NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22 Rencana Baru

Tangan dan mata Da Xie terus bergerak diantara dokumen-dokumen lembar kerja kekaisaran Zhang. Ia sama sekali tidak punya waktu untuk beristirahat, bahkan untuk makan saja dirinya harus buru-buru.

Dokumen ini sungguh banyak sekali, bahkan saking banyaknya, Da Xie tidak boleh berhenti sedetikpun karena setiap kali satu dokumen selesai, maka dokumen lainnya akan diantarkan oleh para Dayang keruang kerja Da Xie.

Maklumlah kalau pekerjaan Da Xie banyak, orang kekaisaran yang ia pimpin mempunyai lebih dari lima juta jiwa. Jadi banyak sekali hal yang diurus dan Da Xie sama sekali tidak boleh bersantai.

"Ugh... Tanganku mati rasa. Tapi aku tak boleh berhenti, hiks..." Da Xie merengek, namun apalah daya, dirinya mesti melakukan semua pekerjaan ini.

Ruang kerja Da Xie sudah menumpuk banyak sekali dokumen, untungnya ruangan ini cukup besar untuk menampung semuanya. Da Xie merasa sedih karena ruangan yang tadinya luas kini menjadi sesak karena dokumen-dokumen bodoh ini.

Dikala dirinya sedang mengerjakan dokumen sembari menangis tersedu-sedu, Da Xie kemudian mengatakan sesuatu.

"Aduh! Aku tidak bisa seperti ini terus. Kalau begini, bisa-bisa aku mati karena kelelahan bekerja. Sudah dikasih kehidupan kedua, masa hanya dihabiskan untuk bekerja."

Meskipun Da Xie berkata demikian, tangannya masih bergerak-gerak memegang pena dan mengisi semua dokumen-dokumen tersebut.

"Aku harus cepat-cepat memikirkan sebuah cara agar bisa turun takhta dengan lebih cepat."

Da Xie kemudian berpikir sembari mengerjakan dokumen kekaisaran. Jadi, otak kanan digunakan untuk memikirkan sebuah rencana agar turun takhta, sedangkan otak kiri bekerja dengan keras untuk mengerjakan dokumen dihadapannya.

Tiba-tiba Da Xie kepikiran sebuah ide.

"Aha!! Aku pernah dengar. Dulu di suatu negara, ada seorang presiden yang melakukan hal bodoh. Dia menanam banyak sekali pohon kelapa sawit sampai para warganya resah dan melakukan demo karena pohon itu menyebabkan banjir. Mungkin aku bisa menjalankan rencana itu."

Da Xie tersenyum lebar, tetapi tiba-tiba dia menyadari sesuatu.

"Eh, tapi tunggu, kalau misalkan mereka terlalu marah dan melakukan demo besar-besaran seperti negara itu, maka hal tersebut tidak baik. Ah sudahlah, tidak apa-apa, presiden di negara tersebut saja tidak diturunkan jabatannya. Aku pasti akan baik-baik saja karena aku juga akan langsung turun takhta kalau para rakyat kekaisaran demo."

Da Xie kemudian kembali mengerjakan dokumen miliknya. Setelah ini, barulah dirinya akan melaksanakan rencana yang 'jenius' tersebut.

Mungkin rencana sebelumnya banyak yang gagal, tetapi rencana ini tak mungkin gagal bukan? Iya kan?

******

"Ugh!! Akhirnya waktu makan siang."

Da Xie meregangkan badannya yang pegal-pegal, terutama jari-jarinya yang sepertinya menjadi kaku karena terlalu banyak menulis.

"Maharani Agung, makanan telah tiba." Dayang Ra memasuki ruangan membawa sebuah nampan.

Da Xie terlihat bahagia, karena hanya ketika waktu makan saja dirinya bisa beristirahat walau sejenak. Dayang Ra menaruh semangkuk bubur diatas meja kerja Da Xie yang berantakan.

"Silahkan Maharani Agung."

"Loh? Kenapa bubur saja? Biasanya ada ayam kukus atau potongan babi guling."

"Itu... Para menteri dan juga adipati kekaisaran setuju kalau kita harus mempercepat waktu makan Maharani Agung karena banyak sekali dokumen yang masih harus dikerjakan."

Da Xie melongo mendengar itu. Bahkan waktu makan yang digunakan untuk istirahat saja akan dipotong, kalau begini dirinya bisa-bisa hidup hanya untuk bekerja saja.

Padahal Da Xie bukanlah robot yang bisa terus-terusan bekerja. Dia adalah manusia yang butuh istirahat dan refreshing untuk otaknya yang serasa mau meledak.

"Aduh, kalau begini aku benar-benar harus cepat-cepat turun takhta. Aku tidak mau bekerja terus-terusan seperti ini... Ugh, bahkan rasanya pekerjaan di kehidupan sebelumnya juga tidak sebanyak ini deh..." Batin Da Xie sembari memegangi kepalanya yang pusing.

"Ada apa Maharani Agung?"

"Ah tidak, aku akan makan nih. Ngomong-ngomong, bisakah kau berikan ini kepada Menteri Song nanti?"

Da Xie memberikan sebuah kertas pada Dayang Ra. Itu adalah kertas berisi perintah agar Menteri Song mencari pohon sawit di kekaisaran lain. Da Xie tahu kalau pohon sawit tidak tumbuh di kekaisaran Zhang, jadi mungkin kekaisaran lain ada yang menanamnya.

"Baiklah Maharani Agung."

Dayang Ra mengangguk. Da Xie kemudian makan bubur yang hambar dihadapannya sembari meringis karena kondisinya sekarang yang harus dipaksa bekerja terus-terusan.

******

Di paviliun barat istana kekaisaran Zhang, terdapat seorang pria tua yang sedang menginspeksi barang-barang yang baru saja dikirim dari luar kekaisaran.

Ya, itu adalah menteri Song. Sang menteri luar negeri yang kini sedang menginspeksi salah satu rempah-rempah yang baru saja di impor dari kekaisaran tetangga.

"Ya, ini sesuai dengan pesanan. Aku harus memasukkan nota-nya dalam jurnal pengeluaran uang kas kekaisaran Zhang."

Menteri Song mencatat sesuatu dalam buku kecil yang selalu dibawanya kemana-mana. Ia kemudian lanjut menginspeksi barang impor berikutnya.

Ketika dirinya sedang sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba Dayang Ra mendatanginya.

"Salam kepada Menteri Song. Semoga anda sehat selalu." Dayang Ra membungkuk dan memberikan hormat kepada Menteri Song.

"Oh? Bukankah kau adalah Dayang yang melayani Maharani Agung? Ada apa sampai kau datang kemari?" Tanya Menteri Song penasaran.

Dayang Ra kemudian memberikan kertas yang tadi sudah dititipkan dari Maharani Agung kepadanya. "Ini adalah kertas dari Maharani Agung, mohon Menteri Song membacanya."

Menteri Song menerima kertas tersebut dengan bingung, tumben sekali Maharani Agung sampai memberikan sesuatu kepadanya. Biasanya wanita itu akan sebisa mungkin menjauhi dirinya walau Menteri Song sendiri juga tak tahu alasannya.

"Kepada Menteri Song, aku Maharani Agung Zhang Da Xie memerintahkan dirimu untuk mengimpor sebuah pohon dengan ciri-ciri sebagai berikut. Mohon untuk mencarinya dengan baik."

Menteri Song membaca surat tersebut secara perlahan. Ternyata tujuan Da Xie mencarinya adalah untuk mencari sebuah pohon dengan ciri-ciri yang Da Xie tentukan.

"Hm... Pohon ini, bukankah pohon yang berasal dari kekaisaran kecil di utara. Kenapa Maharani Agung mencarinya?" Gumam Menteri Song kebingungan.

Tetapi Menteri Song tidak ingin mempertanyakan keputusan Da Xie. Dirinya tahu, kalau wanita itu pasti mempunyai rencananya sendiri.

"Baiklah, aku akan melakukan apa yang Maharani Agung mau. Ngomong-ngomong, butuh berapa pohon yang harus di impor?"

Menteri Song kembali melanjutkan membaca kertas tersebut, dirinya menjadi terkejut ketika mengetahui berapa banyak pohon sawit yang dibutuhkan Da Xie.

"100 Ton?!!"

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!