Aditya adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia, suatu hari Aditya di pinta kedua orang tuanya untuk menikah karena usianya sudah mendekati kepala tiga, Aditya terus di desak agar cepat menikah oleh kedua orang tuanya. sampai akhirnya Aditya menjalankan penyamarannya dan bertemu dengan seorang gadis sederhana dan cantik yang menolongnya memberikan makanan dan minuman pada saat masa penyamarannya mencari pendamping hidup yang benar-benar mencintai dan menerima dia apa adanya tidak hanya memandang kemewahan dan kekayaan.
Apakah gadis cantik tersebut adalah pilihan Aditya? atau Aditya lebih memilih gadis cantik yang lain?
yuk kepo-in novel saya yang kedua...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ACS 26
Di dalam mobil ...
" Sial....! Kenapa sih Aditya sampai pergi segala dari rumah, kurang apa coba di rumahnya, kekayaan tidak akan habis tujuh turunan, masih aja tidak becus ngurusin kantor, jadi enak kan adik angkatnya! Dasar Aditya Bodoh!" Gerutu Tata kesal.
" Tapi kenapa aditya semudah itu pergi dari rumah? Secara gitu dia anak semata wayang, tante Fatiya kan sangat sayang banget dengan Aditya, kenapa cuma mengurus kantor yang tidak becus sampai segitunya...aahhh!!! Pusing aku mikirnya. Tapi aku sangat menyukai Aditya, tapi Aditya kalau sudah tidak punya apa apa buat apa di kejar ? Aahh.... Aditya bodoh pergi cuma hanya masalah sepele" ucapnya sambil terus melajukan mobilnya tersebut.
Di kantor aditya...
Para karyawan kantor terperangah karena Bos mereka berubah menjadi lebih muda dan ganteng, Karena tidak pernah sama sekali melihat adik angkat Aditya yang bernama Bima, tapi tidak melebihi kegantengan bos mereka yang asli.
Mereka semua sudah di beri tahukan oleh Rara kalau sementara waktu di kantor akan di isi oleh pak Bima adik nya pak Aditya, karena pak Aditya ada urusan yang tidak bisa di tunda dan mengharuskan pak Aditya meninggalkan kantor untuk beberapa bulan.
Rara juga bilang pada para karyawan tetap bekerja seperti biasanya,dan seperti hari biasanya ada dan tiada nya Aditya mereka harus mengerjakan pekerjaan sesuai tugas nya masing masing.
Bima memasuki ruangan Aditya dan langsung duduk di kursi kerja Aditya.
Bima menarik nafasnya dengan berat dan memandang fhoto sang kakak angkat yang terpasang di meja kerja kakaknya.
" Kak Aditya,....kenapa sih begitu repotnya kakak melakukan penyamaran segala demi mencari cinta seorang wanita yang sejati" ucapnya berbicara sendiri.
Kemudian lamunan Bima terganggu dengan suara ketukan dari pintu ruang kerjanya.
" Tok...Tok..."
" Masuk.." ucapnya.
Pintu terbuka dan masuk lah Rara membawa beberapa berkas yang harus di ketahui oleh Bima.
" Pagi pak Bima, ini semua berkas yang sudah di titipkan oleh pak Aditya agar bapak mengetahui nya semua tentang perusahaan ini" ucap Rara memberikan semua berkas berkas yang ada ditangannya kepada Bima.
Bima tersenyum, pada Rara....
" Terimakasih ya.." ucapnya.
" Saya permisi dulu ya pak, kalau bapak perlu bantuan silahkan panggil saya" ucapnya lagi.
Dianggukkan oleh Bima, sambil memulai membuka berkas berkas yang ada di mejanya, Rara meninggalkan ruangan Aditya dimana sekarang di tempati oleh Bima sementara.
" Ya Allah sebanyak ini?" Ujarnya sambil tersenyum memegang kepalanya.
" Kak Aditya ada ada saja kakak ini" ucapnya sambil mengambil
Satu persatu berkas itu di bukanya dan satu persatu juga dia membaca dan memahami tentang isinya.
Akhirnya sampai juga dengan berkas yang terakhir, semua sudah di pahaminya dan langsung tubuhnya di sandarkan di kursi kerjanya.
Bima memandangi langit langit ruangannya, seraya mengusap wajahnya dengan kasar,..
"Ternyata jadi CEO itu tidak gampang ya, akhirnya pekerjaan yang aku sebenarnya tidak suka sekarang ini aku jalani, walaupun sementara tapi aku sudah menjalaninya, begitu berat rasa" ujarnya berbicara sendiri.
" Tapi aku ikhlas demi kakak tersayangku mencari cinta sejatinya, mudah mudahan aja cepat di pertemukan" ucapnya lagi sambil tersenyum.
Bima berdiri dan berjalan menuju ke luar ruangan nya dan menuju lobby karena dia mau istrirahat siang dan makan siang di rumah orang tua angkatnya.
Bima meninggalkan kantornya dan menuju kearah rumah orang tuanya.
*****
Aditya merasa lapar yang sangat kuat, dia lupa kalau ada beberapa bungkus kue dan air mineral yang di berikan oleh Suci padanya.
" Astaga..! Aku kan tadi di kasih cewek idaman ku kue dan air mineral" ucapnya sambil menepuk jidadnya sendiri dan mengambil kue tersebut.
Dipandanginya kue tersebut dan air mineral yang ada di tangan nya .
" Awal yang bagus...!" Ucapnya sambil mencium kue tersebut.
" Emang bagus bang, kue itu, namanya juga kita hidup di sampah bang, jadi awal yang bagus juga kita dapat kue, nggak usah di cium cium segala bang" ucap anak kecil yang melintas di depan Aditya.
Aditya terkejut...dan malu sendiri dengan ucapan bocah yang berprofesi sebagai pemulung juga kaya dirinya.
" Eh...buset, tu bocah .." ucapnya sambil menatap bocah tersebut.
Tapi yang di tatap hanya tersenyum saja.
" Hey... !bocah....! mau kamana kamu?" Teriak Aditya.
" Mau kebulan bang!" Ucapnya santai.
" Waduh, ....ini masih siang nggak ada bulan" ucap Aditya.
" Ya mau mulung lah bang, kalau nggak mulung nggak bisa makan saya nya " ucap Bocah tersebut.
" Sini sama abang aja mulungnya" ucap Aditya lagi.
Bocah itu langsung mendekati kembali Aditya.
" Gimana mau ikut abang mulung, abang aja duduk nya santai, rejeki itu di cari bang, bukan datang sendiri, kalau abang duduk santai di sini rejeki tak akan datang bang" ucapnya lagi.
Aditya tertegun dengan ucapan bocah yang ada di hadapannya.
" Kamu nggak tahu, aku mulung seperti ini hanya demi seorang wanita yang aku sukai" gumamnya sambil menatap bocah tersebut.
" Woi...bang...!! Kenapa abang menatap saya seperti itu? Aku cowok bang, bukan cewek, abang bukan laki laki yang suka anak kecil kan terus di sakiti?" Ucapnya lagi membuyarkan lamunan Aditya.
" Eh...astaga...! nih bocah, bisa aja ngomongnya, ya enggak lah!, amit amit abang jadi penyuka anak kecil terus di sakiti, maksud kamu pedofil gitu?" Ujar Aditya.
" Ya seperti itu lah bang" ucapnya lagi.
" Idih...! amit amit, abang ini orang baik kali," ucapnya lagi.
" Udah jangan banyak bacot, sini makan kue sama abang, kamu pasti belum makan kan?" Ucapnya.
" Heheh abang tahu aja.." ucapnya lagi tersenyum.
Bocah tersebut duduk di samping Aditya dan mengambil kue pemberian Aditya pada nya.
Mereka berdua menikmati kue yang di berikan oleh suci padanya.
Disela sela mengunyah kuenya Aditya bertanya pada Bocah tersebut, seraya matanya memandang ke arah tempat kerja Suci.
" Siapa namamu?" Tanya Aditya.
" Bayu bang" ucapnya santai.
" Kamu tinggal di sini sama siapa?"
" Sendiri bang" jawabnya singkat.
Aditya menoleh ke arah Bayu.
" Kemana orang tua mu?" Tanya Aditya.
" Tidak tahu bang pergi kemana, saya di tinggal di rumah sendiri, dan saat pagi pagi bagun orang tua saya tidak ada dan saat saya mencari keluar dan kedapur ternyata tidak ada, dan tiba tiba pemilik kontrakan datang dan mengusir saya karena kedua orang tua saya tidak membayar sewa kontrakan" ucapnya sambil mengunyah makanannya.
" Kamu nggak sekolah?"
" Tidak bang, saya berhenti sendiri karena tidak ada biaya buat saya bersekolah"
" Kamu mau sekolah?"
" Siapa yang tidak mau sekolah bang, pasti mau lah, tapi saat ini mungkin saya kubur dulu keinginan sekolah" ucapnya lagi.
" Sekarang kamu tinggal dimana?"
" Yah di mana aja bang, yang penting bisa tidur" ucapnya santai.
Aditya menatap bayu yang ada di sampingnya.
" Kuat banget kamu Bay, hidup di kota tanpa kedua orang tua mu, dan menghidupi diri sendiri seorang diri" gumamnya lagi.
Lama Aditya dan Bayu duduk di warung tidak terpakai tersebut.
" Ya udah bang, saya mau mulung dulu, ntar keburu sore" ucapnya hendak berlalu dari samping Aditya.
Tapi langsung di tahan Aditya dan menyuruhnya tetap duduk di sampingnya.
" Nggak usah mulung kamu hari ini ikut lah sama Abang dan tinggallah bersama abang," ucapnya.
Tanpa pikir panjang Bayu mengiyakan ajakan Aditya, setidaknya dia terlepas dari orang orang yang sering mengganggunya saat mau tidur.
Aditya menatap ke arah restauran tersebut, dan terlihat Suci melajukan motornya pulang kerumahnya.
" Syukurlah dia sudah pulang" ucapnya.
" Siapa bang yang sudah pulang?" Tanya Bayu.
" Eh..anu..itu..temen abang,. " Aditya kebingungan karena di tanya oleh Bayu, Aditya tidak menyadari kalau ada Bayu di sampingnya.
" Ya udah ayo kita pulang, kerumah" ajaknya pada Bayu.
Mereka melangkah menuju kearah rumah kontarakan Aditya.
Sebelum sampai ke rumah, Aditya membeli beberapa makanan untuk di santap nya dengan bayu.
Bayu bingung melihat Aditya mengeluarkan uang ratusan ribu dari kantongnya.
" Abang ini pemulung, tapi uangnya banyak banget, jangan jangan orang kaya lagi pura pura mulung nih" ucapnya sedikit curiga pada Aditya.
Aditya menyadari kalau Bayu curiga padanya.
" Udah jangan curiga, abang memang pemulung, hasil mulung abang tabung dan jadilah uang ini" ucapnya seakan akan mengetahuai apa yang ada dalam pikiran Bayu sang Bocah yang baru di kenalnya tersebut.
Tapi Aditya yakin kalau Bayu anak yang baik.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju kerumah kontrakan Aditya.