NovelToon NovelToon
Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir

Status: tamat
Genre:Badboy / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / One Night Stand / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:16.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lizaa Zarina

Ayahnya adalah seorang penjudi, sedangkan ibu tirinya adalah wanita yang hanya tahu menyenangkan diri sendiri. Dia dan adiknya yang menderita dan menjadi pencari nafkah untuk kedua orang tua nya

Hingga, suatu petaka terjadi padanya saat malam itu. Dia terpaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dikenalnya karena telah merenggut kesuciannya

"Aku akan bertanggung jawab dengan menikahimu. Tapi, jangan berharap dengan cintaku, karena aku tidak tertarik dengan wanita malam seperti mu."

"Jaga bicara anda tuan, akulah pihak yang dirugikan disini. Kesucian yang aku jaga seumur hidupku, kau renggut dengan tidak manusiawi. Bahkan, ciuman pertamaku kau ambil secara paksa."

"Banyak bicara! Cepat tanda tangan kontrak pranikah ini atau aku akan mempermalukan keluargamu!"

Dan diusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lizaa Zarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BEREDAR FOTO

Embun pelan-pelan mundur sedikit-sedikit. Ternyata Bara menyadari itu dan langsung menggenggam tangan Embun kuat

"Mau kemana, ha? Jangan coba-coba lari dari genggamanku." ucapnya

"Tidak, aku hanya ingin memakai pakaianku saja, Tuan. Ini sudah larut malam, kalau aku tidak memakainya, aku pasti akan masuk angin." jawabnya

Bara mendekatkan dirinya dengan tubuh Embun, posisi mereka sekarang seperti sedang berpelukan. Dia mengendus aroma tubuh istrinya itu yang sekarang sudah menjadi aroma favoritnya entah sejak kapan

"Nanti saja. Aku akan membantumu. Sekarang, kau harus membantu suamimu terlebih dahulu." ujarnya berbisik di telinga Embun dan menggigit kecil telinga Embun

TOK TOK TOK

Entah siapa yang kurang kerjaan, mengetuk pintu kamar mereka disaat seperti ini. Tapi, Embun bernafas lega karena adanya kehadiran pengganggu itu. Tapi tidak dengan Bara, dia berdecak kesal dan menyumpahi si peganggu

"Kak Embun, aku ingin berbicara denganmu sebentar." ucap Belle sambil sesekali masih mengetuk

Bara melihat Embun yang ingin beranjak dan menjawab panggilan Belle. Secepat kilat dia langsung membungkam mulut Embun dengan bibirnya, dia memeluk istrinya itu kuat agar Embun tak lagi bisa meronta

"Kak, apakah kamu sudah tidur? Aku ingin berbicara denganmu untuk keperluan besok." ucapnya lagi tanpa menyerah

Merasa tidak ada jawaban dan tidak ada jawaban. Belle memutuskan untuk menyerah, dia berpikir mungkin besok saja dia mengatakannya. Mungkin, kakak iparnya sudah terlalu lelah dan sudah terlelap

Bara sudah tidak mendengar suara si peganggu itu lagi. Dia melepaskan ciuma* mereka yang membuat Embun hampir saja mati karena kehabisan nafas.

Setelah merasa tidak ada siapapun lagi di luar kamarnya, dia melemparkan tubuh istrinya itu ke atas ranjang mereka, saat tubuh embun terhempas, lilitan handuknya pun terlepas. Bara semakin menjadi-jadi karena melihat tubuh istrinya yang kini sudah polos

Sial! Kenapa aku selalu saja tidak bisa mengendalikan diriku jika sudah melihatnya naked begini. Rasanya, aku selalu ingin mengungkungnya di bawah tubuhku, batin Bara yang sudah gelap mata

Akhirnya, malam panjang yang tidak diinginkan Embun pun terjadi lagi, Bara berkali-kali menghujam intinya tanpa ada rasa kepuasan dari dirinya. Dia ikhlas melayani suaminya, tapi tidak dalam kondisi paksaan seperti ini. Dan, Bara menidurinya tanpa ada rasa cinta sedikitpun yang terlukis dihatinya, itulah yang membuat Embun enggan melayani suaminya itu

********

Hari telah berganti. Tapi, apakah orang yang kamu cintai sudah berganti menjadi diriku? Aku ini istrimu, tapi aku tak pernah mendapatkan cinta darimu. Kau hanya mengumbar cintamu untuk wanita lain yang sebenarnya telah membuangmu. Namun untukku, hanya perasaan acuh yang kau sisakan

Belle baru turun dari lantai atas, tempat kamarnya berada. Dia melihat kakak iparnya itu bertingkah tidak seperti biasanya, Embun sedari tadi hanya duduk saja. Dan, apa itu? Bukankah ini masih musim panas, kenapa dia melilitkan syal di lehernya. Apakah tidak panas?

"Kak, kamu sakit?" tanya Belle

"Hem, tidak. Aku hanya sedang ingin duduk saja." jawab Embun berbohong

Belle hanya meng-o riakan jawaban Embun yang sebenarnya tidak masuk di akalnya. Tapi, dia juga tidak tahu situasi apa yang sedang dihadapi Embun sekarang

"Kak, semalam aku datang ke kamarmu. Tapi, tidak ada jawaban sama sekali. Semalam kamu sudah tidur?" ucapnya sambil mengoles selai pada rotinya

"I-iya, aku sudah tidur." jawabnya terbata-bata

"Oh, padahal aku ingin membicarakan untuk keperluan acara kita hari ini. Tapi, sayang sekali kamu sudah tidur." cicitnya

Embun berdehem beberapa kali hingga Belle melihat ke arahnya, Embun memberikan kode mata pada Belle untuk berhenti bicara membahas tentang acara mereka hari ini, karena disini sedang ada Bara. Setelah mengerti, Belle langsung mengangguk

"Pagi, Sayang." ucap seseorang yang tidak lain adalah Audrey

"Hah! Menghilangkan selera makannya saja." ujar Belle saat melihat kedatangan wanita itu

"Ah, kalian sedang sarapan, ya? Bolehkan aku bergabung?" tanyanya yang sudah menempel seperti parasit di lengan Bara

"Boleh. Bi, ambilkan piring lain untuknya!" titahnya kemudian

Audrey tersenyum senang. Karena Bara masih saja memperlakukannya seperti ratu meskipun sedang di depan isterinya. Audrey tidak perduli dengan tatapan tidak suka dari Embun dan Belle. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada lengan Bara sambil memicingkan matanya ke arah Embun. Dia seolah ingin mengejek isteri yang tidak dihargai dan tidak dinafkahi itu

Tentu saja Audrey mengetahui semuanya, dia mengetahui semua itu tentu saja dari mulut Bara langsung, karena dia sangat tidak mau tempatnya tergantikan oleh siapapun. Apalagi, Bara masih lebih memperhatikannya dari pada istrinya, membuat dia bertambah besar kepala

"Sayang, apa kamu tidak kegerahan? Seingatku, ini adalah musim panas, tapi kenapa ada orang yang berpakaian begitu tertutup!" cetusnya

Bara dan Belle tentu saja tahu apa maksud dari perkataan Belle, sedangkan Embun hanya diam sambil terus melanjutkan makannya

"Aku merasa sangat kepanasan. Tapi, ada orang lain yang masih bisa memakai syal dengan santainya." sambungnya lagi sambil mengibas-ngibaskan tangannya

"Diamlah! Aku tidak ingin sarapan pagiku menjadi kacau! Orang yang berpakaian terbuka bagaimana bisa masih merasa kepanasan!" celetuk Brandon yang memang tidak suka banyak orang bicara saat sedang makan

"Brandon, bukan begitu maksudku. Aku hanya benar-benar merasa panas saja." jawab Audrey sambil tersenyum. Sebenarnya, di dalam hatinya dia sedang memaki anak kecil bermulut tajam itu

"Kak, buka saja syal yang berada di lehermu itu. Itu memang sangat menyakiti mata orang yang melihatnya." ucap Brandon pada Embun

Embun terkesiap, baru kali ini Brandon mau berbicara langsung dengannya dan memanggilnya Kakak. Tentu saja hal itu tambah membuat Audrey semakin meradang

"Ta-tapi, aku tidak mungkin membuka ini." jawabnya sambil memegang syalnya

"Buka saja, Kak." seru Belle kemudian

Walaupun sempat ragu, akhirnya Embun memutuskan untuk mulai membuka syal yang dikenakannya. Bara memperhatikan dengan gusar. Jika Embun membuka syal itu, habislah sudah. Terpampang nyata lah tanda cinta yang dia buat sendiri itu dengan sempurna

"Jangan, kamu tidak perlu membukanya. Kamu kan sedang demam, nanti demammu tambah parah. Pakai saja lagi." sela Bara

"Aku tidak demam!" jawab Embun cepat yang memang tidak mengerti ucapan Bara hanya dijadikan alasan saja

Belle memegang dahi Embun untuk memeriksa suhu tubuhnya, dia juga tidak merasakan ada sesuatu yang salah dengan Embun. Dia mulai menelisik dan mencium adanya kejanggalan gegara syal itu

Audrey juga memperhatikan Embun dan Bara secara bergantian. Dia menyipitkan matanya sambil berpikir untuk mengetahui situasi yang memang sudah ia mengerti

Apakah Bara mengingkari janjinya, dia meniduri Embun lagi? Aku tidak terima! Dasar laki-laki buaya

Embun melepaskan syalnya. Terekspos lah tanda-tanda cinta yang ditinggalkan Bara semalam. Jangan tanya wajah Audrey, tentu saja wajahnya sudah masak seperti jeruk yang mengandung asam sitrat lebih tinggi

"Kamu yang melakukan itu, Bara?" tanya Audrey yang sudah kesal dan tidak bisa ia tahan lagi

"Tentu saja. Memang siapa lagi kalau bukan suaminya. Lalu, orang ketiga bisa apa?" ejek Belle

Emosi Audrey kian memuncak, rasanya lahar panas sudah mengalir dari kepalanya

DRRT DRRT

Ponsel Audrey bergetar, menandakan bahwa adanya pesan masuk. Dia melihat pesan dari siapa, mungkin saja pesan penting dari agensinya. Ternyata bukan, pesan itu dikirim dari sahabatnya yang mengirimkan beberapa foto berita yang sedang memanas

Berita yang sedang memanas itu adalah beredarnya sebuah foto pernikahan Bara dengan seorang wanita yang wajahnya sedikit diburamkan. Dan tertulis penjelasan kalau Bara sebenarnya sudah menikah dengan orang lain, bukan dengan Audrey

"Apa ini, Bara? Apa maksudmu?" pekik Audrey yang melemparkan ponselnya ke dada bidang pria itu

Bara langsung menangkap ponsel itu dan melihat berita yang baru saja beredar namun sudah menjadi berita panas dan pencarian utama

Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, gift , vote dan rate 5. Juga masukkan ke daftar favorit kamu ya

Terima kasih ❤️

1
Lisa Halik
lanjut saja sini thor brandnon
Lisa Halik
kenapalah embun masih juga ingin bersama bara
Lisa Halik
kalau saya macam embun,saya pergi saja dari bara&cari kebahagian sendiri..huhuh
Lisa Halik
kenapa bara masih saja tak sadar
Lisa Halik
keterlaluan sekali bara
Wahyu tampan sempurna
embun bego
embun oon
embun Tolol
embun lemah
embun cuma bisa mewek
embun bloon
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun mati aja Sono gak guna juga jadi tokoh utama
Wahyu tampan sempurna: aku belum baca itu mah


ini aja coba baca ' di buang suami di nikahi ' om suami
total 1 replies
Wahyu tampan sempurna
ternyata embun bego bin oon sontoloyo


jujurlah
Rahma Lia
Luar biasa
Yana
kk aurora Jagan ter lalu kejam kk. bara y sama embun kasian dia kk
Kurnaesih
Alhamdulillah selesai... tetap semangat Thor semoga selalu sehat.dan sukses 🤲🥰🥰 mo lanjut baca Bungsunya Bara Ama Billy 💪💪👍
Kurnaesih
aku begadang Thor saking kangen nya5 Ama bara embun 🥰🥰🥰
Lizaz: maacih kakak sayang😍
total 1 replies
Kurnaesih
mampir Thor ini aku baca yang ke 2 lagi kangen Ama embun/barra🥰🥰👍🙏
Lizaz: 😍😍😍
mungkin udah lama banget, saya baru liat komentar kakak💋
total 1 replies
Mazree Gati
stop,,end .sorii tor ngak lanjut
Agnesya
Lah dia tlp ke adiknya utk bertya kabar itu pake apa ya???
Rusnawati Rusdi Rusdi
ok
Nur Aidi Athi
Buruk
Bang Sule
sikap Rey tidak profesional...laki2 goblok....!
Rostin Dawi
klw Albert punya pistol kenapa tidak membaki embun kenapa mala melemparnya pakai pisau
Mischa Chantika
Luar biasa
Ian Nver Win: 9u8 de556
total 1 replies
Mischa Chantika
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!