follow yuk ig : @riana.kristina
Sekuel "Di Antara Dua Hati"
Jangan lupa siapkan tissu🤧
Plakkk!!
Sebuah kisah yang berawal dari ciuman yang tidak terduga. Mengharuskan gadis bernama Cinta Yasmila Pratama melayangkan tamparan keras ke wajah tampan seorang Adipati Rangga Wijaya.
Pemuda yang selama ini menganggap para gadis hanyalah boneka barbie.
Hingga pada akhirnya mereka saling jatuh cinta, Rangga harus dihadapkan pada kenyataan pahit lantaran Cinta adalah adiknya sendiri.
"Apapun yang terjadi di antara kita, itu semua bukan salah cinta. Tidak ada yang bersalah jika kita saling mencintai."
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Apakah hubungan keduanya harus kandas lantaran adanya hubungan darah?
Penasaran? Ikutin kisahnya ya di,,
"Bukan Salah Cinta"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Memikirkanmu
"Sebelum kita menuju air terjun, untuk body rafting, kalian pastikan dulu peralatan keamanan, helm, sepatu, dan pelampung kalian terpasang dengan benar ya. Cara pakainya seperti ini." Pemandu body rafting mencontohkan cara memasang helm, sepatu, dan pelampung kepada mereka.
"Harus terpasang dengan benar. Karena arus di bawah nanti bisa jadi berbahaya." Pemandu satunya mengingatkan.
"Baik, Kak." Jawab mereka berbarengan.
Kedua pemandu membagikan peralatan keselamatan untuk mereka.
"Apa kamu perlu bantuan?" Stevan menghampiri Cinta yang kelihatan kesusahan memasang jaket pelampungnya.
"Terima kasih, Kak." Cinta tersenyum pada Stevan.
Di sisi lain Rangga juga terlihat sedang membantu Stella memasang helm dan jaket pelampungnya. Entah apa yang mereka bicarakan sampai terlihat mereka tertawa bersama.
Cinta mengalihkan pandangannya pada Cika dan Shine yang saling bantu memasang jaket pelampung.
"Apa kalian sudah selesai?" tanyanya.
"Iya, Kak." Jawab Cika.
"Baiklah apa kalian sudah selesai?" pemandu itu bertanya.
"Sudah, Kak." Jawab mereka berbarengan lagi.
"Baiklah, kita berangkat sekarang."
Pemandu pertama berjalan paling depan, disusul Arga dan Gilang, lalu Cinta dan Steve, terus Shine dan Cika, terakhir Rangga dan Stella juga pemandu lagi satunya.
"Untuk body rafting di sini kalian akan melewati tiga curug nantinya yaitu, Curug Priuk, Curug naga, dan Curug Barong. Jadi, pastikan kesehatan, dan alat keamanan kalian terpasang dengan benar dan aman, karena rutenya panjang dan juga extreme." Pemandu yang berjalan paling depan menjelaskan.
Mereka berjalan menuruni tebing, menyusuri jalur yang dihiasi tanjakan dan turunan curam. Mereka pun saling berpegangan dengan pasangan masing - masing.
Setelah menuruni bukit dan berjalan sekitar 100 meter akhirnya mereka tiba di curug pertama yakni Curug Priuk. Curug itu tingginya sekitar 5m, airnya berwarna hijau bersih dan dikelilingi tebing - tebing batu.
"Wuuiihhh, keren!" seru Arga
"Amazing!" puji Gilang.
"Indah!" Cinta tanpa sadar tersenyum ke arah Stevan begitu melihat pemandangan air terjun di hadapannya.
"Iya Kak, ini indah sekali." Cika tersenyum.
"Yes, very beautifull!" Shine menambahi.
"Kalian suka?" Stevan balas tersenyum.
Mereka semua mengangguk dan tersenyum bahagia kecuali Rangga. Pria itu nampak geram melihat Cinta tersenyum ke arah Stevan.
"Nah, kenapa curug ini dinamakan Curug Priuk, karena bentuknya yang menyerupai bentuk priuk nasi. Kalian bisa melakukan cliff jumping ke telaga yang ada di bawah tetapi, hati - hati ya karena curug ini memiliki arus balik yang bisa menyeret kalian."
"Yuhuuu!" Arga dan Gilang langsung melompat ke telaga.
Setelah mereka semua menceburkan diri ke dalam telaga. Arus membawa badan mereka meluncur melewati bebatuan yang tersebar di sungai. Kemudian mereka dipandu untuk menepi sungai dan kembali menaiki bukit.
"Di jalur ini kalian harus hati - hati ya, berpegangan pada tali yang kuat, jangan sampai terpeleset karena bisa membahayakan teman kalian yang lainnya."
Kali ini mereka menuruni tebing dengan bantuan tali pengaman, karena jalur yang harus mereka lewati sangat curam.
Setelah berhasil melewati tebing, akhirnya mereka sampai di curug kedua yakni, Curug Naga. Curug itu diapit oleh tebing dan telaganya.
"Nah, ini dinamakan Curug Naga. Curugnya terdiri dari dua tingkat, tinggi totalnya 28m dengan kedalaman telaganya 12m. Kalian ingin terjun langsung apa berfoto terlebih dulu?"
"Boleh, Kak?" tanya Gilang.
"Tentu saja." Jawab pemandu tadi.
"Woi, ayok kita foto." Arga berseru mengumpulkan semuanya untuk berfoto bersama. Dia pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas anti air yang dibawanya.
Mereka lalu berfoto bersama dari atas tebing dengan background air terjun dua tingkat itu.
"Sayang, kita foto berdua yuk?" ajak Stella.
"Hm," Rangga mengangguk.
"Cinta, bisa tolong fotokan aku dengan kakakmu?" Stella memanggil Cinta yang berdiri paling dekat dengannya dan sedang tidak melakukan apapun. Karena yang lainnya masih sibuk berfoto.
"Owh baiklah," dengan ragu diraihnya ponsel Stella. Cinta mulai mengaktifkan kameranya. Di tatapnya bayangan Rangga yang merangkul bahu Stella dan Stella yang mencium pipi Rangga dari layar ponsel.
"Sekali lagi ya?"
Cinta mengangguk pasrah. Kali ini Rangga yang mencium pipi Stella. Dia melihat pria itu mendekap Stella dengan hangat. Seketika tangannya gemetar. Hatinya bagaikan ditusuk. Sakit. Marah. Sedih. Bercampur jadi satu. Namun, dia tidak bisa melakukan apapun. Dia merasa dirinya bagaikan batu karang di lautan, tetap diam walau diterjang ombak berkali - kali.
...****************...
"Setelah ini kita akan menuju curug yang terakhir. Namanya Curug Barong. Tempatnya lebih tersembunyi dan airnya lebih dingin."
"Masih jauh gak, Kak?" tanya Cika.
"Sekitar seratus meter dari sini. Untuk menuju ke sana kalian akan melewati sungai yang arusnya cukup deras, jadi kalian nanti harus berpegangan dengan kuat agar tidak terseret arus. Mengerti?"
"Mengerti Kak," jawab mereka berbarengan.
"Nah, sekarang kalian bisa menceburkan diri ke telaga."
"Boleh cliff jumping lagi gak, Kak?" tanya Gilang.
"Boleh, tapi jangan terlalu dekat dengan curug. Takutnya, terseret arus nanti."
"Okey," Gilang yang paling pertama melakukan lompatan, lalu disusul Arga dan Stevan.
"Kamu gak ikut, Sayang?" tanya Stella dalam rangkulan Rangga.
"Aku lagi malas," jawabnya santai. "ayok kita nyebur." Rangga menggenggam tangan Stella dan mengajaknya menceburkan diri ke telaga.
"Kamu baik - baik aja kan, Cinta?" Shine bertanya lagi demi melihat raut wajah Cinta yang muram sejak tadi.
"Ya, aku baik Shine." Jawabnya lemah dengan senyum yang dipaksakan.
"Aku mengerti perasaanmu tapi, ambil sisi positifnya ya. Mungkin dengan kak Rangga dekat dengan kak Stella, itu bisa merubah perasaannya terhadapmu. Begitu juga kamu, cobalah buka hatimu untuk pria lain." Shine menepuk pundaknya.
"Ya Shine, terima kasih."
"Kalian lagi ngobrolin apa sih?" Cika menatap bingung keduanya.
"Yee, anak kecil dilarang kepo." Goda Cinta. Dia lalu menceburkan dirinya ke telaga, begitu juga dengan Shine dan Cika.
Mereka kemudian berjalan melewati sungai yang arusnya deras. Pemandu memberi arahan untuk berpegangan kuat pada tali pengaman.
Cinta menatap Rangga dan Stella yang berjalan di depannya. Seketika ucapan Shine terngiang kembali di telinganya. Ya, ucapan Shine memang benar, mungkin dengan begini Rangga bisa melupakannya.
Cinta masih sibuk dengan pikirannya sendiri, hingga tidak fokus mendengar arahan dari pemandu dan pegangannya pada tali pengaman. Pegangannya terlepas, hingga dia terseret arus.
"Kak Cinta!" pekik Cika dan Shine.
Rangga yang mendengar teriakan mereka lalu menengok dan menyadari Cinta hanyut terseret arus. Dia pun akhirnya melepas pegangannya dan menyusul Cinta.
"Cinta!" teriaknya. Dia mengulurkan tangannya berusaha menggapai Cinta.
Arus yang deras serta banyaknya bebatuan menyulitkannya untuk menggapai Cinta lebih cepat. Namun, setelah beberapa meter akhirnya dia berhasil menyusul Cinta dan meraih tubuh gadis itu. Dia menuntun tubuh Cinta untuk menepi dan mendudukkannya di tebing.
"Uhuukkk...uhuukkk.." Cinta terbatuk akibat air yang sempat masuk ke mulutnya.
"Kamu tidak apa - apa?" tanya Rangga khawatir.
"Uhuukkk...uuhuukk.." Cinta menggeleng.
Rangga langsung memeluknya, "Aku sangat ketakutan tadi. Kenapa kamu bisa terseret arus?"
"Peganganku terlepas," jawabnya di pelukan Rangga.
"Bagaimana bisa?"
Cinta menggeleng, dia melingkarkan tangannya di pinggang Rangga lalu menangis.
"Aku memikirkanmu," isaknya.
*bersambung...
Jangan lupa dukungannya ya readers biar aku tambah semangat up nya😉*
Kira - kira apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya? Di tunggu next episode ya😁
thor tolong y sembunyikan cinta sampai dia melahirkan dan bikin rangga prustasi berat