Genre: Aksi, Petualangan, Slice of Life, Komedi, Fantasi, Wuxia, Sistem.
Update 3 Kali / Hari
**_______**
Lin Fan adalah seorang pengelana dimensi yang berasal dari bumi. Dia entah kenapa setelah kelelahan bermain game siang hari malam tiba-tiba saja berpindah ke dunia yang menurut nya sangat kuno.
Berbekal pengalaman menonton film dan drama TV di kehidupan nya yang sebelumnya dia bisa menyelesaikan berbagai masalah yang dia hadapi bersama dengan Pasukan Konyolnya yaitu PBB.
Satu tujuan dalam hidupnya yaitu IMMORTAL GATE.
**________**
Alam Kultivasi:
- Tahap pertama
- Tahap Kedua
- Tahap Ketiga
- Tahap Keempat
- Tahap Kelima
- Tahap Keenam
- Immortal Gate( Unknown Cultivation )
**_________**
Peringatan!!
Cerita ini tidak cocok bagi penggemar flash cultivation dan penggemar 'bantai.
Cerita ini cocok bagi siapa saja yang sudah terbiasa membaca cerita panjang.
Cerita nya berjalan lambat, Jadi tidak cocok bagi Kebanyakan reader NovelToon yang suka alur cerita cepat.
Wassalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibnu Hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hunter Kepala Botak
Para Hunter melihat bahwa pemimpin mereka sedang berlatih sambil terus membenturkan batu ke kepalanya.
“Apakah kita harus mempelajari teknik itu?”
“Ya, sepertinya kita harus.”
“Pasti menyakitkan, bayangkan saja batu di hantam hantamkan ke kepala ratusan kali terus berdarah pula betapa menyakitkan bukan?”
“Ini…”
“Aku mendengar Wang Bao berkata bahwa ketika kita berlatih teknik Kepala Besi, kepala kita mungkin berdarah. Dan darah yang mengental di rambut kita akan sulit dibersihkan. ”
"Jadi itu artinya kita harus mencukur rambut kita sampai botak!."
“Urgh…”
Para Hunter sangat khawatir.
Di malam hari.
Ketika Lin Fan datang ke rumah Wang Bao, ayah Wang Bao memperlakukan Lin Fan dengan baik.
Hanya ada dua ruang di rumah Wang Bao, satunya adalah dapur, dan satunya lagi adalah tempat Wang Bao dan ayahnya tidur.
Dulu setiap hujan rumah ini pasti akan mengalami kebocoran. tapi sekarang rumah ini sudah diperbaiki.
Orang tua itu memotong ayam dan memanggangnya, dia menyiapkan makanan yang sangat lezat, itu membuat Lin Fan tersanjung.
Setelah pesta selesai, Wang Bao disuruh membersihkan meja dan pergi ke dapur.
Ayah Wang Bao berkata, “Tuan, Wang Bao menderita penyakit yang serius sejak usia dini. Karena terlambat disembuhkan otaknya agak rusak. Dia selalu diperlakukan seperti orang idiot. Semoga kedepannya Tuan Lin Fan bisa merawatnya. “
"Tenang, Wang Bao adalah anak buahku, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggunya." Lin Fan meminum tehnya, lalu perlahan meletakkan cangkir teh di atas meja.
Dia tahu bahwa ayah Wang Bao mengundangnya makan malam bukan hanya untuk sekedar mengucapkan terima kasih.
Sementara itu,
"Tuan, terimalah." Ayah Wang Bao meletakkan kotak kayu kecil di atas meja dan mendorongnya dengan lembut ke arah Lin Fan.
Lin Fan mengernyitkan dahi tidak senang pada saat itu senyumnya perlahan menghilang dan mendorong kotak kayu itu kembali, “Paman, kamu mempermalukanku, Wang Bao adalah anak buahku, aku tidak menginginkan apapun darinya, jadi aku tidak bisa mengambilnya."
“Aku punya urusan lain jadi harus cepat kembali.”
Lin Fan berdiri dan berjalan keluar, lalu berkata, "Wang Bao, aku akan pulang, jangan lupa untuk melapor ke pemerintah tepat waktu besok."
"Ya, pemimpin." Wang Bao menjawab.
Ayah Wang Bao itu berkata, "Kamu bodoh, antarkan dia."
"Tidak, tidak perlu, aku bisa pergi sendiri, Wang Bao tidak perlu mengantarku pergi." Lin Fan berkata, lalu dia meninggalkan rumah Wang Bao.
Dia tidak ingin menerima undangan lagi setelah mengunjungi rumah Wang Bao. Itu bukanlah hadiah, tapi suap dan Lin Fan tidak membutuhkannya.
Dia mempunyai sejumlah besar uang, lebih dari 10.000 uang perak, itu cukup untuk seluruh hidupnya.
Hari berikutnya!
Saat matahari bersinar, kepala botak Lin Fan menarik perhatian semua orang, dan dia bisa menggunakannya sebagai cermin untuk memantulkan cahaya.
"Apa pendapat kalian tentang gaya rambut baru ku ini?" Lin Fan menyentuh kepalanya yang halus.
Anak buahnya yang sedang berbaris dengan lantang menjawab sembari memujinya.
"INDAH DILIHAT"
"MANTAP JIWA."
" KEPALA BOTAK ITU KEREN"
Cara mereka memuji meskipun terdengar kaku tapi cukup membuat hati senang.
"Baguslah." Lin Fan mengangguk puas. Ia pun merasa kepala botak itu cukup menonjol. Tidak hanya menarik perhatian semua orang ketika dia berjalan tetapi juga membuat takut beberapa ayam dan anjing. Hewan-hewan itu bersembunyi dan tidak berani bergerak. benar-benar membawa aura kehadiran yang kuat.
"Aku sudah meminta Wang Bao untuk memberitahu kalian untuk mempelajari teknik Kepala Besi."
"YA PAK" Semua pria berteriak, mereka takut dengan rasa sakit yang harus mereka tanggung selama latihan.
Lin Fan mengangguk, menunjukkan kepuasan.
“Kita semua adalah Hunter, dan kita bertanggung jawab atas keselamatan seluruh Kota Jiangdu. Kita menanggung beban berat yang ada dipundak, tetapi sekarang kekuatan kalian tidak cukup. kalian harus berlatih dari awal. Apakah kalian mengerti?"
"KAMI MENGERTI." Wang Bao berteriak, otaknya sudah dicuci oleh ayahnya untuk menyetujui apa pun yang dikatakan Lin Fan.
“Nah, kalau begitu, yang harus kita lakukan sekarang adalah mulai dari awal. Sekarang aku akan membawa kalian ke pangkas rambut, biarkan orang-orang di Kota Jiangdu memperhatikan tekad kita. " Lin Fan melambaikan tangannya.
Ketika semua orang mendengar kata-kata Lin Fan, mereka tercengang.
Semua orang bergumam, mereka tidak menyangka kepala mereka akan dicukur juga.
Lin Fan mengangkat tangannya untuk memberi isyarat kepada semua orang untuk diam.
“Saudaraku sekalian, kita ini berbagi tujuan yang sama. Yang aku miliki adalah milik kalian juga. Kita adalah keluarga! "
Ketika Lin Fan mengatakan itu, semua orang menjadi serius.
"Siap Melapor!"
“1… 15.” Para Hunter berdiri tegak dan mulai menghitung.
"Oke, Wang Bao akan memimpin tim ini untuk berangkat." Lin Fan melambaikan tangannya dan pergi.
Para Hunter menangis di dalam hati mereka, seolah-olah mereka sedang menuju neraka. Beberapa orang ingin melarikan diri, tetapi ketika mereka melihat ke depan, mereka tidak punya pilihan selain tersenyum melihat kepala mulus Lin Fan dengan kilatan cahaya.
Di dalam pangkas rambut, tukang cukur sedang memotong rambut para pelanggannya. Dia berbicara dengan pelanggan tentang pelanggannya sehari sebelumnya. Tentang pemimpin tim Hunter yang mencukur botak rambutnya.
Para tamu tertawa. Itu memang lucu
Tiba-tiba lima belas pelanggan masuk termasuk diantaranya Lin Dan yang sudah botak.
Tukang cukur yang sibuk bergunjing dengan pelanggannya itu, tiba-tiba terdiam seolah-olah sedang melihat hantu.
Tukang cukur itu berlutut di tanah dan berteriak, “Tuan, tolong ampuni hidup saya. saya tidak bermaksud membicarakan anda dari belakang. "
“Ya, ya…”
Tukang cukur itu melihat sekelompok Hunter masuk jantungnya hampir meledak.
“Hidupku akan berakhir hari ini.” Pikirnya