"Mama,papa,liat....Bella menggambar pemandangan lho" Ucap Bella sambil berlari ke arah orang tuanya yang tengah menikmati kopi ditemani sepiring kue.
"Eh iya sayang,bagus sekali...anak mama pinter" Puji Aisyah kepada Abella.
"Makasih ma..." Ucap Abella kemudian memeluk kedua orang tuanya.
Malam ini mereka berencana untuk bermalam di vila itu dan akan kembali besok pagi setelah sarapan.
Mereka menghabiskan malam sebelum tidur dengan bermain bersama Abella. Tiba-tiba ponsel Bastian berdering. Bastian pun menggeser ikon warna hijau dan menerima panggilan tersebut.
"Halo,Assalamualaikum..."
"Iya benar saya sendiri,apa...anda yakin??"
"Baik,saya akan segera ke sana!" Pembicaraan Bastian di ponsel membuat terkejut Aisyah dan Abella.
"Ada apa mas..?" Tanya Aisyah.
"Kita harus segera kembali sayang!" Ucap Bastian dengan tergesa-gesa kemudian mereka berkemas dan meninggalkan vila.
Melihat Bastian yang begitu panik sepertinya telah terjadi sesuatu,tapi apa? Aisyah ingin menanyakannya.
Di perjalanan Bastian hanya diam dan gokus untuk mengemudi,ia harus berusaha tenang agar tak membahayakan anak dan istrinya.
"Mas...sebenarnya ada apa?" Tanya Aisyah.
Bastian diam tak menjawab,ia tak mau Aisyah panik.
"Mas,apapun yang terjadi itu sudah kehendakNya kita tidak bisa menolak. Tapi kita akan berusaha mengatasinya tentunya dengan ijin Allah" Aisyah berusaha menenangkan Bastian.
"Astagfirullah Aladzim...iya sayang makasih ya..." Bastian sudah sedikit tenang.
"Sayang,papa,mama,dan Reysa mengalami kecelakaan ketika mereka hendak menuju ke rumah kita,sekarang ada di rumah sakit dan keadaan mereka kritis" Bastian mencoba menjelaskan kejadian yang tengah dialami keluarganya.
"Innalillahi Wainnailaihirojiun" Aisyah terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.
"Kita serahkan semuanya kepada Allah,kita langsung menuju ke sana" Ucap Bastian dan menambah kecepatan mobilnya.
"Tapi Abella" Aisyah menoleh ke belakang menatap Abella yang sudah terlelap.
"Kalo begitu kita mampir ke rumah dulu,biar Abella sama bi Minah" Ucap Bastian.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di rumah,kemudian Bastian langsung turun dan menggendong Abella,membawanya masuk ke dalam rumah serta berpamitan kepada bi Minah. Aisyah membawa masuk barang-barang Abella yang ada di dalam mobil.
"Sudah siap sayang?" Tanya Bastian dan Aisyah mengangguk "Kita berangkat sekarang" Mereka menuju rumah sakit dimana pak Doni dan keluarganya dirawat.
Dalam waktu tempuh sekitar satu setengah jam mereka telah sampai di rumah sakit. Pak Doni dan keluarga dirawat di rumah sakit terdekat dari lokasi kecelakaan.
"Suster saya orang yang bertanggung jawab atas pasien kecelakaan bernama Doni Anggara dan keluarganya" Ucap Bastian kepada perawat yang berjaga dan menanyakan keberadaan pak Doni.
"Oh baik pak,kini pak Doni dan keluarga masih di IGD dan belum sadarkan diri. Silahkan bapak isi formulir pendaftaran pasien dan kami akan segera melakukan penanganan lebih lanjut" Ucap perawat itu.
Selesai di bagian pendaftaran Bastian dan Aisyah segera berlari menuju ruang IGD untuk melihat kondisi pak Doni dan keluarganya.
Pak Doni terbaring lemah dan belum sadarkan diri,begitupun bu Diana dan Reysa. Seorang dokter menghampiri mereka.
"Dokter Aisyah..." Sapa dokter itu mengenali siapa Aisyah.
"Iya.." Aisyah menoleh dan memperhatikan seorang dokter laki-laki yang menyapanya.
"Senang bertemu dengan anda,siapa yang sakit" Dokter itu mengulurkan tangan kepada Aisyah kemudian kepada Bastian.
"Ehh...iya dok,saya mengunjungi orang tua saya mereka mengalami kecelakaan dan ini suami saya" Ucap Aisyah yang kemudian memperkenalkan Bastian kepada dokter itu.
"Oh pasien yang baru saja masuk karena kecelakaan?" Tanya dokter itu.
"Iya dok,kami sudah mendaftar di bagian adminitrasi,tolong segera lakukan tindakan selanjutnya" Aisyah memberitahukan kepada dokter itu.
"Baik,sebelumnya saya akan menjelaskan keadaan pasien,bisakah anda ikut ke ruangan saya?" Dokter itu meminta Aisyah dan Bastian ke ruangannya untuk menjelaskan keadaan pak Doni dan keluarga kemudian memberikan penanganan lanjut yang harus dilakukan.
Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin
mampir juga ya karyaku. 'takdir cinta sang pengantin pengganti'