NovelToon NovelToon
Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Contest
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kamila Putri

"Aku pikir setelah bertemu denganmu aku akan bahagia, tapi yang aku dapatkan hanya kecewa!"

Namun, awal pertemuan yang diharapkan akan menjadi kesan indah yang membahagiakan, justru berbanding terbalik saat Eva mengetahui siapa orang yang selalu ada untuknya. Akankah cinta itu hadir kembali dalam hidupnya, atau hanya akan menjadi kenangan saja?


Ilustrator: Sky_graphic

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kamila Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan jejakmu

Saat mentari belum menampakkan sinarnya , Arya sudah mendahuluinya menyapa dunia. Dengan duduk di depan toko tempat Eva bekerja, pemuda itu berselimut kan jaket saja.

Udara cukup dingin, sehingga beberapa Ki pemuda itu menggosok telapak tangannya.

Sudah dua jam menunggu, namun gadis yang dia cari tidak dapat dia temukan. Saat teman-temannya mulai berdatangan, Arya segera menanyakan kabar keberadaan kekasihnya itu. Dan dia antara mereka satu pun tidak ada yang tahu.

Arya mengunjungi tempat-tempat yang biasa dia datangi bersama Eva, namun masih saja tidak menemukan jejaknya. Arya memutuskan untuk pulang.

___

Saat akan pergi, Ayu melihat Arya yang murung di kursinya. Dia merasa tidak enak jika harus lewat di depannya. Ayu memutuskan untuk membiarkan pemuda itu lebih lama disana, sementara dirinya masih duduk di depan kamar mandi sambil menunggu pemuda itu pergi.

"Kapan perginya sih?" Ayu terus saja melihat jarum jam di tangannya. Sudah siang dan dia harus segera berangkat ke kampus. Ayu mencoba menenangkan diri, menarik napas dan membuangnya.

"Aku bisa melewatinya, aku pasti bisa," gumam Ayu. Dia pun beranjak pergi.

"Ayu," panggil Arya, saat dirinya baru saja melewati pemuda itu. Dengan berat hati, terpaksa Ayu berbalik badan dan menyapanya.

"Pagi Ar...."

"Kamu baru mau berangkat? Mau aku antar? Aku akan pergi ke rumah sakit, kalau kamu mau kita berangkat bareng."

"Tidak usah Ar, aku sudah ada janji sama teman." Ayu pun meninggalkannya sendiri.

Tuhan, aku tidak bisa berbicara terlalu lama dengannya, aku tidak bisa mengendalikan detak jantungku, batinnya.

____

Saat Yudi sudah siap dengan jadwalnya hari ini, Eva masih saja tertidur di ranjangnya. Yudi pun menghampirinya, dan membangunkan gadis itu perlahan.

"Eva, ayo bangun. Katanya hari ini kamu ingin pergi jalan-jalan denganku."

"Apa sih Yud, aku masih ngantuk," ujar Eva dengan suara parau. Namun Yudi tidak ingin menyerah, dia sudah rapih bahkan sedari tadi.

"Hey... sudah siang, ayo bangun!" Eva malah menarik tangan Yudi sampai pemuda itu tersungkur, wajahnya pun saling berhadapan.

Setelah itu, Eva memeluk pemuda itu seperti dia memeluk sebuah guling. Yudi hanya tersenyum melihat wajah gadis itu dari dekat. Dia pun membiarkan gadis yang memeluknya melakukan apa saja yang dia inginkan. Bahkan kini pemuda itu pun memeluknya erat.

Hembusan napas itu terasa sampai di wajah, Eva meraba-raba sesuatu yang ada di depan wajahnya. Kemudian dia membuka mata perlahan, mencari pencahayaan yang masih samar. Saat dirinya benar-benar sudah sadar, dia pun berteriak dan menendang pemuda itu sampai jatuh ke lantai.

"Aww.... pinggangku," rintih nya.

Eva segera menengok pemuda itu yang masih duduk di lantai, "Yudi, kamu tidak apa-apa?"

Melihat Yudi yang masih memegangi pinggangnya, Eva pun segera beranjak dari kasur dan membantunya berdiri.

"Ini salah kamu! Kenapa bisa-bisanya kamu ada di sampingku?"

Saat dirinya sudah duduk di kursi, dia pun membela diri.

"Kenapa aku yang salah? Dari awal kamu yang menarik tubuhku."

"Jangan membela diri, jelas-jelas kamu yang salah."

____

Arya tertunduk di samping ibunya yang tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit. Sampai saat ini, wanita itu belum sadarkan diri. Sudah beberapa hari pemuda itu tidak tidur, matanya berkantung dan dia terlihat seperti mayat hidup.

Ayu datang menjenguk keadaan ibu kosnya. Melihat betapa menyedihkannya keadaan Arya, dia pun berinisiatif untuk mengajaknya berkeliling di luar. Mulai saat ini dia akan berusaha mengendalikan dirinya.

Ayu menyentuh pundak pemuda itu pelan, dan mengajaknya keluar.

"Ada apa Yu," tanya Arya malas. Entah karena memang malas atau tidak bertenaga, pemuda itu tampak lebih membutuhkan perawatan daripada pasien yang lain.

"Aku hanya ingin ngajak kamu makan. Kamu pasti belum sempat untuk makan."

"Tapi aku sedang malas makan Yu. Kamu bisa makan sendiri kan?"

"Jangan menyiksa tubuhmu. Bagaimana bisa kamu mencari Eva, menjaga ibumu, jika tubuhmu saja tidak bisa kamu jaga baik-baik." Mendengar perkataan Ayu, Arya jadi tersadar. Apa yang di ucapkan gadis itu benar. Yang tengah terluka hatinya, tapi kenapa yang harus menanggung seluruh tubuhnya. Dan akhirnya dia pun mau makan bersama Ayu.

"Kenapa kamu ke sini," tanya Arya saat menunggu pesanan makanannya. Sesaat Ayu terdiam. Dia jua tidak tahu alasannya kenapa dirinya sampai di rumah sakit.

"Aku juga tidak tahu Ar."

"Apa kamu benar-benar tidak tahu dimana Eva? Aku sudah mencarinya ke tempat dia bekerja, tapi teman-temannya bilang dia sudah berhenti."

Ayu terkejut dengan perkataan Arya, dia pun tidak tahu kalau Eva sudah berhenti bekerja. Dan untuk saat ini, Eva sulit untuk di hubungi.

"Aku baru tahu kalau dia sudah tidak bekerja lagi. Sebelum dia pergi, dia sempat bicara padaku, katanya dia akan pergi ke Amerika."

"Apa?" Pemuda itu sangat terkejut, bagaimana bisa gadis itu pergi jauh tanpa memberitahunya.

"Dan aku rasa dia pergi karena sempat kecewa sama kamu Ar," sambung Ayu.

"Dengar Ayu, aku tidak tahu nomor Eva sudah tidak ada di ponselku. Ibuku yang melakukannya. Aku sangat kecewa padanya, dan sekarang aku pulang untuk menemui dia."

"Oh iya? Bukankah kamu sudah punya kekasih yang baru? Yang sempat kamu rangkul malam itu."

Arya sangat bingung dengan perkataan Ayu, dapat cerita yang tidak benar dari mana dia.

"Apa yang kamu katakan Ayu? Ini pasti kesalahan pahaman saja. Aku tidak berniat mencari wanita lain di luar kota, karena yang aku cintai cuma Eva."

Ayu pun tidak dapat menunjukan buktinya, karena foto itu ada di ponselnya Eva. Bahkan sekarang mungkin foto itu sudah tidak ada.

"Aku tidak bohong, tapi aku tidak ada bukti untuk aku tunjukkan pada kamu."

Obrolan mereka terhenti saat seorang pedagang mengantarkan pesanan keduanya.

"Sekarang kamu makan saja dulu, aku tidak tega melihat kamu seperti ini. Kamu terlihat seperti mayat hidup Ar," ujar Ayu. Awalnya Arya merasa mual saat melihat makanannya, namun setelah suapan pertama berhasil dia telan, akhirnya dia pun bisa melanjutkan. Memang perutnya perlu di isi, pikirnya.

Melihat pemuda yang duduk di sampingnya makan dengan lahap, Ayu merasa senang.

___

"Aku bawakan makanan untuk kamu!" Eva menghampiri Yudi dengan sepiring nasi goreng yang dia buat sendiri.

"Hm... baunya harum sekali, aku tidak sabar ingin memakannya," ujar Yudi memuji.

"Bagaimana pinggang kamu, masih sakit?"

"Sudah mendingan. Sepertinya hari ini kita tidak akan kemana-mana."

"Aku sedikit kecewa, tapi demi kesembuhan kamu aku tidak apa-apa," ujar Eva.

Yudi pun mengulas senyuman sambil mencubit pipi gadis itu.

"Besok kalau sudah sembuh, aku janji akan membawa kamu keliling kota Jakarta."

1
Kam_🍃
Semangat
liana
nextttttt
liana
next dong kk
Novi Elitra
penasaran
Irma14889579
lanjut donggg
jangan patah semangat ea thoor 😘
Liana Robiana
lanjut...
Irma14889579
aku selalu menunggu mu Thor🤗🤗🤗
Irma14889579
aku tunggu kelanjutannya thor 😞
Hiatus🐤: 🤧 aku pikir tidak ada yang nungguin lanjutannya.. Aku usahakan dua hari lagi update kak❤️❤️
total 1 replies
Irma14889579
semangat thor 💪
Hiatus🐤: Terima kasih ❤️🙏
total 1 replies
Muzayyanah
waduh kasiah Eva kpn dia bisa bahagia sayang gk ada lanjutany
Irma14889579
sedih
cookiess
ulalaaa 😄😄

ohyaa, akuu jugaa writtrer lohh btw, bisaa juga kalian baca ceritakuu, namanya "My Girlfriend Is Mafia". Mohon dibacaa yaa eehhehehee.. Makasi bangett bagi yang sudah nyempetin baca 😊😊

semangat buat thor nyaa!! 💪💪
Ning Rum
ko critanya jdi kya gini
Hiatus🐤: Ngga vulgar Banget kok kak
total 1 replies
park seul lee (박 슬 이)
nyimak
Sagita Chn
lanjut Thor, like mendarat yah...

salam dari: Monopoli Cinta Tuan Muda.
Anindha.
Semangat Up thor 👌

Mari saling mendukung ☺
Martina Tina
kelanjutan nya mana
anggrymom
knp ga coba utk ngungkapin si arya ma eva, emessh nih
anggrymom
gagal deh romantisnya gara2 satpol PP kurang ajar😂😂😂😂
anggrymom
hihi..
suka...🤩🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!