# YANG GA SABAR SAMA JALAN CERITANYA PASTI NYERAH DI TENGAH JALAN... #
( Bikin bingung kalo bacanya dari tengah. Saran penulis ikuti dari awal yaa. mksh...🙏😊)
Berawal dari misteri tentang kehamilan seorang gadis yatim piatu bernama Gendis akibat perbuatan seorang pria yang membuatnya terpuruk.
Dan pengalaman aneh yang dialami oleh sang adik yang bernama Patih, karena menolak cinta seorang wanita, membuatnya harus berjuang untuk bisa lepas dari pengaruh ilmu hitam.
Juga kehadiran anak indigo yang akan membantu mengungkap kisah mistis yang mewarnai perjalanan hidup para tokohnya, membuat kisah ini makin menarik.
Mau tahu...?
Simak kisahnya yuk...
( Mohon bijak dlm berkomentar. Kalo ga suka diskeep aja. Gampang kan ...? )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 ( GUNA-GUNA JILID 2 )
Hilangnya para bayi dari rahim ibu mereka masih menjadi tanda tanya.
Apalagi hilangnya sang jabang bayi tanpa adanya darah yang keluar bersama raibnya sang bayi.
Semua ibu yang kehilangan bayinya dengan cara tak wajar itu menangis pilu.
" Anakku, Anakku, Anakku...," rintih mereka disertai doa yang tak putus, yang mereka panjatkan pada Allah Swt. Memohon pada Allah Swt agar menghukum para pencuri bayi itu.
" Gimana Mbah, Saya pengen hamil cepet. Kalo Saya ga bisa hamil, Saya bakal diceraikan oleh suami Saya...," kata seorang wanita bernama Clara.
" Mmm, sebentar. Ada beberapa bayi yang siap dipindahkan. Kamu mau yang siap lahir atau yang masih baru jadi di rahim ibunya...?"
( Sang dukun biasanya tak pernah memberi pilihan pada orang yang membutuhkan bantuannya. Tapi berbeda dengan Clara yang berani bayar mahal pada sang dukun ).
"'Saya mau yang siap lahir aja Mbah, biar ga kelamaan hamilnya...," kata Clara.
Clara adalah istri pertama dari seorang pria bernama Bram yang kaya raya, dan mereka tinggal di rumah mewah yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. Bram telah menikahi Clara sepuluh tahun lebih. Mereka saling mencintai, tapi belum memiliki anak.
Bram tak bisa menolak keinginan orangtuanya untuk segera memiliki anak dan menuruti perjodohan dengan wanita lain agar bisa punya anak.
Bram masih memberi kesempatan Clara untuk hamil dan melahirkan. Jika gagal, terpaksa Bram menuruti kemauan orangtuanya untuk menikah lagi.
Clara yang tak rela dimadu, memilih ke dukun untuk mencari solusi.
Dan sekarang Clara bersiap untuk melakukan proses pemindahan bayi dari rahim wanita lain kedalam rahimnya.
Dukun menyiapkan dupa dan kemenyan, nampan berisi bunga tujuh rupa dan air dalam wadah.
Clara berbaring telentang tanpa busana dengan kain batik melilit tubuhnya.
" Kamu siap dengan segala resikonya...?" tanya sang dukun.
" Siap Mbah...," jawab Clara.
" Jangan lupa janjimu untuk memberi tumbal dan bayaran yang kau janjikan pada sang iblis penguasa hutan larangan, jika kau lupa tanggung sendiri akibatnya ...," kata sang dukun dengan suara berat membuat bulu kuduk merinding.
Clara tercekat mendengar kalimat terakhir sang dukun. Tapi ia sudah kepalang basah. Ia hanya mengagguk mengerti.
Lalu prosesi pun dimulai. Dalam sekejap Clara merasa perutnya bergerak, semula kecil lalu besar seperti wanita hamil. Dan saat sang dukun meminta Clara membuka mata, tampaklah perutnya membesar, Clara hamil delapan bulan dalam waktu sekejap. Dan bayi yang dipindahkan ke dalam rahimnya adalah bayi milik Efi yang berada jauh dari lokasinya sekarang, yaitu di pulau Sumatra.
Clara tertawa senang, keinginannya tercapai. Ia hamil besar, sebentar lagi melahirkan, itu artinya suaminya tak akan menikah dengan wanita lain, dan ia tetap bisa menikmati hidup bergelimang harta sebagai istri Bram.
Iblis dalam wujud sang dukun ikut tertawa senang, karena telah berhasil menyesatkan seorang manusia lagi.
\=\=\=\=\=
Di sudut lain kota F. Ada seorang pria yang nampak putus asa sedang bertapa untuk meminta kekayaan pada makhluk halus penguasa gunung.
Pria bernama Hamid itu sudah lelah menjalani kemiskinanya. Lemah iman membuatnya nekad mencari kekayaan lewat jalan pintas dengan cara pesugihan.
Setelah mendapat informasi dari temannya tentang pesugihan yang dimaksud, Hamid pun berangkat seorang diri. Hamid berjalan jauh hingga ke tengah hutan. Disana ia berhenti di depan sebuah gua sesuai petunjuk dari kuncen yang ditemuinya kemarin.
Hamid duduk, lalu menggelar semua bawaannya dan mulai bertapa. Saat tengah malam, di hari ketiga bertapa. Hamid mendengar ada suara yang menanyakan maksud kedatangannya.
Hamid pun menjawab dengan lantang,
" Saya mau jadi kaya raya tanpa capek-capek kerja Mbah...!"
" Ha ha ha, dasar manusia malas dan serakah. Baiklah, Aku penuhi keinginanmu. Berikan Aku sesajen berupa bayi yang belum lahir setiap purnama di bulan Suro, jumlahnya harus tiga bayi. Apa Kamu sanggup...?" tanya suara gaib itu.
" Saya sanggup Mbah...," jawab Hamid yakin.
" Ingat, jika Kau langgar janjimu, maka nyawamu yang kuminta...!" kata suara gaib itu mengancam.
Hamid pun mengangguk dengan badan gemetar ketakutan. Lalu Hamid disuguhi makanan dan minuman yang harus dihabiskannya sebelum pulang ke rumahnya.
Hamid yang lapar usai bertapa pun menghabiskan suguhan itu tanpa pikir panjang. Setelah itu Hamid pulang ke rumahnya.
Dan dalam waktu beberapa bulan Hamid berhasil menjadi orang terkaya di desanya, tak ada yang menyangka Hamid bisa menjadi kaya raya dalam waktu singkat. Jika ada yang bertanya, Hamid mengatakan bahwa ia baru dapat warisan dari leluhurnya.
\=\=\=\=\=
Clara dan Hamid yang menempuh jalan sesat untuk memperoleh kekayaanya pun mulai menerima karmanya masing-masing.
Beberapa tahun setelah melahirkan anak yang dicurinya dari rahim wanita lain, Clara pun harus menerima nasib di ceraikan oleh Bram dan jatuh miskin.
Setelah melahirkan, Clara menjadi liar dan haus se* yang menyebabkan suaminya kewalahan. Clara mulai mencari pria-pria diluar sana untuk memuaskan hasratnya. Dan saat sedang memadu kasih dengan pria selingkuhannya, Bram datang dan melihat sendiri keliaran istrinya. Bram yang marah langsung menceraikannya tanpa sepeserpun harta gono gini.
" Maafin Mama Pa, tapi tolong jangan ceraikan Mama. Mama janji ga akan kaya gini lagi...," rengek Clara berharap Bram akan luluh seperti biasa.
" Papa udah cukup bersabar selama ini. Tapi apa, Kamu malah semakin liar. Kamu malah sengaja mencari laki-laki bayaran untuk memuaskanmu. Aku jijik...!" teriak Bram emosi.
" Ini karena Kamu ga bisa muasin Aku. Jadi jangan salahin Aku dong kalo nyari pelampiasan di luar...," kata Clara membela diri.
Plakk, plakk.
Bram menampar Clara hingga jatuh tersungkur. Clara menatap Bram dengan perasaan tak percaya. Selama mereka menikah, tak sekalipun Bram memukulnya semarah apapun dia. Clara memegangi pipinya, ada darah di sudut bibirnya.
" Dasar pe**c** mura**n. Kau berani menyalahkan Aku ?, Aku tetap menjalankan tugasku sebagai Suami. Semua kebutuhanmu Aku penuhi, termasuk urusan ranjang, walau Aku harus memeras tenagaku untuk memuaskanmu yang terus minta berkali-kali...!" teriak Bram semakin marah.
" Maaf, jangan ceraikan Aku. Aku mencintaimu...," kata Clara memohon.
Tapi Bram tak peduli. Detik itu juga ia menelephon pengacara pribadinya dan minta agar segera mengurus perceraiannya dengan Clara.
" Ya segera, tanpa harta gono gini sepeserpun...!" kata Bram sambil menutup sambungan telephon.
Bram pergi meninggalkan Clara yang meraung seperti orang tak waras.
\=\=\=\=\=
Sedangkan Hamid harus kehilangan keluarga yang dicintainya karena keserakahannya.
Karena tak bisa memberikan tumbal sesuai perjanjian, maka dua anak Hamid dan istrinya yang jadi tumbal menggantikan tumbal tiga bayi yang harus diserahkan pada iblis.
Setelah kehilangan keluarganya Hamid juga kehilangan hartanya perlahan karena kebakaran dan bangkrut. Hamid akhirnya kehilangan akal sehatnya alias g*la.
" Kasian si Hamid. Jadi g*la sejak ditinggal Anak dan Istrinya...,"
" Iya , apalagi ga lama kemudian dia bangkrut...,"
" Kekayaan dapetnya instan, ya ilangnya cepet juga...,"
" Buat pelajaran Kita, jangan sembarangan bersekutu sama setan kalo ga mau nasibnya sama kaya si Hamid, hiiyy...,"
Begitulah gunjingan warga yang melintas di depan Hamid.
Jalan sesat yang mereka pilih hanya membawa kebahagiaan sesaat diawal. Tapi menghancurkan dan menyakitkan di akhir hingga ajal menjemput.
Dan semua harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Swt kelak.
Jalan manakah yang Anda pilih, itu terserah Anda....
\=\=\= 000 \=\=\=