Malam itu Spiderman dan Syeh Maulana Syah ngobrol di teras rumah dan Putri Scupy tidur - tiduran di samping Spiderman, sambil mendengarkan cerita Nabi - Nabi.
"Gus,,, apa yg kamu cari di dunia ini ?" tanya Syeh Maulana.
"Saya hanya ingin bertemu dengan kanjeng Nabi Muhammad Saw dan ingin berjumpa dengan wujud Gusti Allah yang nyata," jawab Spiderman.
"Kenapa kamu ingin berjumpa dengan wujud yang nyata? tanya Syeh Maulana.
Novel ini menceritakan sebuah perjalanan spiritual seorang salik yang ini bersanding dengan Tuhan-Nya. Karena cinta kepada Tuhan-Nya begitu dalam ... Akhirnya pemuda ini berkelana lang - lang jagad, berjalan memutari Tanah Jawa untuk menemui para Kyai dan orang Waskito demi mencari petunjuk.
Dalam perjalanan pemuda ini menemui ber juta - juta rintangan berupa ujian dan cobaan. Namun pemuda ini tidak putus asa dan tidak takut dengan apapun, hingga akhirnya pemuda ini telah duduk di makom wali paling rendah, yaitu wali salik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANGWARUL MUJAHADAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AJIAN ILMU LINTAS BATAS
Bau aroma kopi hitam panas yang di seduh oleh Nyimas Pandan Lara memenuhi ruangan gua, hingga bau itu menyebar ke sekitar air terjun.
"Gus Spiderman... Proses baiat ajian ilmu Lintas Batas sudah selesai, kamu bisa mengunakan keluar masuk alam manapun tanpa kesulitan. Aku amanahkan kepadamu untuk membantu kepada sesama mahluk Allah... Ingatlah! Jangan salah gunakan semua ilmu pemberian guru - gurumu." pesan Syeh Yasin.
"Sendiko dawuh Syeh, saya akan selalu menjaga amanah para guru," jawab Spiderman.
"Baiklah, kalau begitu aku pamit pergi dulu, semua pengikutmu dari bangsa jin sudah menunggumu juga mencemaskan keselamatanmu. Walau mereka dari bangsa jin... Mereka juga mahluk Allah. Jagalah dengan baik, sebab itu juga amanah dari Allah. Bau aromah kopi sangat menyengat, pergilah Gus! Assalamualaikum," pesan Syeh Yasin.
"Waalaikum salam," jawab Spiderman.
Setelah Syeh Yasin pergi... Sukma Spiderman kembali ke jasadnya. Tak seberapa lama jasad Spiderman bergerak, matanya terbuka perlahan - lahan... Spiderman duduk dengan di bantu Ki Brajamusti.
"Ki Brajamusti! Kyai Tawakal! Bagaimana kabar kalian? Kok bisa kalian masuk ke Alam Astral Fana ini," ujar Spiderman.
"Gus, jangan banyak bertanya dulu... Minumlah teh manis hangat ini dulu, biar perut Gus tidak kram, lalu makanlah roti ini sedikit demi sedikit," kata Ki Brajamusti.
Setelah badan Spiderman kembali bugar... Spiderman bersama pengikutnya ngobrol berbagi cerita.
"Alhamdulillah... Bisa merokok lagi hari ini, sudah lama sekali rasanya tidak merokok. Ki Brajamusti...! Kayaknya mau ada yang datang dari lorong ujung gua." ucap Spiderman.
"Gus, ilmu penerawangan Gus apakah sudah kembali normal? Kok bisa mengetahui akan ada tamu yang datang?" tanya Ki Brajamusti.
"Iya ki, berkat solat pengisian dan berkat berkah dari Syeh Yasin," jawab Spiderman.
Di saat enak - enak ngobrol... Dari lorong ujung gua terlihat cahaya yang sangat terang menerangi ruangan gua.
Nogo Lanang dan Nogo Putri bersiap siaga barangkali ada serangan mendadak.
Lambat laut cahaya itu redup dan nampaklah seorang putri di kawal oleh dua orang wanita, lalu putri itu duduk di atas kursi goyang dan berkata,
"Siapakah kalian! Yang berani memasuki gua tempat istirahatku!"
Spiderman lalu berdiri dan mendekat ingin mengenalkan diri dan mohon maaf... Tetapi, baru tiga langkah, salah satu pengawal menghantam Spiderman dengan pusaka Selendang Sutra. Di saat selendang itu hendak menghantam Spiderman... Nyimas Nogo Putri menangkis dengan selendang juga, maka terjadi getaran yang lumayan keras di dalam gua.
Dewi Suci sangat terkejut sekali kalau di alam astral ini ada mahluk yang masih mempunyai kesaktian, lalu Dewi Suci berkata,
"Hebat juga! Ternyata ada yang masih memiliki kesaktian di alam ini."
Dewi suci berjalan mendekati Spiderman dan pengikutnya. Ketika berada di depan Spiderman... Dewi Suci terkejut dan berkata,
"Bukankah kamu ini Spiderman Al-jawawi Suami Dewi Angin? Yang dulu pernah aku selamatkan?"
"Benar Dewi Suci! Aku Spiderman Al-jawawi Suami Dewi Angin yang dulu pernah engkau selamatkan. Maafkanlah kami semua yang mana telah lancang masuk ke dalam gua tempat istirahat mu tanpa ijin terlebih dahulu," jawab Spiderman.
"Baiklah Spiderman! Sesama aliran putih... Maka aku maafkan, karena kalau aku sampai menyaikitimu atau membunuhmu... Maka aku akan celaka ber_urusan dengan guru - gurumu," ujar Dewi Suci.
Setelah ngobrol agak lama... Spiderman mohon pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Wasesa.
"Banyak juga yaa Istrimu dan ternyata kamu itu seorang Pangeran dari Kerajaan jin. Baru tau aku... Pantas saja kamu di lindungi banyak kelompok jin sakti. Spiderman...! Kalau kamu mau keluar dari alam astral ini... Injaklah lempengan batu giok itu dan kamu akan berada di tepi Pantai Selatan di wilayah Kabupaten Blitar.
"Terimakasih Nyai Dewi, aku akan keluar dari alam astral ini, lewat jalur yang aku masuk kemarin, lewat Hutan Larangan," ucap Spiderman.
"Jangan sombong kamu Gus! Kamu keluar alam ini saja tidak bisa, hingga terjebak lebih dari satu bulan... Tetapi terserah kamu saja! Aku percaya sama guru - gurumu yang mana pasti berusaha menolongmu. Oh iyaa... Jika kamu berada di pantai selatan... Mampirlah!" ujar Dewi Suci.
"Insallah Dewi, saya mohon pamit dulu... Terimakasih atas kebaikan Nyai Dewi. Rahayu, salam sejahtera," kata Spiderman,
"Nogo Lanang! Antarakan kami ke pintu goib alam astral kemaren."
Lalu Nogo Lanang berubah menjadi Ular Naga dan pergi ke bawah air terjun menuju pintu alam astral. Sesampai di depan pintu... Spiderman menemui ki Tola Tole si Harimau Putih juga mahluk jin yang telanjang yang tinggal di aliran sungai. Setelah terkumpul hampir 200 mahluk bangsa jin... Spiderman mengadakan perjanjian lisan, yang mana perjanjian itu menyatakan bahwa mereka tidak boleh berbuat kejahatan dan tidak boleh menganggu manusia dan perjanjian itu di setujui tanpa ada paksaan.
Lalu Spiderman berdiri di tepi sungai dan membaca ajian Lintas Batas. Selesai membaca ajian Lintas Batas... Dinding goib itu terbuka lebar. Satu persatu mereka keluar. Setelah semua keluar, mereka mengucapkan terimakasih dan pergi ke alamnya di daerah masing - masing.
"Kyai Tawakal! Pulanglah kembalilah ke Gunung Kelud Kediri. Nogo Manten! Pulanglah ke Gunung Agung Bali. Jika aku membutuhkan kalian... Aku akan memanggilmu, biar Aku dan Ki Brajamusti yang meneruskan perjalanan," perintah Spiderman.
***
"Gus, kita sekarang hendak kemana?" tanya Ki Brajamusti.
"Kita akan ke utara lereng Lembah Gunung Semeru... Aku ingin menjumpai seorang pertapa," jawab Spiderman.
"Baiklah Gus, perjalanan memutari gunung akan memakan kurang lebih 7 jam dan melewati jurang yang curam. Untuk ukuran manusia itu sangat sulit sekali, saya akan merubah wujud menjadi Harimau, maka dalam setengah jam kita akan bisa sampai," ujar Ki Brajamusti.
"Baiklah Ki, aku akan naik ke punggung mu... Pokoknya jangan berubah menjadi kura - kura! Bisa satu bulan baru sampai," canda Spiderman.😅😂🤣😂
Setelah berubah jadi harimau yang besar... Spiderman naik ke punggung kedua Harimau itu berlari sangat cepat, lompatan harimau jadi - jadian seperti terbang. Ketika melewati sebuah air terjun kecil... Spiderman berkata,
"Ki Brajamusti berhentilah! Aku melihat ada pohon durian yang berbuah."
"Sendiko dawuh Gus," sahut Ki Brajamusti.
Ki Brajamusti memutar balik menuju pohon durian, lalu Spiderman turun dan melihat - lihat durian yang bergelantungan di pohon.
"Nyai pandan Lara...! Ambilkan buah durian yang masak ... Kita makan durian dulu disini sebentar, sambil istirahat," perintah Spiderman.
"Baiklah Gus," jawab Nyai Pandan Lara,
Lalu Nyai pandan Lara melompat dan mencari durian yang masak. Ketika hendak memetik durian... Nyai Pandan Lara terlempar dan jatuh ke arah sungai. Namun dengan sangat cepat Ki Brajamusti melesat menangkap tubuh Nyai Pandan Lara yang terpental ke arah air terjun. Setelah di sandarkan pada pohon, tubuh Nyai Pandan Lara luka parah, tulang bahunya patah, dari mulutnya keluar darah kental akibat serangan mendadak yang tak di sangka - sangka. Ki Brajamusti terlihat sangat marah sekali. Setelah melihat keadaan sekitar, ki Brajamusti melihat sesosok mahluk jin dengan wajah yang menakutkan. Lalu Ki Brajamusti mendatangi mahluk itu dan berkata,
"Menggapa tiba - tiba engkau menyerang istriku!" tanya Ki Brajamusti kesal.
Sambil tertawa Jin jelek itu berkata,
"Aku jin Sepultura penguasa wilayah utara lembah Gunung Semeru... Istrimu tidak izin dulu dan main ambil saja."
"Kamu tahu siapa yang menyuruh mengambil buah durian itu!!! Dia adalah pangeran Kerajaan Wasesa penguasa kerajaan Jin Gunung Semeru! Semua yang ada di wilayah Gunung Semeru adalah kekuasaannya," bentak Ki Brajamusti.
Jin Sepultura tertawa terbahak - bahak membuat lembah naga bergetar lalu berkata,
"Pangeran..? Tidak ada pangeran disini! Kerajaan Wasesa tidak ada pengaruhnya sama sekali dan aku tidak takut sama sekali!"
"Ki Brajamusti...! Habisi saja jin sombong dan perusak itu!" perintah Spiderman.
"Baiklah Gus," sahut Ki Brajamusti.
Tanpa basa - basi Ki Brajamusti langsung menyerang Jin Sepultura dan perkelahian pun tak bisa di hindarkan.
Sementara Spiderman mencoba mengobati Nyai Pandan Lara... Tetapi sudah di coba tetap saja tak bisa sembuh.
tp kalo kita membaca cerita penuh nasehat beda lagi
inex ok