NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.28 — Kawanan Serigala Bulan Perak

Malam yang panjang akhirnya berlalu. Cahaya matahari pagi perlahan menembus celah-celah sempit di mulut gua yang menjadi tempat Xiao Yun beristirahat semalaman, memancarkan sinar keemasan yang menyapu dinding batu dan menerangi sisa-sisa api unggun yang kini hanya tinggal abu keabu-abuan. Kehangatan yang semalam melindunginya dari udara dingin pegunungan telah menghilang, berganti dengan kesejukan pagi yang memenuhi seluruh gua. Xiao Yun membuka matanya perlahan, menarik napas dalam-dalam sebelum menggerakkan tubuhnya yang masih terasa pegal akibat pelarian panjang dari Harimau Api Bermata Emas sehari sebelumnya. Meski rasa nyeri masih tertinggal di beberapa bagian tubuh, kondisinya jauh lebih baik dibanding saat ia tiba di gua itu. Ia bangkit, meregangkan kedua lengan dan bahunya, lalu memeriksa luka-luka kecil di lengan serta kakinya yang kini telah mengering berkat semalaman bermeditasi sambil menjalankan Seni Penempaan Tubuh Kekosongan. Luka-luka itu memang belum sepenuhnya pulih, tetapi setidaknya tidak lagi mengganggu setiap gerakannya.

Tak lama kemudian, sosok Luo Hai muncul perlahan di sampingnya. Roh tua itu mengamati muridnya beberapa saat dengan ekspresi tenang sebelum akhirnya berkata santai, "Kau masih hidup."

Xiao Yun hanya mampu tersenyum pahit mendengar ucapan tersebut. "Itu bukan sesuatu yang perlu dibanggakan."

Luo Hai justru tertawa kecil dan menggeleng. "Justru sebaliknya."

Tatapan Xiao Yun langsung tertuju kepada gurunya. Ia tahu setiap perkataan Luo Hai selalu mengandung pelajaran yang lebih dalam daripada yang terdengar di permukaan.

"Ketakutan bukanlah kelemahan," lanjut Luo Hai dengan nada tenang namun tegas. "Yang benar-benar berbahaya adalah ketika seseorang membiarkan rasa takut menguasai pikirannya. Orang bodoh sering kali mati karena keberanian yang tidak pada tempatnya, sedangkan orang bijak memilih tetap hidup agar masih memiliki kesempatan bertarung pada hari berikutnya."

Kata-kata itu membuat Xiao Yun kembali teringat pada harimau raksasa yang hampir merenggut nyawanya. Setelah terdiam beberapa saat, ia menganggukkan kepala perlahan. Peristiwa kemarin benar-benar mengubah cara pandangnya. Kini ia memahami bahwa menjadi kuat bukan sekadar mampu mengalahkan lawan, tetapi juga mengetahui kapan harus bertahan, kapan harus mundur, dan bagaimana tetap hidup di dunia yang penuh bahaya.

Usai menghabiskan sarapan sederhana dari sisa bekal yang masih tersimpan di dalam tasnya, Xiao Yun meninggalkan gua dan mulai mencari jalan keluar dari wilayah hutan yang asing itu. Beruntung, selama perjalanan sebelumnya Luo Hai telah mengajarinya berbagai cara mengenali arah, mulai dari memperhatikan posisi matahari, mengamati lumut yang tumbuh pada batu-batu besar, hingga membaca arah aliran air. Pengetahuan yang dahulu hanya dianggap teori kini menjadi bekal yang sangat berharga untuk bertahan hidup.

Beberapa jam kemudian, ketika melewati jalur sempit yang diapit pepohonan pinus menjulang tinggi, langkah Xiao Yun mendadak terhenti. Pandangannya tertuju pada permukaan tanah yang sedikit lembap. Di sana terlihat beberapa jejak kaki manusia yang masih cukup jelas, bahkan sebagian tampak baru ditinggalkan belum lama ini. Ia segera berjongkok dan mengamati setiap bekas pijakan dengan saksama, memastikan arah perjalanan pemilik jejak tersebut.

Luo Hai mengangguk puas melihat ketelitian muridnya. "Bagus. Kau mulai belajar memperhatikan hal-hal kecil."

Xiao Yun tersenyum tipis. Setelah memperhatikan ukuran dan pola pijakan itu beberapa saat, ia berkata yakin, "Jejak ini milik kelompok Han Wei."

Tanpa membuang waktu, ia segera mengikuti arah jejak tersebut. Dugaan Xiao Yun ternyata benar. Tidak lama kemudian, suara percakapan manusia mulai terdengar dari balik pepohonan. Saat ia keluar dari rimbunnya hutan, beberapa pemburu yang sedang beristirahat di dekat api unggun langsung berdiri dengan wajah penuh keterkejutan.

"Xiao Yun?!" seru salah seorang pemburu nyaris tak percaya.

Han Wei yang semula duduk segera menoleh. Matanya membelalak lebar saat melihat bocah itu berdiri dalam keadaan selamat. "Kau masih hidup?!"

Xiao Yun tersenyum kecil sambil menganggukkan kepala. "Aku hanya beruntung."

Suasana yang semula muram seketika berubah. Beberapa pemburu tertawa lega, bahkan salah seorang menepuk bahunya dengan penuh semangat. "Kami pikir kau sudah menjadi makanan Penguasa Hutan."

Han Wei menghela napas panjang sebelum berkata dengan nada lega, "Syukurlah. Sejak kemarin aku terus merasa bersalah karena kehilanganmu."

Xiao Yun menggeleng pelan. "Itu bukan salah siapa-siapa."

Meski kelompok pemburu menyambutnya dengan hangat, Xiao Yun segera merasakan bahwa suasana mereka berbeda dibanding sebelumnya. Wajah-wajah yang dulu penuh semangat kini terlihat letih dan dipenuhi kecemasan. Beberapa orang terus melirik ke arah pepohonan seolah khawatir sesuatu akan muncul sewaktu-waktu.

"Ada apa?" tanya Xiao Yun.

Han Wei menghela napas berat. "Sejak kemunculan Harimau Api Bermata Emas, seluruh wilayah ini menjadi kacau. Kawanan hewan iblis berpindah tempat, mangsa semakin sedikit, dan banyak pemburu memilih menghindari kawasan ini."

Xiao Yun mengangguk pelan. Penjelasan itu sangat masuk akal. Kemunculan Penguasa Hutan jelas memengaruhi seluruh keseimbangan wilayah tersebut, memaksa makhluk-makhluk lain berpindah demi bertahan hidup.

Menjelang siang, kelompok kembali melanjutkan perjalanan dengan harapan masih dapat memperoleh hasil buruan sebelum benar-benar meninggalkan Hutan Pinus Utara. Pada awalnya perjalanan berlangsung tenang tanpa gangguan apa pun. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

"Kapten!" teriak salah seorang pemburu yang berjalan di barisan depan.

Semua orang segera menghampiri. Di atas tanah tampak jejak-jejak kaki serigala dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada biasanya. Bukan hanya satu atau dua ekor, melainkan puluhan.

Han Wei mengernyitkan dahi. "Kawanan besar."

Mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan kewaspadaan yang semakin tinggi. Semakin jauh mereka berjalan, semakin banyak pula tanda-tanda keberadaan kawanan itu. Bekas gigitan terlihat pada bangkai rusa liar yang belum lama mati, bercak darah segar masih menghiasi rerumputan, sementara jejak-jejak baru terus bermunculan di sepanjang jalur yang mereka lalui.

Xiao Yun ikut memperhatikan semua petunjuk tersebut. Sedikit demi sedikit ia mulai memahami pentingnya pelajaran Luo Hai mengenai cara membaca jejak.

"Guru," tanyanya dalam hati, "menurut Guru apa yang sedang terjadi?"

Luo Hai mengamati tanah beberapa saat sebelum menjawab dengan nada serius, "Mereka bukan sekadar lewat."

Xiao Yun menoleh. "Maksud Guru?"

"Mereka sedang berburu."

Jawaban singkat itu langsung membuat seluruh tubuh Xiao Yun menegang. Jika kawanan sebesar itu sedang berburu, berarti mangsa yang mereka incar pasti berada tidak jauh dari tempat itu. Tanpa sadar tangannya menggenggam erat gagang Pisau Naga Kuno, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Matahari perlahan bergerak ke arah barat, sementara cahaya senja mulai menyelimuti Hutan Pinus Utara dengan warna jingga yang redup. Tepat pada saat itulah pemburu yang berada di barisan paling depan mendadak menghentikan langkahnya. Wajah pria itu seketika memucat.

Di atas sebuah batu besar berdiri seekor serigala dengan tubuh jauh lebih besar dibanding serigala biasa. Bulu peraknya berkilau diterpa cahaya senja, sedangkan sepasang mata hijau yang tajam terus menatap kelompok pemburu tanpa berkedip sedikit pun.

"Serigala Bulan Perak..." bisik Han Wei lirih.

Belum sempat siapa pun bergerak, seekor serigala lain muncul dari sisi kiri. Tak lama kemudian seekor lagi keluar dari balik semak di sisi kanan. Setelah itu, satu demi satu bayangan abu-abu mulai bermunculan di antara pepohonan, hingga jumlahnya terus bertambah menjadi sepuluh, lima belas, dua puluh, dan masih terus bertambah.

Wajah seluruh pemburu berubah pucat. Kini mereka akhirnya menyadari kenyataan yang mengerikan. Mereka sama sekali tidak menemukan kawanan serigala itu. Sebaliknya, justru kawanan itulah yang sejak awal menemukan mereka.

Han Wei segera mengangkat tombaknya tinggi-tinggi. "Formasi lingkaran!"

Para pemburu bergerak cepat membentuk lingkaran pertahanan dengan punggung saling membelakangi dan senjata terangkat ke segala arah. Xiao Yun mengambil posisi di salah satu sisi formasi sambil menyapu keadaan sekitar dengan tatapan waspada. Hutan yang semakin gelap membuat suasana terasa lebih mencekam. Dari balik pepohonan, puluhan pasang mata hijau mulai menyala satu demi satu, menyerupai lentera-lentera kematian yang diam-diam mengawasi mangsanya.

AUUUUUUUUUUUUU!!!

Lolongan panjang menggema ke seluruh Hutan Pinus Utara. Tidak lama kemudian, lolongan-lolongan lain menjawab dari berbagai arah hingga seluruh hutan dipenuhi suara yang membuat bulu kuduk setiap orang berdiri.

Xiao Yun menggenggam Pisau Naga Kuno semakin erat. Tatapannya berubah tajam. Kali ini tidak ada lagi jalan untuk melarikan diri. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Desa Kabut, ia harus menghadapi kawanan hewan iblis dalam jumlah besar.

Lolongan panjang kembali menggema, seolah menjadi aba-aba bagi seluruh kawanan. Puluhan Serigala Bulan Perak mulai bergerak perlahan mengitari formasi Han Wei. Mata hijau mereka berkilat di tengah senja yang semakin redup. Anehnya, tidak satu pun langsung menerjang. Mereka hanya terus berputar, membuat tekanan yang dirasakan para pemburu semakin besar.

"Mereka sedang menunggu," ucap Luo Hai pelan.

"Tunggu apa?" tanya Xiao Yun dalam hati.

"Kelemahan."

Benar saja. Kawanan serigala terus bergerak mengelilingi mereka, mengamati setiap gerakan, menunggu saat ada seseorang lengah atau membuka celah sekecil apa pun.

Tiba-tiba...

SWOOSH!

Seekor Serigala Bulan Perak melesat keluar dari balik semak dengan kecepatan luar biasa. Sasaran pertamanya adalah seorang pemburu muda yang berdiri di sisi luar formasi.

"Awas!" teriak Han Wei.

Namun semuanya terjadi terlalu cepat. Pemburu muda itu membeku karena ketakutan, sementara taring tajam serigala telah hampir mencapai lehernya.

CLANG!

Sebuah tombak meluncur deras dari samping dan menghantam tubuh serigala tepat sebelum serangan itu mengenai sasaran. Han Wei bergerak pada saat yang paling menentukan.

"Serang!" teriaknya lantang.

Dalam sekejap, puluhan Serigala Bulan Perak menerjang dari segala arah. Raungan, lolongan, dan benturan senjata memenuhi Hutan Pinus Utara. Xiao Yun tidak lagi memiliki waktu untuk berpikir. Ia segera menggerakkan tubuhnya ketika seekor serigala melompat lurus ke arahnya.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
🔵☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
🔵☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!