ini karya novel saya yang pertama, masih banyak kesalahan dan kekurangan jadi saya mohon dukungan dan vote nya dari pembaca semuanya..novel ini mengisahkan nasib seorang istri yang dikhianati suaminya, padahal awalnya luna merasa beruntung bisa menikah dengan rendi dan di beri kepercayaa untuk hamil anak kedua tapi justru disaat dia sedang hamil anak kedua nya saat itu suami nya berubah dan mulai menduakan nya...
apakah luna akan bertahan atau justru meninggalkan suaminya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
malam hari rendi baru pulang kekediamannya, sejak luna tak kembali kerumah rendi selalu pulang malam karna dia merasa kesepian di rumah, untuk menghilangkan rasa kesepiannya dia selalu nongkrong dulu sebelum pulang, rendi belum mau pulang kerumah tari karna dia masih ingin memperbaiki hubungannya dengan luna.
rendi memasuki kamar dan segera membersihkan diri, selesai membersihkan diri rendi menuju lemari baju dan saat membuka nya alangkah terkejutnya rendi tak mendapati baju-baju luna, diperiksanya barang-barang luna yang lain juga tak ada, rendi terduduk di pinggir sofa.
"luna tadi datang kesini" gumam rendi
di raihnya ponsel untuk menghubungi luna, tapi tak diangkat oleh luna..
rendi meremas rambutnya frustasi
"ahhhggg" pekik rendi "kamu benar-benar akan meninggalkan ku luna, tak kan aku biarkan itu terjadi, aku masih mencintai kamu luna"
masih teringat jelas oleh rendi kenangan-kenangan indah bersama luna, kini rendi hanya bisa meratapi kebodohannya.
puas dengan meratapi nasibnya tanpa sadar rendi tertidur di sofa tanpa menggunakan baju, hanya berbalut handuk.
sementara di kediaman luna
luna sedang menidurkan reno di dekapannya sambil menepuk-nepuk kecil bokong reno dan bershalawat....
reno memeluk luna seakan-akan tahu kegundahan hati yang dirasakan mamanya..
"sayang, ayo pejamkan matanya" elus luna di puncak kepala reno
"mama, kenapa mama sekarang sering menangis, padahal kaka gak nakal?" ucap reno polos
" kak, sekarang hanya kaka yang jadi penyemangat mama, hanya kaka yang bisa buat mama tertawa, hanya kaka yang bisa kuatkan hati mama, jadi tolong kaka selalu ada disamping mama kak, jangan pernah pergi biarpun suatu saat kaka kecewa pada sikap mama" ucap luna sambil menitik kan air mata
"ma, kenapa kita gak tinggal bareng papa lagi? apa papa gak sayang kita lagi ma?"
" papa bukan gak sayang kita lagi sayang, cuma sekarang papa lagi tersesat, jadi gak tau jalan buat pulang"
"nanti kalau papa udah tau jalan pulang kita tinggal bareng lagi ya ma?"
"sayang, kalau seandainya kita gak tinggal bareng papa lagi apa reno marah sama mama?"
tanya luna
reno mengeratkan pelukannya "kalau memang mama bisa gak nangis lagi, reno gak marah harus tinggal sama mama disini"
luna mencium pucuk kepala reno" terimakasih sayang kamu sudah harus menjadi dewasa sebelum waktunya, mama janji akan sebisa mungkin bahagiakan kami walau tanpa papa" ucap luna tulus
tanpa diketahui luna reno sering melihat luna menangis sewaktu masih tinggal bersama rendi, hanya saja reno tak mengerti yang ada dipikiran nya luna menangis saat bersama rendi berarti luna tak bahagia hidup di sana.
saat asik mendekap reno ponsel luna berbunyi, dilirik nya panggilan dari rendi, luna tak berniat menjawab di aktif kan nya mode silent lalu luna memejamkan matanya untuk segera tidur...
pagi harinya luna mengantarkan reno kesekolah karna luna akan sekalian berkeliling mencari ruko yang bisa di sewa untuk memulai usahanya, beruntung luna dapat dua buah ruko yang bisa disewanya dan lokasinya tak jauh dari rumah orang tua luna, jadi luna tak harus jauh bolak-balik. setelah diselesaikannya pembayaran luna menjemput reno dan segera membawa nya pulang, karna luna harus menghubungi sahabatnya untuk konsultasi masalah baju yang akan dijual dan persiapan barang-barang yang lainnya untuk mengisi ruko tersebut.
soalnya aku suka sama ceritanya