NovelToon NovelToon
My Cold Husband

My Cold Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:823.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dilara

Menikah dengan seseorang yang dicintainya.

Itu adalah mimpi dari Medisya Laluna. Namun sayangnya Medisya harus mengubur mimpinya dalam-dalam setelah seseorang merenggut kesuciannya secara paksa.

Namanya Alvian Sagara. Pria itu merupakan atasannya di perusahaan tempat Medisya bekerja.

Medisya tidak tau harus bersyukur atau menyalahkan takdir ketika Alvian mau menikahinya. Akankah ia bahagia dengan pernikahannya nanti? Apakah mereka bisa menjalani pernikahan itu layaknya orang yang saling mencintai?

###

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Kekhawatiran Medisya

"Mas, ayo pulang," ajak Medisya sembari berbisik pelan.

Saat ini mereka tengah berada di rumah sahabat Alvian, Satria. Sejak pulang dari butik mereka ke sini. Tapi Alvian belum mau beranjak. Alvian dan David justru semakin asyik membicarakan hal yang sama sekali tidak dimengerti oleh Medisya. Yang jelas mereka membahas tentang pekerjaan masing-masing, dan beberapa kali juga membahas soal wanita. Bahkan Medisya sering mendengar nama Clara disebut oleh Satria, dan Alvian juga membiarkannya. Padahal sewaktu di butik tadi ia sangat marah ketika mendengar nama Clara.

"Baru jam dua, Sya," ucap Alvian malas sembari meminum soda kalengnya.

"Aku khawatir sama keadaan Lily, maas." Medisya menatap Alvian dengan memelas. Berharap Alvian akan luluh dan menurutinya untuk pulang.

Namun Alvian hanya meliriknya sejenak. Pria itu justru meraih rokok dan menyalakannya. Kening Alvian bergelombang melihat Satria datang dari arah dapur dengan menaik turunkan kedua alisnya.

"Gue punya sisa vodka sebotol. Mau?" Tawar Satria sembari menatap Medisya dengan senyum canggungnya.

"Lo mau gue mabuk siang-siang gini?" Tanya Alvian dengan nada menyindir. Ia tau Satria memang pemabuk berat. Tapi apa ia harus menyuguhkan minuman beralkohol itu pada Alvian siang-siang begini?

"Ya kali aja lo butuh sesuatu buat menghilangkan stres," kekeh Satria.

"Sialan," umpat Alvian bercanda.

Tawa mereka terhenti ketika seorang wanita datang dan melewati mereka begitu saja. Alvian tau wanita itu adalah istri Satria. Alisnya terangkat ketika Satria terus memperhatikan punggung wanita itu dengan rahang mengeras.

"Gue ke atas dulu, bro," pamit Satria dibalas anggukan singkat dari Alvian.

Menyadari seseorang terus memperhatikannya membuat Alvian menghela nafas dan mematikan rokoknya di atas asbak.

"Habiskan jusnya, setelah itu kita pulang," titah Alvian.

Medisya menurut, ia meraih jus alpukatnya. Tapi belum sempat ia meminum jus itu, suara jeritan kesakitan seorang wanita membuatnya hampir melepas gelas yang ia pegang. Untung saja Alvian langsung mengambil alih gelas itu.

Lain halnya dengan Medisya yang terkejut, Alvian justru mengamati ekspresi Medisya dengan sangat tenang. Mengabaikan suara cambukan serta jeritan yang ia duga berasal dari kamar tuan rumah ini.

Hal itu adalah hal biasa bagi Alvian. Ia tau sejak dulu rumah tangga Satria dan istrinya memang tidak baik. Namun diantara mereka tidak ada yang ingin saling melepaskan.

"Maas," lirih Medisya ketakutan. Netra bulatnya menatap Alvian memohon. Ia ingin segera pulang dari sana.

Alvian yang menyadari itu menghela nafasnya pelan. Ia bangkit lalu mengangguk kecil. "Ayo," ajaknya.

Mereka melangkah keluar setelah sebelumnya Alvian pamit pada salah seorang pelayan yang lewat di depan mereka tadi. Alvian melajukan mobilnya dengan tenang sembari sesekali melirik Medisya yang masih menegang.

"Wanita tadi,, apa dia istri Satria, mas?" Tanya Medisya penasaran.

Tidak mungkin ia salah dengar. Suara cambukan dan jeritan tadi sangatlah nyata. Medisya yakin Alvian pasti mendengarnya juga.

Melihat Alvian mengangguk, Medisya semakin menautkan alisnya. "Apa hubungan mereka baik-baik saja?" Tanya Medisya.

"Aku tidak tau," balas Alvian acuh.

Medisya sudah akan membuka mulut. Namun Alvian langsung mengangkat jari telunjuknya. Memaksa Medisya untuk diam.

"Tidak usah penasaran dengan hubungan orang lain. Mereka punya masalah masing-masing," kata Alvian tajam.

Seketika Medisya bergeming. Ia juga tidak ingin penasaran dengan hubungan mereka. Tapi yang tadi,, bukankah itu kekerasan dalam rumah tangga?

Medisya menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya pelan. Ia mencoba melupakan suara-suara tadi. Sekarang fokusnya hanya pada Lily. Ia sungguh khawatir dengan keadaannya sekarang ini.

Medisya bergegas turun ketika Alvian selesai memarkirkan mobilnya di basement apartemennya. Ia sudah hendak melangkahkan kakinya. Namun mengingat kunci kamar ada di tangan Alvian membuatnya terpaksa menunggu Alvian.

Sedangkan pria itu belum beranjak dari kursi kemudi. Sudut bibirnya terangkat sinis menatap Medisya yang sedang gelisah dari kaca spion. Sampai akhirnya gadis itu mendekat ke arahnya.

"Ayo, mas!" Seru Medisya tanpa sadar.

Perempuan itu membuka pintu kemudi dan menunggu Alvian keluar dari sana.

"Kamu gelisah sekali," sindir Alvian setelah berdiri di hadapan Medisya. Ia menarik lengan Medisya ke dalam genggamannya. Lalu mengajak perempuan itu berjalan bersisian dengannya.

"Aku hanya khawatir."

Ketika lift yang mereka tumpangi berhenti di lantai apartemen Alvian, pria itu segera merogoh kantongnya dan menyerahkan sebuah kunci pada Medisya. Membiarkan perempuan itu berjalan cepat mendahuluinya.

Sedangkan Medisya segera masuk ke dalam apartemen dan menuju kamar suaminya. Ia menetralkan deru nafasnya sejenak setelah berhasil membuka kunci pintu itu. Di dorongnya pintu itu, hingga matanya melebar melihat Lily terlelap di lantai dengan kedua tangan dan kaki terikat.

"LILY!" Serunya langsung mendekati adik iparnya itu.

Ia tersentak merasakan panas pada tubuh Lily. "Lily bangun, Ly," ucapnya pelan sembari menepuk pipi Lily.

Lain halnya dengan Medisya yang berusaha membantu Lily untuk bangun, Alvian justru diam bersandar di kusen pintu. Menatap betapa khawatirnya Medisya pada adiknya.

Alvian tidak bisa berbohong jika ia juga khawatir dengan kondisi Lily. Tapi mengingat sikap adiknya yang sungguh keterlaluan membuatnya enggan untuk beranjak mendekat pada tubuh lemah itu.

"Mas Alvian Lily demam, mas!" Seru Medisya. Netranya memohon pada suaminya untuk membantu Lily.

"Lalu?" Tanya Alvian acuh.

"Mas! Dia adik kamu! Kamu tega ngelihat Lily sakit seperti ini?!" Kesal Medisya tanpa sadar.

"Kamu berani menaikan nada bicaramu sekarang?" Tanya Alvian dingin.

Medisya yang mendengarnya tertegun. Tangannya yang sedang membuka ikatan dasi di tangan Lily terhenti seketika. "Maaf," ucapnya pelan.

Alvian menghembuskan nafasnya pelan kemudian melangkah mendekat. Dengan gerakan tenang ia membuka ikatan pada tangan dan kaki Lily. Lalu mengangkat tubuh kecil itu ke ranjangnya.

Diusapnya pelan wajah Lily. Jelas sekali ia dapat merasakan panas badan adiknya itu. Tangannya bergerak menarik selimut untuk menghangatkan tubuh Lily.

"Mandilah, setelah itu kita bawa Lily ke rumah sakit," ucapnya tidak mau dibantah.

"Kenapa nggak sekarang aja?" Tanya Medisya cepat.

"Nanti."

"Maas," rengek Medisya lirih.

"Nanti atau tidak sama sekali!" Sarkas Alvian membuat Medisya terdiam. Ia segera menarik istrinya itu keluar kemudian masuk ke kamar Medisya.

Melihat Medisya menatapnya berkaca-kaca membuat Alvian berdecak kecil. "Kenapa lagi? Ayolah! Lily tidak akan mati hanya karena--"

"Mas Alvian!" Sela Medisya tidak dapat menahan air matanya lagi.

Medisya merasa bersalah sebab karena dirinya, Lily mendapatkan perlakuan seperti itu dari kakaknya sendiri.

"Mas Alvian jahat banget sama Lily," isak Medisya.

"Dia memang harus di beri pelajaran agar tau batasan." Alvian membuka ponselnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang.

"Kamu mau menangis terus, hm? Tidak ingin mengantar Lily ke rumah sakit?"

"Mau," lirih Medisya.

"Ya sudah sana mandi!" Sentak Alvian membuat Medisya mau tidak mau masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

###

1
Thie Adeck Rhina
walaupun dadakan tp CEO org kaya masa ksih mahar cm 10gr. stidak nya 100gr donk wkwkwkwk
@ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Nur Elza
bgus bngt dr awl itu bnr mencengkam tp bgus alurnya
Norparida Ariyani
Aku tidak suka dengan cara Alvian memperlakukan Medisya.
Mesri Simarmata
lebay medisya
Rindi Yuliani
ok bagus
⸙ᵍᵏoᷡuͦbᷡliͣer༄༅⃟𝐐
up lg thor udh setahun fakum😒😒
Rinada Eka
udah mau 1 thn ngga ada kbrnya??
Hayah18😉
lanjut dong Thor 😊
Sunsun Sun
menyebalkan🙏🙏
Sriyeni
lanjut thor
Fika Azizah
next kaklp
Delaa Mohd
lnjutyy
Nitha Sulistia
Jijik ih..
⸙ᵍᵏoᷡuͦbᷡliͣer༄༅⃟𝐐
ini novel bagus ceritanya menarik sayang uthor nya kayanya kurang semangan ngelanjutinya😢😢😢
Kadek Ariani
sudah tamat atau belum sih ceritanya??? kok lama banget gak upnya?
Desii Endang Wangi
up secepat nya dongs thor
Ludia Seni
koq blom d up jg y thor?
Ludia Seni
koq blom d up jg sch thor
Nitha Sulistia
Nyimak..
Ludia Seni
koq blom d up jg y thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!