Novel ini adalah bentuk revisi dari novel awal yang berjudul My Journeu too Immortality yang terpaksa harus direvisi.
Kultivasi adalah jalanku
Meraih Kekuatan Keinginanku
Menembus Surga Impianku
Dengan Pedang di Tangan
Dengan Kekuatan milikku
Akan kugapai Surga
Kan Kuukir Legenda
Xi Suja, tuan muda kelima klan Xi yang terus saja sial. jalan keabadian yang dia tempuh sangat curam dan terjal, masalah datang terus-menerus bahkan sejak dia melewati kota pertama dalam pengembaraannya.
dengan bantuan para hewan kontraknya, dan keluarga serta teman-teman yang dia temui dalam perjalanan, dia mendaki gunung terjal demi meraih kekuatan.
.
.
.
jangan lupa berikan vote, komentar, like, share, dan ikuti perjalanannya yaa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suja Andy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24 - Pembunuhan Pertama. . . . . .
DUUUAAARRRR…….!!!!!
Gerbang kediaman tuan kota hancur lebur karena serangan Penatua Xin, ledakan itu juga membuat para penjaga terkejut bahkan ada beberapa yang langsung pingsan.
“Kalian, urus semua pengawal itu!”
“Baik tuan muda!”
Tanpa perlu perintah kedua para prajurit yang sebelumnya akan membawa Suja ke hadapan tuan kota kini berbalik menyerang kediaman tuan kota sendiri, prajurit-prajurit itu hanya berjumlah sepuluh orang namun karena dibantu warga yang juga menjadi korban kekejaman tuan kota maka semua bisa dibereskan dengan cepat.
“BAJINGAN MANA YANG BERANI MENYERANG KEDIAMANKU….!!!???”
Tekanan kuat dapat dirasakan oleh Suja karena tubuhnya tidak bisa digerakkan, melihat tuan mudanya tertekan Penatua Xin segera mengeluarkan auranya.
Setelah terbebas dari tekanan Suja menyunggingkan senyum sinisnya, dia kesal dan marah karena baru beberapa hari dia meninggalkan klan dan berencana menyembunyikan identitasnya, tapi malah harus menggunakannya untuk memberi pelajaran pada orang-orang di depannya.
Linshi mengedarkan tatapannya melihat gerbang kediamannya yang sudah hancur, saat dia menatap Suja matanya terbelalak saat melihat kondisi putrinya yang sudah menyedihkan.
Linjia yang awalnya mengenakan pakaian mewah dan mahal, kini dalam keadaan memalukan di manaa tidak ada sehelai benangpun menempel di tubuhnya, belum lagi dengan kenyataan di mana ada seorang pemuda miskin yang tengah menyatukan tubuh mereka di tengah keramaian.
“Bangsat! Lepaskan putriku!”
Tanpa memikirkan apapun lagi Linshi maju menerjang pemuda yang tengah menikmati tubuh putrinya itu, sebuah serangan tapak dia lepaskan membuat gejolak energi yang berubah menjadi tapak api.
“Penatua Xin, lindungi jalang itu. Biarkan dia dilecehkan semua orang di sini!” Penatua Xin mengangguk kemudian menghancurkan serangan Linshi.
“Kalian semua! Silahkan nikmati jalang ini! Tidak perlu takut karena aku akan melindungi kalian!”
Penatua Xin tersenyum sembari memandang Linshi, di matanya Linshi tidak lebih dari baik dari anjing Alam Jiwa bintang 1.
“Siapa kau!? Berani sekali kau menghalangiku bangsat!” Linshi tidak ragu menyerang Penatua Xin yang disambut dengan senyum mengejek.
“Heh! Apa perlu ditakuti dari bajingan sepertimu!?”
Pertarungan keduanya terjadi dengan cepat, Linshi mengandalkan tapak dan serangan lainnya dipadukan Qi untuk menyerang Penatua Xin, namun semua serangan itu dapat dipatahkan dengan mudah.
“Ayo serang lebih kuat lagi, bukankah kalian para pengkhianat memiliki kemampuan yang hebat? Atau itu semua hanyalah omong kosong belaka?”
Ejekan Penatua Xin semakin membakar amarah Linshi, dia melompat mundur kemudian menatap semua pasukannya yang tersisa.
Pasukan miliknya bukanlah pasukan Kekaisaran melainkan miliknya pribadi, jadi apapun yang terjadi bahkan meskipun harus membunuh prajurit Kekaisaran sekalipun bukan masalah bagi mereka.
“Kalian semua! Serang bocah itu! Biarkan tikus tua itu menjadi urusanku! Dan kalian bertiga segera selamatkan putrimu!” Perintahnya disambut dengan semangat pasukannya.
“Baik tuan!”
Linshi kembali menerjang Penatua Xin, pertarungan keduanya adalah pertarungan tingkat tinggi karena keduanya sama-sama jagoan Alam Jiwa meskipun Penatua Xin satu tingkat lebih kuat dari lawannya.
“Tapak Racun : Tapak Iblis Merah!”
Penatua Xin sejak awal tidak menanggapi serangan Linshi dengan serius dan hanya bermain-main, namun saat mendengar nama jurus yang diucapkan Linshi membuatnya memutuskan untuk lebih serius lagi.
“Tapak Iblis Merah milik Kuil Iblis Neraka, tidak kusangka akan melihatnya lagi saat ini.” Penatua Xin tersenyum sinis, dia mengenali jurus ini karena sekte yang memiliki jurus inilah yang telah membantai keluarganya ratusan tahun lalu.
“Tapak Putih : Tapak Raja Luhur!”
Tapak Iblis Merah dan Tapak Raja Luhur yang dilancarkan lawan masing-masing beradu menciptakan ledakan keras, meskipun ledakan yang terjadi begitu hebat sampai merusak bangunan di sekitar mereka namun Penatua Xin tidak khawatir ada korban dari warga karena dia telah melindungi mereka dengan formasi tingkat tinggi.
“Uhuk!”
Segumpal darah segar keluar dari mulut Linshi, dia tidak percaya tapak yang mengandung lebih dari setengah Qi miliknya hancur begitu saja.
Pertarungan keduanya kembali terjadi dengan sengit, begitu pula dengan pertarungan Suja dengan belasan pasukan Linshi.
Suja dengan cekatan melepaskan jurus-jurus Wushu ke arah lawannya, meskipun dia melawan belasan orang sendirian namun dia tetap bisa bertahan dengan baik bahkan menekan lawannya.
Sejak awal pertarungan Suja tidak pernah memakai Qi karena selain serangannya lebih banyak variasinya, dia juga sesekali melepaskan pukulan yang mengandung kekuatan fisik yang besar.
“Sebarapa kuat bocah ini!? Serang dia dengan Qi kalian!” Ujar salah satu dari belasan pasukan itu.
Satu persatu mereka melepaskan serangan sihir, kebanyakan mereka menggunakan sihir api untuk menyerang dan beberapa yang memiliki elemen tanah menggunakannya untuk melindungi temannya.
DUUUAAARRR……!!!!!
DUUUAAARRR……!!!!!
DUUUAAARRR……!!!!!
DUUUAAARRR……!!!!!
DUUUAAARRR……!!!!!
Serangan serangan bola api dan pedang api yang dilancarkan membuat Suja cukup kewalahan, meskipun begitu dia masih tetap menggunakan tenaga fisik murni untuk menyerang setiap serangan elemen yang menargetkannya.
Perbedaan kekuatan yang ditunjukkan kedua pihak benar-benar nyata, Xi Suja meskipun tidak menggunakan energi Qi sedikitpun mampu mengimbangi bahkan menekan lawannya, sementara pihak lawan benar-benar kewalahan meskipun menang jumlah.
Sebenarnya Suja tidak mungkin bisa menang jika dikeroyok seperti ini apalagi jika lawannya hanya satu orang namun berada di ranah Alam Jiwa, namun karena tingkat kultivasinya telah disamarkan oleh si Kucing Putih yang dia beri nama Radit (Harimau Putih) maka lawannya telah terperangkap.
"Apakah bocah ini benar-benar berada di Alam Pemula tingkat 7!? Bagaimana bisa dia mengimbangi kami semua!?"
Para pasukan Linshi yang mengepung dan menyerangnya mulai frustasi, mereka tidak menyangka akan ada seorang bocah Alam Pemula mampu mengimbangi 17 orang sekaligus yang berada di Alam Peralihan dan Alam Inti tingkat 1.
Di lihat dari sisi manapun itu tidak mungkin terjadi, bahkan sangat mustahil akan terjadi mengingat besar dan dalamnya jurang perbedaan kekuatan mereka, hanya saja sekarang mereka melihat sendiri bagaimana seorang Alam Pemula menekan mereka semua.
"Kita tidak bisa meremehkannya! Serang dia bersamaan!" Satu orang pasukan di Alam Inti tingkat 3 memberi perintah, kawan-kawannya mengangguk mengerti.
"Hee, padahal aku masih ingin menguji ketahanan fisik yang kumiliki. Yah tidak masalah, pada akhirnya aku masih akan tetap selamat."
Suja mengeluarkan dua bilah katana kembar dari cincin ruang dimensi, kedua tangannya menggenggam gagang katana dengan kuat sesuai dengan kuda-kuda Kendo.
"Serang bocah itu!"
"MATI KAU BOCAH!"
Dalam waktu bersamaan dua orang pasukan tuan kota menyerang dari depan, dua dari belakang, tiga dari kanan, satu dari atas, dan satu dari kiri.
"Seni Kaisar Dewa Naga Surgawi : Sisik Kaisar Naga Surgawi!"
TRANG…..!!!!!
TRANG…..!!!!!
TRANG…..!!!!!
KREK….!!!!
"AAAHHHHKKK….!!!!"
Satu-persatu senjata para penyerangnya tidak mempan untuk melukai tubuh Suja bahkan bagian kepala sekalipun, bukannya berhasil melukai musuh senjata-senjata berlapis Qi itu malah terpental bersama penggunanya, salah satu penyerang yang menggunakan tombak bahkan terpental ke arah dua temannya yang menunggu kesempatan menyerang dan tanpa sengaja menebas kepala dan leher temannya.
"A-ap….!!!???"
"Tidak ada waktu untuk melamun sialan."
Raut wajah si pengguna tombak pucat pasi, entah kapan Suja berada di belakangnya.
Kejadian selanjutnya berlangsung sangat cepat bahkan sulit untuk dilihat oleh mata, pengguna tombak itu telah berubah menjadi potongan daging dengan kepala yang tengah diiris tipis-tipis oleh Suja dengan katana miliknya.
"Ba-bagaimana bisa…..????"
Nyatanya Suja tidak membiarkan mereka hidup lebih lama lagi, dia berjalan pelan dan menebaskan kedua katana miliknya dengan pelan secara bersamaan dan sesekali membuat pola bulan sabit.
Dari setiap ayunan tebasan itu menghasilkan sebuah pedang angin yang tajam dan cepat berkat Qi yang dia alirkan, setiap pedang angin yang tercipta melesat mencincang tubuh 8 orang secara bersamaan menjadi kecil-kecil tanpa ada yang keluar.
10 orang yang tersisa mulai ketakutan, mereka seakan melihat sesosok monster yang dengan mudahnya membantai mereka yang jauh lebih kuat darinya.
"A-ampun senior! Ampuni aku!" Ujar seorang pasukan tuan kota dengan tubuh gemetaran, melihat langsung bagaimana seorang Alam Pemula tingkat 7 membantai sebelas temannya dengan mudah membuatnya ketakutan setengah mati.
"Tidak ada ampun bagi orang-orang seperti kalian! Kalian telah merusak nama klan kami, dan bahkan membuatku tidak bisa menikmati perjalananku, sekarang sampaikan salamku pada malaikat penjaga neraka sana!"
Alasan kenapa Suja tidak menahan tuan kota sebenarnya karena dia memang sudah tidak tahan, dia baru saja memulai mengembara tapi sudah harus menggunakan identitasnya untuk mengurus hal yang seharusnya menjadi urusan salah satu Penatua klan Xi.
Belum lagi dengan serangan tuan kota bangsat yang langsung menyerang saat melihat anaknya dilecehkan, membuatnya semakin kesal dan ditambah dengan kepungan 17 pasukan tuan kota semakin membuatnya tidak bisa menahan amarahnya.
Meskipun di awal-awal pertarungan dia tidak menggunakan Qi, namun saat mendengar teriakan dan desahan dari Linjia yang entah bagaimana julai menikmati dirinya disetubuhi membuatnya mulai tidak sabar.
Suja menggunakan Qi untuk melapisi kedua katana miliknya dan membuat mereka terbang dengan kontrol penuh darinya, setiap katana melesat cepat menebas leher 6 orang yang tersisa dan kembali dalam kondisi bersih tanpa darah sedikitpun.
"Akh…."
Suja pingsan begitu saja saat semua lawannya telah berhasil dikalahkan.
.
.
.
.
.
1.pemurnian qi
2.pembentukan tubuh
3.inti emas
4.jiwa baru lahir.
5.formasi jiwa
......
2 tingkat pertama tentang traformasi tubuh, sedangkan 3 tingkat terakhir tentang Trang jiwa,dalam teknik budidaya immortal kelas primer traformasi jiwa disebut sebagai traformasi essence soul atau esensi jiwa.
aku suka deskripsi kultivasi nya, gabungan antara budidaya immortal (jiwa) dan martial(gerbang).
baru kali ketemu novel sperti ini.apakah novel author berhubungan dengan novel legenda pendekar naga?heavensal,dari dunia Xiao Chen sama dengan heavensal dinovel ini?
owh ya aku juga buat novel, kembalinya sang legenda, dibaca ya🙏
salam dari Kasturia : Kisah Abyad Dari Anhala.