Hidup adalah perjuangan, begitupun dengan cinta. Khanaya
Jika Cinta kita berakhir, maka berjuanglah untuk memulai semuanya dari awal lagi. Adrian
Sepasang kekasih yang menjalani hubungan mereka dengan suka cita. Namun semuanya harus terhalang oleh masa lalu si pria yang membuat Dia harus meninggalkan kekasihnya.
Namun, siapa sangka kesalah fahaman semakin terjadi saat si pria berada jauh dari pemilik hatinya. Kesalah fahaman ini membuat cinta mereka berakhir. Sampai suatu saat mereka di pertemukan kembali dan memulai semuanya dari awal lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
"Apapun yang terjadi, hanya kamu yang akan aku nikahi dan hanya kamu yang akan menjadi Ibu dari anak anaku"
Adrian terdiam mengingat semua janji manisnya yang Dia ucapkan di taman ini. Tepat di bangku taman yang sering mereka duduki.
"Kamu dimana Sayang? Kembalilah, kumohon" lirih Adrian
Adrian berdiri dan berjalan meninggalkan taman. Percuma jika Dia hanya duduk diam tanpa melakukan apapun untuk mnecari keberadaan kekasihnya.
Adrian memutuskan untuk pulang ke rumah Ibunya. Dia perlu menanyakan pada meraka. Berharap kalau keluarganya tahu dimana keberadaan Khanaya.
"Bang, kok mau kesini gak bilang sama Ibu?" tanya Maria sambil menaruh minuman dan cemilan di atas meja
"Gak apa Bu, ada yang harus Abang urus disini. Mana adik adik Bu?" tanya Adrian
Maria duduk di samping anaknya "Andin pergi ke rumah temennya. Kalau Mera mungkin lagi tidur"
Adrian mengangguk mengerti "Ayah belum pulang ya Bu?"
"Belum, mungkin bentar lagi"
Adrian kembali diam, Maria tentu tahu kalau ada yang di fikirkan oleh putranya. Kepekaan seorang Ibu jangan di ragukan lagi terhadap anaknya.
"Ada apa Bang? Apa ada yang kamu fikirin?" tanya Maria menatap anaknya
Adrian menoleh, menatap wajah Ibunya yang masih terlihat cantik meski di umurnya yang tidak lagi muda.
"Apa Ibu tahu dimana Naya?" tanya Adrian
Maria mengerutkan keningnya "Justru Ibu mau menanyakan kabar Naya sama kamu, Bang. Tiga bulan yang lalu Naya menghubungi Ibu, tapi tiba tiba ponselnya mati. Dan saat Ibu menghubungi balik ponselnya sudah tidak aktif. Sebenarnya apa yang terjadi Bang?"
Adrian menunduk merasa bersalah dengan semua kebodohannya "Abang mutusin Naya saat gak sengaja memergoki Dia sedang pelukan sama Zidan"
Adrian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Maria terlihat terkejut saat tahu kalau Naya dalam keadaan hamil. Yang Dia tahu Naya adalah wanita baik baik dan tidak mungkin Dia hamil dengan pria yang bahkan bukan kekasihnya.
"Apa kamu yakin kalau itu anak laki laki itu?" tanya Maria
Adrian menggeleng "Dia anaku Bu, aku tidak menyadari semuanya. Aku telah merenggut kesucian Naya malam itu saat pertama kali aku pulang dari kota. Saat kalian pergi menghadiri pesta keluarga Ayah"
Maria diam, fikirannya mulai kacau. Anak laki lakinya telah menodai seorang gadis. Tapi, sayangnya Dia sendiri yang melukai gadis itu.
"Kenapa kamu melakukan itu Bang? Kamu tahukan kalau yang kamu lakuin itu salah" kata Maria menatap lekat pada Adrian
"Abang tau Bu kalau iti salah, tapi saat itu yang ada di fikiran Abang hanya cara itu agar Naya gak pergi saat tahu scandal Abang sama wanita itu" bahkan Adrian malas menyebutkan nama Yulia dengan mulutnya sekarang.
Maria menggeleng tidak percaya dengan apa yang ada di fikiran anaknya saat itu.
"Abang yang melakukan itu agar Naya gak pergi ninggalin Abang. Tapi, Abang sendiri yang membuat Dia pergi. Abang sendiri yang membuatnya terluka. Bahkan Abang tidak ingat dengan perbuatan Abang sampai bisa menuduh Naya hamil dengan pria lain"
Adrian menunduk, Dia tahu kesalahan nya. Dadanya begitu sesak saat Dia kembali mengingat kebodohan yang di lakukan nya.
"Abang tahu Abang salah Bu. Terus sekarang apa yang harus Abang lakukan Bu?" lirih Adrian
Maria menghela nafas "Minta bantuan Daddymu. Ibu tahu kalau orang orang suruhan Daddymu bisa di andalkan. Minta Daddymu untuk mencari keberadaan Naya" kata Maria
Adrian mengangguk "Baik Bu, kalau gitu Abang langsung pulang aja. Besok Abang akan bicarakan sama Daddy soal ini"
"Apa gak mau nginep aja? Bentar lagi malem" kata Maria
Adrian menggeleng "Gak usah Bu, Abang harus segera pulang. Biar besok bisa bicarain ini sama Daddy"
"Baiklah"
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
"Kamu dari mana Putra?" tanya Nyonya Alice saat Adrian masuk ke dalam rumah
Adrian melangkah ke arah Neneknya. Duduk di sofa depan Neneknya "Daddy dimana Grand Ma?"
"Daddymu pergi ke luar kota tadi sore. Mungkin kembali besok malam" jelas Nyonya Alice
Adrian mengangguk mengerti "Baiklah Grand Ma, kalau begitu aku mau ke kamar dulu"
"Kau sudah makan?"
"Nanti saja, aku mau mandi dulu" jawab Adrian
Adrian berlalu ke kamarnya, meski mencoba untuk bersikap baik baik saja. Tapi, sejatinya hatinya sangat kacau. Mengingat kekasih hatinya sedang mengandung anaknya. Bagaimana Dia hidup sendiri tanpa ada suami yang mendampinginya.
Kamu dimana Sayang? Apa kau baik baik saja disana? Maafkan aku Sayang.
...🐦🐦🐦🐦🐦🐦...
Seorang pria tampan turun dari taxi. Dia berjalan masuk ke dalam kampus ternama di Ibu kota. Menatap satu persatu orang yang sedang di carinya.
Akhirnya Dia menghampiri salah satu mahasiswa di sana "Maaf boleh numpang tanya"
"Iya ada apa ya?"
"Apa kamu mengenal Adrian anak manejemen bisnis yang kuliah disini?" tanyanya
Mahasiswa itu terlihat berfikir, mencoba mengingat ngingat nama teman temannya yang satu fakultas dengannya.
"Angkatan berapa ya?"
"Baru semester satu"
"Ahh. Saya rasa tidak ada, di angkatan saya tidak ada yang bernama Adrian"
"Benarkah?" tanyanya seolah tidak percaya
"Iya, memang tidak ada"
"Baiklah, kalau begitu saya permisi. Terimakasih"
Zidan berlalu pergi dari kampus Adrian. Harapannya musnah saat tidak ada yang mengenal Adrian. Sialnya Dia tidak mempunyai nomor ponsel Adrian.
Maafkan aku Nay, aku harus mencari Adrian demi kebaikanmu. Aku tidak mungkin terus menyembunyikan semuanya dari Dia. Kamu dan anakmu membutuhkan Adrian di sisimu sekarang.
Jika saja ponsel Naya tidak hilang, mungkin Zidan tidak akan sesusah ini untuk mencari keberadaan Adrian. Temam teman SMA dulu juga sangat sulit di hubungi.
Arghhh. Zidan benar benar bingung harus mencari keberadaan Adrian ke mana. Sampai Dia ingat satu hal.
Keluarga Om Deni, ya mereka pasti tahu di mana Adrian. Kenapa aku bodoh sekali si sampai tidak mengingat mereka.
Terlalu sibuk mengurusi Khanaya dengan kehamilannya yang tidak baik baik saja. Di tambah dengan kuliahnya yang tidak mungkin Dia abaikan begitu saja. Membuat Zidan lupa untuk menanyakan kebaradaan Adrian pada keluarganya.
Meskipun Naya melarangnya untuk memberi tahu siapapun yang berkaitan dengan Adrian tentang keberadaan nya. Apalagi memberi tahu pria yang menjadi Ayah dari anaknya.
Tapi, Zidan tidak tega melihat keadaan Khanaya yang sangat membutuhkan seseorang di sampingnya.
Zidan turun dari taxi setelah sampai di depan rumah Maria dan Deni. Dia segera berjalan ke arah pintu utama dan mengetuknya.
"Silahkan masuk dulu Nak, biar Ibu buatkan minum" kata Maria
Zidan tersenyum dan melangkah masuk mengikuti Maria. Duduk di sofa ruang tamu. Maria datang dengan nampan berisi minum dan cemilan.
Maria duduk di sofa depan Zidan "Silahkan di minum Nak"
"Iya Tante, terimakasih" Zidan meminum teh hangat buatan Maria
"Jadi begini Tante" Zidan mulai membuka pembicaraan "Saya kesini ingin menanyakan alamat rumah Adrian di Ibu kota"
Maria mengerutkan keningnya, namun beberapa detik kemudian Dia mulai sadar. Adrian pernah menceritakan tentang Dia yang salah faham dengan Zidan.
Mungkinkah anak muda ini mengetahui keberadaan Naya.
"Memangnya untuk apa Nak?" tanya Maria
"Saya ada urusan yang harus saya selesaikan dengan Adrian Tante. Saya tidak bisa memberi tahu Tante, biar nanti Adrian sendiri yang memberi tahu Tante" jelas Zidan
Benar. Anak muda ini pasti mengetahui dimana keberadaan Naya. Lebih baik aku kasih tau dulu saja di mana Adrian tinggal. Masalah apa yang diketahui anak ini biar nanti aku tanyakan langsung pada Adrian.
"Ohh. Baiklah, Tante akan memberi tahu alamat rumah Adrian di kota" Maria menyebutkan alamat rumah Arnold pada Zidan
Bersambung
**Adrian sama Naya ketemu gak yah??? Mereka bersatu lagi atau tidak ya???
Banyakin Like sama Vote juga komen nya ya. Biar semangat up nya**.
ku tunggu karya slanjutnya kak😉
thank kaka akhirnya happy ending ,