NovelToon NovelToon
Langit Untuk Luna

Langit Untuk Luna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:218.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewiluna

HIATUS

"Pilihlah masa depanmu, dan yakinlah ada aku di dalamnya..."

Sekarang Luna sudah punya pacar! Bagaimana rasanya mendapatkan apa yang selama ini dia idam-idamkan?

Season 1 sudah tamat.

Luna, seorang siswi SMA biasa. Kehidupan sekolah yang biasa. Teman-teman yang biasa. Tidak ada yang spesial. Yang berbeda cuma kenyataan bahwa ia memiliki 4 orang adik laki-laki. Adik-adik usil ini selalu menggagalkan rencana kisah cinta SMA nya.


Bak cerita Cinderella yang selalu diganggu kakak tirinya, Luna selalu diisengin adik kandungnya.

"Dek,,, pleaseeeeee,, biarin kakak pacaran sekali aja!" ~Luna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewiluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. El curhat

Malam itu, El sampai di rumah dengan perasaan tidak enak.

"Hai, mi." El menyapa mami yang seperti biasa, sedang nonton drama malam.

"Baru pulang El?" mami mengusap kepala El sebentar, "kamu udah makan?"

"Nanti aja mi, El belum laper." El merebahkan kepalanya di pangkuan maminya.

"Kenapa kamu? Tumben?" mami mengelus kepala El lagi. "Waktu masih kecil sih gapapa, tapi kepala kamu sekarang berat banget, El..."

"Mami kok jahat?" El merajuk manja.

Mami tertawa kecil, lalu melanjutkan menonton TV.

"Mi..." panggil El kemudian.

"Hm?"

"Dulu kenapa mami bisa suka sama papi?"

"Mmmm.. Kenapa ya?" mami diam sebentar, membiarkan El menunggu. "Karena mami pikir, papi adalah orang yang baik."

"Udah, itu aja?" El penasaran. "Baik doang?"

"Baik, terus ganteng, terus kaya..." mami melanjutkan sambil tersenyum sendiri.

"Ah, mami mah..." El kecewa mendengar jawaban mami yang tidak serius. "Aku serius, mam..."

"Mami jawab serius, El." Mami melanjutkan jawabannya. "Mami pikir papi orang yang baik. Dia sayang sama mami, juga keluarga mami."

"Ga seperti laki-laki, perempuan banyak berpikir sebelum memutuskan sesuatu." Mami menghela nafas sebentar. "Apa benar dia sayang sama saya? Akan selalu ada buat saya? Tidak pernah meninggalkan saya?" mami terdiam sambil terus mengelus kepala El.

"Dulu mami pernah berpikir seperti itu. Dan seiring berjalannya waktu, papi kamu bisa membuktikan semuanya..." mami mengakhiri ceritanya dengan cubitan kecil di hidung El.

"Memang kenapa? Tumben kamu tanya-tanya."

El menenggelamkan kepalanya di perut mami. "El lagi bingung, mi."

"Bingung apa?" Mami menghadapkan kepala El ke atas, sehingga ia bisa melihat jelas wajah El. Terpancar rasa kecewa dari sana.

"El suka sama cewek, tapi kayaknya dia ga suka sama El." El mengingat kejadian setelah dia mengantar Luna pulang.

"Pasti yang namanya Luna." Mami mencubit hidung mancung El lagi.

"Kok mami tau?"

"Kan waktu itu kamu bilang suka sama Luna..." mami menjelaskan kejadian insiden kantor tempo hari.

"El baru inget, karena mami cerita."

"Dasar!" Mami mengacak rambut El. "Terus kenapa? Luna ga suka sama kamu? Dia bilang begitu?"

"Engga sih, mi. Tadi dia cuma bilang 'Kak El ga perlu jemput aku terus, aku bisa pulang sendiri, kok...'" El menirukan gaya Luna sore tadi.

"Jadi selama ini, kalau kamu bilang ke sekolah, itu kamu ke sekolah Luna?" El cuma nyengir.

"El pingin bareng Luna terus. Tapi dia ga pingin..."

Tumben, kamu ingin melakukan sesuatu, El. Sampai ngotot pula.

"Kamu harus sabar. Itu artinya, Luna belum merasakan seperti yang kamu rasakan sekarang."

Mami melanjutkan bicara, "Kamu jangan terlalu maksa dia, kasih dia waktu untuk terbiasa sama kehadiran kamu."

"Jangan terlalu buru-buru, El. Bukannya kamu paling jago melakukan itu?"

"Ngelakuin apa mi?"

"'Kenapa harus kerjain sekarang, kalau bisa dikerjain besok?'" Sekarang gantian mami yang menirukan gaya El.

"Mami mah..." El tersipu. Lalu melanjutkan bicaranya, "tapi El ga sabar mi."

"Sabar lah, Nak.. Napsu banget sih, kamu..."

"Hehe..." El nyengir kuda. "Mami ga tau, sih. Kalau bisa mah, El udah bawa dia pulang terus kekepin seharian."

"Bawa dia pulang buat main kesini boleh,, tapi kalau kekepin seharian jangan ya. Kamu harus anterin anak orang pulang."

"Iya mi, El bakal sabar menanti." El bangun dan duduk di samping mami. "Makasih ya, mam." El mengecup pipi mami kemudiannya berlalu ke kamar nya.

Bersambung...

EPILOG

Sabar El, sabar!

El menepuk tangannya sendiri yang sudah gatal dari tadi ingin mengirim pesan ke Luna.

Sabarrrrrrrrrrrrr......!!!!!!

1
Devi Ratna Sari
😂😂😂😂😂😂
Devi Ratna Sari
Membangongkan 🤣🤣🤣
👊🅼🅳💫
udh nugu seAbad gk crazy up jugs 😭😭😭 kpn lnjut lagi nihh....
Sinta Vidia
q padamu thor 💋💋💋
Sinta Vidia
karyamu keren thor q ketwa terus 👍👍👍👍👍👍
Dhina ♑
Luna, aku ingin mengatakan sesuatu
Linda Lindha
kak el 😍kangen banget
Yulia Aurel Alvaro
sekian lamanya akhirnya up juga 😘
Yulia Aurel Alvaro
kapan up Thor?
👊🅼🅳💫
seruuu thor, tiap hr g sabar nugu next eps nya😊😊😊👍
👊🅼🅳💫
luna g th perjuangan el buat bahagiain dia😣😣😣
krn el th, luna pgn kuliah ambil jurusan psikologi.
👊🅼🅳💫
kpn luna bahagia seutuhnya, thor. tidak ckp kah dia khilangan org2 terkasih, nyesekkk😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
blm jg jelasin alasanya main putus tlp aj....
el mah aneh, smpe g kpikiran bln madu😒😒
👊🅼🅳💫
ayo ambil,lun.kesempatan g dtg 2x...sma untuk masa dpn mu
👊🅼🅳💫
kenapa pd pergi semuaaa... tegaaaa amaat yaa😭😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
emak durjana kena batunya 😒😒😒
👊🅼🅳💫
Luna mo pensiun jd kakak 😂😂😂
👊🅼🅳💫
ternyata udh jodoh dr lahir
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Waahh jadi pen ikut mojok ini cerita nya maah
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Sa ae.. Krupuk kulit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!