NovelToon NovelToon
Giro - The Shrouded Paradise

Giro - The Shrouded Paradise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur
Popularitas:496.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bophi

"Tatapan seperti itu bukanlah tatapan yang dimiliki orang yang takut dan putus asa"

"Tetapi, keberanian tanpa kemampuan hanyalah omong kosong belaka"

Tidak pernah terbayangkan oleh Giro sebelumnya, bahwa hari itu merupakan hari yang akan menentukan arah takdirnya.

Di usia yang begitu muda, Giro harus mengalami pengalaman yang akan selalu membekas di benaknya, pengalaman yang akan selalu menghantui bunga tidurnya setiap malam.

Tetapi, bayangan dari orang-orang yang ia sayangi mampu membuatnya mengangkat asanya yang perlahan hilang, menariknya agar terus melangkah tanpa peduli seberapa berat halangan yang menantinya.

Mampukah Giro menjawab kepercayaan orang-orang terhadapnya?

"Kau tidak akan bisa melakukannya jika kau bahkan tidak bisa bertahan hidup"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bophi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Act 26 : Bianca

Pertama kali Giro melihat Guru Bianca adalah saat hari pertama Giro resmi berlatih bersama murid-murid lainnya. Saat itu, Giro benar-benar merasa terpukau dengan wajah Guru Bianca yang begitu cantik dan dewasa. Tentu saja, setiap beliau mengajar, kelas akan sangat tertib, karena hampir semua murid mengaguminya.

Guru Bianca memiliki kepribadian yang sangat lembut. Seringkali beberapa murid melakukan kesalahan, namun Bianca selalu menasihati mereka dengan lembut. Tetapi, jangan pernah membicarakan umur kepadanya. Baginya, "umur" dan "pernikahan" adalah kata yang terlarang untuk ditanyakan kepadanya. Entah mengapa, Giro sama sekali tidak mengerti alasannya.

Walaupun sikapnya yang lembut dan anggun, tetapi kekuatan bertarungnya tidak bisa dianggap remeh. Bianca merupakan satu dari tiga kekuatan besar yang ada di kota Rugha, bersama Kapten Lazor dan Guru Rendi. Dia pernah ditawari berbagai macam jabatan dan posisi di berbagai negara, namun entah mengapa dia selalu menolaknya dan tetap mengajar di dojo.

"Bagaimana jika aku saja yang mengajarinya?" ujar Bianca yang mendengar percakapan antara Giro dan Slipwell pagi itu.

"Guru Bianca?" Giro terkejut dengan kehadiran Bianca.

"Dia adikmu?" tanya Bianca memastikan.

"Bukan, Guru. Dia anak dari Bibi Naomi, orang yang merawatku dengan baik sejak kedatanganku kemari" jawab Giro.

"Aku tidak keberatan mengajarnya" ujar Bianca dengan santai.

Giro sedikit ragu dengan jawabannya. Apakah dia harus mempercayakan Yura kepadanya? Bianca tentu saja merupakan wanita yang sangat kuat, namun Giro tidak begitu mengenalnya, masa lalunya pun sama sekali tidak diketahui.

"Kau tidak mau?" tanya Bianca yang melihat Giro seperti kebingungan.

"Bukan begitu, Guru. Hanya saja, aku tidak mau merepotkan Anda. Karena Anda harus mengajar di dojo dan melatih Yura sekaligus, aku takut jika Anda tidak mempunyai waktu untuk itu" jawab Giro berhati-hati.

"Apa kau pikir aku tidak kerepotan?" celetuk Slipwell yang mendengarkan mereka berbicara berdua.

"Bukan begitu, Guru--" sanggah Giro sebelum dipotong oleh Bianca.

"Hahaha... tenang saja, Nak. Sebenarnya aku tidak tertarik sama sekali dengan ide melatih seseorang. Namun setelah mendengar ceritamu, aku teringat dengan diriku yang dulu..." ujar Bianca mengingat-ingat masa lalunya.

"Kalau begitu aku pergi dulu..." ujar Slipwell yang berdiri dan segera pergi dari sana.

"Kau tidak mau mendengar ceritaku?" tanya Bianca kepada Slipwell.

"Aku sudah mendengar yang ingin aku dengar" jawab Slipwell dan pergi meninggalkan Giro dengan Bianca.

"Dasar lelaki. Baiklah, sampai mana tadi..." ujar Bianca mencoba memulai ceritanya kembali.

"Aku lahir dari keluarga yang terhormat. Keluargaku adalah salah satu keluarga yang disegani di negeriku dulu. Sejak kecil, kehidupanku tidak pernah kekurangan. Apapun yang aku inginkan, pasti akan terpenuhi dengan mudah..." Bianca menceritakan tentang dirinya sendiri kepada Giro.

"Tetapi pada suatu waktu, ayahku ditipu oleh sahabatnya sendiri. Bisnisnya hancur dalam waktu singkat, kehidupanku yang semula begitu mewah, seketika terjungkir balik menjadi sangat begitu sulit. Ayahku menjadi kasar, dia yang semula sangat lembut kepada keluarganya, sekarang tidak segan-segan memukul kami jika ia sedang emosi..."

"Namun, keluarga kami seolah mendapatkan harapan ketika pangeran dari kerajaan datang menemui kami dan berniat menjadikanku sebagai istrinya. Saat itu, aku tidak bisa melakukan apapun selain menerima permintaannya. Karena jika aku berani menolak, entah apa yang akan dilakukan oleh ayahku kepadaku..."

"Tetapi entah mengapa, aku sama sekali tidak merasa senang apalagi bahagia. Coba kau pikirkan, aku akan menikahi seorang pangeran yang kelak akan menjadi seorang raja! Itu adalah impian setiap gadis dimanapun. Namun, aku sama sekali tidak merasakannya, aku tidak ingin menikahinya..."

"Pada suatu hari, aku pun lari dari rumah hanya karena tidak mau menikah. Saat itu aku masih 13 tahun, tanpa tujuan dan tanpa bekal apapun, aku pergi begitu saja meninggalkan keluargaku dan keegoisan mereka yang tega membiarkanku dijodohkan dengan orang itu. Tapi tentu saja, bagaimana mungkin seorang anak kecil yang tidak pernah merasakan kesulitan mampu bertahan dari ganasnya dunia luar?"

"Tentu saja jawabannya tidak mungkin. Tidak sampai satu hari, aku sudah hampir mati. Tidak ada makanan, tidak ada uang, tidak memiliki apapun. Sempat terlintas dalam benakku untuk kembali pulang dan menerima takdir yang menantiku disana. Namun, entah mengapa hati kecilku berkata jika aku tidak akan mati hari itu. Akhirnya, akupun mengurungkan niatku untuk pulang dan kembali melanjutkan perjalananku..."

"Dua hari telah berlalu, dua hari aku berhasil selamat dengan bermodalkan tekad, tanpa makanan sedikitpun. Hingga akhirnya aku berhadapan dengan keputus-asaan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Bandit! Dengan mata mereka yang menyala penuh nafsu, aku dikelilingi oleh selusin bandit yang seolah menemukan makanan setelah kelaparan berhari-hari. Aku tidak bisa melakukan apapun, tubuhku saat itu benar-benar lemah karena tidak makan selama dua hari. Aku menangis, mengutuk keputusanku sendiri yang menolak untuk pulang..."

"Namun ternyata keberuntungan masih berada di pihakku. Tepat saat mereka menyerangku, seseorang yang sampai sekarang aku kagumi datang menyelamatkanku. Dia menghajar semua bandit itu seperti orang dewasa yang mempermainkan anak kecil. Tanpa membutuhkan waktu yang lama, para bandit itu terkapar tak berdaya menghadapi kekuatan yang jauh diatas mereka..."

"Kau tahu siapa orang itu? Dia adalah Guru Rendi. Kepala sekolah dari dojo ini. Saat itu dia masih muda, wajahnya masih sangat tampan dan berwibawa. Dia bertanya kepadaku tentang apa yang terjadi. Aku pun menceritakan semuanya, dari rencana pernikahan hingga akhirnya aku kabur dari rumah karena tidak setuju..."

"Dia tertawa mendengar ceritaku, dia bilang jika aku sangat bodoh. Dia berencana membawaku kembali pulang ke rumah dan menyuruhku untuk menerima takdir yang menantiku. Aku menolaknya dengan tegas, dan tanpa berpikir sedikitpun, aku bersujud kepadanya dan memohon agar dia membawaku daripada harus kembali ke rumah itu..."

"Dia bertanya alasanku ingin mengikutinya. Aku menjawab jika aku hanya ingin kebebasan, aku tidak mau terikat dengan takdir dan peraturan yang mengekangku dari dalam..."

"Aku masih ingat apa yang dia katakan saat itu..."

"Kalau begitu jadilah kuat. Cukup kuat hingga mampu membuatmu berjalan atas kemauanmu sendiri. Sangat kuat hingga tidak ada yang berani menentangmu. Jadilah kuat agar kau bisa menentukan sendiri arah takdirmu. Jadilah kuat agar kau bisa hidup selayaknya manusia..."

"Aku begitu terkesan dengan ucapannya saat itu. Aku tidak pernah berpikir seperti itu sebelumnya. Menjadi kuat? Siapa takut! Hahaha"

Bianca tiba-tiba tertawa saat sedang menceritakan kisahnya. Giro yang begitu serius menyimak ceritanya langsung kaget karena tawanya.

"Maaf, maaf... aku hanya terbawa suasana. Biar kulanjutkan ceritanya..." ujar Bianca mencoba melanjutkan ceritanya.

"Setelah mendengar ucapannya saat itu, tanpa pikir panjang aku langsung bersujud kepadanya dan memohon agar dia mau menjadi guruku. Aku berpikir jika dia adalah orang mampu menuntunku menuju tujuanku yang baru, menjadi kuat..."

"Tapi dia menolak permintaanku mentah-mentah! Aku yang tidak terima, langsung memakinya. Aku bilang jika dia begitu sombong hanya karena memiliki kekuatan seperti itu. Tapi jawaban yang dia berikan membuat cara pandangku berubah selamanya..."

"Lari tidak akan pernah merubah apapun. Kau bisa lari masalah dan tanggung jawabmu, tapi kau tidak bisa lari dari hatimu sendiri. Jika yang kau lakukan hanya lari, kau tidak akan pernah bisa lepas dari beban yang akan membelenggumu selamanya. Lepaskan bebanmu terlebih dahulu, lalu temui aku jika kau memang serius dengan ucapanmu"

"Setelah itu Guru Rendi membawaku untuk makan, lalu dia pergi begitu saja. Sebelum dia pergi, aku bertanya dimana aku bisa menemuinya. Dia bilang jika aku bisa menemuinya di dojo ini. Dan begitulah, aku segera pulang ke rumah dan dengan tegas aku berkata kepada ayahku jika aku menolak pernikahanku dengan pangeran, aku berkata kepadanya jika aku akan menjadi cukup kuat hingga aku bisa memilih jalanku sendiri..."

"Ayahku begitu murka saat aku mengatakan itu kepadanya, dia bilang jika aku adalah anak yang tidak diuntung, tidak tahu terima kasih. Ibuku menangis sejadi-jadinya, saudara-saudaraku terlihat begitu marah karena mereka akan kehilangan kesempatan menjadi sudara dari seorang pangeran... ahh tapi aku tidak peduli, aku sudah menentukan pilihanku, tidak ada yang mampu menghentikanku lagi..."

"Jadi begitulah ceritaku. Saat aku mendengar ceritamu tentang anak bernama Yura itu, aku merasa seperti melihat diriku saat aku masih kecil. Aku yakin jika dia bisa menjadi wanita yang sangat kuat jika dia memiliki keinginan untuk itu..."

"Bagaimana? Kau masih ragu mempercayakan Yura-mu itu kepadaku?" tanya Bianca menandakan akhir ceritanya.

"Tunggu dulu, Guru! Bagaimana kelanjutan ceritamu? Bagaimana dengan pangeran itu?" tanya Giro yang terlihat begitu penasaran.

"Aku akan melanjutkan ceritaku jika kau membiarkanku melatih Yura" jawab Bianca dengan santai.

"Tapi, Guru..." gumam Giro.

"Tidak ada tapi-tapian..." ujar Bianca dengan santai.

"Guru Bianca adalah wanita yang sangat kuat, mungkin tidak ada salahnya aku membiarkan Yura berlatih dengannya..." gumam Giro dalam hati mencoba memikirkan keputusannya.

"Baiklah, Guru. Aku akan mempercayakan Yura kepada Anda. Aku mohon tolong bimbing Yura agar dia bisa menjadi seperti Anda..." ujar Giro sambil memberi hormat kepada Bianca.

"Tidak... aku akan membuatnya jauh lebih kuat melebihiku" ujar Bianca dengan yakin.

"Terima kasih, Guru" Giro bersyukur jika dia akhirnya bisa menemukan guru yang cocok untuk Yura. Dia berharap jika Yura akan senang setelah menemukan guru untuknya.

"Kapan dia bisa mulai?" tanya Bianca.

"Aku harus berbicara dulu dengan Yura sebelumnya, Guru. Besok aku akan membawa Yura untuk bertemu dengan Anda" jawab Giro.

"Bagus, aku tidak sabar bertemu dengannya" gumam Bianca.

"Kalau begitu aku pergi dulu, sebentar lagi kelasku dimulai..." lanjut Bianca sambil pergi meninggalkan Giro.

"Tapi, Guru... bagaimana dengan kelanjutan ceritanya?"

1
🍾⃝🦚ʜαͩmᷞιͧδαᷠʜͣᵇᵃˢᵉ༄
Novel pertamamu keren Thor semangat❤️🔥❤️
ska
udah lama nggak up thor
silviaanugrah
6 dukungannn, ditunggu feedback-nya ya Thor 🌟
Elisabeth Ratna Susanti
double like 👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav 😍
™DEWA•[PHOENIX]
Huhuhuhu masih early aja dah penuh bawang
Alvi Sy
lnjutt
gegechan (ig:@aboutgege_)
Semangat kakak💛
salam dari Broken Angel'S
Hayaku Gaya
Uuu, kelompok Shaka ya.. aku yakin kalian akan menang, Giro!! Semangat!! Jan kasih kendor!
Hayaku Gaya
Apa! Yang benar saja ngambil kertas gitu doang pake acara begitu guru 😭😭
Fuhhh Giro kau memang terbaik!!!! Siapa yang akan mereka lawan?
★Merepotkan~
Pikiran nya Thor, bukan Fikiran... Hadeh :v🌲🎉
★Merepotkan~
Meskipun setingan cerita novel kita sama, kenapa punyaku bisa beda jauh kali? Apa ini karena novel ku novel parodi dan novel ini novel serius?🌲🎉
Aya-DNA
pasti melihat mayat sampai muntah
aga komara
like meluncur...
Ls
like.
ACILMEY
next up bophi semangat 👍👍
Neo
up
Wulan
Next
Dian Ariesto
up
Eva Santi Lubis
keren thor lanjut mari saling mendukung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!