Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.
Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.
Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.
Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.
Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Terbongkarnya suatu Keinginan.
Di pantai itu yang paling menikmati panorama disana adalah pihak perempuan. Dari pada kedua lelaki itu yang sudah tenggelam pada permainan game mobile legends nya.
Fina dan Eca agaknya terdiam melihat kedua suaminya masing-masing. Yang tadinya mereka bermusuhan, kini sudah menjadi akur.
"Kenapa ya kalau laki-laki cepat sekali akur nya? cuma karena game mobile legends doang loh padahal" Tanya Fina.
"Umumnya sih Fin, menurut saya laki-laki itu lebih mengesampingkan ego cuma untuk ketenangan mereka. Karena mau gimana juga laki-laki pasti nanti akan pusing kalau dia sudah bekerja" Jawab Eca.
Fina terkekeh, berpikir ada benarnya juga kalau laki-laki cepat akur karena seperti itu. Dari pada si perempuan. Hanya mengikuti gengsi nya saja, contohnya saja Fina dengan Anjani yang sempat akur, ujung-ujungnya mereka kembali menjauh.
Kalau teringat soal Anjani, seolah Fina sudah menjadi penasaran. Apa yang akan ia lakukan setelah pujaan hatinya benar-benar pergi dari hidupnya?
Sekalian ingin unggah foto-foto bersama Eca di Instagram. Akan tetapi Fina mendapati Anjani sudah mengunggah konten menangis menyuarakan isi hatinya disertai sepenggal kalimat bijak dan galaunya. Postingan itu juga sudah mengundang lebih dari lima ribu komentar dalam satu jam.
Fina tidak membaca semua nya, tapi rata-rata komen nya berisi tentang hujatan yang mengarah kepada Niko, ada sebagian juga menyalahkan Fino, karena ia sudah menjadi pemicu kegalauan Anjani.
Sepenggal caption dari Anjani yang sempat terbaca benci dan cinta itu beda tipis. Kini menjadi sebuah pertanyaan untuk Fina.
Hanya baru saja Fina kepikiran soal gengsi nya seorang perempuan, seolah Anjani sudah membuktikan nya langsung.
Dari pada itu, Fina langsung mengirim pesan WhatsApp untuk Anjani.
Soal cinta saya sarankan jangan kemakan egois, nanti bakal sakit hati seperti kau tau fakta tentang pernikahan Fino. Pesan yang dikirim Fina untuk Anjani.
"Fin ada apa?" Eca bertanya soal raut wajah Fina yang berubah drastis yang tadinya ceria menjadi cemberut.
"Itu Anjani mantan pacarnya Fino, sudah suka sama orang tapi sok jual mahal, giliran orang itu punya pacar aja nyesel"
"Anjani anaknya Bapak Anas bukan?" Tanya Eca untuk memastikan. Fina masih belum tau siapa nama orang tuanya Anjani, maka dari itu saat ditanya sama Eca, wanita berkuncir kuda itu hanya merespon dengan gelengan kepala.
Pada akhirnya Eca memilih diam soal teman Fina yang barusan terlibat masalah tentang perasaan nya. Andai saja Eca tahu kalau Anjani yang dimaksud adalah anaknya bapak Anas, Eca akan memberi tau kalau ayahnya sudah menyarankan Pak Anas untuk menjodohkan putrinya sebagai langkah terakhir memulihkan saham perusahaan nya yang sedang buruk.
"MENANG LAGI GILA!!!" Teriak Fino yang membuat Fina langsung mendelik. "Gila sih Choki!, sejago ini kau main roamer nya"
"Iya dong jelas, penerus kiboy nih!" Kata Choki membanggakan diri. Diketahui, kiboy adalah pro player dari game mobile legends yang sangat jago dengan permainan roamer nya.
"Kiboy siapa anjir? Mereka sedang bahas apa coba?" Tanya Fina.
"Lah mana saya tau, suami saya begitu kalau sudah sama teman satu circle nya, pasti apa apa pembahasannya enggak jelas" Jawab Eca sejenak, lalu memeluk lengan Fina untuk menyeretnya mendekat ke suami nya masing-masing.
"Ayo kita bergegas ke bioskop, sebentar lagi Filmnya mau dimulai" Ajak Eca untuk ketiga orang yang berada di dekatnya.
Dan ketiga orang itu langsung menuruti apa keinginan Eca, terlebih saat melihat jam sudah tertuju di angka sebelas kurang.
**
Di lobby bioskop
Film mereka akan dimulai jam dua belas. Ada waktu setengah jam untuk mereka bersantai.
Fino mengambil ponsel guna melihat pesan dari mamanya yang mengabarkan kalau Anjani sudah dijodohkan dengan Niko.
"Seriusan ini Anjani dijodohkan dengan Niko?" Fino bertanya pada diri sendiri. Hal itu sukses membuat Fina menyemburkan air yang barusan di minum nya.
"...." Pesan yang dikirim untuk Anjani, Fina cepat-cepat menghapusnya, hanya saja pesan itu sudah ber centang biru yang tanda nya Anjani sudah membaca kiriman pesan dari Fina. Anjani hanya membacanya saja, ia sama sekali tidak tertarik untuk membalas pesan dari Fina.
Maaf kalau saya sudah menyinggung perasaan kamu Jani.
Fina mengirim pesan WhatsApp yang kedua untuk Anjani.
Fino mendadak pergi ke suatu tempat, dari sini Fina mengikuti kemana suaminya pergi.
Nampaknya Fino sedang menelpon mama nya. Tapi kenapa harus diam-diam?
"Mah, Fino engga tertarik lagi buat jodohin anak Anjani dengan anak kita ma, tapi Fino sekarang lebih tertarik jodohin anaknya Choki dengan anaknya kita nanti mah. Yang penting ini masih sama dengan kisah cinta mama sama papa di masa muda. Kalian sudah berhasil menjodohkan saya dengan Fina saat kita sama-sama masih dalam kandungan, lihat Fino mah, Fino bakal ikutin kisah mama" Kata Fino.
'Jadi kemarin Fino mau saya berteman sama Anjani tujuannya untuk jodohin anak mereka dengan anaknya kita? Ish!' Dalam hati Fina
Sejenak Fina menghela nafas, lalu berkata lagi dalam hati seraya membalas rencana dari suaminya. 'Kalau kau mau nya begitu, saya bakalan jodohkan anak Anjani dengan anak kita sekalian'
To be continue,