Jauh-jauh Arumi kuliah keluar negeri untuk belajar sekaligus melupakan mantan kekasihnya, namun takdir malah mempertemukan mereka kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Nur Shaviera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Laki-Laki Akur
Setelah pulang dari taman bermain, Kenan langsung membawa Arumi dan Hanan pulang ke kediaman keluarga Abraham, dikarenakan keluarga Kenan ingin menanyakan tentang pertemuan keluarga yang harus diadakan untuk membahas pernikahan Kenan dan Arumi.
"Ken, kenapa kamu bawa aku kerumah kamu?"tanya Arumi.
"Nanti juga kamu akan tau"ucap Kenan sambil memasukkan mobilnya ke dalam halaman rumahnya yang luas.
Sesampainya mereka dikediaman keluarga Abraham, Arumi tersenyum karena Hanan tertidur pulas dipangkuannya dan terlihat sekali bahwa anak kecil itu kelelahan karena asik bermain wahana-wahana yang disukainya.
Kenanpun mengambil Hanan dari gendongan tangan Arumi yang terlihat lelah menjaga dan bermain dengan keponakannya yang sangat aktif sekali, bahkan Kenan jadi mengetahui sifat keponakannya sangat mirip dengannya dibanding dengan Hilman dan Kiara yang sebagai orangtuanya.
"Ayo kita masuk"ucap Kenan yang menggandeng tangan Arumi memasuki rumahnya yabg besar nan mewah, lalu disambut dengan kedua orangtua Kenan dan juga terdapat Hilman dan Kiara diruang tamu.
"Assalamualaikum"ucap Arumi dan Kenan.
"Wa'alaikumsalam"ucap kedua orangtua Kenan, serta Hilman dan Kiara.
Kiara yang melihat putranya tertidur pulas digendongan adiknyapun segera berjalan ke arah Kenan dan mengambil Hanan dari gendongan adiknya.
"Apa Hanan merepotkanmu Rumi?"tanya Kiara sambil menggendong putranya yang mulai menggeliat dalam gendongannya.
"Ngga kak! Justru aku bahagia bisa bermain dengan Hanan"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya. "Oh iya ini kak pakaiannya Hanan"ucapnya sambil memberikan tas yang berisikan pakaian bocah kecil itu yang basah karena terkena air.
"Terima kasih Arumi, aku bawa Hanan dulu ya ke kamar"ucap Kiara yang membawa tas serta putranya ke dalam kamar untuk di rebahkan dalam kasur.
Sedangkan Kenan dan Arumi yang baru sampai, mereka mencium punggung tangan kedua orangtua Kenan secara bergantian dan duduk diruang tamu dengan penuh kehangatan. Namun berbeda dengan Arumi, wanita itu gugup dan jantungnya berdebar lebih kencang walaupun sudah beberapa kali ke rumah keluarga Abraham.
"Arumi, Kenan jadi kapan kalian akan mengadakan pertemuan kedua belah keluarga untuk membicarakan pernikahan kalian?"tanya Tiara, Mama dari Kenan yang tidak sabar menyambut Arumi sebagai calon menantunya.
"Secepatnya ma, aku juga udah bertemu dengan keluarga Arumi saat mau pergi ke rumah kakek waktu itu"tegas Kenan yang menatap wajah Arumi yang duduk disampingnya.
"Lalu kamu bagaimana Arumi?"tanya Bima, Papa dari Kenan yang melihat Arumi hanya diam saja sejak tadi.
"Secepatnya akan aku kasih jawaban, dan akan aku bicarakan dulu dengan kedua orangtuaku"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.
"Kami menunggu kabar baik darimu"ucap Bima dengan senyum hangatnya.
"Oh iya, aku ga bisa lama hari mulai gelap, aku tidak mungkin seharian berada diluar nanti orangtuaku khawatir" ucap Arumi yang membuat kedua orangtua Kenan tertawa mendengar itu.
"Lebih baik lo antarkan Arumi dulu Ken, kasiankan kalo balik sendiri"ucap Hilman yang senang melihat adik iparnya akan memiliki istri yang mampu meredam kelakuan Kenan.
"Yaudah Ma, Pa. Kenan antarkan Arumi pulang dulu ya"ucap Kenan sambil mencium punggung tangan kedua orangtuanya secara bergantian dengan Arumi untuk mengantar pulang wanitanya.
"Assalamualaikum"ucap Kenan dan Arumi berbarengan keluar dari kediaman keluarga Abraham.
Dan benar saja, kini Kenan mengantar Arumi dengan mobil terbaru yang sebenarnya akan Kenan pakai untuk mengajak wanitanya kencan ditempat yang romantis, tapi jika kemanapun tujuannya asalkan bersama Arumi, itu akan menjadi hal yang romantis.
Bukan masalah tempat kita akan pergi kemana, bukan juga dengan cara kita melangkah tapi dengan siapa yang akan bersama kita dan menemani kita untuk kemanapun dan kapanpun.
"Kenan apa kamu membeli mobil baru?"tanya Arumi.
"Iyaa dong. Baguskan?"ucap Kenan dengan senyumnya yang mengembang membuat Arumi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan apa yang dilakukan Kenan.
"Kita akan menikah dan kamu masih sempat-sempatnya membeli mobil baru? Kenapa tidak kamu pakai pas mau menikah"ucap Arumi.
"Tenang saja, nanti saat kita menikah akan aku belikan mobil terbaru lagi untukmu. Bagaimana?"ucap Kenan sambil menyetir mobilnya.
"Kenan jangan buang-buang uang deh! kita akan memerlukan uang untuk kebutuhan anak kita nanti"ucap Arumi.
"Kamu tenang saja sayang! Nanti saat kamu melahirkan anak untukku, akan aku kasih satu mobil untuk anak kita saat usianya 17 tahun"ucap Kenan enteng.
"Kenan, jangan coba-coba memanjakan anak kita nanti"ucap Arumi.
"Aku hanya akan mencoba menjadi ayah yang terbaik dan dapat diandalkan pada anak-anakku kelak"ucap Kenan.
"Terserah padamu"ucap Arumi yang pasrah, karena berdebat dengan Kenan tidak akan ada habisnya sama sekali.
Sesampainya dirumah kecil Arumi, wanita itu segera masuk ke rumahnya karena ayahnya yang sedang bekerja dan ibunya yang menjual kue belum pulang juga, cuma tersisa adiknya yaitu Angga sedang bermain game dikamarnya.
"Assalamualaikum"salam Arumi yang memasuki rumahnya bersama Kenan dan disambut adiknya yang keluar dari kamar.
"Wa'alaikumsalam, kakak udah pulang bawa calon abang ipar kemari"ucap Angga dengan santainya.
"Kamu lagi ngapain?"tanya Kenan pada adiknya Arumi yang mengambil air minum dikulkas serta cemilab yang berada didapur.
"Sedang main PS, ikutan ga bang?"tawar Angga yang senang jika bermain game ada temannya.
"Boleh"ucap Kenan yang langsung masuk ke kamar Angga dan memulai bermain game bersama membuat Arumi hanya menghela nafasnya melihat kelakuan dua laki-laki itu akur dan asik bermain game.
Arumipun memilih untuk masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan melaksanakan sholat, setelah itu Arumi hanya ingin bersandar dikasurnya sambil membaca novel-novel romantis kesukaannya ditemani dengan cemilan yang berada dikamarnya.
Sebenarnya Arumi sebal dengan kelakuan dua laki-laki itu yang bermain game, selalu berteriak membuatnya tidak bisa tenang sama sekali untuk menghayati bacaan satu persatu disetiap bab novel.
Akhirnya Arumi lebih memilih untuk pergi ke dapur dan memasak untuk makan malam, tidak lupa juga dia memakai celemek agar bajunya tidak kotor terkena bumbu dapur yang akan dia tuangkan dalam masakan.
Arumi sibuk memasak sambil mendengar lagu ditelinganya, membuat dirinya tidak sadar telah menjadi perhatian bagi sepasang mata milik Kenan yang terpesona dengan kecantikan Arumi saat memasak.
Saat ini juga sebenarnya Kenan ingin mengambil air minum, namun matanya malah melihat sosok bidadari dapur yang sedang bernyanyi sambil memasak, membuat Kenan menghentikan langkahnya dan malah fokus pada sosok Arumi.
"Arumi, aku benar-benar sangat ingin memilikimu secepatnya"gumam Kenan dengan senyum diwajahnya melihat setiap gerak-gerik yang Arumi lakukan dan itu sudah sangat mencuri perhatiannya.
*****
Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊
JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏
JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤
JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!
TERIMA KASIH! 🤗
Lanjut thor