NovelToon NovelToon
Racun Dalam Rumah Tanggaku

Racun Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya

Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih

Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami

Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Rizal dan Arum telah duduk disalah satu ruangan, didepan mereka seorang pria yang terlihat begitu emosi

"Berani banget lo jala___" Ujarnya seraya melihat wajah wanita itu dengan penuh amarah "Lo mau gue masuk penjara gitu?"

Arum terlihat pias, tersirat ketakutan yang begitu besar dari wajahnya "Kamu memang sudah kasar pada Arum, jadi sudah seharusnya kamu berada disini!"

Pria bernama Daru itu menatap kearah Rizal lalu tersenyum miring "Lo suka sama bini gue?"

"Bukan urusan anda!"

"Lo selingkuh sama wanita mura___ ini? Lo bakal nyesel. Percaya Ama gue" Suami Arum itu sudah tertawa

"Mas aku gak mau disini! Aku mau pulang saja" Arum menggenggam tangan Rizal dengan tubuh yang bergetar

Rizal menyadari perubahan pada kekasih gelapnya itu "Kita pergi sekarang!"

"Semoga lo sadar sebelum terlambat!" Teriak Daru sebelum Rizal dan Arum keluar dari ruangan tersebut

Arum diam saja selama perjalanan, entah kenapa ia merasa gelisah mendengar ucapan mantan suaminya itu

"Ada apa?" Rizal menggenggam tangan Arum yang menyadarkan wanita itu "Kamu pasti trauma banget kan?"

"Aku cuma kepikiran aja" Ucapnya lirih

"Ingin bersenang-senang?" Arum membawa pandangannya pada pria disampingnya

"Bersenang-senang?"

"Gimana kalau kita melewati hari ini dihotel? Masih ada beberapa jam dan kita bisa melakukan beberapa ronde sebelum sore"

Rizal tersenyum dan Arum membalasnya sambil menganggukkan kepalanya. Mobil melaju menuju hotel terdekat

Rizal memesan kamar untuk mereka menghabiskan waktu. Ia akan memberi alasan pada Hanna karena pulang terlambat

Sesampainya dikamar, Rizal langsung menyerang Arum dengan tidak sabaran. Tubuh Arum sudah bersandar pada dinding dengan Rizal yang melumat habis bibirnya

"Sebentar mas!"

"Tidak bisa sayang! Aku sudah tidak bisa menahan diri!" Rizal kembali menikmati bibir lembut itu, lalu membawa tubuh Arum ke tempat tidur

Teriaknya matahari di luar kamar hotel tidak bisa mengalahkan panasnya kegiatan sepasang kekasih gelap itu

Arum tengah bergerak liar diatas tubuh kekasihnya dan Rizal terlihat begitu menikmatinya

Kegiatan itu berlangsung hingga berjam-jam dan kini keduanya telah sama-sama lelah setelah beberapa kali mencapai puncaknya

***

Hanna kembali kerumah saat hari sudah sore, wanita cantik itu masih belum melihat mobil milik suaminya disana

Hanna sudah panik saat dirinya pulang terlambat, namun ternyata suaminya belum sampai rumah

"Bi, apa bapak belum pulang?" Tanya Hanna pada seorang asisten rumah tangga

"Belum Bu"

"Ya sudah, saya kekamar dulu mau bersih-bersih!" Ujar Hanna

"Ibu mau disiapkan sesuatu?" Tanya wanita paruh baya itu

"Tolong buatin saya jus ya bi! Saya capek banget soalnya, lagi pengen minum yang segar-segar"

"Ya sudah, bibi buatkan"

Hanna menuju kamarnya, ia membersihkan diri lalu menemui putranya yang sepertinya tengah belajar

"Mama boleh masuk?"

"Mama" Fathan bersorak "Ayo sini Mah! Fathan lagi belajar sama Hafiz, dia ternyata pinter banget loh"

Hanna mendekat dengan senyum hangatnya, wanita hamil itu sedikit kesulitan untuk duduk karena perut yang semakin besar

"Coba! Mama mau lihat!" Dengan penuh semangat bocah tujuh tahun itu memperlihatkan bukunya "Waah Fathan memang pintar!"

"Ini dibantuin sama Hafiz"

"Bilang apa sama Hafiz?"

"Terima kasih ya Hafiz"

Putra Arum itu tersenyum "Sama-sama Fathan"

Hafiz membawa pandangannya pada perut buncit Hanna "Apa disini ada adiknya Fathan"

"Iya, sebentar lagi Fathan akan punya adik perempuan yang lucu" Hanna tertawa mendengar jawaban putranya

"Hafiz juga mau punya adik, tapi ibu gak mau kasih" Hanna terlihat prihatin pada anak laki-laki berusia delapan tahun itu

"Begini saja, Hafiz juga bisa menganggap adiknya Fathan sebagai adiknya Hafiz" Ujar Hanna dengan lembut

"Beneran Tante?"

"Bener dong"

"Waah terima kasih Tante, Tante Hanna baik sekali. Coba saja ibunya Hafiz itu Tante Hanna" Hanna mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti dengan ucapan putra Arum ini

"Loh, kok gitu?"

"Iya, Hafiz kadang dimarahin sama ibu kalau ibu lagi ada tamu dirumah" Bocah laki-laki itu menunduk

"Kan emang Hafiz gak boleh bandel kalau ibu lagi ada tamu"

"Tapi kalau ibu ada tamu, Hafiz suka dikunciin di kamar sama ibu! Kalau ibu udah selesai sama om nya baru deh pintu kamar Hafiz dibuka"

Hanna bertanya-tanya apa maksud dari ucapan Hafiz, tamu seperti apa yang diterima Arum hingga dia harus mengurung putranya sendiri

"Memangnya siapa tamu ibunya Hafiz?"

"Om yang banyak uang" Jawabnya polos

Saat Hanna hendak bertanya lagi, pintu kamar anak-anak terbuka menampilkan Arum yang tersenyum

"Mbak Hanna disini?" Tanyanya sembari melangkah mendekat

"Iya, kalian kok lama sampainya?" Arum sudah duduk bersama ketiganya

"Oh itu, tadi polisinya nanya macem-macem. Mas Rizal juga bawa aku ketemu sama pengacara dulu"

Hanna mengangguk "Syukurlah, semoga masalahnya cepet selesai yaa Rum, biar kalian bisa hidup tenang"

"Iya mbak, ini semua berkat mbak Hanna dan mas Rizal juga"

Hanna kembali kekamar karena suaminya telah kembali, namun ia masih bertanya-tanya tentang apa yang Hafiz katakan

Apa maksud dari tamu yang banyak uang? Hafiz hanya anak kecil, tidak mungkin anak sekecil itu berbohong

"Sayang" Rizal menegur istrinya yang terlihat melamun "Ada apa?"

"Gimana tadi dikantor polisi? Semuanya aman kan?" Tanya Hanna

Rizal mendekat, duduk disamping istrinya yang tengah duduk disisi tempat tidur "Semuanya baik-baik saja, suami Arum pasti dihukum berat. Aku juga bawa dia ketemu sama pengacara"

"Syukurlah, aku berharap masalah ini cepat selesai. Biar Arum bisa segera meninggalkan rumah kita dan hidup mandiri"

Rizal terlihat keberatan dengan ucapan istrinya. Ini akan semakin sulit jika dirinya tinggal terpisah dari Arum, ia mulai terbiasa dengan wanita itu

"Kenapa dia tidak tetap tinggal disini saja?" Hanna mengernyit mendengar ucapan suaminya

"Jangan mikir yang bukan-bukan, maksud aku dia bisa bantu-bantu dirumah ini, kalau kamu mau kamu bisa kasih dia gaji. Biar ada yang bantuin kamu, terlebih nanti setelah anak kita lahir"

"Aku bisa kok urus diri aku sendiri, lagi pula mbok War kan ada. Aku hanya tidak ingin Arum bekerja sebagai pembantu disini mas"

Hanna berpikir dua kali untuk membiarkan Arum tetap dirumahnya, terlebih ia mendengar apa yang Hafiz ucapkan

"Memangnya kamu sudah mendapatkan pekerjaan untuk Arum? Bagaimanapun dia butuh pekerjaan kan?"

Hanna mengangguk "Hanin ngasih saran supaya Arum kerja di toko, didekat toko juga ada kontrakan jadi Arum bisa tinggal disana, jaraknya lebih deket"

Rizal diam, jika dirinya terus mempertahankan Arum, jelas Hanna akan curiga

"Hanin juga bilang, kalau ibu akan bantu bicara sama pemilik kontrakan supaya Arum bisa dapat setengah harga"

Rizal memaksakan senyumnya, sekarang dia benar-benar tidak memiliki alasan apapun untuk mempertahankan agar Arum tetap berada disini

"Itu bagus"

1
falea sezi
🤣🤣 bastian jd aktor aja
Oma Gavin
cemburu buta jadi petak makanya ngomong yg jelas jgn jadi cenayang yg harus selalu peka dasar oon ini bastian aku sumpahin habis ini hanna marah yg ngga gubris kamu lagi
mama
terlalu kekanak2 n semuanya,gk ad serius2ny
falea sezi
resain pergi jauh han
Oma Gavin
bastian kamu jgn marah dan emosi sama hana yg perlu kamu marahi itu ortu mu terutama ayahmu yg telah merendahkan hana jgn sampai kamu salah sasaran atas kemarahan mu
falea sezi
pergi jauh aja hanna😒 cowok nya bego semua
Oma Gavin
tenang hana positif thinking aja bastian tidak akan berpaling lagi dari kamu udah lama dia menunggu kamu masa udah ada kesempatan mau di lepaskan
Oma Gavin
makin panjang urusannya sama rizal yg ngga tau diri tetap ngeyel pengen rujuk sama hana ngga perduli hana pernah trauma lihat dua selingkuh sama arum
Wiwit
klo BS lebihan babnya thor
Oma Gavin
semoga bastian berhasil merebut hati anak" hana jgn biarkan rizal kembali merusak mental hana
Oma Gavin
lebih baik segera dihalalin aja hana biar rizal tidak ada peluang rujuk laki" ngga sadar diri dia yg selingkuh kok ngeyel pengen dimaafkan menjijikan
Oma Gavin
jgn luluh hana tetap sama bastian saja percayalah kedua anakmu bisa menerima bastian tanpa membuang kasih saya rizal buat mereka, jijik banget lihat rizal yg ada trauma hana bisa kambul ingat lihat dgn mata kepala sendiri perselingkuhan tsb
Oma Gavin
Alhamdulillah hanna terselamatkan sama bastian hancurkan marco dan perusahaan nya
Oma Gavin
tolong bastian ini marco pecundang ingin melecehkan hanna segera tolong dia sebelum trauma nya kumat lagi
falea sezi
lanjut thor q krim hadiah.. ehh dokter Rama mana thor kasian dia yg perjuangin. Hanna saat drop masak sekarang di kalahin. bastian
Eva Safitri: Terima kasih karena sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
MC nya menye menye thor😒 buat Badas donk
falea sezi
ngapain ngurusin mantan🤣🤣 bekas aja lu mau hanna
falea sezi
enak aja kesempatan🤣 laki bangsatt
falea sezi
bertele tele pret
falea sezi
cpet cerai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!