NovelToon NovelToon
Sekretarisku, Hasratku

Sekretarisku, Hasratku

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / CEO / Tamat
Popularitas:563.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah tentang Natasya Faradila yang mencoba hidup kembali. Tasya, yang merubah nama panggilannya menjadi Dila, adalah seorang wanita yang dijadikan budak seks oleh para mafia yang kejam. Ia digauli oleh banyak lelaki bejad yang tak tahu diri.

Hingga akhirnya ia terbebas, dan ia memutuskan untuk merantau ke Bali, menata kembali hidupnya agar lebih baik lagi. Hal buruk menimpanya, ketika ia dinyatakan hamil, dan ia harus membiayai putrinya. Dila memutuskan untuk kerja serabutan dan kuliah jurusan administrasi perkantoran, agar ia bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

Beberapa tahun kemudian, Dila diterima bekerja menjadi sekretaris di Jackson grup. Menjadi sekretaris sang Presdir Kaisar Gavindra. Karena seringnya mereka berinteraksi, munculah perasaan yang berbeda untuk Dila.

Kaisar yang telah dijodohkan oleh keluarganya menolak keras perjodohan itu, karena ia mulai mencintai Dila. Namun, bagaimana kalau Kaisar tahu mengenai kisah kelam masa lalu Dila? Akankah Kaisar bisa menerima semua itu?

Nantikan kelanjutannya ya guys...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepucuk surat

"Aku di rumah sakit, tapi perawat bilang, anakmu sudah pulang. Kenapa tak mengabari ku? Dimana alamat rumah mu? Apa di jalan gang waktu itu? Saat aku menjemput mu?"

Dila membuka ponselnya. Itulah pesan yang dikirimkan Kaisar padanya. Ini moment yang tepat, untuk Dila memberikan surat pengunduran dirinya. Dila pun membalas pesan Kaisar, dan meminta agar Kaisar datang ke rumahnya. Dila masih memikirkan bagaimana caranya mengatakan yang sejujurnya pada Kaisar mengenai keputusannya untuk berhenti bekerja.

"Bunda, kita mau kemana? Kok Bunda beres-beres baju?" tanya Clais.

"Kita harus pergi, sayang. Bunda bakalan ajak Clais lihat monas dari dekat!" Seru Dila.

"Apa? Monas? Monas kan jauh, Bunda." Protes Clais.

"Iya, karena kita punya kesempatan untuk melihat monas dari dekat!" Dila membujuk Clais.

"Apa? Yang benar Bunda? Ye ye, Cais bakal jalan-jalan. Tapi, Cais masih sakit, Bunda ..." Clais terlihat murung.

"Hanya sampai di Jakarta saja, sayang. Nanti selebihnya kamu istirahat saja di sana," rayu Dila.

"Baik, Bunda ...."

"Ya sudah, Cais istirahat dulu ya, nanti malam kita makan bersama. Bunda mau bantuin Mbah dulu,"

"Baik, Bunda."

Dila keluar dari kamar Clais. Ia segera pergi ke dapur, untuk menemui Mbok Marni. Saat Mbok Marni mengetahui keputusan Dila, sebenarnya

q beliau keberatan. Beliau lahir di Bali, hidup sebatang kara sejak ditinggal pergi suaminya, karena beliau tak mempunyai anak. Mbok Marni memang berat hati meninggalkan tanah Bali, tapi ia juga tak ingin berpisah dari Dila apalagi Clais. Clais yang sejak kecil dirawatnya, sudah seperti darah dagingnya sendiri.

"Mbok ..." Dila datang, saat Mbok Marni sedang memasak.

"Iya, Dil ..."

"Mbok, gak apa-apa kan kita pindah ke Bali?"

Mbok Marni menghela napas, "Gak apa-apa. Dila dan Cais sudah Mbok anggap sebagai keluarga Mbok sendiri. Kemana pun kalian pergi, Mbok akan ikut. Mbok tahu, perasaan kamu, Gek. Kamu pasti tak sanggup bekerja lagi bersama Pak Kaisar. Tak perlu memaksakan diri, Gek. Mbok mengerti,"

Dila memeluk Mbok Marni dari belakang, "Makasih banyak, Mbok ..."

Mbok Marni tersenyum penuh kehangatan pada Dila. Ia memahami perasaan Dila. Bagaimanapun Dila, bagaimanapun keputusannya, Mbok Marni pasti akan mengerti. Ia menggantungkan hidupnya pada Dila. Tak mungkin Mbok Marni membiarkan Dila pergi. Ia harus ikut juga, karena selama ini ia yang merawat dan mengurus Clais.

Tiba-tiba, saat mereka sedang berpelukan penuh kehangatan, pintu rumah Dila diketuk. Ada orang diluar yang mengetuk-ngetuk pintu. Dila sepertinya tahu, siapa dia. Ketukan pintunya, bisa Dila rasakan, bahwa itu adalah Kaisar. Dila segera berjalan ke depan, untuk meyakinkan siapa orang yang mengetuk pintunya.

"Dil, Dila. Ini aku," ucapnya dari luar.

Benar dugaan ku, itu Pak Kaisar. Batin Dila.

Dila pun membuka pintu rumahnya,

"Pak, anda benar-benar datang kesini." Ucap Dila.

"Aku akan menjenguk putrimu, aku sudah membawakan beberapa bingkisan,"

"Pak, jangan repot-repot. Saya malu, kalau Pak Kaisar terus begini,"

"Tidak, Dil. Ak tidak merasa direpotkan. Sebagai atasan, Aku harus peduli terhadap karyawanku. Apa kau tak mengizinkan aku masuk kedalam rumahmu?" tanya Kaisar.

"Ah, i-iya Pak. Maaf. Silahkan masuk,"

Dila mempersilahkan Kaisar masuk kedalam rumah. Kaisar membuka jas nya lalu Dila seperti biasa mengambilnya dan menggantungkan jas Kaisar. Dila memberikan Kaisar minuman dan beberapa cemilan. Saat ini, ia sedang berpikir keras, bagaimana caranya mengatakan pada Kaisar bahwa ia akan mengundurkan diri dari perusahaan.

Aku harus mengatakannya. Besok aku harus terbang ke Jakarta. Tekad ku sudah bulat, semakin dia baik padaku, semakin aku tak nyaman padanya. Aku benar-benar ingin pergi darinya. Aku malu, aku telah berbohong. Tapi kenapa dia terus baik seperti ini padaku? Apa dia tak kecewa padaku? Apa dia tak merasa benci padaku karena aku telah membohonginya? Harusnya dia marah dan kecewa. Harusnya dia bilang saja padaku, kalau dia membenciku. Itu akan sangat mudah bagiku, untuk pergi darinya. Batin Dila.

"Anakmu di kamarnya?" tanya Kaisar.

"Ah, iya ... apa Bapak mau nunggu sebentar? Saya lihat anak saya dulu,"

"Iya, lihat saja anakmu. Aku akan menunggu disini," jawabnya.

Dila segera pergi ke kamar Clais. Ia segera memutuskan untuk menulis surat pengunduran dirinya sendiri. Beruntungnya, Clais sedang tidur. Jadi, Dila leluasa membuatnya tanpa ada yang mengganggu. Dila menulis surat tersebut dengan hati yang teriris sedih, ia terluka karena sebenarnya ia berat meninggalkan perusahaan Jackson Grup yang membesarkan namanya dan membuatnya bisa bertahan hidup.

Maafkan aku, Pak ... aku benar-benar malu telah membohongimu, aku melanggar janji kita, Pak. Kau meminta sekretaris yang masih lajang. Tapi, aku? Aku berbohong padamu. Aku tak pantas lagi bekerja di perusahaanmu, Pak. Kebohonganku sungguh sangat fatal. Aku harus pergi. Aku tahu, kau sangat kecewa padaku. Tapi, kau menguatkan dirimu. Aku tak pantas mendampingi mu. Secepatnya, aku akan membantumu mencari pengganti ku, Pak ....

Setelah selesai, Dila segera keluar dari kamarnya dan menyembunyikan surat tersebut didalam sakunya. Dila memberi tahu Kaisar, bahwa Clais sedang istirahat, dan tak bisa diganggu. Kaisar mengerti, bahwa memang Clais butuh waktu istirahat dan sedang dalam masa pemulihan.

"Tak apa, dia memang harus istirahat." Ucap Kaisar.

"Maaf, Pak ... membuatmu kecewa,"

"Tidak, aku tak apa. Aku mengerti. Aku kesini sekalian bertanya, kamu kapan masuk bekerja? Kasihan Gina, dia mengeluh terus. Kerjanya tak pernah serius, dia tak terpakai untukku," ucap Kaisar.

DEG. Jantung Dila kaget mendengar ucapan Kaisar. Mana mungkin ia bilang bahwa ia akan berhenti sekarang, pasti Kaisar akan menolaknya habis-habisan. Dila sudah punya rencana, dan Dila tentu saja akan menyerahkan surat ini secara sembunyi-sembunyi.

"Dil? Kenapa melamun?" Kaisar mengagetkan lamunan Dila.

"Ah, i-iya Pak. Maaf ... ta-tadi, apa kata Bapak? Saya lupa lagi,"

"Ah, lupakan saja. Mungkin kamu butuh waktu istirahat. Oh iya, aku ingin ke toilet, dimana toiletnya?" tanya Kaisar.

"Di belakang, Pak. Bapak lurus saja, nanti ada Mbah saya, bisa tanyakan padanya."

"Baik, terima kasih."

Kaisar pun berlalu dari ruang tamu, ia meninggalkan Dila seorang diri. Dila pun mulai melancarkan aksinya, ia tak ingin ketahuan oleh Kaisar. Ia segera menyimpan surat itu didalam jas Kaisar. Hingga Kaisar kembali, tak terlihat ada yang aneh pada diri Dila. Beberapa saat kemudian, Kaisar pun pamit, karena hari sudah larut, dan Pak Satya sudah menunggu di mobil terlalu lama.

"Aku pulang dulu ya, Dil. Kabari aku, jika kau akan masuk kerja!" Pinta Kaisar.

"Baik, Pak. Saya akan segera mengabari Bapak." Dila berlaku menundukkan badannya pada Kaisar.

Kaisar pun pamit pada Dila dan Mbok Marni. Kaisar tak melihat ada hal yang Dila sembunyikan padanya. Ia pun segera berlalu dari rumah Dila, dan berjalan menuju jalan raya, tempat Pak Satya menunggunya di pinggir jalan gang. Sesampainya didalam mobil, Kaisar menghela napas panjang. Bukan hal mudah baginya, bisa menerima kenyataan ini dengan baik.

"Aaahh Satya. Hatiku hancur, aku bingung dengan perasaan ini. Aku kecewa, tapi aku tak bisa marah padanya. Aku terluka, tapi aku tak bisa mengatakan padanya bahwa aku memang sakit mengetahui kenyataan ini." Kaisar mengacak-acak rambutnya.

"Tuan, tanyakan saja padanya, penyebab dia punya anak. Toh, siapa tahu semua ini bukan kesalahannya." Saran Pak Satya.

"Tahukah kau, Satya? Aku dan Dila sudah seperti orang asing saat ini. Aku merasa canggung padanya. Aku mencoba baik hati dan menganggap semua ini biasa saja, tapi aku merasa setelah fakta tersebut, ada yang berubah diantara kita. Termasuk, rasa kecewaku padanya."

"Tuan harus istirahat. Tidurlah, Tuan. Kita akan segera pulang, jangan banyak pikiran ya,"

Kaisar hanya menghela napas, ia tak menjawab ucapan Satya.

...❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤...

Kediaman Kaisar Gavindra ....

Pagi sekali, pembantu yang mengurus kebutuhan Kaisar, mengetuk pintu Kaisar lagi. Padahal, tadi pagi dia sudah mengambil beberapa baju kotor di kamar Kaisar. Tapi entah kenapa, sang pembantu itu malah mengetuk lagi pintu kamar Kaisar.

"Ada apa?" Kaisar membuka pintu.

"Tuan, apakah ada yang Tuan lupakan? Saat saya akan mencuci kemeja dan jas Tuan, saya menemukan sepucuk surat ini dalam jas Tuan. Takutnya ini penting. Jadi, saya harus melaporkannya pada Tuan," ucapnya.

"Surat? Kurasa, jas yang kemarin aku pakai, tak ada apa-apa." Ujar Kaisar.

"Tapi, ini ada didalam jas Tuan. Tuan bisa melihatnya, jika tidak penting, silahkan buang saja. Tapi, kertasnya terlihat masih baru, Tuan."

"Baiklah,"

Kaisar membawa surat tersebut lalu menutup pintunya kembali.

"Surat apa ini?"

Kringggg ... tiba-tiba ponsel Kaisar berdering, dan Kaisar melupakan surat itu dan lebih mementingkan panggilan masuk saat ini.

*Bersambung*

Jangan lupa like dan komennya...❤💕

1
falea sezi
koo g lanjut ij
Riza Riza
tur tur aku ngga mau yah endingnya dila sama aldric
Riza Riza
tur nek jantunge pak kais copot bisa diganti jantung gedang. seru tur lanjut
Riza Riza
dagdigdug deeeeer tur tur sll saja bikin hatiku berdisko ria. lanjut tur
Anis Hasan
lanjut kasian dila
neni onet
1 tahun berlalu dan masih belum ada lanjutannya 😞
neni onet: 😁
ceritanya bagus
total 2 replies
Maryati Ati
lanjut
Santhi
blm ada lanjutannya iniiii Thor ayookk dong d lanjut udh lama bgt aku tungguin
pheni Azah
yahhh koq nggantung sih Thor cerita nya 😭😭😭
Rusman sutia
kok endingnya ga seru
tapi sudah tamat
Khairul Nur ramadhan
koq gantung thor kan jdi.y gx jlz
diana yose
🤣katanya tamat
Dwi Kadek
cerita novel ada fiksi Balinya..aku suka kak
Kemput Suko
la kelanjutannya gimana nih
Kemput Suko
makasih thor bagus alur ceritanya,seolah olah ini kisah hidup nyata ,aq sampai terbayang seandainya ada di dunia nyata kisah ini pasti lebih bgaus ,ini cerita tentang perjuangan hidup seseorang yg pernah terpuruk
Muryani Jalasutra
duh kok critanya diganting bgni. knp tamat.
Keysa Clara Saputeri
loh kok tamat sihh??knp cerita nya di gantung thor??
♍Endah Wahyu♍
Ayo donk kak. Up nya kapan😭
Puspa Puspitasari
waduhhh ko ngegantung gini sih ceritanya... 🤦‍♀️ lagi seru2nya ni....
♍Endah Wahyu♍
Dah sekian purnama aq bolak balik
koq belum up juga.
Ayo donk kk. Semangaaaaaat...
Tunjukkan karya terbaikmu...
Aq setia menanti up nya
IrnaMahdaR: terus baca ya kakak🤗 terima kasih banyak.. subscribe juga hehehw
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!