⚠️ Warning..!! Rate 21++
"pelan pelan tuan, saya sedang hamil"
"A..APAA.. MAKSUDMU?"
"siapa yang telah menanam benih di rahimu?
"apa maksud tuan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rieda mustafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Pertemuan 1
***Abaiikan Typonya 😊
Happy Reading***




...***🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋***...
Pagi telah tiba
Rei sudah bersiap siap. Hari ini Rei akan melamar Mar di depan keluarganya. Rei sudah menyiapkan cincin sejak 4 bulan yg lalu.
Rei tersenyum di depan cermin, sambil mematut dirinya.
"Aku yakin Yuki mulai membuka hatinya untukku. Karena kejadian semalam seolah menjawab doa doaku." Ucap Rei.
Yuki yg tidak ada penolakan saat di cium, membuat Rei seperti mendapat jawaban.
"Ahirnya.. setelah sekian lama berjuang untuk mendapatkan Yuki. Kini cinta sudah terbalaskan." Ucap Rei lagi
Notif masuk di ponsel Rei. Rei pun menggeser layar ponselnya dan segera membaca isi pesan.
^^^***Yuki***..^^^
^^^"Rei... maafin aku . Aku Gak bisa hadir di acaramu, Aku harus keluar kota. Karena urusan yg sangat penting"^^^
Rei
"Kok mendadak sih ki?"
^^^***Yuki***..^^^
^^^"Nanti siang setelah urusanku selesei aku langsung meluncur ke gedung semoga tidak terlambat"^^^
Rei..
"Ya sudah.. jaga dirimu baik baik"
Sudah tak ada balasan.
Rei langsung lemas. Padahal hari ini dia akn mengenalkan Yuki pada keluarganya. Namun gagal.
Tiba tiba pintu terbuka. "Anak momi ganteng banget." Ucap Tania yg tiba tiba muncul.
Lalu Tania memeluk putra kedua-nya itu. Tak berselang lama Thomas masuk. "Boy.. wahh sekarang sudah mulai dewasa kamu ya" ucap Ansel yg langsung di sambut senyum oleh sang adik. Merekapun berpelukan.
"Sudah siap? Ayuk kita berangkat" tanya Ansel. merekapun keluar dari rumah Rei. "Tunggu ada yg tertinggal" ucap Rei
"Apaan itu?" Tanya Tania. Sedang kan Ansel menatap curiga.
"Hari ini selain aku wisuda. Aku juga akan melamar wanita pujaanku mom" ucap Rei berbinar
"Wahh.. sudah tak sabar nih momi nimang cucu" ucap Tania
"Gadis ini adalah gadis yg spesial mom. Rei harap momi menyukainya" ucap Rei lagi
"Kalau soal itu.. momi selalu menginginkan kebahagiaan kalian."
Ehemm... Ansel yg di abaikan sejak tadi. Menjadi cemburu dengan momi dan Rei.
"Kak Thom.. kapan nihh mau bawain momi menantu" tanya Rei.
"Sebentar lagi" balasnya. Padahal tak tau kapan ia akn menemukan Mar kembali. "Mar.. kau benar benar telah menghukumku. Cepatlah keluar dari persembunyianmu. Lihat saja jika aku berhasil menemukanmu. Aku akn menghukummu dengan seluruh cuntaku yg tak pernah tersalurkan." Cerocos Ansel dalam hati
"Momi heran deh.. apa kau punya penyakit Thom? Kenapa dulu saat kamu menikahi Bella tak kunjung hamil? Sedangkan saat Bella jadi istri Jimmi. Kini mereka tengah berbahagia dengan anak mereka?" Tanya Tania yg tiba tiba.
Ansel jadi gugup. Ingin Rasanya dia menjawab pertanyaan mominya. Namun Ansel ragu. Takut mominya akan marah padanya. Karena dulu dirinya tak pernah menyentuh Bella.
Tapi Ansel membenarkan ucapan mominya. Semenjak kepergian Mar. Junior Ansel memang sakit. Namun bukan karena penyakit. Melainkan mungkin kekecawaan pada juniornya karena kehilangan cintanya. Bisa di bilang junior Ansel ngambeg padanya.
Bahkan sudah selama 5 tahun. Ansel sudah tak berhubungan lagi pada wanita manapun.
"Apa mungkin aku sudah tak bisa membuahi lagi pada wanita manapun?" Tanya Ansel dalam hati
Kini hati Ansel di landa cemas begitu sangat gelisah dengan masa depanya.
Masak seorang Ansel yg dulunya terkenal maniak \*\*\*. Sekarang jadi tak berdaya. Argghhh... teriak Ansel yg tiba tiba.
"Kak kau kenapa?" Tanya Tania
"Tidak ada mom.. cuma teringat masa lalu" jawabnya
"Apa kau benar benar punya penyakit?" Tanya Tania lagi
"Ti.. tidak mom.. mungkin dulu aku dan Bella.." ucapnya terpotong oleh Rei
"Mom.. mungkin karena kak Thom dan kak Bella tak berjodoh. Jadinya Tuhan tak memberi ikatan pada keduanya" ucapan Rei membuat Tania mengiyakan.
Ahirnya merekapun telah sampai di gedung. Rei langsung turun dari mobil dan membuka pintu mobil yg sebelah untuk momi.
Rei dan Tania jalan duluan. Sedangkan Ansel menepi karena ada telpon masuk. Ansel ngobrol dengan lawan bicara sambil jalan. Hingga dia tak melihat ada anak kecil yg sedang berjalan.
Ansel pun menabrak anak kecil itu. "Auww.. catiit" keluh Sellin yg tak sengaja di tabrak oleh Ansel.
Sedangkan Ansel mencari suara lolongan kesakitan yg ia dengar.
"Tuan.. anda telah menabrak anak kecil itu" ucap seorang wanita yg juga peserta wisuda.
Ansel melihat ke bawah. Dan melihat gadis kecil telah mengaduh kesakitan.
Ansel lalu jongkok mensejajarkan dirinya dengan gadis kecil itu.
"Apanya yg sakit hemm?" Tanya Ansel yg langsung mengambil gadis itu. Duduk kursi yg sudah ada.
Saat gadis itu melihat tatapan Ansel. Ansel merasakan seperti pernah melihatnya. Namun di mana. "Om.. cini yg catit." Tunjuk Sellin pada kakinya yg terinjak oleh Ansel.
"Maafin om ya. Om tak lihat tadi, kamu sama siapa kesini hemm?" Tanya Ansel lagi
"Cama oma. Cama kak Cello" balasnya
"Lalu mereka mana?" Tanya Ansel
Namun saat bertanya. Tiba tiba ada beberapa suara yg memanggl nama Sellin.
"Sellin.. Sellin.. di mana kamu sayang?" Teriak Rei dan juga Alexa.
"Ayah Lei.. Cellin di cini" jawab Sellin
Rei langsung berlari menghampiri Sellin.. "ayah mencarimu sayang" ucapnya
"Rei.. apa apaan ini. Kamu bilang 'AYAH'?" Tanya Ansel tak percaya.
Rei hanya garuk garuk kepala yg tak gatal sambil ketawa kuda "hehehe"
"Rei katakan pada kakak. Apa maksudmu?" Tanya Ansel lagi
"Kau sudah punya anak. Sedangkan kau belum menikah" ucap Ansel yg penuh penekanan
"Kak.. dia itu sudah ku anggap seperti anakku sendiri. Dia lahir tanpa seorang ayah di sisinya" terang Ansel
"Jadi ibunya seorang \*\*\*\*\*\*?" Tanya Ansel lagi. Kini dengan nada sedikit meluapkan amarahnya.
"Bukan kak.. jangan keras keras ngatain \*\*\*\*\*\*. nanti saja aku ceritanya. Malu banyak orang disini" ucap Rei sambil berbisik
Merekapun masuk. "Cellin.. kak Cello mencali mu" ucap Sello yg langsung menghampiri sang adik. Lalu memeluknya.
Ansel di buat kaget lagi dengan hadirnya anak kecil yg mirp dengan gadis kecil itu. "Tunggu.. apa mereka kembar?" Tanyanya
Lalu Alexa masuk dengan seorang wanita yg di ketahui pengasuh mereka berdua.
"Syukurlah.. kalian sudah di sini" ucap Alexa merasa lega. Tadi Alexa dan pengasuhnya mencari Sellin saat di sadari Sellin tak bersama mereka. Mereka terlalu hawatir dengan Sello hingga yg mereka gandeng hanya Sello.
"Bik.. bagaimana sih.. Sellin bisa lepas pergi sendiri?" Tanya Rei.
"Maafkan bibik.. tadi Salah menggandeng" ucapnya.
"Kalo kejadian seperti ini. Jangan sampai Yuki tau. Nanti dia tambah hawatir" ucap Alexa
"Ya nggaklah bik. Yuk kita masuk" ajak Rei
Merekapun masuk. Dan menghampiri Tania yg sedang duduk sendiri. Menunggu kedua putranya.
Sedikit kesal Tania. Mereka seperti sengaja ninggalin Tania.
"Mom.." tiba tiba Ansel datang dam duduk di sebelah Tania
"Kemana aja sih kalia..." ucapan Tania terpotong saat melihat 2 bocah kecil yg sangat menggemaskan.
"Heeii.. siapa ini.. lucu sekali?" Tanya Tania sambil menoel pipi Sellin.
"Ini Sellin dan Sello mam. Mereka kembar" jawab Rei
"Tinggu.. tunggu.. mereka kok mirip sekali denganmu Thom?" Tanya Tania tiba tiba
"Mana ada.. ish momi ngaco deh" ucap Ansel yg langsung melihat wajah mereka berdua.
...***Bersambung***...
benar hipersex tuh engsel pintu😂😂😂