Ustadz Fadli Alfatah membuat keputusan menikahi Bella yang di tinggalkan sang adik 1 jam sebelum resepsi pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Sismala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istri Yang Berubah
Setelah hari itu Fadli kembali undangan untuk menghadiri ceramah, dilihat Bella memang sudah berubah tidak seperti dulu lagi. Bella juga mulai di sibukkan dengan jadwal syutingnya, agensinya kini begitu tepat. Media marak membicarakan kesembuhan Bella dari peristiwa naas tersebut.
"Kamu keliatan pucat." Ucap salah satu pemeran pendukung yang lolos dalam seleksi, namannya Yoga.
"Eh, maaf." Bella kembali sadar di lihatnya ada Yoga.
"Aku cuman agak pusing aja, aku kesana dulu ya." Bella menghindari Yoga, bukan karna benci tapi karna dia takut hal buruk terjadi lagi. Terlalu dekat dengan laki- laki tidak baik.
Apartemen
Setelah selesai syuting Bella sangat lelah melangkah masuk menuju Apartemen tapi seseorang menarik tangannya, dia Rey mau apalagi dia. Apa belum puas mengancam dan memperdaya Bella. "Mau apa lagi kamu Rey, aku sibuk." Bella ingin masuk tapi Rey membawa Bella ke lorong tangga darurat.
"Kamu mulai keterlaluan ya Bella, udah berapa hari pergi dari kos aku kamu gak kasih kabar." Bella menatap tidak percaya, dia lelah dengan pekerjaan. Belum lagi masalah perselingkuhan itu dan sekarang Rey bajingan ini ingin mengekang kehidupan pribadinya. Benar- benar keterlaluan.
"Sialan kamu Rey! ... kamu kira kamu siapa. Bulan berarti karna ancaman busuk kamu itu, kamu juga ngelarang kegiatan aku!" teriak Bella kesal menepis tangan Rey yang ingin menyentuh lengannya.
"Wah, lo udah mulai ngelawan ya Bell." Rey menatap Bella dengan tatapan sinis.
"Kalau iya kenapa! rusak aja reputasi aku Rey kalau itu bisa buat kamu senang cukup hari itu aku berbuat hal hina sama kamu!" teriak Bella sudah menyerah baik itu karir dan rumah tangganya yang masih seumur jagung.
"BELL ... LO NGGAK BISA BUANG GITU AJA...!" Teriak Rey tak suka.
"Bajingan!" Bella menutup pintu Apartemennya dengan kasar. Dia sudah lelah seperti sampah yang sangat kotor, dia ingin berhenti dan melarikan diri.
...----------------...
"Bella kamu bilang seminggu kembali ke rumah tiga kali, tapi kenapa kamu baru pulang sekarang." Fadli ingin memeluk Bella tapi Bella menghindar.
"Aku lelah mas, aku ingin istirahat." Ada rasa kecewa, tapi Fadli tidak menyakiti ataupun melukai perasaan Bella.
Seharian Bella hanya tidur, dia makan ataupun berbicara dengan Fadli apa yang terjadi sepertinya Bella mengalami hal buruk. Tapi kenapa Bella tidak ingin cerita, ada sesuatu yang di sembunyikan Bella.
Di lihatnya Bella sudah berpakaian rapi, dia keluar dari kamar. "Kamu mau kemana malam- malam begini Bella?" tanya Fadli.
"Aku__ aku mau keluar." jawab Bella dingin berlari, memesan taksi. Bella belum siap di kecam banyak orang dengan perbuatan hina itu Rey mengancam Bella untuk datang.
Fadli yang khawatir diam- diam mengikuti Bella dari belakang dengan motor bututnya. Hingga sampailah di kos tingkat yang lumayan bagus tapi ini kos bebas. "Kenapa Bella kesini, bukannya dia punya Apartemen sendiri." Fadli menatap Bella berhenti di sebuah kamar seorang pemuda keluar, dia terkejut.
Kamu datang Bella, Rey ingin mencium Bella tapi Bella segera menepisnya. "Cukup Rey aku sudah menikah!" Rey tertawa mendengar itu.
"Bell lo itu cuman punya gue, gue nggak akan biarin hidup lo bahagia kalau lo kayak gini!" Fadli tidak percaya apa yang di lihatnya, apa ini Bella mengkhianati ketulusannya. Apa Bella kembali dengan Rey?
"Bella kamu benar- benar menghancurkan kepercayaan saya..," Air mata Fadli jatuh dia terluka.