NovelToon NovelToon
Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / Romantis / Fantasi / Nikahkontrak
Popularitas:621.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Laksana

Berkorban untuk kehidupan sang Ayah, bahkan rela menerima perjanjian hamil dengan seorang CEO muda yang kaya raya, namun nyatanya...saat dia di nyatakan positif hamil, Tuhan memiliki rencana yang lain, sang Ayah pergi ke surga dan dia harus mengalami kecelakaan hingga hilang ingatan dan membesarkan anak nya sendiri di sebuah desa dengan seorang pria dan wanita itu baya yang menolong, bahkan memberi nya kehidupan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Laksana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.2

"Laura...apa yang kau lakukan disini..." tanya Aurora heran saat melihat Laura langsung membantu nya.

"aku akan membantu mu..." jawabnya santai

"bagaimana kau tau..." tanya Aurora lagi

"nanti saja aku jelaskan... sekarang selesai kan dulu pesanan ini..." ujarnya meyakinkan, akhirnya Aurora mengangguk mengerti.

Akhirnya setelah 1jam kafe mulai senggang, setelah berkutat di dapur tadi, sekarang Aurora bisa sedikit bersantai, begitupun dengan Antonio dan Laura yang membantu tadi. Aurora juga membuatkan minuman untuk keduanya.

"aduh... keponakan aunty pintar sekali..." puji Laura pada Antonio.

"terima kasih aunty" jawab Antonio bangga, begitupun dengan Aurora.

"oiya Laura... bagaimana kau bisa ada disini..." tanya Aurora penasaran.

"ya .. awalnya aku ingin mengajak Nicholas makan siang...tapi dia bilang sedang sibuk memberi arahan untuk Felix... aku heran dong... biasanya kan Felix selalu pulang dan makan siang sama kalian... jadi aku tanya bagaimana dengan kau dan Nio...dia bilang kalau kau membawa Antonio ke tempat mu bekerja...jadi aku tanya alamat kafe ini pada Felix..." jelasnya panjang lebar, dengan sedikit berbohong.

"saat sampai...aku melihat kafe ini rame dan Antonio sedang melayani pelanggan... aku tau kalau kau sedang kerepotan...jadi aku langsung masuk saja untuk membantumu..." sambung nya yakin.

"oh begitu... terima kasih ya Ra..." ujar Aurora tulus

"lalu ini...apa kau benar-benar akan bekerja sampai sore..." tanyanya khawatir.

"benar...kan sayang kalau tutup..." jawab Aurora jujur.

"tapi kan Ra...nanti kau kecapekan... kasihan juga Antonio...dia pasti bosan..." ujarnya peduli

"tidak kok...aku tidak capek...Nio juga pasti mengerti..." jawabnya menatap Antonio yang sedang fokus pada laptopnya. "Apalagi bos ku sudah baik padaku..jadi aku ingin membantu usahanya...nanti kalau keseringan tutup... para pelanggan akan kecewa...dan itu akan mempengaruhi pendapatan kafe..." jelas Aurora panjang lebar.

"aduh Ra... kesehatan itu lebih penting dari apapun... sekalipun dapat uang banyak...kalau kau sakit... semuanya itu juga sia-sia...jangan terlalu memforsir diri mu...kau tidak sendirian...ada Felix aku...dan Nicholas yang akan membantu mu...kau mengerti..." omel Laura sedih kesal.

Aurora merasa hatinya menghangat, begitu banyak orang yang perhatian padanya, dan merasakan perasaan yang akrab saat bersama Melinda ataupun Laura. namun itu juga membuat Aurora curiga.

"kalau bos mu marah dan minta ganti rugi nanti...katakan saja pada ku..." sambung nya pura-pura kesal.

"tidak tidak...ini kemauan aku...bukan dia yang minta..." sela Aurora cepat. "sebenarnya dia meminta ku untuk menutup nya...tapi aku rasa sayang kalau tutup... aku kan bisa bantu menjaganya... apalagi hanya sehari..." sanggah Aurora meyakinkan.

"astaga...aku tidak habis pikir... kenapa kau harus susah-susah bekerja seperti ini... kalau kau butuh sesuatu...kami semua akan memberikannya... apalagi jika Mel-" Laura menghentikan ucapannya cepat, "ah mak-sud apa lagi jika kau... ingin melakukan sesuatu...aku juga kan membantu mu..." elaknya buru-buru.

"tidak perlu Ra... apalagi kau juga punya pekerjaan dan keluarga yang harus kau urus...jadi jangan repot-repot seperti ini..." tolak Aurora halus, mencoba menepis kecurigaan nya. walaupun begitu, Aurora masih merasa ada yang janggal dengan tingkah Laura.

kring kring

ponsel Aurora berdering, tanda jika ada yang menghubungi, setelah melihat siapa yang menghubungi nya, Aurora segera menjawabnya saat yang nama yang tertera adalah nama Melinda.

"*Halo..."

📱"Halo Ra... sebentar lagi akan ada seseorang yang datang ke kafe..."

"seseorang... untuk apa..."

📱"tentu saja untuk membantumu...kau tidak perlu khawatir...dia adalah teman ku..."

"ah baiklah...aku mengerti..."

📱" setelah dia datang...kau bisa pulang dan istirahat... kau pasti lelah..."

"bagaimana mungkin aku pulang...dia kan masih belum mengerti...biar aku ajari dia dulu..."

📱"tapi Ra-

"tenang saja Mel...aku tidak lelah kok...jadi biarkan aku membantu teman mu dulu hari ini sampai dia mengerti... besok...aku akan bekerja seperti biasa..."

📱 "ah dasar kau ini keras kepala... tidak berubah sejak dulu..."

(Melinda berujar tanpa sadar, hingga selanjut ke-dua nya sama-sama terdiam untuk beberapa saat)

📱 "ya- sudah Ra...aku tutup dulu ya...bye"

"iya bye*"

Aurora mengernyit bingung, lagi-lagi dia merasakan kejanggalan dalam sikap dan perkataan Melinda, sama seperti Laura tadi, mereka seperti sudah mengenal Aurora lama, bahkan mengerti bagaimana keras kepala nya Aurora.

"Kenapa Ra..." tanya Laura membuat Auto tersadar dari lamunannya.

"tidak apa-apa...tadi bos ku bilang...akan ada temannya yang kemari untuk membantu ku..." jelas Aurora.

"oh baguslah kalau begitu...aku juga harus kembali ke rumah sakit sekarang...aku tidak bisa membantu mu lagi...tidak apa-apa kan..." ujar Laura.

"tentu saja tidak apa-apa Laura...kau sendiri kan pasti sedang sibuk...maaf sudah merepotkan mu...dan terima kabari sudah membantu ku hari ini..." ujar Aurora tulus.

"santai saja Ra...kita kan teman...teman itu harus saling membantu...iya kan..." Aurora tersenyum mendengar perkataan Laura. "Nio...aunty pergi dulu ya... tolong bantu Mama dengan baik... mengerti..." lanjutnya pada Antonio.

"oke...siap bos" jawab Antonio lucu, membuat Aurora dan Laura terkekeh kecil. setelah berpamitan pada Antonio dan Aurora, Laura beranjak pergi meninggalkan kafe, dengan di antar Aurora hingga pintu kafe, kebetulan kafe sedang tidak ada pelanggan sejak jam makan siang selesai.

"akh" Aurora tiba-tiba kesakitan dan memegangi kepalanya, membuat Antonio segera mengalihkan perhatiannya pada Aurora dan segera menghampirinya dengan khawatir.

"Mama kenapa" tanyanya menggenggam tangan Aurora.

"Mama tidak apa-apa sayang...kepala Mama hanya terbentur..." jawabnya berbohong.

"bagaimana bisa Ma..." ujarnya cemas

"iya Mama tidak hati-hati tadi...Nio tenang saja..." jawabnya berbohong lagi, nyatanya kepala Aurora sakit saat sebuah memori kembali terlintas di kepalanya. sekilas gambaran tentang Aurora, Laura dan Melinda yang sedang berbicara dengan sangat akrab.

**Bersambung

Anak Genius CEO Tampan

written by Blue Dolphin**

1
Sagittarius
semuanya bagus
Irma Khabibi
semakin kesini semakin seru 🙏😍
Irma Khabibi
bagus sekali adek pintar ❤️❤️❤️❤️
your boss
titip sendal dulu, kalo ada waktu nanti baca lagi
Ayu Septiani
deeh licik dan jahatnya ibu sambung Aprillio
Ayu Septiani
paman aurora mulai ketakutan tuh
Ayu Septiani
akhirnya Aurora tau kebenarannya
Ayu Septiani
benar suster Delina, aurora seperti takut dengan masa lalunya
Ayu Septiani
Sabar Aprillio .... kamu harus mulai mengingatkan masalalu Aurora secara pelan pelan
Ayu Septiani
apa Aprillio belum tau kalau Aurora mengalami hilang ingatan?
Ayu Septiani
cukup rumit kehidupan Aprillio
Ayu Septiani
Aprillio.... kamu dikerjain anakmu 😄😄😄😊😊
Riduan Situmorang
Luar biasa
Atma Inatun Nikhma
Lumayan
Dewi Nurlela
semoga Felix berjodoh sama melinda
Zahra Sanjaya
San Felix aja
Indri Ani40
ahhhh kecewa adegan +21 nya kepotong terus 😣😠😠
Dede Ok
bgus
Dede Ok
suka crita antonio pintar lucu gmesin jg
asa
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!