NovelToon NovelToon
Andre Dan Sheila

Andre Dan Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Anak Genius / Single Mom / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: riski iki

Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.


Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.

Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.


Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.


tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.


Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

" Hum...! Ibu dan anak sama saja, keduanya membuatku pusing tujuh keliling," batin Andre.

Nyonya Rita yang melihat wajah Andre, seketika Ia bisa menyimpulkan apa yang sedang di pikirkan oleh Andre saat ini.

" Kau jangan berpikiran macam-macam! Aku kesini hanya untuk memastikan kapan dirimu menikahi anakku Sintia."

" Nah, pertanyaan yang bagus Nyonya Rita," ucap Andre sambil memperbaiki tempat duduknya.

" Kebetulan sekali, Aku juga ada sesuatu hal yang sangat penting yang ingin dibicarakan langsung dengan dirimu."

" Tentang apa? Jangan bilang kamu ingin membahas mengenai pembatalan pernikahan, kalau mengenai hal itu, aku tidak ingin sama sekali mendengarnya."

Sementara Andre yang mendengar perkataan Nyonya Rita, mulai merasa gelisah, pasalnya sejak tadi Nyonya Rita selalu bisa menebak apa yang mau disampaikan olehnya.

" Bagaimana ini aku selalu kalah telak, kalau berbicara dengan wanita ini, jadi apa yang harus aku lakukan," ucap Andre dalam hati.

" Hum...! Baiklah Nyonya Rita, berhubung anda adalah salah satu investor terbesar di perusahaan ini, aku akan memberikan kesempatan untukmu memulai pembicaraan."

" Baiklah."

Mereka berdua pun mulai berbincang-bincang, hingga akhirnya salah satu di antaranya ada yang merasa keberatan.

Bagaimana tidak keberatan, Nyonya Rita meminta Andre untuk menikahi Putrinya Sintia Minggu depan, sehingga membuat Andre merasa sangat marah dan kesal, tetapi sebisa mungkin Ia akan berusaha menahannya untuk saat ini.

" Bagaimana! Kau tidak ada masalah kan, atas permintaanku Andre Nugroho," ucap Nyonya Rita menekankan kata terakhir.

" Maaf Nyonya Rita, untuk saat ini aku belum bisa membuat keputusan, sebab menikah bagiku adalah suatu masalah yang rumit, tetapi kau tidak perlu khawatir, jika suatu saat nanti diriku dan Anakmu Sintia berjodoh, kami berdua pun akan melangsungkan pernikahan."

" Apa maksud perkataan mu? Jangan bilang kamu menolak permintaanku dengan secara halus."

" B... bukan begitu Nyonya Rita, aku hanya memberikan Sintia waktu, sebab saat ini Ia sedang di rawat di Rumah Sakit."

Nyonya Rita pun sedikit terkejut mendengar kabar dari Andre, bahwa anaknya Sintia saat ini ada di Rumah Sakit, Tetapi sebisa mungkin Ia menyembunyikan keterkejutannya.

" Di rawat di Rumah Sakit, apa yang terjadi dengannya," batin Nyonya Rita.

Iapun menundukkan kepalanya dan menatap kearah lantai, sambil menarik nafas dalam-dalam, berharap keterkejutannya saat ini, akan segera terhapus dari dalam otaknya, tetapi sekuat apapun Ia berusaha, Dia hanyalah seorang ibu, yang tidak mungkin pernah tenang bila mendengar sesuatu terjadi dengan anaknya.

" Hum...! Baiklah kalau itu alasanmu, aku akan menerimanya," ucapnya dengan sangat lembut.

Sehingga membuat Andre, merasa tidak mengenal sosok yang berada di hadapannya, pasalnya sifatnya tiba-tiba berubah.

" Kau baik-baik saja, Nyonya Rita."

" Hum...! Kalau begitu aku permisi dulu," ucap Nyonya Rita sambil berlalu pergi dari hadapan Andre.

Iapun langsung menuju Rumah Sakit, untuk memastikan perkataan Andre barusan.

Setelah sampai di Rumah Sakit

Nyonya Rita pun berjalan menghampiri pusat informasi yang berada di Rumah Sakit itu, dan menanyakan tentang keberadaan anaknya yang bernama Sintia Wijaya.

" Mbak saya mau bertanya, apakah atas Nama Sintia Wijaya sedang di rawat di Rumah Sakit ini?"

" Tunggu sebentar ya Nyonya, aku akan memeriksanya dahulu."

" Baik Mbak, kalau bisa secepatnya."

" Iya, Nyonya."

" Menurut informasi, dia memang sedang berada di dalam Rumah Sakit ini, dan sekarang ia di rawat di kamar Nomor****."

" Baik Mbak, terima kasih atas informasinya."

Nyonya Rita pun langsung berlari menuju kamar yang di sebutkan oleh wanita penjaga pusat informasi tersebut.

Setelah sampai di depan pintu kamar itu, Nyonya Rita pun langsung masuk tanpa mengetuk pintu, sebab saat ini Ia sangat begitu khawatir terhadap keadaan Putrinya.

" S... Sintia," ucap Nyonya Rita dengan bibir yang bergetar, menatap kearah ranjang pasien.

Tanpa menghiraukan Nyonya Anita yang berada di samping anaknya, Iapun berhambur memeluk Putri semata wayangnya.

" Apa yang terjadi dengan kepalamu, kenapa bisa di perban seperti itu," ucap Nyonya Rita begitu panik.

" Tenanglah Mamy, ini hanyalah luka kecil, dan sebentar lagi juga aku sudah di perbolehkan untuk pulang."

Mendengar ucapan anaknya, Nyonya Rita merasa sedikit lega, sebab kekhawatiran dirinya terhadap Putrinya sebelumnya mulai berkurang.

" Syukurlah," batinnya.

" Eh...! Tunggu sebentar, ngomong-ngomong kenapa Mamy tau kalau aku berada di sini," tanya Sintia heran.

" Sudahlah, tidak usah kau pikirkan tentang hal itu." ucap Nyonya Rita sambil mengibaskan tangannya.

" Tapi, kapan tiba di kota ini? Dan apakah Papi tau kalau tentang kedatangan Mamy ke kota ini."

Pertanyaan itupun membuat Nyonya Rita sedikit bungkam, sebab suaminya tidak tau sama sekali tentang kedatangannya ke kota ini.

" Jawab Mamy."

" B... baru saja, dan tentu saja Papi mu tau, tentang kunjungan Mamy ke kota ini."

" Baguslah kalau begitu," ucap Sintia.

Dan Sintia pun mulai membicarakan tentang banyak hal, termasuk Nyonya Anita yang mengajaknya untuk tinggal di Rumahnya.

****

Sementara Tuan Nugroho yang berada di Rumah Sheila, mulai pamit kepada kedua Cucunya.

" Andy, Andrea, Opa pamit pulang dulu, tolong sampaikan kepada Bunda kalian kalau Opa, sangat menyayanginya," ucap Tuan Nugroho.

" Baik Opa," jawab Andy dan Andrea secara bersamaan.

Kemudian Tuan Nugroho pun langsung memasuki Mobilnya.

" Kakak, kira-kira Bunda berada di mana ya," tanya Andrea.

" Kakak tidak tau Dek."

" Bagaimana kalau kita tanya sama Bibi, pasti Ia mengetahuinya," ucap Andrea.

" Baiklah."

Kedua saudara kembar itupun langsung berjalan perlahan menuju kearah Dapur untuk mencari keberadaan Bibi, yang saat ini sedang memasak.

" Bik," panggil Andrea dari arah belakang.

Sehingga membuat si Bibi yang sedang mengaduk sayurannya menoleh seketika.

" Ada apa Nona kecil," jawab Bibi.

" Kami berdua mau bertanya, apakah Bibi melihat keberadaan Bunda," ucap Andy.

" Oh...! Non Sheila sedang berada di dalam kamarnya, Dan tadi Bibi sempat melihat sekilas, kalau Ia sedang menangis."

" Menangis." ucap Andy dan Andrea secara bersamaan, kemudian mereka saling menatap satu sama lain.

" Mungkin....!" ucap mereka berdua berhenti sejenak.

Kemudian mereka berdua pun langsung berlari menuju ke kamar Bundanya.

" Bunda," teriak Andy dan Andrea, tetapi tidak ada sahutan sama sekali.

Keduanya pun langsung Menyelonong masuk kedalam kamar Bunda mereka, dan melihat Bundanya saat ini sedang tertidur pulas di atas ranjang.

Kemudian saudara kembar itupun, menaiki ranjang dengan sangat pelan, agar tidak menimbulkan suara sama sekali.

Setelah sampai di samping Bundanya, kedua saudara kembar itupun mengarahkan pandangannya ke mata sang Bunda, dan melihat ada beberapa bulir bening yang mengalir dari sudut kelopak matanya.

" Apakah Bunda benar-benar menangis," ucap Andrea berbisik di telinga sang kakak.

" Aku tidak tau pasti Dek, tapi sepertinya Bunda emang baru habis menangis, soalnya Kakak melihat kalau mata Bunda juga sedikit membengkak."

1
falea sezi
andre plin plan tolol
Anonim
Ooooo kaciannenek peot 🤣🤣🤣🤣
Toni Hartono
inisial tentara terduga teror...masih kolaborasi di sini......
di sumbersari
leyka
koq sela Ndak kerja... apa kakeknya yg selalu mbantunya?
Tyara Lantobelo Simal
semangat untuk selanjutnya
anggita
👌👍👏👏
Puan Harahap
hadir thor
delissaa
udah end ternyata 😀
Putri Handayani
selalu hadir kakak
Santai Dyah
wah sudah tamat
Mak Nur
berasa lari maraton bacanya☺☺
pat_pat
❤️❤️
Ria Diana Santi
Oh, syukurlah ada polisi datang dengan segera.

Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
Ria Diana Santi
Setuju sama kata Andre. Ini adalah ambisi mu semata, Sintia.
Ria Diana Santi
Si Sintia makin lama makin Gila!🤦🏻‍♀️ Hadehhh meresahkan!
solin
suka
Hanna Devi
lanjut lagi...
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊
Sweet chicie💞
lanjut....
Esa Aurelia
Selamat kak udah merampungkan karyanya 😊
Pe_na
End??? 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!